Semua Berita & Artikel
Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang
ARTIKEL
Deteksi Dini Para Wanita Diusia 40 Tahun Keatas
Para wanita memasuki usia kepala empat sudah harus antisipasi mendeteksi kondisi fisik dengan datang ke dokter dalam keadaan sehat, terutama para ibu rumah tangga yang sangat sibuk dengan segala aktifitasnya hingga merasa tidak perlu datang memeriksakan diri kedokter karena merasa tubuhnya sehat.* Mengapa perlu datang kedokter? Untuk datang kedokter tidak hanya wanita saja laki-laki pun dianjurkan mengantar istrinya untuk datang kedokter, salah satu alasan perlunya datang kedokter dalam kondisi sehat antara lain melakukan deteksi dini atau pencegahan penyakit dengan pap smear dan inspeksi visual asam asetat(IVA) Pada stadium awal kanker leher rahim tidak menimbulkan keluhan. Kanker leher rahim merupakan penyebab angka kesakitan dan kematian tertinggi kasus kanker pada perempuan di Indonesia. Menurut dewi anggraeni pada divisi onkologi ginekologi RSUPN Cipto mangunkusumo sebanyak 76,6 % pasien kanker leher lahir datang terlambat.(setelah stadium IIIB ke atas), * Apa itu kanker Serviks Pada wanita kanker serviks menjadi penyakit yang berbahaya dan ditakuti dikalangan wanita, penyakit ini menyerang bagian leher rahim karena dapat mengakibatkan kematian pada kaum wanita * Apa penyebabnya ? Berbagai kebiasaan buruk dan tidak menjaga kebersihan vagina bisa menjadi pemicu munculnya kanker serviks pada wanita, ditambah dengan adanya virus yang menyerang leher rahim yakni Virus HPV(human papiloma virus), HPV memiliki jenis yang sangat banyak, tercatat lebih dari 100 varian virus HPV yang sudah diketahui, dengan begitu potensi terjangkit kanker serviks sebetulnya cukup besar jika melihat betapa bervariasinya virus HPV yang ada. Oleh sebab itu, ciri-ciri terkena kanker serviks tersebut memang perlu diketahui dengan baik. * Bagaimana tandanya ? Tanda-tanda awal adanya kanker leher rahim antara lain : Pendarahan tak normal Pendarahan saat tidak menstruasi, setelah melakukan hubungan seks, atau saat pemeriksaan panggul, terjadinya pendarahan saat hubungan seks atau pemeriksaan panggul adalah salah satu gejala kanker serviks. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada leher rahim. Wanita yang memiliki kanker serviks biasanya mengalami pendarahan yang tak normal pada bagian vagina, dalam sebulan pendarahan bisa jadi parah atau sedikit. Meski begitu, ada banyak hal yang bisa menyebebkan pendarahan setelah aktivitas atau seks pada wanita. Keputihan parah Gejala kanker serviks lainnya adalah terjadinya keputihan yang cukup parah, walaupun berbeda pada setiap wanita beberapa orang bisa mengalami keputihan yang berbau tak sedap, tebal atau sangat berlendir. Jika wanita mendapati keputihan yang tak biasa sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan. Nyeri panggul Seseorang bisa saja mengalami nyeri panggul saat mengalami menstruasi. Hal ini normal, namun anda harus waspada jika nyeri panggul terjadi saat-saat lainnya, wanita yang menderita kanker serviks biasanya mengalami nyeri panggul selama berjam-jam. Rasa sakit bisa berupa nyeri yang tajam, ringan atau sangat parah. Nyeri saat buang air kecil Jika menderita kanker serviks stadium lanjut, penderita merasa sakit dan nyeri saat buang air kecil, hal ini biasa terjadi jika kanker serviks telah menyebar ke kandung kemih. Penurunan Berat Badan Ciri kanker serviks yang mudah diamati adalah adanya penurunan berat badan secara drastis, turunnya berat badan tersebut terkait dengan mekanisme dan kerja organ-organ dalam tubuh yang terganggu karena keberadaan sel-sel kanker pada serviks Jika ada yang mengalami tanda-tanda seperti diatas, sebaiknya cepat memeriksakan diri untuk mengetahui benar tidaknya kanker serviks sedang menjangkiti tubuh, karena semakin lambat pemeriksaan dilakukan, semakin berat penanganan dan pengobatannya * Bagaimana Pencegahannya ? Mencegah lebih baik dari mengobati, untuk itu agar terhindar dari penyakit tersebut pencegahan dapat dilakukan antara lain : Tidak merokok dapat menjadi salah satu cara tepat menjaga diri anda dari bahaya kanker serviks, bahkan empat sampai lima kali lipat. Menurut WHO setiap 6,5 detik satu orang meninggal karena rokok, karena rokok nengandung kurang lebih 4000 zat dan 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan, Racun utama pada rokok yaitu TAR, Nikotin, dan Karbonmonoksida. Berolahraga secara teratur tentunya dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan berolah raga teratur peredaran darah dalam tubuh menjadi lancer, racun-racun dalam tubuh, termasuk yang dapat memicu kanker pun akan keluar bersama dengan keluarnya keringat. Makan makanan bergizi, terutama buah dan sayur yang mengandung serat dan gizi seimbang, serta antioksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Menjaga kesehatan vagina dengan tidak membiarkannya pada kondisi yang lembab dan membersihkannya setelah buang air dengan air yang bersih. Mempertahankan tubuh yang ideal dapat Anda lakukan agar risiko terkena kanker serviks berkurang. Obesitas terbukti mampu menambah risiko seorang wanita terkena kanker serviks sementara, ciri kanker serviks yang mudah diamati adalah adanya penurunan berat badan secara drastis. Turunnya berat badan tersebut terkait dengan mekanisme dan kerja organ-organ dalam tubuh yang terganggu karena keberadaan sel-sel kanker serviks. Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual, Sama seperti HIV, kanker serviks bisa muncul ketika seseorang berganti-ganti pasangan. Sebab kanker serviks memang sering menyebar lewat hubungan seksual. Virus Human Papiloma yang menjadi penyebab kanker serviks sering menyebar melalui hubungan intim. Untuk itu, lebih baik anda dan suami tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual dan tetap setia pada pasangan anda Melakukan tes papsmear secara teratur untuk mengetahui sejauh mana anda terlindung dari ancaman kanker serviks. Melakukan pencegahan infeksi HPV (human papilloma virus) dengan melakukan vaksinasi di samping menjaga kesehatan tubuh. Sumber : - Jakarta, KOMPAS , Rabu, 23 april 2014 - Pusat Promkes Th 2011. - Berbagai sumber
ARTIKEL
Pengenalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Untuk Puskesmas
Menggunakan “Media Lokal Alternative” Dengan Sistem Aliran Ganda Sebagai Pilihan Tekhnologi Sederhana, Mudah Dan Murah I. Latar Belakang Guna meningkatkan mutu lingkungan dan sanitasi di Puskesmas maka perlu dibuatkan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) yang baik dan teruji prosesnya. Dengan proses yang baik diharapkan mutu air limbah yang dikeluarkan oleh rumah sakit dapat mencapai standar yang ditetapkan oleh Men KLH No. 58/Men KLH/12/1985 tentang Baku Mutu Limbah Cair Rumah Sakit. Seperti diketahui, dari aktifitas Puskesmas akan mengeluarkan air limbah dalam jumlah yang cukup banyak. Air limbah Puskesmas ini biasanya mengandung senyawa organik yang tinggi, senyawa kimia serta mikroorganisme pathogen. Jika air limbahnya tidak diolah dengan baik tentunya akan menyebabkan gangguan lingkungan atau penyakit terhadap masyarakat sekitar. Pada saat ini, ditengarai masih banyak Puskesmas yang belum mengolah air limbahnya dengan baik. Alasan utamanya adalah keterbatasan dan rumitnya disain proses pengolahan. Dari kajian intensif dengan para sejawat yang berprofesi dibidang sanitasi, maka kami memberikan pilihan dari salah satu tekhnologi tepat untuk IPAL Puskesmas. Telah kami sediakan disain IPAL Rumah Sakit, mulai dari rumah sakit berkapasitas besar (±500 bed) samapai rumah sakit yang kecil atau semacamnya (sekitar 10 bed) seperti Rumah Bersalin, Balai Pengobatan,Puskesmas dan lain- lain. Beberapa alasan yang mendukung untuk menggunakan IPAL dengan Bee Nest Media, antara lain : Mahalnya tekhnologi IPAL yang ditawarkan kepihak Puskesmas, terutama yang dibangun dengan bantuan Negara maju atau dibangun oleh swasta dalam negeri dengan komponen import. Banyak IPAL Puskesmas yang dibuat kurang memperhatikan faktor perilaku masyarakat sekitar maupun ketersediaan suku cadang yang ada. IPAL dengan tekhnologi proses lumpur aktif konventional pada kenyatannya memerlukan banyak alat dan energi listrik dalam pengoperasiannya sehingga menjadi beban berat bagi Puskesmas. Lumpur (sludge) hasil samping pengolahan Lumpur aktif conventional sering menjadi masalah tambahan dalam pembuangannya. Jika terjadi kerusakan dalam sistim kelistrikan atau peralatan IPALnya, seringkali dalam beberapa jam saja kualitas air limbahnya menurun dengan drastis. Dari beberapa pengalaman membuat disain dan mengerjakan konstruksi IPAL dengan Bee Nest Media di beberapa rumah sakit sampai 250 bed maka dapat kami sampaikan keunggulan- keunggulannya dibandingkan dengan teknik pengolahan Lumpur aktif konventional sebagai berikut : Mudah dibuat, karena dapat dikerjakan oleh tukang bangunan atau tukang las setempat dengan pengawasan Sanitarian Puskesmas yang berpendidikan D-III saja. Tidak banyak menggunakan alat listrik, karena hanya memerlukan 2 buah blower saja dengan daya yang tidak terlalu besar. Mempunyai kemampuan menyesuaikan fluktuasi konsentrasi bahan pencemar maupun debit aliran air limbah yang masuk. Pengurasan lumpur (sludge) relative lama, sehingga sewaktu dikuras keadaan lumpur sudah stabil dan tidak membahayakan lingkungan. Efisiensi pengolahan dapat diandalkan yaitu kualitas air limbahnya dapat mencapai baku mutu yang ditetapkan. Bodi IPAL dapat disesuaikan dengan besar kecilnya tipe Puskesmas. II. Konsep Proses Pengolahan Konsep pengolahan air limbah pada IPAL dengan Bee Nest Media sangat sederhana, yaitu menggunakan pendekatan secara Fisika – Biologi (mikrobiologi air). Secara ringkas proses pengolahan terbagi 3 tahapan utama yaitu : 1. Pengolahan Pendahuluan Pada pengolahan pendahuluan mengandalkan proses fisika (walaupun terjadi proses biokimia juga) yaitu untuk mengurangi material terapung dan material mengendap yang ada didalam air limbah. Beberapa sarana penting yang harus dibuat pada pengolahan pendahuluan ini, antara lain : a. Tangki Septik (black water) Yaitu untuk menampung air limbah yang berasal dari Lab, kakus dan kamar mandi serta wastafel. Besarnya volume tangki dapat diperkirakan dengan (â…“ - 1) kali debit harian air limbah yang masuk. Fungsi tangki septik untuk memisahkan material terapung dan material terendap yang ikut mengalir bersama air b. Tangki Pemisah Lemak Yaitu untuk menampung air limbah yang berasall dari kitchen & laundry untuk dilaksanakan proses pre treatment. Berfungsi memisahkan lemak yang mengalir bersama air limbah asal dapur & Laundry. Volumenya = â…“ rata- rata debit aliran air limbah dapur & Laundry. Tangki pemisah lemak ini berfungsi juga untuk menurunkan suhu air limbah yang berasal dari air panas. 2. Penyetaraan Mutu Sebelum air limbah diolah kedalam IPAL dengan Media Lokal Alternative,maka semua air limbah dari berbagai sumber dan telah mengalami pengolahan pendahuluan dialirkan ke dalam tangki setara (equalization tank). Fungsi tangki setara ini sangat penting, antara lain : a. Homogenisasi mutu air limbah b. Bagi IPAL yang sulit dibangun dibawah tanah dapat dipasang pompa. Pompa dipasang pada tangki setara (equalization tank) fungsinya mengatur irama aliran, dengan adanya WLC (Water Level Control) yang bekerja ecara otomatis maka irama aliran masuk ke dalam IPAL lebih teratur dan mengurangi turbulesi aliran pada jam-jam sibuk/ padat. c. Penyaring terakhir dari sampah padat yang masih dapat dihanyutkan oleh air limbah karena turbulensi. d. Pengendapan material padat yang mempunyai rapat masa tinggi seperti : kerikil, pasir abu gosok, dan lain-lain. Sayangnya ada beberapa pembuat desain IPAL yang kurang memperhatikan fungsi tangki ini, adakalanya dibuat dengan mengabaikan besaran waktu tinggal dan konstruksinya. Pada tangki setara inilah titik sapel untuk diukur parameter awal dari air limbah yang akan diolah seperti BOD, COD, TSS, NH3 (ammonia) dan MBAS (detergen). Pada konsep IPAL dengan Media Lokal Alterntive, keberadaan material pengotor/ pencemar yang terapung maupun yang dapat mengendap telah dipisahkan pada sarana-sarana yang ada sebelumnya yaitu pada pengolahan pendahuluan. Dengan demikian material pengotor yang masuk ke dalam IPAL dengan Media Lokal Alternative tinggal berbentuk dispersolid saja yaitu terdiri dari padatan tersuspensi, koloid & larutan, sedangkan material mengendap dan mengapung dapat dibuang dalam waktu tertentu jika sudah penuh (cukup banyak). 3. Proses Pengolahan lanjutan dalam IPAL dengan Media Lokal Alternative Air limbah yang telah mengalami pengolahan pendahuluan dan penyetaraan mutu selanjutnya disalurkan ke dalam biofilter dari Media Lokal Alternative sebagai pengolah lanjutan. Didalam sistem penggolahan ini, pada tangki II dan III dipasangi media khusus yang digunakan pembiakan bakteri pengurai yang cocok dengan habitatnya sehingga tercukupi unsur-unsur kehidupan yang diperlukan seperti sumber makanan dan oksigen. Untuk Ipal skala kecil dapat menggunakan media lokal alternative yang murah dan mudah didapat seperti contoh botol yakult, tempurung kelapa, bambu tipis (bambu suling) dll. Media tersebut mempunyai keunggulan tersendiri antara lain : Mudah dirakit oleh tukang setempat Porositas sangat tinggi (98%) Bobotnya ringan sehingga mudah dipasang dan dibongkar untuk dibersihkan Di dalam IPAL ini, air limbah akan mengalami proses penguraian sesuai fungsi tangkinya. Uraian proses dalam masing- masing tangki dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Tangki I Berfungsi sebagai pengendapan, awal dengan memperbesar luas permukaan tangki, maka aliran vertikal yang terjadi di dalam tangki berjalan dengan kecepatan yang sangat lambat, akibatnya material padat yang mempunyai masa jenis lebih besar sedikit dari air dapat diendapkan dengan seksama, disamping itu juga terjadi pemisahan terhadap material terapung. Dari hasil pengamatan dilapangan ternyata telah berlangsung pula proses penguraian secara biologis dalam yang ditandai dengan perubahan warna dan bau airnya dibandingkan dengan air yang ada dari tangki penyetaraan. b. Tangki II Dari tangki I air limbah mengalir ke dalam tangki II secara gravitasi. Pada tangki II dipasang media bee nest ini mempunyai luas kontak yang besar dan spesifik yaitu ± 226 m2/m3. Dalam jangka waktu 1-2 bulan bakteri anaerobik banyak menempel pada permukaan plastik tersebut dengan membentuk lapisan film. Dari hasil pemeliharaan bakteri anaerobik didalam media bee nest inilah proses penguraian air limbah berlangsung. Kisaran efisiensi pengolahannya sebagai berikut : BOD : 60% COD : 55% TSS : 45% NH4 : 30% MBAS : 40% c. Tangki III Di dalam tangki III, proses penguraian berlangsung secara aerobic. Beberapa komponen penting untuk mendukung proses penguraian secara aerobic : 1) Blower, sebagai mesin pemasok udara di dalam air, berfungsi untuk memasok O2 dalam udara yang dibutuhkan oleh bakteri aerob. 2) Diffuser, untuk membentuk besarnya gelembung udara yang disemburkan oleh Blower, semakin kecil gelembung udara yang melewati diffuser akan semakin baik, karena luas permukaan udara semakin besar. 3) Media be nest yang terbuat dari PVC sheet, berfungsi untuk tempat menempelnya bakteri aerob yang akan mengadakan proses penguraian secara aerobic. Kisaran efisiensi pengolahannya sebagai berikut : BOD : 45% COD : 45% TSS : 9% NH4 : 75% MBAS : 75% d. Tangki V Air limbah yang telah mengalami proses pengolahannya secara berjenjang seperti diuraikan diatas perlu tampung sementara pada tangki V, di dalam tangki ini air limbah diadakan klorinasi untuk menghilangkan keberadaan bakteri pathogen yang mungkin ada. Effluent pada tangki V ini airnya diperiksakan ke laboratorium lingkungan secara berkala sebelum dibuang ke perairan umum. III. Diagram Proses IV. Penutup Dari uraian ringkas di atas, maka untuk mengurangi beban pencemaran air limbah Puskesmas, maka penerapan tekhnologi IPAL dengan Media Lokal Alternative dapat dijadikan pertimbangan bagi yang berkepentingan. Nara Sumber : Abie Wiwoho, MSc
ARTIKEL
Yuks Sejenak Review ; Sehatkah Lingkungan Kerja Kita ??
Tentunya kita menginginkan selalu sehat , optimal saat bekerja.Ternyata lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang siknifikan untuk optimalnya kesehatan manusia. Lingkungan terdiri dari udara, cahaya, air bersih , partikel debu , tumbuhan dll yang ada disekitar kantor kita. Merujuk Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran Dan Industri. Mari kita kaji ulang dan cermati bersama.Sudahkah kita mengetahui dan mengaplikasikannya di lingkungan kerja ??? Kepmenkes tersebut dibuat dengan maksud memberikaan petunjuk awal/standar awal terhadap syarat sehatnya suatu lingkungan kerja.Tujuan khususnya yaitu untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan di perkantoran dan industri. Kepmenkes memberikan mandat/wewenang kepada pimpinan kantor/satuan unit kerja bertanggung jawab untuk penyelenggaraan kesehatan lingkungan kantor masing-masing.Wujud tanggungjawab pimpinan melalui penugasan terhadap seseorang yang melaksanakan serangkaian kegiatan penyehatan lingkungan. Selanjutnya Petugas penyehatan lingkungan kerja wajib mempunyai perencanaan kerja penyehatan meliputi: jenis, sasaran, hasil capaian, jadwal, tenaga peralatan , pembiayaan , pengwasan serta pencatatan dan pelaporan rangkaian kegitan penyehatan lingkungan kerja. Kegiatan penyehatan kerja dalam suatu kantor dapat dilaksanakan oleh pihak ketiga yang berbadan hukum ,pembiayaannya ditanggung kantor tersebut. Pihak ketiga tadi mempunyai tenaga kesehatan lingkungan dengan latar pendidikan minimal Diploma 1 kesehatan lingkungan dan yang terlatih dari institusi yang berwenang. Kepmenkes tersebut menampilkan secara detil dari standar minimalis syarat sehat dari masing-masing unsur Lingkungan. Untuk artikel ini kita coba telaah secara singkat lagi J. Tulisan ini bertujuan untuk menggugah kepedulian kita terhadap lingkungan kerja yang kita diami selama ini. Supaya makin aware’ peduli’ mari kita lihat check list (daftar cek) sederhana tentang syaraat sehat lingkungan kerja. Daftar cek ini bia kita jadikan alat ‘tool”awal penapisan “screening” terhadap kesehatan lingkungan tempat kerja.Untuk detilnya bisa mengacu secara seksama dari Kepmenkes Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002 disertai dengan pedoman yang terbaru dari jurnal – jurnal yang ada tentang kesehatan lingkungan. Syarat –syarat Bangunan: Bangunan kuat, terpelihara kebersiahn, minimal gangguan kesehatan serta kecelakaan kerja. Lantai kuat , bersih, kedap air , permukaan rata dan kesat (tidak licin) Dinding bersih, warna terang, mudah dibersihkan. Langit-langit bersih dan berwarna terang , ketinggian minimal 2,5m dari lantai Atapnya kuat dan tidak bocor Luas jendela , kisi-kisi atau dinding gelas kaca untuk amsuknya cahaya minimal 1/6 luas lantai. Setiap karyawan mendapatkan ruang udara minimal 10m3/karyawan. Mari kita hitung sendiri kepadatan udara kita masing-masing J. Untuk toilet pun, Kepmenkes ini juga mengatur sebagai berikut : Toilet wanita dan pria , terpisah dengan aturan peturasan, jamban, wastafel dapat dilihat dalam table ini : Untuk Karyawan pria: No Jumlah karyawan Jumlah Kamar Mandi Jumlah jamban Jumlah peturasan Jumlah wastafel 1 s/d 25 Orang 1 1 2 2 2 26 s/d 50 Orang 2 2 3 3 3 51 s/d 100 Orang 3 3 5 5 Untuk Karyawan wanita : No Jumlah karyawan Jumlah Kamar Mandi Jumlah jamban Jumlah wastafel 1 s/d 20 1 1 2 2 21-40 2 2 3 3 41 s/d 70 3 3 5 Selanjutnya komponen dari Lingkungan di jelaskan tantang persyaratn dari segi kesehatan. Untuk jelasnya bisa kita lihat dalam tebal berikut: Tabel Daftar cek “ Check List” NO Unsur Lingkungan Syarat Sudahkah sesuai ??? 1 Air bersih Memenuhi syarat kesehatan sesuai fisika,kimia , mikrobiologi dan dapat diminum bila dimasak Sumber air bisa PAM, sumber air tanah atau sumber lain yang telah diolah sesuai syarat yang berlaku Distribusi air bersih melalui perpipaan Dilakukan pemeriksaan minimal 2kali dalam setahun yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tempst pengambilan sampel pada sumber, bak penampungan dan k ran terjauh. 2 Udara ruangan v Suhu :18 -28 0C ; bila suhu > 28 0C perlu menggunakan AC /alat Penata udara /Kipas Angin dam bila suhu <180C perlu pemanas ruangan. v Kelembaban bila > 60 % perlu mengunakan alat dehumidifier dan bila < 40 % mebggunakan alat humidifier ( mesin pembentuk aerosol) v Debu total 0,15 mg/m3. Ruangan dibersihkan pagi dan sore dengan menggunakan pel basah atau vaccum pump; Pembersihan periodic 2kali/tahun dan dicat ulang 1 kali setahun J. v Ruangan yang tidak menggunakan pendingin harus memiliki lubang ventilasi minimal 15 % dari luas lantai dengan sistem ventilasi ulang v Ruangan dengan AC secara periodic harus dimatikan dan diupayakan terjadi pergantian udara dengan membuka seluruh jendela dan pintu atau dengan kipas angin. AC harus dibersihkan secara periodik, v Untuk menghindari pencemar; pertukaran udara berjalan baik, tidak langsung berhubungan dengan dapur, tidak merokok di ruangan, tidak menggunakan bahan bangunan yang menyengat baunya. v Untuk mengurangi mikroba pathogen (penyakit) antara lain; karyawan yang sakit menular lewat udara sementara rehat sakit; lantai dibersihkan dengan antiseptic dan memelihara fungsi ventilasi yang baik 3 Limbah Untuk membersihkan limbah padat melalui ruangan dan lingkungan perkantoran minimal 2 kali sehari. Mengumpulkan sampah kering dan basah pada tempat yang berbeda dengan kantong plastic warna hitam Limbah cair termasuk tinja masuk dalam saluran yang kedap air, tertutup , mengalir lancar dan tidak menimbulkan bau. 4 Pencahayaan Pencahayaan alam maupun buatan disuahakan memnuhi syarat minimal 100lux, tyanpa silau. Penempatan bola lampu utnuk mengahsilakna pencahaayaan optimum dan bola lampu sering dibersihkan J J Bola lampu yang mati segara untuk diganti 5 Kebisingan Kebisinagan adalah suara yang tidak dikehendaki sehingga mengganngu /membahayakan keluarga . Maksimum kebisinga adlah 85 dBA. Ruangan perlu diatur sedemikian rupa untuk tidak bising upaya pengendalikan kebisingan antara lain: peredam, penyekat , pemindahan sumber bising 6 Radiasi lokasi jauh dari SUT( Saluran Udara tegangan Tinggi) atau (SUTET) salauran udara teganagn ekstra tinggi, jaraknya secara horizontal minimal 30 m dan jarak vertical banguna maksimal 10 m 7 Vektor Penyakit bebas dari tikus, jarang lalat ( maksimal 8 ekor/fly grill (100x100cm) dalam waktu 30 menit.Kecoa maksmal 2 ekor/plate(20x20cm) dalam pengukuran 24 jam. Getaran ada nilai baku untuk masing –masing frekuensi. Untuk detilnya , bisa dilihat di Kepmenkes No 1405/Menkes/SK/XI/2002 J J J Intinya petugas berkewajiban untuk mengurangi getaran bisa melalui peredam getaran atau bantalan di sumber getaran. 8 Instalasi penjaringan pipa/kabel , untuk fasilitas kabel, listrik, limbah telepon harus rapi, aman, tidak menjadi sarang (perindukan) serangga , tikus Demikian sekilas review “ kajian ulang “ dari Kepmenkes No 1405/Menkes/SK/XI/2002, semoga kita bisa memanfaatkannya untuk kesehatan lingkungan kantor kita masing-masing.
Empat Elemen Kompetensi SDM Untuk Meningkatkan Kinerja Institusi
KESADARAN para pengelola institusi, baik profit maupun non-profit, untuk meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan KOMPETENSI SDM semakin tahun semakin meningkat. Peran kompetensi dalam mendukung strategi institusi sudah menjadi topik hangat sejak peluncuran artikel David McLelland pada 1973, bertajuk “Testing For Competence Rather Than For Intelligence”. Dalam artikel tersebu, McLelland mengkritik penggunaan test intelegensi dalam seleksi serta referensi untuk memprediksi kinerja. McLelland mengajukan bahwa alih-alih mengukur potensi dan inetelengsi yang sangat bias budaya, lebih baik mengukur ketrampilan individu dalam melakukan sebuah tugas, serta hal-hal yang telah ia pelajari atau pernah lakukan. Rangkaian ketrampilan-ketrampilan inilah yang dirujuk McLelland dengan istilah KOMPETENSI. Namun, hingga saat ini, penggunaan istilah kompetensi sangat bergantung dengan penggunaan serta definisi yang dianut institusi sehingga terkadang menimbulkan kerancuan. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh GML Personal Consulting, untuk mengakomodasi berbagai konsep kompetensi yang ada, GML membangun suatu konsep kompetensi yang terbagi menjadi empat elemen dasar, yaitu : (1) Elemen pengetahuan (­konseptual-personal) (2) Elemen Ketrampilan (okupasional-operasional) (3) Elemen Interpersonal (personal-okupasional) (4) Elemen Intrapersonal (personal-konseptual). Elemen pengetahuan dan Ketrampilan dikenal sebagai hard skills, sedangkan elemen interpersonal-intrapersonal dikenal sebagai softskills. Pengetahuan dan ketrampilan cukup sederhana karena dapat dipetakan menggunakan assessment dan dikembangkan lewat pelatihan yang sesuai. Elemen interpersonal merupakan perilaku-perilaku yang muncul saat berinteraksi dengan orang lain. Secara umum elemen ini melingkupi proses komunikasi dan membangun relasi. Ciri khas dari elemen ini adalah ketarkaitannya dengan relasi antarmanusia, baik dalam proses kerja, pemecahan konflik, hingga aktivitas yang paling sederhana seperti e-mail dan memo. Beberapa contoh elemen interpersonal antara lain adalah : writing communication, resolusi konflik, managemen keberagaman, koordinasi, dan lain sebagainya. Elemen interpersonal sangat penting karena akan menentukan bagaimana individu bekerja, berelasi serta bertukar informasi dalam melakukan pekerjaannya. Kurangnya penguasaan elemen ini, bisa berakibat pada rusaknya atau tidak terjalinnya relasi yang baik antar rekan kerja maupun proses komunikasi yang buruk yang akan berdampak pada kinerja individu, yang tentu saja akan berdampak negatif pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Inilah penjelasan logis, kenapa seorang staf, meski hanya karena satu orang, yang melayani dengan ketus dan judes, , kinerja institusi bisa kebagian dampak negatifnya. Elemen intrapersonal lebih mengarah kepada bagaimana seorang individu meregulasi serta memotivasi diri. Regulasi diri mencakup bagaimana seseorang mengatur alokasi energy, waktu, biaya, dan pemikiran sert pola pikir seseorang dalam menghadapi suatu permasalahan. Beberapa contoh bentuk regulasi diri adalah adaptability, Integritas, control diri, dan lain sebagainya. Motivasi diri meliputi cara-cara yang diadopsi individu untuk bertahan dalam proses mengatasi masalah, misalnya dalam bentuk pengawasan diri, komitmen pada tugas, dan orientasi yang kuat pada proses memperoleh hasil. Elemen ini akan muncul pada saat seseorang mengalami perubahan, tekanan, yang sebagaian besar disebabkan oleh hal-hal yang tidak dapat dikendalikan oleh individu. Misalnya perubahan kondisi kerja, krisis moneter, penugasan atasan, bencana alama, dan sebagainya. Baik elemen interpersonal maupun intrapersonal seringkali merupakan sistem pilot otomatis. Artinya, elemen-elemen ini muncul sebagai kebiasaan dan seringkli dianggap perilaku normal oleh individu. “mengubah” elemen ini harus diawali dengan meningkatkan kesadaran individu akan level elemen intrapersonal dan interpersonal yang mereka miliki, dan bagaimana hal tersebut menghambat maupun menunjang kinerja mereka. Kemampuan individu untuk mengidentifikasi hal ini akan membantunya untuk menentukan tahap pelatihan dan pengembangan yang harus ia lakukan, atau –jika memungkinkan- mengubah sistem dan situasi kerja agar lebih kondusif dengan karakteristik elemen intrapersonal dan interpersonal yang ia miliki. Jika institusi ingin meningkatkan kinerjanya melalui peningkatan KOMPETENSI karyawan, DIPERLUKAN PEMAHAMAN DAN PENGEMBANGAN YANG KOMPREHENSIF terhadap keempat elemen tersebut.
ARTIKEL
Bahaya Limbah Baterai
Dalam menjalakan aktivitas kesehariannya, manusia tidak akan terlepas dari penggunaan batu baterai. Remote TV, mainan anak, penggunaan mike, jam dinding adalah sebagian alat atau benda yang menggunaan baterai sebagai sumber energinya. Tapi apakah kita tahu bahwa limbah atau sampah bekas baterai adalah satu jenis limbah berbahaya beracun? Baterai bekas merupakan jenis sampah B3 (bahan berbahaya beracun)Pembuangan baterai bekas tidak bisa disatukan dengan sampah biasa. Baterai mengandung berbagai macam logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium dan kadmium. Bila dibuang sembarangan atau tidak didaur ulang, maka kandungan logam berat dan zat-zat berbahaya lain yang ada di baterai dapat mencemari air dan tanah, yang pada akhirnya membahayakan tubuh manusia. Jika air yang tercemar logam berat ini digunakan oleh manusia dmpat menyebabkan penyakit kronis yang nantinya menimbulkan gangguan di sistem saraf pusat, ginjal, sistem reproduksi dan bahkan kanker. Seharusnya limbah baterai bekas ini dikelola secara khusus dan terpisah dari sampah-sampah lainnya. Kumpulkan sampah baterai di rumah/kantor, lalu berikan ke tempat pengumpulan baterai. Jenis sampah baterai yang dikumpulkan:- baterai ukuran AA, AAA, C & D- baterai jam tangan (yang kecil seperti tablet)- baterai lithium: baterai HP, kamera digital, baterai laptop, dll- baterai rechargeable Sampai sejauh ini, hampir tidak ada upaya, baik pemerintah maupun masyarakat untuk mengumpulkan baterai bekas dengan mekanisme yang benar akan terhindar dari resiko dan dampak lingkungan yang diakibatkannya. Padahal dari penelitian yang dilakukan oleh Firman L. Sahwan, hasil kuesioner yang memberikan pilihan dalam pengolahan sampah tersebut menyimpulkan bahwa masyarakat akan membuang sampah baterai bekas apabila disediakan tempat-tempat khusus seperti di RT2, pasar, pos keamanan, atau pun tempat2 lain yang strategis dekat dengan masyarakat. Sampah baterai bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi pencemar. Karenanya, di beberapa negara maju, ada larangan membuang sampah baterai ini. Negara telah menyediakan khusus tempat sampah bagi baterai dan beberapa logam berat lainnya. Hanya saja, di Indonesia pemerintah belum mengambil langkah ini. Namun ada kesadaran sejumlah masyarakat untuk mengumpulkannya. Di kota-kota besar ada LSM dan individual yang secara sukarela mengumpulkan sampah baterai ini. Hanya jumlahnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan konsumsi baterai yang ada di Indonesia. Karenanya, Anda bisa menjadi sukarelawan untuk menyelamatkan manusia dari bahaya sampah beterai ini. Baterai yang terkumpul nantinya bisa diserahkan ke tempat pengolahan limbah B3 yang kini ada di kota-kota besar. Pemerintah daerah pun seharusnya bisa menyediakan tempat pengumpulan sampah baterai ini. Toh, masyarakat sebenarnya mau jika ada fasilitasi. Bersamaan dengan itu, kita perlu terus mendorong produksi baterai dengan kadar merkuri rendah seperti yang banyak dilakukan oleh negara-negara maju. Selain itu, kita perlu mengubah perilaku penggunaan baterai. Biasakan menggunakan baterai isi ulang. Meskipun harganya mahal, baterai semacam ini jauh lebih hemat secara ekonomis. Dan yang paling penting, dengan mengisi ulang baterai berarti mengurangi limbah yang dapat mencemari lingkungan kita Jadi, Dengan Hal ini kita bisa dengan bijak mengatasi permasalahan limbah sampah batu baterai.....selamat mencoba lebih peduli lingkungan Sumber: http://www.sanitasi.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=407:sampah-baterai-kecil-tapi-bahaya&catid=55:berita&Itemid=125
ARTIKEL
Tindakan Pencegahan Dalam Lingkungan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri.Karena roda perekonomian berporos pada bidang jasa dan industry, Setiap orang membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuan hidupnya. Dalam bekerja Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena seseorang yang mengalami sakit atau kecelakaan dalam bekerja akan berdampak pada diri, keluarga dan lingkungannya. Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya KECELAKAAN Kejadian yang tidak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik material maupun penderitaan bagi yang mengalaminya. Sabotase atau kriminal merupakan tindakan di luar lingkup kecelakaan yang sebenarnya KERUGIAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA Kerusakan, Kekacauan Organisasi, Keluhan dan Kesedihan, Kelaianan dan Cacat, Kematian Faktor-Faktor Lingkungan Kerja dan PENGENDALIAN 1). Faktor Fisika= Kebisingan, Iklim Kerja, Ventilasi, Penerangan, Getaran Kebisingan = Nilai Ambang Batas (NAB) : 85 dB Pengendalian: Desain mesin yang baik, Machinery enclosure yang terdiri dari: transmision los material, damping material, absorbent material, vibration isolator, mufflers dan sealents Iklim Kerja Pengendalian Tekanan Panas=Isolasi Sumber Panas, Local exhaust ventilation, Localized cooling at work station, Ventilasi umum Dampak Penerangan yang Buruk= Kelelahan mata & berkurangnya daya, serta efisiensi kerja =>Kelemahan mental, Pegal disekitar mata dan rasa sakit kepala disekitar mata, Kerusakan indera mata, dapat mengakibatkan kecelakaan =>Getaran Pengendalian Getaran=Dipasang bantalan berupa karet atau pegas pd alat/mesin, Penggantian komponen mesin yg sdh aus, Penguatan baut/ikatan yg longgar 2). Faktor Biologi Virus, Bakteri, Jamur, Cacing Pengendalian Faktor Biologi Gunakan peralatan yang bersifat melindungi dari bahaya kontak langsung (safety equipment and facility design) Peran pekerja dalam pengendalian bahaya di tempat kerja (worker initiated workplace controls) Bekerja/teknik dengan azas kehati – hatian (carefully executed techniques) Gunakan alat pelindung diri 3) Faktor Psikologi Stress kerja, karena : - Hubungan dengan orang (Relationship) - Hubungan dengan pekerjaan - Hubungan dengan lingkungan kerja 4). Faktor Ergonomi - Posisi Kerja - Cara Kerja - Tata Letak - Beban Kerja Tindakan Pencegahan Pemasangan label dan tanda peringatan Pengolahan, pengangkutan dan penyimpanan harus sesuai dengan ketentuan dan aturan yang ada Simpanlah bahan-bahan berbahaya di tempat yang memenuhi syarat keamanan bagi penyimpanan bahan tersebut Berdasarkan teori domino effect penyebab kecelakaan kerja H.W. Heinrich, maka terdapat berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan kerja di tempat kerja, antara lain : 1.Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Pengendalian Bahaya Di Tempat Kerja : - Pemantauan dan Pengendalian Kondisi Tidak Aman - Pemantauan dan Pengendalian Tindakan Tidak Aman 2.Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Pembinaan dan Pengawasan : - Pelatihan dan Pendidikan - Konseling dan Konsultasi - Pengembangan Sumber Daya ataupun Teknologi 3.Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja melalui Sistem Manajemen : - Prosedur dan Aturan - Penyediaan Sarana dan Prasarana - Penghargaan dan Sanksi Sumber: http://amansafetybanget.wordpress.com/2011/06/18/pencegahan-kecelakaan/
ARTIKEL
Kenali tanda-tanda jantung tidak sehat
Penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia maupun di dunia dan terus mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini penyakit jantung tidak hanya menyerang kaum pria dan orang-orang pada usia lanjut tapi juga sudah menyerang orang usia di bawah 40 dan juga kaum wanita. Meskipun jumlah kaum wanita yang menderita penyakit jantung lebih sedikit dari pria tapi akan lebih tinggi risikonya. Jantung merupakan organ tubuh pada manusia yang sangat vital, karena jantung berfungsi memompa darah keseluruh tubuh, darah ini akan membawa nutrisi dan oksigen dan medistribusikannya keseluruh tubuh kita. Sebenarnya ada beberapa tanda awal untuk mengenali bahwa jantung anda sudah dalam kondisi tidak sehat lagi, ini dapat diketahui dari beberapa gejala awal yang ditunjukan oleh beberapa bagian tubuh, berikut ini tanda-tanda jantung tidak sehat: Disfungsi ereksi merupakan ketidak mampuan untuk memulai ereksi atau mempertahankan ereksi, ini merupakan sebuah tanda bahwa jantung anda mengalami masalah yang berkenaan dengan penyakit jantung. Mendengkur saat tidur dimalam hari merupakan salah satu tanda jantung anda dalam kondisi tidak sehat Mengalami sakit pada gusi, gusi bengkak maupun gusi yang berdarah Pergelangan kaki, pergelangan tangan, atau jari-jari anda terasa membengkak, ini merupakan tanda bahwa jantung anda dalam kondisi tidak sehat gangguan irama jantung (denyut jantung yang abnormal). Nyeri dada seperti ditekan benda berat yang dapat terjadi di seluruh bagian dada yang terjadi selama beberapa menit atau hilang timbul Nyeri di daerah salah satu atau kedua lengan, punggung atas, leher dan rahang yang tidak jelas penyebabnya seringkali berupa keluhan seperti diikat tali dengan kuat. Mual dan muntah tanpa sebab yang jelas. Pusing, rasa melayang, pingsan, gangguan tidur tanpa sebab yang jelas. Keringat dingin yang berlebihan. Rasa lelah meskipun ketika sedang duduk atau beristirahat. Mengalami sesak nafas, ini merupakan sinyal bahwa jantung anda dalam kondisi tidak sehat Tanda-tanda tersebut dapat menjadi peringatan awal akan resiko serangan jantung. Sayangnya, mereka yang mengalami gejala-gejala tersebut sering kali menganggapnya sebagai masuk angin biasa, inilah yang sering membuat pertolongan pertama menjadi terlambat dan sangat merugikan akibatnya, mengapa? Ketika serangan jantung (myocardial infarction) berlangsung, otot-otot jantung akan mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Dan tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak dapat mengalami regenerasi. Karena itu semakin lama serangannya dan tidak segera ditangani, maka semakin banyak juga kerusakan permanen pada otot-otot jantung dan bahkan jika terus dibiarkan dapat mengalami kematian. Sewaktu gejala-gejala serangan jantung timbul, sangatlah penting untuk langsung mencari bantuan medis karena resiko kematian terbesar adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan. Perawatan yang cepat dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Mengingat bahaya penyakit jantung yang mengancam kehidupan, mencegah atau mengurangi resiko penyakit jantung adalah cara yang terbaik, selain dengan menjaga pola makan dan olah raga teratur. Sumber : http://contohartikelkesehatan.blogspot.com/2013/02/inilah-7-tanda-tanda-jantung-tidak-sehat.html http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2013/11/14/15031873/8-gejala-serangan-jantung-pada-wanita#.U3LTVIGSx1Y http://www.pikiran-rakyat.com/node/223895
ARTIKEL
Pengawasan Depot Air Minum di Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi
A. LATAR BELAKANG Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Kebutuhan sehari-hari terhadap air berbeda-beda untuk tiap tempat dan tingkatan kehidupan. Semakin tinggi taraf kehidupan, semakin meningkat jumlah kebutuhan akan air. Air minum merupakan kebutuhan manusia paling penting, kebutuhan air minum setiap orang bervariasi dari 2,1 liter hingga 2,8 liter per hari, tergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Menurut WHO dalam Depkes (2006) beberapa data menyebutkan bahwa volume kebutuhan air bersih bagi penduduk rata-rata di dunia berbeda. Di negara maju, air yang dibutuhkan adalah lebih kurang 500 liter/orang/hari, sedangkan di Indonesia (kota besar) sebanyak 200-400 liter/orang/hari dan di daerah pedesaan hanya 60 liter/orang/hari. Sejalan dengan kemajuan dan peningkatan taraf kehidupan, maka jumlah penyediaan air selalu meningkat untuk setiap saat. Pengadaan air bersih untuk kepentingan rumah tangga seperti untuk air minum, air mandi dan sebagainya harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan peraturan Internasional (WHO dan APHA) ataupun peraturan nasional dan setempat. Dalam hal ini kualitas air bersih di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang tertuang di dalam Kepmenkes RI No. 416/Men.Kes/SK di mana setiap komponen yang diperkenankan berada di dalamnya harus sesuai. Air tawar bersih untuk air minum semakin langka di perkotaan, sungai-sungai yang menjadi sumbernya sudah tercemar berbagai macam limbah, mulai dari buangan sampah organik, rumah tangga hingga limbah beracun dari industri. Air tanah sudah tidak aman dijadikan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septik maupun air permukaan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa air minum dalam kemasan (AMDK) yang disebut-sebut menggunakan air pegunungan banyak dikonsumsi. Namun, harga AMDK dari berbagai merek yang terus meningkat membuat konsumen mencari alternatif baru yang murah. Air minum isi ulang (AMIU) menjadi pilihan yang lain. Air minum jenis ini dapat diperoleh di depot-depot dengan harga sepertiga lebih murah dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek, karena itu banyak rumah tangga yang beralih pada layanan ini. Hal inilah yang menyebabkan air minum isi ulang bermunculan, keberadaan air minum isi ulang terus meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Meski lebih murah, tidak semua depot air minum isi ulang terjamin keadaan produknya. Kualitas air produksi DAMIU akhir-akhir ini ditengarai semakin menurun, dengan permasalahan secara umum antara lain pada peralatan DAM yang tidak dilengkapi alat sterilisasi, atau mempunyai daya bunuh rendah terhadap bakteri, atau pengusaha belum mengetahui peralatan DAM yang baik dan cara pemeliharaannnya. Fenomena ini perlu mendapat perhatian, berdasarkan hasil penelitian Athena dkk (2004) menyatakan bahwa dari 38 DAMIU di daerah Jakarta, Tangerang dan Bekasi yang diteliti ternyata terdapat 28,9% sampel air minum isi ulang yang tercemar oleh bakteri koliform dan 18,4% tercemar oleh E. Coli. Keberadaan bakteri koliform dapat disebabkan oleh pencemaran pada air baku, jenis peralatan yang digunakan, pemeliharaan peralatan, penganganan air hasil olahan, sistem transportasi untuk mengangkut air dari sumber air baku ke DAMIU dan lain lain. Dapat pula karena bakteri coli berkembang biak karena kurangnya pengetahuan penjamah dalam hal hygiene dan sanitasi DAMIU. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan upaya pembinaan dan pengawasan yang tepat dan berkala terhadap sarana depot air minum isi ulang yang tersebar di masyarakat B. TUJUAN Adapun tujuan Tinjauan pengawasan depot air minum isi ulang ini adalah sebagai berikut : Tujuan Umum : Mendapatkan gambaran pengawasan terhadap depot air minum isi ulang dan tingkat risikonya yang ada di wilayah sekitar Bapelkes Cikarang. Tujuan Khusus : 1. Mengetahui gambaran pengawasan terhadap depot air minum isi ulang yang ada di wilayah sekitar Bapelkes Cikarang. 2. Mengetahui Tingkat Risiko depot air minum isi ulang yang ada di wilayah sekitar Bapelkes Cikarang 3. Mengetahui hasil kualitas air depot air minum yang ada di wilayah sekitar bapelkes cikarang C. WAKTU DAN LOKASI PENGAWASAN pengawasan depot air minum isi ulang ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari 2014. Adapun lokasinya adalah seluruh depot air minum yang berada di Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. D. STRATEGI PENGUMPULAN DATA Pengumpulan data yang dilakukan oleh seluruh peserta Diklat Pengawasan Depot Air Minum dengan strategi sebagai berikut : Inspeksi Sanitasi yaitu mengisi formulir yang sesuai dengan Permenkes No. 736 tahun 2010. Observasi yaitu dengan melihat kondisi depot air minum isi ulang dari segi hygiene sanitasi depot dari mulai tendon penampungan air baku, filter sampai dengan cara oprasional pengisi ke gallon, juga dilihat pula personal hygiene operator DAMIU. Wawancara yaitu dilakukan pada pemilik DAMIU Pengukuran kualitas air yaitu dengan cara melakukan pengukuran pada air DAMIU untuk mengetahui kelayakan air DAMIU tersebut layak untuk diminum oleh konsumen. HASIL DAN PEMBAHASAN A. KRONOLOGI PENGAWASAN Tabel 2.1 Kronologi Pengawasan Depot Air Minum Di Desa Simpangan no waktu kegiatan 1 2 26 februari 2014 14.00-15.00 19.00-21.00 1. pembentukan kelompok 2. pembagian tugas kelompok 3.Persiapan alat 3 4 5 27 februari 2014 08.00-08.30 10.00-12.00 13.30-15.30 1. pembagian sub kelompok kerja 2.perencanaan pemetaan dan IS 3.Melakukan tracking 4. melakukan way point dan is DAM 5. Pemetaan wilayah dan lokasi sarana DAM 6. Pembobotan hasil is DAM 7. Identifikasi tingkat resiko pencemaran 8. Analisis tingkat resiko pencemaran hasil is DAM 9. Penentuan pengambilan sampel DAM 6 28 Februari 2014 08.00-08.30 08.30-09.45 09.45-10.10 Persiapan Alat dan Bahan untuk Pengambilan Sampel Air Kimia, Bakteriologis dan Fisika Pengambilan sampel air secara kimia Pengambilan sampel air secara bakteriologi Pemeriksaan kualitas fisika air minum (suhu,ph,do,tds,salinitas,turbidity dan baro) Kembali ke Bapelkes Pemeriksaan mikrobiologi (E.Coli) Hasil pemeriksaan di amati setiap 2 jam sekali selama 24 jam B. GAMBARAN UMUM DEPOT AIR MINUM Berdasarkan pemetaan lokasi di Dusun I Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, terdapat 5 DAM: 3 buah di RW 16, 1 buah di RW 17 dan sisanya 1 buah di RW 01. Adapun 5 DAM tersebut adalah: Tabel 2.2 Gambaran Umum Pengawasan Depot Air minum di Dusun I Desa Simpangan Tahun 2014 NO NAMA DAM DATA UMUM 1 DAM Responden 1 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Wagiyanto 90 galon / hari Rt 04 Rw 16 2 DAM Responden 2 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Hasan Hidayatullah 70 galon / hari Rt 03 Rw 16 3 DAM Responden 3 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Dewi Ayu Lestari 100 galon / hari Rt 01 Rw 16 4 DAM Responden 4 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Sugeng 60 galon / hari Rt 01 Rw 17 5 DAM Responden 5 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Jaja 60 galon / hari Rt 02 Rw 01 Peta Sarana DAM di wilayah Dusun I Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi Berdasarkan pemetaan lokasi di Dusun II Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, terdapat 5 DAM: Tabel 2.3 Gambaran Umum Pengawasan Depot Air minum di Dusun II Desa Simpangan Tahun 2014 NO NAMA DAM DATA UMUM 1 DAM RESPONDEN 6 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Tn. S 120 galon / hari Rt 02 Rw 03 2 DAM RESPONDEN 7 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Tn. SM 50 galon / hari Ciherang timur blok II no. 5 perum graha asri 3 DAM RESPONDEN 8 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Tn. AT 50 – 70 galon / hari Jl. Ciherang 7 no. 19 perum graha dailim 4 DAM RESPONDEN 9 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Ny. K 50 galon / hari Jl. Ciherang 7 no. 16 perum graha dailim 5 DAM RESPONDEN 10 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Ny. W 20 galon / hari Rt 05 Rw 12 Peta Sarana DAM di wilayah Dusun II Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi Berdasarkan pemetaan lokasi di Dusun III Desa Simpangan Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi, terdapat 4 DAM: Tabel 2.4 Gambaran Umum Pengawasan Depot Air minum di Dusun III Desa Simpangan Tahun 2014 NO NAMA DAM DATA UMUM 1 DAM RESPONDEN 11 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Tn. I 20 galon / hari Rt 02 Rw 06 2 DAM RESPONDEN 12 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Tn. R 40 galon / hari RT 01 RW 06 3 DAM RESPONDEN 13 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Tn. HD 20 galon / hari RT 02 RW 05 4 DAM RESPONDEN 14 Lokasi Puskesmas Desa Pemilik Sarana Jumlah Pelanggan Alamat : :: : : Puskesmas Mekar Mukti Simpangan Ny. AS 70 galon / hari RT 02 RW 05 Peta Sarana DAM di wilayah Dusun III Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi Dalam mambuat peta sebaran sarana DAM di wilayah Desa Simpangan Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi diawali dengan menentukan track kemudian waypoint dan Inspeksi Sanitasi DAM. C. HASIL PENGAWASAN DAM DI DESA SIMPANGAN KECAMATAN CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI Tabel 2.5 Hasil Pengamatan Hasil IS Kualitas Fisik Air Di Desa Simpangan Tahun 2014 No Nama Sarana DAM Pengamatan Hasil IS Kualitas Fisik Air Keruh Berbau Berasa Berwarna Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak 1 DAM resp 1 0 1 0 1 0 1 0 1 2 DAM resp 2 0 1 0 1 0 1 0 1 3 DAM resp 3 0 1 0 1 0 1 0 1 4 DAM resp 4 0 1 0 1 0 1 0 1 5 DAM resp 5 1 0 0 1 0 1 0 1 6 DAM resp 6 0 1 0 1 0 1 0 1 7 DAM resp 7 0 1 0 1 0 1 0 1 8 DAM resp 8 0 1 0 1 0 1 0 1 9 DAM resp 9 0 1 0 1 0 1 0 1 10 DAM resp 10 0 1 0 1 0 1 0 1 11 DAM resp 11 0 1 0 1 0 1 0 1 12 DAM resp 12 0 1 0 1 0 1 0 1 13 DAM resp 13 0 1 0 1 0 1 0 1 14 DAM resp 13 0 1 0 1 0 1 0 1 Jumlah 1 13 0 14 0 14 0 14 Persentase 7,1 92,9 0 100 0 100 0 100 Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil : 1 DAM dengan kualitas fisik air keruh ada 1 sarana (7,1%) 2 DAM dengan kualitas fisik air berbau ada 0 sarana (0%) 3 DAM dengan kualitas fisik air berasa ada 0 sarana (0%) 4 DAM dengan kualitas fisik air berwarna ada 0 sarana (0%) Dari hasil keseluruhan inspeksi sanitasi ada 1 sarana DAM (7,1%) dengan kualitas fisik air keruh, berdasarkan hasil pengamatan lapangan hal tersebut dikarena letak lokasi sarana ada di pinggir jalan raya yang sangat ramai dan padat sehingga memudahkan kemungkinan terjadinya kontaminasi debu. Tabel 2.6 Tabel Hasil Pengamatan Tingkat Resiko Pencemaran DAM Di Desa Simpangan Tahun 2014 No Nama Sarana DAM Pengamatan Tingkat Resiko Pencemaran 1 2 3 4 5 6 Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak 1 DAM resp 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 2 DAM resp 2 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 3 DAM resp 3 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 4 DAM resp 4 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 5 DAM resp 5 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 6 DAM resp 6 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 7 DAM resp 7 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 8 DAM resp 8 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 9 DAM resp 9 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 10 DAM resp 10 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 1 11 DAM resp 11 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 12 DAM resp 12 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 13 DAM resp 13 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 14 DAM resp 14 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 Jumlah 2 12 11 3 2 12 1 13 9 5 8 6 Persentase 14 82 79 21 14 82 7 93 64 36 57 43 Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil : 1 DAM yang tidak membilas galonnya ada 2 sarana (14%) 2 DAM yang tidak mendesinfeksi tutup galonnya ada 3 sarana (21%) 3 DAM yang tidak menyediakan Tisu ada 2 sarana (14%) 4 DAM yang tidak tersedia air minum yang cukup untuk proses pencucian galon ada 1 sarana (7%) 5 DAM yang tidak tersedia sabun untuk pencucian galon ada 9 sarana (64%) 6 DAM yang tidak tersedia peralatan pencucian galon ada 8 sarana (57%) Berdasarkan hasil inspeksi sanitasi DAM dapat diketahui sebagai berikut : Tabel 2.7 Hasil Identifikasi dan Inspeksi Sanitasi DAM Dusun 1 Desa Simpangan Tahun 2014 No Nama DAM Nama Pemilik Tingkat risk kwal fisik air Tingkat Risiko Pencemaran R S T AT 1 DAM Res 1 Tn. W Baik (4) V 2 DAM Res 2 Tn. HH Baik (4) V 3 DAM Res 3 Ny. DAL Baik (4) V 4 DAM Res 4 Tn. S Baik (4) V 5 DAM Res 5 Tn. J Tdk baik (3) V 6 DAM Res 6 Tn. S Baik (4) V 7 DAM Res 7 Tn. SM Baik (4) V 8 DAM Res 8 Tn. AT Baik (4) V 9 DAM Res 9 Ny.K Baik (4) V 10 DAM Res 10 Ny.W Baik (4) V 11 DAM Res 11 Tn.I Baik (4) V 12 DAM Res 12 Tn. R Baik (4) V 13 DAM Res 13 Tn. HD Baik (4) V 14 DAM Res 14 Tn. AS Baik (4) V Jumlah Tingkat Resiko Pencemaran 4 8 2 0 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat resiko pencemaran rendah sebanyak 4 buah DAM dengan tingkat skor sarana ( 0 ), untuk tingkat resiko pencemaran sedang sebanyak 8 buah DAM dengan tingkat skor sarana antra (2 – 3), se
ARTIKEL
Makanan Pendamping ASI
Pemberian makanan dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang anak. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi guna memenuhi kebutuhan gizi selain yang didapatkan dari ASI. Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebuah pertanyaan dilematis bagi ibu-ibu yang akan memberikan makanan pendamping ASI buat bayi. Bagaimana tidak, banyak godaan makanan instan bagi bayi yang mudah didapatkan. Masyarakat sekarang sudah banyak tahu bahwa makanan instan tidak baik untuk kesehatan karena mengandung pengawet. Makanan buatan rumah jauh lebih sehat dibandingkan dengan makanan instan, ada beberapa manfaat makanan buatan rumah diantaranya: Lebih sehat dan segar; Menyesuaikan dengan kebutuhan bayi; Hemat, lebih hemat karena resep makanan bayi rumahan memerlukan biaya yang lebih sedikit, apalagi porsi makan bayi yang masih sedikit; Kepuasan pribadi. MPASI dapat diberikan pada bayi berusia 6 bulan, ketika bayi sudah siap menerima MPASI, biasanya ia akan memberikan “sinyal”, alias tanda-tanda, diantaranya: Kekuatan kepala: ia sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak dengan stabil. Untuk bisa menyimpan makanan dalam mulutnya untuk kemudian ditelan, bayi harus mulai berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya. Duduk dengan baik sambil bersandar: untuk bisa menelan dengan baik, tentu saja bayi harus sudah bisa duduk dengan tegak, walaupun dengan bersandar. Pada sebagian bayi, seringkali mereka akan terlihat “kelaparan”, walaupun sudah 8-10 minum ASI/Sufor dalam sehari. Mulai tertarik dengan makanan Anda. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengenalan MPASI adalah sebagai berikut: MPASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya 2 -3 sendok pada saat pertama, dan jumlahnya bisa ditambah seiring perkembangan bayi, agar terbiasa dengan teksturnya. Pemberian MPASI dilakukan di sela-sela pemberian ASI dan dilakukan secara bertahap pula. Misalnya untuk pertama 1 kali dalam sehari, kemudian meningkat menjadi 3 kali dalam sehari. Tepung beras sangat baik digunakan sebagai bahan MPASI karena sangat kecil kemungkinannya menyebabkan alergi pada bayi. Tepung beras yang baik adalah yang berasal dari beras pecah kulit yang lebih banyak kandungan gizinya. Pengenalan sayuran sebaiknya didahulukan daripada pengenalan buah, karena rasa buah yang lebih manis lebih disukai bayi, sehingga jika buah dikenalkan terlebih dahulu, dikhawatirkan akan ada kecenderungan bayi untuk menolak sayur yang rasanya lebih hambar. Sayur dan buah yang dikenalkan pun hendaknya dipilih yang mempunyai rasa manis. Hindari penggunaan garam dan gula. Utamakan memberikan MPASI dengan rasa asli makanan, karena bayi usia 6-7 bulan, fungsi ginjalnya belum sempurna. Untuk selanjutnya, gula dan garam bisa ditambahkan tetapi tetap dalam jumlah yang sedikit saja. Sedangkan untuk merica bisa ditambahkan setelah anak berusia 2 tahun. Untuk menambah cita rasa, MPASI bisa menggunakan kaldu ayam, sapi, atau ikan yang Anda buat sendiri, serta bisa juga disertakan berbagai bumbu seperti daun salam, daun bawang, seledri. Jangan terlalu banyak mencampur banyak jenis makanan pada awal pemberian MPASI, namun cukup satu per satu saja. Berikan dulu dalam 2-4 hari untuk mengetahui reaksi bayi terhadap setiap makanan yang diberikan, untuk mengetahui jika ia memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Perhatikan bahan makanan yang sering menjadi pemicu alergi seperti telur, kacang, ikan, susu dan gandum. Telur bisa diberikan kepada bayi sejak umur 6 bulan, tetapi pemberiannya bagian kuning terlebih dahulu, karena bagian putih telur dapat memicu reaksi alergi. Madu sebaiknya diberikan pada bayi usia lebih dari 1 tahun karena madu seringkali mengandung suatu jenis bakteri yang bisa menghasilkan racun pada saluran cerna bayi yang dikenal sebagai toksin botulinnum (infant botulism). Pengolahan MPASI harus higienis dan alat yang digunakan juga diperhatikan kebersihannya. Apa Tanda Si Kecil Sudah Kenyang? Berikut tanda-tanda yang bisa menjadi ukuran ketika bayi Anda kenyang: Duduk bersandar di kursinya Berpaling setiap kali Anda sodorkan makanan Mulai memainkan makanan atau sendoknya Tidak mau membuka mulutnya Kiat pemberian makan Makanan bayi dan anak harus memenuhi syarat sebagai berikut: Memenuhi kecukupan energi dan semua zat gizi sesuai umur.Kebutuhan energi bayi dan anak relatif lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa, karena pertumbuhannya yang pesat. Penyajian disesuaikan dengan pola menu seimbang Pola makanan orang Indonesia umumnya memasok 60-70% energi total dari karbohidrat, 15-20% dari lemak, selebihnya 10-25% dari protein. Bentuk dan porsi makan disesuaikan dengan daya terima, toleransi dan keadaan faali (kemampuan makan) bayi/anak. Biasanya anak sudah dapat mengonsumsi makanan padat, jika refleks menjulurkan lidahnya sudah hilang, sudah dapat menegakkan kepalanya, dan enzim pencernaannya pun sudah cukup matang untuk dapat mengonsumsi makanan padat. Anak sudah dapat mengonsumsi makanan berserat, jika ketrampilan mengunyah dan menalannya sudah berkembang. Demikian pula jumlah makanan harus ditingkatkan porsinya secara bertahap sesuai dengan isi lambung bayi atau anak. Memperhatikan kebersihan individu dan lingkungan Kebiasaan memberi makan anak sambil berjalan di luar rumah dan kebiasaan mengudap tentu saja tidak dianjurkan karena alasan kebersihan. Sumber : Makanan bayi; Pengenalan Makanan Pendamping ASI Pada Bayihttp://bidanku.com/makanan-bayi-pengenalan-makanan-pendamping-asi-pada-bayi#ixzz2yY21QGJz https://www.sahabatnestle.co.id/Page/anak/parenting/tips/memberi-makanan-pendamping-asi