Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang
Rekam Jejak Sejarah

Sejarah dan Perkembangan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang

“Pemerataan layanan kesehatan bertujuan agar masyarakat yang rentan terhadap kesehatan, bisa mendapatkan fasilitas medis yang berkualitas.”

— dr. Sulianti Saroso

Lintas Sejarah Bapelkes Cikarang
Klik untuk memperbesar gambar

Keberadaan Bapelkes Cikarang berakar dari inisiasi bersejarah pada tahun 1956 saat Departemen Kesehatan RI membentuk Divisi Kesehatan Pedesaan dan Pendidikan Kesehatan di bawah kepemimpinan dr. Sulianti Saroso. Melalui kerja sama bilateral Indonesia dan Amerika Serikat (USAID), dirintis Bekasi Project sebagai pusat percontohan pelayanan kesehatan pedesaan dan pelatihan tenaga kesehatan. Berpusat di Lemahabang pada bekas pabrik penggilingan padi, proyek ini memadukan pelayanan kuratif, preventif, pendidikan kesehatan, dan sanitasi yang menjadi rujukan konsep baku Puskesmas di Indonesia.

Era Lintas Sejarah & Perkembangan

Periode 1956 – 1962

Titik Awal Pelayanan dan Pendidikan Kesehatan Terpadu

  • 1956 – 1959 (Lahirnya Bekasi Project & Pelayanan Kesehatan Terpadu): Pada 1956, Departemen Kesehatan RI membentuk Divisi Kesehatan Pedesaan dan Pendidikan Kesehatan di bawah kepemimpinan dr. Sulianti Saroso, serta merintis Bekasi Project sebagai pusat percontohan pelayanan kesehatan pedesaan dan pelatihan tenaga kesehatan melalui kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat (USAID). Pengembangan berpusat di Lemahabang, pada bekas pabrik penggilingan padi yang dikembangkan menjadi fasilitas pelatihan dan pelayanan kesehatan. Proyek ini mengintegrasikan pelayanan pencegahan, pengobatan, pendidikan kesehatan, dan sanitasi lingkungan melalui 4 Pusat Kesehatan Utama dan 11 Pusat Kesehatan Pembantu yang meliputi 15 desa dengan sekitar 100.000 penduduk.
  • 1960 (Dimulainya Operasional dan Pelatihan): Bekasi Project mulai beroperasi pada Januari 1960. Sejak Juni 1960, kegiatan pelatihan tenaga kesehatan diselenggarakan secara terorganisasi dengan memadukan pembelajaran dan praktik langsung di masyarakat. Salah satu pencapaian penting pada masa awal pengembangannya adalah kelulusan angkatan pertama sebanyak 18 peserta pelatihan keperawatan. Pada tahun yang sama, tenaga kesehatan Bekasi Project turut menangani dampak banjir melalui pemberian imunisasi untuk mencegah demam tifoid, serta kampanye vaksinasi cacar yang mendapat respons lebih dari 90% masyarakat desa.
  • 1962 (Penguatan Kemandirian Pengelolaan Bekasi Project): Pada Mei 1962, seluruh operasional Bekasi Project dikelola oleh tenaga Indonesia seiring selesainya penugasan staf Amerika Serikat. Peralihan ini didukung oleh peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia melalui pendidikan lanjutan di luar negeri, di mana sebanyak 64 peserta Indonesia dikirim oleh USAID ke Amerika Serikat atau negara lain. Peristiwa ini menjadi tonggak penting kemandirian nasional dalam penyelenggaraan pelayanan dan pelatihan kesehatan masyarakat.
1956–1959: Lahirnya Bekasi Project & Pelayanan Kesehatan Terpadu
Pabrik Padi Sebelum Renovasi

Pabrik Padi Sebelum Renovasi

Gedung Utama Lemahabang

Gedung Utama Lemahabang

Dr. J. Sulianti Saroso bersama Dr. Rassat

Dr. J. Sulianti Saroso bersama Dr. Rassat

1960: Dimulainya Operasional dan Pelatihan
Angkatan pertama 18 perawat

Angkatan pertama (18 peserta keperawatan)

Media visual pendidikan kesehatan

Koesniah & Putu Lawa (Media Visual)

Banjir 1960 melanda wilayah Bekasi

Banjir 1960 melanda Bekasi Project

Pembangunan jamban sehat

Pembangunan jamban sehat di desa

Kampanye Imunisasi Cacar 1960

Kampanye Imunisasi Cacar (Th. 1960)

Pertolongan dan imunisasi korban banjir

Pertolongan imunisasi warga banjir

1962: Penguatan Kemandirian Pengelolaan Bekasi Project
Rapat koordinasi tim Bekasi Project bersama tenaga ahli A.I.D.

Rapat koordinasi tim Bekasi Project bersama tenaga ahli A.I.D.

Dr. Kartari bersama staf administrasi dalam koordinasi

Dr. Kartari bersama staf administrasi dalam koordinasi

Periode 1963 – 1993

Transformasi Puskesmas, Kelembagaan, & Balai Latihan Kesehatan Masyarakat

  • 1963 – 1972 (Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat Desa / KMD): Pengalaman Bekasi Project turut menjadi rujukan dalam perumusan konsep Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun 1967, yang kemudian dikembangkan secara nasional melalui Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 1968. Seiring perkembangannya, kegiatan di Lemahabang diarahkan pada penguatan fungsi pendidikan dan pelatihan melalui Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat Desa (KMD) guna meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan masyarakat.
  • 1972 – 1980 (Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat Lemahabang): Dengan perkembangan ini, pelatihan kesehatan diperluas dan berkembang menjadi Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat Lemahabang, yang berperan penting dalam pelatihan tenaga kesehatan dan pengembangan pelayanan kesehatan masyarakat.
  • 1980 – 1993 (Balai Latihan Kesehatan Masyarakat / BLKM Lemahabang): Memasuki tahun 1980, lembaga mengalami perkembangan menjadi Balai Latihan Kesehatan Masyarakat (BLKM) Lemahabang, dengan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan teknis terstandar.
1963–1972: Pusat Latihan Kesehatan Masyarakat Desa (KMD)
Foto Bersama Tahun 1965

Dokumentasi Pusat Latihan KMD (Foto 1965)

Gedung kelas Pelatihan KMD

Gedung Kelas Pelatihan Kesehatan Masyarakat Desa (1963–1972)

1972–1993: Perintisan Pusat Pelatihan Kesehatan Masyarakat (BLKM)
Balai Latihan Kesehatan Masyarakat (BLKM) L. Abang

Balai Latihan Kesehatan Masyarakat (BLKM) L. Abang

Gedung Asrama Bougenville

Gedung Asrama Bougenville

Gedung Asrama Melati

Gedung Asrama Melati

Gedung Auditorium

Gedung Auditorium

Ruang Makan

Ruang Makan

Kegiatan Praktik

Kegiatan Praktik Lapangan

Periode 1993 – Sekarang

Transformasi Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang Modern

  • 1993 – 2011: Ditetapkan sebagai Bapelkes Lemahabang berstatus Kelas A / Nasional sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang pelatihan kesehatan.
  • 2011 – Sekarang: Mulai resmi ditetapkan sebagai Bapelkes Cikarang, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan RI.
  • Fungsi Corporate University: Bapelkes Cikarang berfungsi sebagai Corporate University yang bertanggung jawab atas pelatihan ASN Kemenkes dan SDM Kesehatan nasional untuk Substansi Kesehatan Lingkungan (Kesling) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  • Penataan Regulasi Kelembagaan: SOTK diperbarui secara berkesinambungan melalui Permenkes No. 2361/2011, Permenkes No. 39/2018, Permenkes No. 50/2020, Permenkes No. 11/2023, hingga Permenkes No. 9 Tahun 2025.
1993–Sekarang: Transformasi Fasilitas & Sarana Bapelkes
Gedung kantor Bapelkes Lemahabang

Gedung kantor Bapelkes Lemahabang

Ged. Prof. Dr. J. Sulianti Saroso, MPH

Ged. Prof. Dr. J. Sulianti Saroso, MPH

Gedung Dr. Wirjawan Djojosugito (Auditorium)

Gedung Dr. Wirjawan Djojosugito (Auditorium)

Gedung Asrama Ojoradiat, M.Sc

Gedung Asrama Ojoradiat, M.Sc

Bale Tuang

Bale Tuang

Gedung Bougenville

Gedung Bougenville

Dokumentasi Aktivitas & Kegiatan Pelatihan
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan

Kegiatan Praktik

Aktivitas Pembuatan TTG Kesling

Aktivitas Pembuatan Teknologi Tepat Guna Kesling

Pelatihan SDM Kesehatan & ASN

Pelatihan SDM Kesehatan & ASN

Sumber dan Referensi Sejarah

Dokumen dan arsip resmi rujukan penelusuran sejarah Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang

A. Buku dan Dokumen Sejarah

  • Better Health for Rural Indonesia. Disusun oleh Health Education Section, KMD-Bekasi. Dokumen sejarah pelaksanaan Bekasi Project, pengembangan pelayanan kesehatan pedesaan, pendidikan kesehatan masyarakat, serta pelatihan tenaga kesehatan di Lemahabang.
  • Setyowati, S., Wicaksono, D., Asmin, E., Gita, A. P. A., Qotimah, Perangin-angin, S. B., Herniwati, Surjoseto, R., Ulfa, F. A., & Muliana, H. (2024). Kesehatan masyarakat. Widina Media Utama.
  • Arsip sejarah dan dokumentasi kelembagaan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang, termasuk foto sejarah, dokumen perubahan nomenklatur, dan catatan perkembangan organisasi.

B. Artikel Publikasi

C. Peraturan Perundang-undangan

  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2361/Menkes/Per/XI/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pelatihan Kesehatan.
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 39 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kesehatan di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan.
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 50 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 11 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan.
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kesehatan.

D. Situs Web Resmi

Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC