Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Pengaruh Perubahan Iklim bagi Kesehatan Lingkungan dan Dampaknya Bagi Kesehatan

22 Feb 2022 � dr. Titiek Resmisari, MARS

Oleh : dr. Titiek Resmisari, MARS  Beberapa bulan terakhir, pertambahan kasus baru COVID-19 di Indonesia mulai terkendali dengan baik. Seiring dengan hal tersebut, Pemerintah mulai melonggarkan beberapa aturan terkait kegiatan pembatasan masyarakat. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) merupakan salah satu upaya Pemerintah yang dilakukan untuk menekan laju pandemi COVID-19 di Indonesia. Level penerapan PPKM di sejumlah daerah pun mulai menurun dari yang semula level 4 (level tertinggi) turun secara bertahap ke level 3 dan sekarang mulai turun ke level 2 untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya. Di tengah mulai menurunnya ancaman kesehatan akibat pandemi COVID-19, masyarakat di berbagai belahan dunia dihadapkan pada ancaman lainnya yaitu perubahan iklim. Perubahan iklim merupakan ancaman global yang diperkirakan dampaknya akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali, seperti halnya pandemi COVID-19. Perubahan iklim akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan yang pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa Pandemi COVID-19 telah menunjukkan kepada kita semua bahwa terdapat hubungan yang erat dan halus antara manusia, hewan, dan lingkungan. Dalam laporan yang dirilis oleh WHO, diharapkan semua negara untuk berkomitmen dalam pembatasan pemanasan global bukan hanya karena itu merupakan hal yang benar untuk dilakukan, tetapi karena itu untuk kepentingan kita semua.1 Perubahan iklim adalah perubahan signifikan terhadap iklim, suhu udara dan curah hujan mulai dari dasawarsa sampai jutaan tahun. Perubahan iklim dapat terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca sehingga mengakibatkan naiknya suhu di permukaan bumi.2 Perubahan iklim akan menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi berbagai determinan sosial kesehatan, seperti ketersediaan makanan yang cukup dan bergizi, tempat tinggal yang aman, dan air minum yang aman untuk dikonsumsi.3 Lebih lanjut menurut WHO, polusi udara, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil, juga mendorong perubahan iklim yang diperkirakan menyebabkan 13 kematian per menit di seluruh dunia. 1 Dalam artikel yang dilansir di National Geographic, Rabu (22/11/2021) dinyatakan bahwa terdapat penelitian yang melaporkan bahwa polusi udara yang mengandung partikel yang mayoritas dari emisi bahan bakar fosil, ternyata dapat menyebabkan serangan jantung. Dengan mekanismenya adalah partikel itu dapat menembus paru-paru, jantung, bahkan mengalir ke aliran darah kita, dan berbahaya bagi organ. Kemudian secara langsung memicu respons inflamasi dari sistem kekebalan kita.4 Dampak negatif lainnya akibat perubahan iklim bagi kesehatan adalah meningkatnya wabah penyakit seperti Malaria, Kolera dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini terjadi karena kenaikan suhu curah hujan akan menyebabkan nyamuk pembawa virus tersebut hidup dan berkembang biak pada cuaca yang panas dan lembab.2 Melihat dampaknya yang sangat besar bagi kesehatan, maka penanganan terkait perubahan iklim perlu diantisipasi oleh seluruh negara. Indonesia sendiri telah menandatangani Perjanjian Paris pada tahun 2016 dan telah mengembangkan berbagai langkah inisiatif dalam upaya pengendalian perubahan iklim dengan fokus khusus untuk memastikan perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan yaitu perempuan, anak-anak, orang tua, penyandang disabilitas, rumah tangga miskin, dan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana serta daerah yang rentan terkena dampak perubahan iklim.3 Dalam mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai upaya adaptasi antara lain yaitu : (1) Advokasi dan sosialisasi strategi adaptasi perubahan iklim;  (2) Peningkatan kapasitas; (3) Pedoman adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat terhadap demam berdarah dengue dan malaria; (4) Draft RAN APIK (HNAP- Health National Action Plan); (5) Sistem Pemetaan Kerentanan Berbasis Website dan (6) Draft Pedoman Desa/Kelurahan Sehat Iklim. 5 Berbagai upaya tersebut diatas merupakan implementasi dari berbagai kebijakan seperti Peraturan Menteri Kesehatan nomor 1018 tahun 2011 tentang Strategi Adaptasi Sektor Kesehatan terhadap Dampak Perubahan Iklim, Peraturan Menteri Kesehatan nomor 35 tahun 2012 tentang Pedoman Identifikasi Risiko Kesehatan Akibat Perubahan Iklim dan Peraturan Pemerintah nomor 66 tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.5 Menjaga kesehatan lingkungan merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian alam guna menghadapi berbagai tantangan/permasalahan dalam perubahan iklim. Tentunya tanggung jawab untuk mewujudkan lingkungan yang sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab dari Pemerintah. Berbagai hal kecil dan sederhana dapat kita lakukan guna mewujudkan lingkungan yang sehat yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti berikut ini: Jangan membuang sampah sembarangan Melakukan daur ulang dengan menerapkan prinsip 3R, yakni Reuse(penggunaan kembali), Recycle (mendaur ulang) dan Reduce (mengurangi) Melakukan penghematan seperti menggunakan air secukupnya dan mengurangi pemakaian lampu jika tidak digunakan Mengurangi polusi udara dengan meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi, melakukan penanaman pohon dan lain sebagainya Ikut peduli dan ikut serta dalam menjaga lingkungan seperti melakukan kegiatan gotong royong bersama masyarakat di lingkungan rumah untuk menjaga kesehatan lingkungan di sekitar Mari kita wujudkan bumi yang sehat agar dapat terwujud masyarakat yang sehat. Yuk kita mulai dari hal yang sederhana, mulai dari diri sendiri dan kita lakukan mulai dari hari ini. Salam Sehat !! *) dr. Titiek Resmisari, MARS, Widyaiswara Ahli Muda (JFT) Bapelkes Cikarang Referensi : Kenny P. 2021. WHO : Iklim, Kesehatan Terkait Erat. Tersedia pada https://www.aa.com.tr/id/dunia/who-iklim-kesehatan-terkait-erat/2389428 (diunduh pada 01 November 2021). KCPI - IC ICan. Knowledge Centre Perubahan Iklim Indonesia Climate Innovation in Action. Tersedia pada http://ditjenppi.menlhk.go.id/kcpi/ (diunduh pada 01 November 2021). 2021. Meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Tersedia pada https://www.who.int/indonesia/news/campaign/world-health-day-2021/perubahan-iklim (diunduh pada 03 November 2021). Mukhaer AA. 2021. Perubahan Iklim: Permasalahan yang Memicu Krisis Kesehatan Masyarakat. Tersedia pada https://nationalgeographic.grid.id/read/132902763 /perubahan-iklim-permasalahan-yang-memicu-krisis-kesehatan-masyarakat?page=all (diunduh pada 03 November 2021). Firmansyah F. 2019. Bergerak Bersama Secara Global Untuk Wujudkan Lingkungan Sehat. Tersedia pada https://kesmas.kemkes.go.id/konten/133/0/100311-bergerak-bersama-secara-global-untuk-wujudkan-lingkungan-sehat (diunduh pada 03 November 2021).  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pelatihan K3RS Metode Blended Learning Tahun 2022

31 Jan 2022 � Segarnis

Senin, 31 Januari 2022 Pembukaan Pelatihan K3RS Metode Blended Learning Tahun 2022 secara resmi dibuka oleh kepala Bapelkes Cikarang Bapak Drs. Suherman, M.Kes.  Ketua Penyelenggara dr.Arum Wiratri, MPA dalam laporannya menyampaikan bahwa Pelatihan K3RS diikuti sebanyak 30 orang peserta / angkatan. Penyelenggara pelatihan K3RS yang diselenggarakan menggunakan metode Blended Learning, pada tanggal 31 Januari - 10 Februari 2022 (Kelas Daring), dan Tanggal 11 - 13 Februari 2022 (Klasikal). Tujuan dari pelatihan K3RS yaitu setelah mengikuti pelatihan peserta mampu melakukan program K3RS sesuai standar akreditasi rumah sakit.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Evaluasi Pelatihan terhadap Pelaksanaan Pelatihan TUGSUS di Bapelkes Cikarang

08 Dec 2021 � ALFRED ARIYANTO, S.Si.Apt,M.Si

Reaksi Peserta Pelatihan terhadap Pelaksanaan  Pelatihan NSI angkatan 19 di Bapelkes Cikarang   PENDAHULUAN Evaluasi merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pelatihan. Evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh untuk dapat melihat ketercapaian hasil belajar dan efektivitas proses pelatihan. Evaluasi terhadap efektivitas pelatihan dapat dilakukan oleh peserta terhadap proses penyelenggaraan pelatihan. Salah satu evaluasi yang populer terhadap efektivitas pelatihan adalah evaluasi model Kirkpatrick. Ada 4 level evaluasi yang ditawarkan oleh Kirkpatrick, yaitu: level 1 reaction, level 2 learning, level 3 behavior, dan level 4 result. Evaluasi terhadap reaksi peserta pelatihan/program berarti mengukur kepuasan peserta (customer satisfaction). Program pelatihan dianggap efektif apabila proses pelatihan dirasa menyenangkan dan memuaskan bagi peserta pelatihan sehingga mereka tertarik termotivasi untuk belajar dan berlatih. Dengan kata lain peserta pelatihan akan termotivasi apabila proses pelatihan berjalan secara memuaskan bagi peserta yang pada akhirnya akan memunculkan reaksi dari peserta yang menyenangkan. Sebaliknya apabila peserta tidak merasa puas terhadap proses pelatihan yang diikutinya maka mereka tidak akan termotivasi untuk mengikuti pelatihan lebih lanjut. Maka dari itu, penulis mencoba untuk melihat reaksi peserta pelatihan pada pelatihan Nusantara Sehat Individu angkatan 19 untuk melihat sejauh mana efektivitas pelatihan tersebut ditinjau dari reaksi peserta.          TUJUAN Maksud dari penulis untuk melakukan pengkajian ini antara lain; Mengetahui sejauh mana reaksi peserta terhadap proses pelatihan NSI angkatan 19 di Bapelkes Cikarang. Mengetahui efektivitas pelatihan NSI angkatan 19 di Bapelkes Cikarang.   METODE PENGKAJIAN Metode yang dilakukan dalam kajian ini adalah dengan menggunakan survey terhadap peserta pelatihan akan reaksi mereka terhadap proses pelatihan NSI angkatan 19.   WAKTU, TEMPAT DAN RESPONDEN Penelitian dilakukan di Bapelkes Cikarang, pada bulan Oktober 2021, dengan subjek penelitian adalah peserta pelatihan NSI angkatan 19.   PEMBAHASAN Penulis menyebarkan kuesioner yang diberikan kepada peserta NSI angkatan 19 mengenai kesan dan pesan mereka terhadap pelatihan yang mereka lalui. Kuisioner diberikan sehari sebelum dilakukan penutupan. Sedangkan proses pelatihan itu sendiri berlangsung selama 12 hari efektif,  mulai tanggal 11 – 28 Oktober 2021. Kemudian dari hasil kuesioner tersebut, penulis berupaya untuk menyarikan jawaban peserta. Dari 28 peserta yang mengisi survey, 27 diantaranya menjawab bahwa pelatihan NSI ini sangat baik, dimana diantara mereka menyatakan, “Pembekalan yang sangat menarik, seru, mempersatukan kami yang tidak kenal menjadi akrab, pak alfred dan kak sonna sudah sangat baik membimbing kami selama pembekalan”. Ada juga peserta yang mengucapkan rasa syukur telah mengikuti pelatihan ini dengan jawaban, “Sangat bersyukur bisa berada di nusantara sehat, mendapatkan ilmu dan wawasan serta dapatkan banyak teman baru”. Ada pula peserta yang menyatakan sangat terkesan, dengan jawabannya berupa “Sangat berkesan sekali berada dikelas humoris in walaupun online tp kami berusaha untuk menyesuaikan dri dgn masing2 peserta”. Selain dari kesan positif yang mereka dapatkan, mereka juga merasakan banyak ilmu baru yang mereka dapat dari pelatihan ini. Beberapa peserta mengungkapkannya dalam bentuk “selama pembekalan Dapat teman baru dan dapat ilmu baru untuk persiapan bekal di Puskesmas”. Ada pula yang mengatakan, “kegiatan ini sangat bermanfaat, dari yah tidak saling kenal kami bisa mendapatkan teman baru, serta pembekalan ilmu belum pernah kami dapatkan sebelumnya”. Pelatihan ini pun ternyata telah membangun rasa pertemanan yang kuat diantara mereka, sebagai sesama tenaga kesehatan yang mendapatkan tugas khusus di Puskesmas. Hal ini terungkap dari pernyataan mereka, “selama proses pelatihan berlangsung terasa sangat menyenangkan karena bertemu teman baru dari berbagai daerah yang selama pelatihan saya rasa memiliki perilaku yang baik, sopan, saling membantu” dan yang lain mengatakan “Banyak mendapat teman baru dan banyak tambahan ilmu”. Peserta juga merasakan mendapatkan dukungan yang baik dari. Di antara mereka ada yang mengungkapkan  “Merasa senang karena pematerinya orang yang benar- benar berkompeten dan hebat..” dan “serta didampingi oleh fasilitator yang hebat dan luar biasa”.  Selain fasilitator dukungan panitia penyelenggara juga sangat baik, seperti diungkapkan peserta no. 4, “Saya sangat senang mengikuti pembekalan penugasan khusus NSI 2021 yang diadakan oleh Bapelkes Cikarang, panitia ramah dan berkoordinasi baik, respon cepat jika ada masalah pada peserta”. Namun dari berbagai kesan positif dari para peserta, ada beberapa yang menghambat dari pelatihan NSI angakatan 19 ini. Hal yang pertama adalah adanya kendala jaringan internet yang menyebabkan mereka kadang terganggu koneksinya saat pembelajaran berlangsung. Peserta 14 mengungkapkannya “Pertama kalinya pembekalan secara online merupakan hal yg berbeda tpi ttp seru krn kadang tekendala jaringan dll”, begitu juga dengan peserta 13 mengatakan hal yang sama, “Sangat menegangkan krn berburu dengan signal yang baik”.   Peserta berharap dengan adanya pelatihan dengan tatap muka langsung, seperti dikatakan oleh peserta 8, “semoga pelatihan selanjutnya bisa dilangsungkan dengan tatap muka agar pelatihannya terasa lebih menyenangkan dan bisa menerapkan bela negara secara langsung selama pembekalan tatap muka” dan peserta 15 “Semoga pembekalan berikutnya bisa offline”. Beberapa kendala lain yang ditemui peserta adalah waktu istirahat diperbanyak karena kelelahan menatap monitor, seperti dinyatakan peserta 11, “Walaupun lewat zoom meeting, kalau bisa di jam 10 ada isoma sebentar”, durasi waktu pelatihan tidak terlalu lama, seperti yang disampaikan peserta 1, “untuk durasi pembekalan dan materi kalau bisa jangan terlalu lama, agar peserta bisa dengan efektif menyerap ilmu dari materi yang diberikan”, dan beberapa gangguan teknis saat penyampaian materi oleh fasilitator, “Saya harap pematerinya suara di perbesar lg krna biasanya tdk kedengaran”                               KESIMPULAN Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal dari hasil evaluasi pelatihan NSI angkatan 19 tahun 2021 di Bapelkes Cikarang.  Pada umumnya peserta menyatakan bahwa pelatihan ini telah berjalan dengan baik dan efektif dari sebagian besar pernyataan peserta yang merasakan senang dan tidak ada satupun yang menyatakan tidak senang. Pelatihan ini telah memberikan hal hal yang bermanfaat bagi peserta, antara lain dari ilmu baru yang bermanfaat dan teman teman baru yang bisa menjadi jejaring komunitas tenaga kesehatan yang baru bagi mereka. Kesuksesan pelatihan NSI angkatan 19 sangat didukung oleh kepanitiaan yang baik, berupa kerja sama antara panitia, dan fasilitator yang kompeten. Beberapa hal yang menjadi kekurangan dari pelatihan ini, adalah masalah jaringan, pembelajaran sistem offline, namun hal tersebut tidak membuat mereka memberikan kesan positif terhadap pelatihan ini.       REFERENSI Shodiq, Munawar, (2021), Evaluasi Reaksi Dan Pengetahuan Peserta Terhadap Mata Pelatihan Etika Publik, Jurnal Inovasi manajemen dan supervisi pendidikan, vol. 1 no. 1. Badu, Syamsu, Implementasi Evaluasi Model Kirkpatrick Pada Perkuliahan Masalah Nilai Awal Dan Syarat Batas,  Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Edisi Dies Natalis ke-48 Universitas Negeri Gorontalo Nurhayati, Yetti, (2018), Penerapan Model Kirkpatrick Untuk Evaluasi Program Diklat Teknis Subtantif Materi Perencanaan Pembelajaran Di Wilayah Kerja Provinsi Kepulauan Riau,  Andragogi Jurnal Diklat Teknis 170 8 Volume: VI No. 2 Juli.    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penawaran Pelatihan Pengendai Pelatihan

15 Sep 2021 � Verawati Lenny

Bapelkes Cikarang tanggal 02-09 November 2021 akan menyelenggarakan Pelatihan Pengendali Pelatihan metode full daring. Pembiayaan pelatihan Rp.1.900.000,- (satu juta sembilan ratus ribu rupiah) sesuai dengan PP Nomor 64 Tahun 2019 tentang Tarif PNBP. Kriteria peserta : Widyaiswara/pernah CAWID/TPK/MOT/TOC Informasi dan pendaftaran dapat mengakses http://sidiklat.bapelkescikarang.or.id

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penawaran Pelatihan TPK (Tenaga Pelatih Kesehatan)

14 Sep 2021 � Verawati Lenny

Bapelkes Cikarag membuka penawaran Pelatihan TPK (Tenaga Pelatih Kesehatan) metode full daing. Pembiyaan sebesar Rp.1.900.000 (satu juta sembilan ratus ribu rupiah) sesuai PP No 64 Tahun 2019 Tentang Tarif PNBP.   Untuk informasi dan pendaftaran dapat mengakses http://sidiklat.bapelkescikarang.or.id/ atau melalui menu info pelatihan.  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Empat Pelatihan Jabatan Fungsional

07 Sep 2021 � Aulia Fitriani

Senin, 7 September 2021 dibuka secara resmi empat pelatihan Jabatan Fungsional oleh kepala Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Bapak Drs.Suherman, M.Kes. Empat pelatihan tersebut adalah Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan VII, Sanitarian Ahli Angkatan III, Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) Ahli Angkatan III dan Pembimbing Kesehatan Kerja (Pemkesja) Angkatan II.  Pelatihan diselenggarakan mulai tanggal 7 September 2021  sampai dengan  29 September 2021 Penyelenggaraan keempat pelatihan ini berdasarkan Kurikulum Pelatihan yang telah distandarisasi dan terdaftar dalam SIAKPEL Pusat Pelatihan SDM Kesehatan dengan struktur program yang telah dikonversi menjadi pembelajaran dalam jaringan sesuai aturan yang berlaku.   Proses pembelajaran akan berlangsung dalam 2 metode yaitu Sinkronus Maya dan Asinkronus Kolabratif.  Sinkronus Maya (SM) yaitu peserta dan fasilitator melakukan aktivitas pembelajaran secara bersama di waktu yang sama (seperti aktivitas kita saat ini di Ruang Zoom). Sedangkan Asinkronus Kolaboratif (AK), yaitu peserta dan fasilitator melakukan aktivitas pembelajaran secara bersama di waktu yang tidak bersamaan (kita menggunakan Learning Management System (LMS) Bapelkes Cikarang untuk AK ini). Peserta telah diberikan penjelasan program dan pengenalan LMS & Sidiklat Bapelkes Cikarang hari Senin, 6 September 2021.   Di akhir program, akan dilaksanakan Praktik Lapangan secara mandiri oleh peserta di lokasi kerja masing-masing. Peserta akan melakukan presentasi hasil praktik sesuai tema dan akan dibahas oleh fasilitator pembahas. Penyelenggaraan Pelatihan dilaksanan secara full online maka seluruh komponen baik peserta, fasilitator dan panitia mengakses pembelajaran dari lokasi masing-masing.           

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan VIII

31 Aug 2021 � Aulia Fitriani

Selasa 31 Agustus 2021 Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan VIII secara resmi ditutup oleh Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Bapak  Drs.Suherman, M.Kes. Ketua penyelenggara Ibu Aulia Fitriani, St, MKM menyampaikan dalam laporannya bahwa Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan VIII berlangsung secara full online, dengan aktivitas Sinkronus Maya melalui Aplikasi Zoom dan Asinkronus Kolaboratif melalui LMS Bapelkes Cikarang. Kegiatan ini berlangsung selama 12 hari pada rentang 13-31 Agustus 2021 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Di akhir masa pelatihan telah dilaksanakan Praktik Mandiri di lokasi kerja para peserta. Penyelenggara melakukan sampling pendampingan di 2 lokus Praktik Peserta, yaitu Puskesmas Caringin dan Puskesmas Balaraja Kabupaten Tangerang, Banten. Setelah melakukan praktik secara mandiri sesuai tema yang telah ditentukan peserta menyusun laporan, membuat video singkat 10 menit dan melakukan presentasi hasil praktik dalam Seminar Hasil Praktik yang dinilai oleh fasilitator pembahas dalam zoom meeting. Peserta pelatihan ini berasal Provinsi Kepulauan Riau 1 orang, Provinsi Jawa Timur 3 orang, Provinsi Jawa Barat 5 orang, Provinsi Banten 6 orang, Provinsi Jawa Tengah 15 orang. Keseluruh peserta telah optimal dalam mengikuti proses pembelajaran, walau beberapa kendala terjadi, terutama masalah sinyal internet yang kurang baik baik dari peserta maupun fasilitator. Namun hal ini diantisipasi dengan komunikasi berlanjut dalam WA Grup dimana panitia dapat mengonfirmasi informasi yang kurang. Selama proses pembelajaran, fasilitator telah memberikan materi melalui ruang Zoom dan penugasan di LMS Bapelkes Cikarang. Keseluruhan materi pelatihan telah disampaikan oleh fasilitator dengan baik. Dan peserta memberikan evaluasi terhadap fasilitator tepat waktu.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas Pada Masa Pandemi Covid-19 Angkatan XIII Dan XIV Tahun 2021

24 Aug 2021 � Segarnis Deasy

Selasa 24 Agustus 2021 dilaksanakan Penutupan Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas Pada Masa Pandemi Covid-19  Angkatan XIII Dan XIV Tahun 2021 oleh kepala Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Bapak Drs.Suherman, M.Kes.  Penyelenggaraan Pelatihan Pembekalan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas pada masa pandemi COVID-19 Angkatan 13 dan 14 Tahun 2021 di Bapelkes Cikarang dilaksanakan menggunakan metode distance learning selama 14 hari efektif dimulai tanggal 09 - 24 Agustus 2021 telah berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini dapat berhasil berkat partisipasi dan kerjasama yang baik dari seluruh Peserta, Pengendali, fasilitator, panitia dan seluruh unsur penunjang terkait. Pelatihan pembekalan ini diikuti oleh peserta calon penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di sebanyak 76 peserta yang dibagi menjadi 2 angkatan, sebagai berikut : Angkatan 13 : 38 orang peserta Angkatan 14 : 38 orang peserta    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Dirgahayu Republik Indonesia

17 Aug 2021 � Eliza Meivita

Dahulu, pahlawan berjuang untuk kedaulatan bangsa. Saat ini, kita berjuang untuk kesehatan bangsa.Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, sehat selalu Indonesia-ku !.#humasBC#bapelkescikarang#hutri#hutri76

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC