Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Mari Mewaspadai Banjir yang Mengancam Kota Cikarang

09 Nov 2016 � Ir. Mifta Rohim,M.Kes ~ Widyaiswara Bapelkes Cikar

Bagi anda sekalian yang tinggal di kota Cikarang, mulailah saat ini menyadari akan pentingnya untuk mengelola air permukaan dan makin banyak membuat resapan air hujan agar bisa terhindar dari ancaman banjir yang kini makin pendek jeda waktu berulangnya banjir tersebut, karena sebagian orang menganggap banjir rutin selalu berulang di setiap 5 tahunan, namun kini hal itu tidak bisa jadi prediksi yang tepat. Mari kita belajar dari fakta yang sudah terjadi di sekitar kita, Jumat dinihari, 26 Februari 2016, saat itu hujan lebat yang terjadi di wilayah Cikarang menyebabkan genangan di sejumlah titik. Berdasarkan laporan pantauan dari akun resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta , terdapat sejumlah titik dengan genangan parah di Cikarang hingga mencapai 40 sentimeter. Banjir sekitar 40 cm juga terjadi di area sekitar di Jl. Kedasih 9, Cikarang Baru, Jababeka. Tidak saja itu, air banjir juga masuk ke rumah warga di sekitar kawasan Perumahan Puri Cikarang Hijau, Cikarang Utara. Ketinggian genangan mencapai 35 sentimeter. Titik genangan juga terjadi di sepanjang Jalan Industri Cikarang. Salah satunya di depan Kantor Desa Pasir Gombong, dengan ketinggian 35 sentimeter. Banjir dengan genangan cukup tinggi juga tampak di kawasan Jababeka, Cikarang. Kawasan Jababeka yang dibilang tempat aman dan nyaman ternyata tak luput dari kejaran air hujan dan banjir. Selanjutnya banjir terjadi lagi di tahun 2015 pada Rabu 13 oktober, ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terendam banjir setinggi satu meter akibat meluapnya Sungai Cibeureum, Meluapnya Sungai Cibeureum akibat hujan terus menerus. Dampak banjir aktivitas belajar mengajar di Sekolah Negeri II Simpangan, Cikarang Utara, berhenti. Libur diberikan karena ruang kelas dan fasilitas belajar lain terendam air bah. Sejumlah guru dibantu warga setempat menyelamatkan buku-buku dan fasilitas komputer agar tak rusak. Tingginya curah hujan dan adanya air kiriman dari Sungai Cipamingkis, Bogor, Jabar, diduga menjadi penyebab. Hingga kini banjir masih merendam sekolah dan rumah warga. Dan pemerintah daerah setempat belum memberikan bantuan. Dan yang barusan saja terjadi pada hari Sabtu, 24 September 2016, pukul 17.23 WIB, berdasarkan laporan BPBD Kab. Bekasi, banjir telah menggenangi area beberapa perumahan yaitu : Perum Mutiara Indah, Blok.F, Desa Karang Raharja Kec. Cikarang Utara, dengan ketinggian air 30-50 cm Perum Central Park Blok G, Desa Karang Raharja Kec. Cikarang Utara, dengan ketinggian air 30-40 cm Perum Nirwana Residence, Desa Sukaraya Kec. Karang Bahagia dengan ketinggian air 40 cm. Kampung Kali Ulu RT.04, Desa Tanjung Sari Kec. Cikarang Utara, dengan ketinggian air 50-90 cm Perum Grand City Cikaranag, Desa Karang Raharja Kec. Cikarang Utara, dengan ketinggian air 30-60 cm Beberapa ruas jalan dan pemukiman di desa Simpangan Kec. Cikarang Utara, ketinggian air 30-60 Cm. Nah mengapa siklus banjir bagitu cepat kembali, tidak seperti prediksi orang awam di masyarakat, ini karena dipengaruhi juga perkembangan yang terjadi di daerah cikarang saat ini. Akhir-akhir ini kawasan Jababeka banyak merubah lahan kosong mereka menjadi bangunan baru, berapa ratus buah bis beton pancang tiang ditancapkan ke muka bumi, dan itu mengurangi area resapan air yang ada, sementara lahan resapan yang standar 40% dari kawasan belum tentu dipenuhi oleh para pengusaha dan pemilik lahan kawasan tersebut. Pengembang kawasan industri yang ada di Wilayah Cikarang Kabupaten Bekasi dinilai ikut bertanggungjawab atas banjir yang melanda akibat hujan lebat. Banjir di kawasan menandakan angkuhnya kawasan dalam pembangunan industri yang tidak mengindahkan tata ruang di Kabupaten Bekasi. Hal yang senada juga ditegaskan oleh Pengamat Tata Ruang (Petarung) Kabupaten Bekasi, Abu Fitri. Dia menilai banjir yang ada saat ini akibat pembangunan kawasan industri oleh pihak pengembang tidak mempertimbangkan adanya drainase yang mencukupi untuk saluran pembuangan air. “Sudah 25 tahun kawasan industri melakukan pembangunan di Kabupaten Bekasi tetapi kok terjadi banjir disekitar kawasan, itu membuktikan pembangunan kawasan yang tidak mempertimbangkan drainase yang ada,” jelas Abu Fitri. Dia yakin jika kawasan membangun drainase yang cukup untuk jalur pembuangan air tidak akan terjadi banjir. Bahkan, banjir beberapa waktu lalu juga menyebabkan pemukiman warga disekitar kawasan ikut terendam. Abu mengkritik, banjir di area kawasan industri itu juga membuktikan keangkuhan manajamen kawasan industri terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sebagai pemilik modal, Manajamen kawasan tidak mau berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam membangun kawasan industri tersebut. “Karena pemilik modalnya angkuh dan sombong, imbasnya ya pembangunan tata ruang kawasan industrinya yang mudah banjir ditimpa hujan lebat,” kritiknya. Akibat banjir dibeberapa kawasan industri Cikarang itu berimbas langsung kepada warga disekitar kawasan. Beberapa rumah mereka terendam seperti yang terjadi di desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Utara. “Jadi imbasnya ke masyarakat sekitar, ini harus segera dibenahi,” tambahnya. Ia juga meminta pemerintah daerah Kabupaten Bekasi tegas terhadap kawasan industri yang membangun semaunya saja tanpa mempertimbangkan tata ruang. Jika tidak, kawasan industri seenaknya saja membangun pabrik pabrik tanpa memikirkan masalah apa yang akan terjadi dikemudian hari. Inilah pelajaran bagi kita semua, bagaimana seharusnya kita mengelola lingkungan kita, agar bisa membawa sejahtera bagi banyak orang dan tidak menimbulkan kerugian bagi banyak orang pula. Mari kita menjadi pribadi yang santun terhadap alam, jangan serakah dan hormati hak-hak orang lain, karena sejatinya Tuhan yang Maha Kuasa menciptakan alam ini untuk kesejahteraan hamb Nya...! Sumber : CO, Jakarta https://m.tempo.co/read/news/2016/02/26/083748413/banjir-kepung-perumahan-dan-kawasan-industri-cikarang com, Bekasi http://news.liputan6.com/read/301171/dua-desa-di-cikarang-utara-terendam-banjir COM http://beritacikarang.com/banjir-kawasan-industri-diminta-bertanggung-jawab/    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Bpk. Miftahur Rohim Widyaiswara Bapelkes Cikarang sebagai Widyaiswara Kesehatan Berprestasi Tingkat Nasional

08 Nov 2016 � Nana Rasnadi

SEGENAP PIMPINAN, PEGAWAI DAN TENAGA HONORER BALAI PELATIHAN KESEHATAN CIKARANG   Mengucapkan Selamat Kepada   Bpk. MIFTAHUR ROHIM, ST, M.Kes  YANG TERPILIH MENJADI WIDYAISWARA KESEHATAN BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Diklat pim IV Angkatan II

27 Oct 2016 � Setyawati Oktavia Arifin

Satu hari setelah pelaksanaan Seminar Laboratorium Kepemimpinan pada Kamis, 27 Oktober 2016. Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Kemenkes RI Angkatan II Tahun 2016 secara resmi ditutup pada Jumat, 28 Oktober 2016 di Auditorium dr. Wirjawan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang. Diklatpim IV Angkatan II ditutup oleh Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Mutu, Ibu Purwani Eko Prihatin, SKM, M.Kes dan dihadiri oleh kepala Biro Kepegawaian yang diwakili oleh Kepala Subbagian Perancangan dan Pengembangan Jabatan Pimpinan Tinggi dan Jabatan Administrasi, Ibu Anik Sri Handayani, MA. Pada saat pelaksanaan pelatihan berlangsung, didapatkan satu orang peserta mengundurkan diri dengan alasan anak sakit dan merujuk pada Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 20 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV yang menyatakan bahwa Peserta Diklatpim IV hanya memiliki hak ketidakhadiran tidak lebih dari tiga sesi (9 JP). Sehingga ybs dicabut keikutsertaannya sebagai peserta aktif pada Diklatpim IV Angkatan II per-tanggal 15 Juni 2016. Sehingga total keseluruhan peserta hingga berakhirnya kegiatan sebanyak 24 orang. Selama proses pembelajaran, peserta menerima materi didalam dan diluar kampus. Peserta Diklatpim IV Angkatan II telah menjalani kegiatan visitasi dan studi lapangan sebagai berikut : Pilar-pilar kebangsaan yang dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2016 dan bertempat di Rengasdengklok Benchmarking yang dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 Juli 2016 di Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Lokus benchmarking dibagi menjadi tiga yaitu Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD), Dinas Pemuda dan Olahraga dan Dinas Kesehatan.   Peserta Diklatpim IV Angkatan II yang berjumlah dua puluh empat orang dinyatakan lulus dan tercatat sebagai alumnus Diklatpim IV Angkatan II Tahun 2016 di Bapelkes Cikarang. Berdasarkan rapat tim evaluasi, peserta lulus dengan predikat sangat memuaskan berjumlah 7 orang, 16 orang predikat memuaskan dan 1 orang predikat cukup memuaskan. Skor kualifikasi kelulusan peserta Diklatpim sebagai berikut : Sangat memuaskan : 90,1 – 100 Memuaskan : 80,1 – 100 Cukup Memuaskan : 70,1 – 100 Peringkat 5 (lima) besar yang diumumkan dan berkesempatan menerima penghargaan dari Puslat dan Biro Kepegawaian sebagai berikut : No Nama Instansi Peringkat Predikat 1 INDRA JAYA SKM, M.Epid SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT I Sangat Memuaskan 2 MUHAMAD EDWIN ARAFAT S. Kom BIRO UMUM II Sangat Memuaskan 3 RAFIS WIJAYA SKM KKP KELAS II PEKANBARU III Sangat Memuaskan 4 dr. JUZI DELIANNA M.Epid DIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR IV Sangat Memuaskan 5 dr. SAYU WULAN SARI DEWI M.HKes RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG V Sangat Memuaskan               Tidak hanya Peserta Diklatpim IV yang dievaluasi. Fasilitator dan Penyelengga juga tidak luput dari evaluasi. Evaluasi Fasilitator dan Penyelenggara sebagai berikut : Rata-rata evaluasi fasilitator : 85,09 Rata-rata evaluasi penyelenggaraan : 90,24            Mengacu pada Sasaran Mutu Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang untuk Seksi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bahwa evaluasi pelayanan kesekretariatan pelatihan nilai rata-rata minimal 85. Sehingga Pelatihan dan Pendidikan (Diklatpim) IV Kemenkes RI Angkatan II Tahun 2016 dinyatakan memenuhi sasaran mutu. Bentuk kepedulian alumnus Diklatpim IV Kemenkes RI Angkatan II terhadap lingkungan Bapelkes Cikarang dalam upaya menciptakan kantor hijau dan sehat di lingkungan Kementerian Kesehatan. Alumnus menyerahkan sejumlah 24 bibit pohon dari berbagai varian yaitu : 6 Pohon Durian 6 Pohon Mangga 6 Pohon Nangka 6 Pohon Sawo Bibit pohon tersebut secara simbolis diserahakan kepada Bapelkes Cikarang yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan, Bapak Isep Priatna, SE, MAP. Setelah pelatihan ini selesai, diharapkan tetap terjalin tali silaturahmi antar peserta, penyelenggara dan fasilitator sehingga dapat saling mendorong dan membantu alumnus Diklatpim IV Kemenkes RI Angkatan II Tahun 2016 Bapelkes Cikarang untuk berprestasi di tempat kerjanya masing-masing.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penyerahan Laporan dari Komite Penjamin Mutu 2016 tentang Pelaksanaan Diklat PIM IV Bapelkes Cikarang

12 Oct 2016 � Tini Wartini - Bapelkes Cikarang

Pada hari ini tanggal 12 Oktober 2016 dilaksanakan Penyerahan Laporan dari Komite Penjamin Mutu tentang Pelaksanaan Diklat PIM IV Angkatan  I Tahun 2016 kepada Kepala Bapelkes Cikarang Bapak Asep Zaenal Mustofa, SKM,M.Epid Adapun Komite   Penjamin Mutu  Bapelkes Cikarang terdiri dari Drg. Judianto, MPH sebagai ketua dan untuk anggota terdiri dari Drs. Andreas Winarno, M.Sc, Dr. Ontoseno M.Oepojo dan Bapak Nusli Imansyah, SKM, M.Kes. Dalam laporannya Komite  Penjamin Mutu yang diwakili oleh Drg.Judianto, MPH menyampaikan bahwa diharapkan laporan evaluasi ini dapat bermanfaat bagi pelaksanaan Diklat PIM IV pada masa yang akan datang. Dan mohon agar saran-saran yang diusulkan dapat ditindaklanjuti.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

DAGING OLAHAN, ANTARA PRAKTIS DAN NITROSAMIN

06 Oct 2016 � Efi Kurniatingsih - Bapelkes Cikarang

Saat ini kita berada pada jaman dimana manusia dimanjakan dengan teknologi tinggi yang memfasilitasi aktifitasnya dengan segala hal yang serba praktis dan canggih hingga semuanya dapat dilakukan dengan cepat dan cenderung memanjakan dengan segala yang bersifat instan. Kondisi yang membuat gaya hidup bergeser sesuai tuntutan jaman dan alasan keterbasan waktu. Di zaman modern ini dapat dikatakan semua bidang kehidupan menggunakan peralatan dan bahan yang memudahkan dan cenderung membuat hidup lebih praktis sehingga cara kerja yang dulu serba manual sekarang sudah berubah menjadi serba automatis pun begitu dalam pemenuhan kebutuhan pangan di keluarga hingga bergeser pada pola praktis dengan konsekuensi yang harus diterima baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Fenomena wanita bekerja sudah tidak asing lagi sekarang sementara itu tugas pokoknya dalam keluarga juga harus dijalankan sehingga harus mampu mengatur semua tanggung jawabnya dalam keterbatasan waktu yang dimiliki. Dengan alasan tersebut ibu-ibu masa kini sering menggunakan jasa boga yang cenderung bersifat fast food dalam penyediaan makanan keluarga karena lebih praktis dan hemat waktu. Selain itu penggunaan bahan makanan olahan daging yang berasal dari perusahaan pengolah daging olahan lebih dominan untuk saat ini seperti nugget, sosis, bakso, daging asap dan sejenisnya. Bahaya daging olahan Manusia kerap memodifikasi cara untuk mengonsumsi daging, entah diasap atau diberi tambahan garam, cara itu menurut WHO dapat meningkatkan risiko kanker. Bahkan memasak dengan temperatur yang kurang tepat atau dengan suhu yang berlebihan, misalnya dengan cara dipanggang(barbeque) juga dapat meningkatkan zat-zat karsinogen (beracun). Angka kematian akibat kanker setiap tahun dapat diminimalkan dengan diet ketat mengurangi daging olahan sehingga. Data dan fakta terkait konsumsi daging olahan : • Mengonsumsi daging olahan secara berlebihan merupakan gaya hidup yang tidak sehat. • Dapat menimbulkan penyakit kanker usus dan risiko penyakit jantung • Konsumsi daging orang Indonesia pada kisaran 2-3 kg/tahun (masih dalam batas aman karena batas wajar konsumsi daging itu 25 kg per tahun). • Lima besar penyakit kanker di Dunia menurut WHO adalah paru-paru 13%, payudara 11,9%, kolorektal 9,7%, Prostat 7,9 % dan kanker lambung 6,8%. NITROSAMIN dalam daging olahan Dalam daging olahan seperti sosis, corned dan daging asap terdapat zat nitrosamin yang mempunyai efek kronis dapat menyebabkan kanker. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan nitrosamine ?. N itrosamin (nitrosamine) merupakan senyawa yang bersifat karsogenik (penyebab menjadi kanker), zat ini terdapat pada makanan yang diawetkan menggunakan zat kimia nitrit. Penggunaan nitrit dengan tujuan untuk mengawetkan daging, ikan dan keju agar bakteri pembusuk tidak dapat berkembang biak. Pada prakteknya penggunaan nitrit dibatasi pada makanan dalam jumlah 150 mg/kg daging. Nitrosamin akan terbentuk jika nitrit bereaksi dengan amino sekunder karena suhu yang tinggi yang terjadi saat menggoreng daging olahan. Makanan yang mengandung nitrosamine dapat menyebabkan kanker, terutamakan kanker perut. Untuk mengatasinya maka dalam proses pembuatan daging olahan sering kali ditambahkan asam askorbat dalam proses pengawetan daging, agar pembentukan nitrosamine terhambat. Jadi, bila tidak mau terkena kanker, kurangilah konsumsi daging yang diawetkan. Bagi Anda yang menyukai daging olahan seperti sosis atau daging ham tampaknya harus mulai memikirkan untuk menguranginya. Baru-baru ini, organisasi PBB dalam bidang kesehatan, WHO memberikan pernyataan bahwa memakan daging olahan misalnya sosis dan daging ham dapat menyebabkan kanker karena bahan tambahan yang digunakan sebagai pengawet berpotensi menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik). Unit penelitian kanker WHO menggolongkan daging olahan sebagai “karsinogenik bagi manusia” berdasarkan bukti dari ratusan studi dan menghubungkannya secara spesifik dengan kanker kolon. Laporan tersebut menyatakan bahwa memakan 50 gram daging olahan setiap hari, setara dengan dua lapis daging ham/ asap dapat meningkatkan risiko kanker sebesar 18%. WHO mendefinisikan daging olahan sebagai semua daging yang telah digarami, diawetkan, atau diasap untuk meningkatkan flavor atau memberi keawetan. Daging hasil pengolahan tersebut umumnya adalah daging babi atau sapi, namun dapat pula berupa daging ayam. WHO kini menggolongkan daging olahan dengan kategori yang sama dengan merokok dan asbes didasarkan pada kaitannya dengan kanker, namun dengan tingkat bahaya yang tidak sama. Penemuan ini sangat penting bagi kesehatan masyarakat karena daging olahan sangat banyak dikonsumsi. Meski begitu, daging juga masih mengandung zat gizi. Hasil studi ini penting untuk membuat pemerintah dan agen internasional melakukan penilaian risiko, untuk menyeimbangkan risiko dan keuntungan memakan daging merah dari pada daging olahan serta menyediakan rekomendasi diet yang baik. Dari data yang dihimpun WHO, sekitar 34.000 kematian akibat kanker per tahunnya di seluruh dunia disebabkan pola makanan yang tinggi terhadap daging olahan. Data tersebut adalah sekelumit dari 8,2 juta kematian yang disebabkan karena kanker pada 2012. Kandungan Nitrosamin Nitrisamin biasanya terbentuk oleh reaksi nitrisasi dari asam amino (protein) yang terkandung dalam daging dengan bahan pengawet yang umumnya berupa sodium nitrit. Nitrit dari pengawet kemudian membentuk ikatan dengan amina sekunder dari daging yang menciptakan gugus nitrosamin. Meskipun memiliki bermacam-macam jenis, senyawa nitrosamine dikenal memiliki sifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Oleh karena itu seharusnya masayarakat tidak terlalu banyak mengonsumsi terutama yang olahan. Karena masih banyak sumber protein lain yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Menurut dia selain faktor makanan, risiko kanker sendiri multi faktoral, mulai dari gaya hidup maupun genetis dari setiap orang. Refferensi : • Media Indonesia Selasa, 27 Oktober 2015 • WHO/bbcnews/L-1/Grafis: Caksono dalam Media Indonesia, 27 Oktober 2015 • http://www.aktualita.co/who-bahaya-daging-olahan-bisa-berpotensi-menyebabkankanker/6261/ • https://afi101.wordpress.com/2012/05/02/nitrosamin-pembunuh-tak-bersuara/

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Strategi Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Dalam Menghadapi MASYARAKAT Ekonomi Asean (MEA)

28 Sep 2016 � Setyawati Oktavia Arifin

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah efektif diberlakukan per 31 Desember 2015 menciptakan iklim persaingan antar negara di wilayah Asia Tenggara termasuk didalamnya Indonesia. Indonesia dihadapkan pada tantangan dibidang ketenagakerjaan, ekonomi, pariwisata dan sektor potensial lainnya. Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Kompetensi bahasa Inggris menjadi krusial untuk menghadapi persaingan global yang mencakup persaingan di berbagai sektor. Seperti yang dilansir pada harian digital news.okezone.com, hasil penelitian Education First edisi kelima, dari 70 negara yang telah melakukan tes English Proficiency secara online oleh 910.000 orang dewasa dengan rentang usia 18-30 tahun. Hasilnya, Indonesia berada di urutan ke - 32 dengan level kemampuan menengah. Menurut Steve Croock, Director of Educational Research and Development EF English First, "Lima besar skor tertinggi adalah Swedia, Belanda, Denmark, Norwegia, dan Finlandia. Indonesia di level Asia peringkat delapan, di bawah Singapura, Malaysia, dan India," Bahasa adalah jendela untuk menyerap pengetahuan dan informasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan berbahasa inggris dikalangan pegawai negeri sipil masih minim. Kesulitan berbahasa membuat mental PNS menjadi rendah diri. Faktor bahasa biasanya menjadi momok terbesar bagi pegawai untuk mengembangkan minat dan bakat dalam menimba ilmu diluar bidang yang telah ditekuni. Salah satu bentuk tindak lanjut strategi Bapelkes Cikarang yang ditunjuk sebagai rujukan sentra kesehatan lingkungan dalam menghadapi MEA adalah dengan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan komunikasi berbahasa inggris pegawai negeri. Oleh karenanya, Bapelkes Cikarang bekerjasama dengan Yayasan LIA dalam mengadakan kursus bahasa inggris yang diawali dengan placement test diikuti oleh widyaiswara dan staf subbag/ seksi. Placement test ini digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat kemampuan berbahasa inggris pegawai. Placement test dilakukan dua gelombang. Gelombang I dilakukan pada Jumat, 12 Agustus 2016 yang bertempat di ruang kelas KMD 03 dan diikuti oleh 10 orang pegawai. Gelombang II direncanakan akan dilaksanakan pada Senin, 15 Agustus 2016. Hasil dari placement test ini akan dijadikan dasar pemetaan dan pembagian kelas selama kursus berlangsung. Kursus bahasa inggris di Bapelkes Cikarang akan dilakukan setiap minggunya secara rutin selama 1 (satu) jam pembelajaran sampai memperoleh sertifikat. Diharapkan dengan kemampuan berbahasa inggris yang lebih baik dapat memacu kinerja pegawai untuk selalu meng-update ilmu pengetahuan dari dalam dan luar negeri. Dengan diberlakukan MEA, Bapelkes Cikarang memiliki harapan agar dapat dijadikan iklim percontohan kesehatan lingkungan di wilayah ASEAN, mampu memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah kesehatan lingkungan di ASEAN, menerima studi lapangan serta kunjungan luar negeri dan bisa berprestasi di kancah ASEAN dengan kompetensi sumber daya manusia yang handal.   Referensi : Baskoro, Arya. “Kemampuan Bahasa Inggris Orang Indonesia di Level Menengah” dalam http://crmsindonesia.org/knowledge/crms-articles/peluang-tantangan-dan-risiko-bagi-indonesia-dengan-adanya-masyarakat-ekonomi (diakses pada 15 agustus 2016) Anonym. “Mendag: Toefl tinggi supaya diplomasi dagang tak mengecewakan” dalam http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2012/01/120103_gitatoeflambition (diakses pada 15 agustus 2016) www.news.okezone.com

Baca Selengkapnya
Gambar Berita LINGKUNGAN

Hutan Rusak Manusia Susah (Leuweung Rangsak Jalma Balangsak)

27 Sep 2016 � Agung Harri Munandar - Bapelkes Cikarang

Bencana alam saat ini yang melanda tatar parahyangan seperti garut, sumedang cukup menyentakan kita, bagaimana tidak bencana banjir bandang tersebut merenggut puluhan jiwa, melenyapkan rumah, bangunan dan infrastruktur dan kerugian lainnya baik materil maupun immateril. Ada ungkapan menarik dalam bentuk meme yang beredar di sosmed sebuah pepatah yang mengatakan: leuweung rusak jalma balangsak kalau dalam bahasa Indonesia berarti: hutan rusak, manusia susah, itu terjadi saat ini. Ketika kita menanyakan siapa yang salah dan siapa yang bertanggung jawab, rasanya sulit untuk menemukan siapa yang bertanggung jawab karena setiap orang berlindung di balik 1001 argumen dan yang ada malah saling tunjuk. Akan tetapi kalau kita melihat realitas yang ada jelas sekali banyak yang salah di lingkungan sekitar kita. Tidak perlu sekolah yang tinggi untuk tahu kesalahan tersebut, hanya melihat ke sekeliling kita tanyakan hati nurani apa yang salah. Untuk kasus garut ini mungkin kita dapat menelusuri dari hulu sungai cimanuk di gunung papandayan sampai dengan hilirnya, bagaimana kerusakan hutan di hulu sungai dan bagaimana kerusakan yang terjadi di hilir badan sungai. Memang seperti kita ketahui bersama bahwa penggundulan hutan marak terjadi dimana mana tidak hanya terjadi garut saja, selanjutnya alih fungsi lahan hutan lindung yang menjadi kebun sayur-sayuran, kemudian tempat wisata dengan pembangunan yang tidak memperhatikan dampak negatif terhadap lingkungan. akibatnya apa yang telah diungkapkan diatas dapat berkontribusi negatif sehingga menimbulkan tidak adanya tahanan air di atas gunung. Saat ini kemungkinan, aliran air dari hulu ke titik banjir kawasan perkotaan Garut sangat cepat (karena tidak adanya tahanan air), kemudian meluap dan terjadi banjir. Persoalan alam ini harus menjadi perhatian semua pihak, kita semua harus memberikan yang terbaik untuk alam agar alam dapat berjalan selaras dengan kita manusia. Ketika kita sebagai manusia sudah merusak alam maka alam pun tidak bisa menjaga manusia, begitupun sebaliknya. Makanya agar kehidupan manusia dapat terus berjalan dan bertahan tidak ada kata lain kita harus menjaga alam. Saat ini juga bukanlah waktunya untuk menanyakan ini salah siapa, akan tetapi kita bicarakan mengenai bagaimana dan apa yang akan kita lakukan agar kejadian serupa tidak terulang dimasa yang akan datang, atau paling tidak megurangi risiko dari kejadian serupa di masa yang akan datang. Populasi manusia yang terus bertambah tentunya akan memerlukan lahan pemukiman dan berbagai hal untuk mendukung kehidupan populasi tersebut. Dilain hal daya dukung lingkungan terus menurun, untuk mengatasi itu semua maka tidak ada jalan bagi kita selain hidup bersahabat dengan alam. Kita bersama harus bisa memastikan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan peruntukannya. Membiarkan hutan di gunduli merupakan suatu kesalahan apalagi kita turut serta mengunduli hutan. Membuang sampah dan limbah ke sungai harus kita stop, karena akan mencemari sungai dan mempercepat pendangkalan dan akhirnya menimbulkan banjir. Analogi kita membuang sampah atau limbah sama seperti kita membiarkan lemah/kolesterol ada di dalam pembuluh darah, yang memperbesar risiko untuk terjadi stroke. Begitupun dengan sungai yang merupakan pembuluh darah alam, ketika itu terganggu maka bencanapun terjadi seperti ungkapan sunda diatas: “leuweung rusak, jalma balangsak”.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Analisa Kebutuhan Diklat Tanpa Ribet (AKD untuk pelaksana program)

09 Sep 2016 � Alfred Ariyanto

Karin adalah seorang PNS yang bekerja di sebuah instansi diklat kesehatan pemerintah. Setelah lebih 10 tahun bekerja disana, ia menghadapi satu kegelisahan mengenai efektivitas diklat yang dilakukan selama ini. Diklat yang dilakukan selama bertahun-tahun dirasa belum mampu menjawab permasalahan-permasalahan kesehatan diwilayah kerjanya. Jikapun ada perubahan kinerja, ia pun tidak yakin bahwa peningkatan tersebut akibat dari pelatihan yang dilakukan oleh instansinya. Selama ini, penentuan perencanaan pelatihan dihasilkan dari rapat tahunan untuk menentukan rencana diklat di tahun depan. Cara ini tidak bisa diterima oleh fikiran Karin. Baginya, perlu ada sebuah analisa yang fokus untuk menentukan pelatihan apa yang benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan PNS dalam bekerja. Suatu saat, anggaran untuk melakukan Analisa Kebutuhan Diklat tersedia. Dalam benaknya AKD haruslah bersifat ilmiah, dengan survey dan instrumen yang lengkap dan data yang banyak. Namun setelah AKD yang berbiaya besar itu selesai dilaksanakan, ia masih merasa belum pas dengan metode yang digunakan. Untuk melakukan AKD, memang gampang-gampang susah. Dikatakan gampang, karena AKD itu sendiri hanya berusaha untuk mencari gap atau selisih kinerja real dengan kinerja seharusnya. Dikatakan sulit, karena sudah terpikir membuat instrumen, melakukan survey, dan bagaimana hal itu bisa mengerucut menjadi kesimpulan kebutuhan diklat. Dari cerita di atas, penulis mencoba membuat suatu langkah-langkah melaksanakan AKD dengan mudah. Langkah 1. Mengumpulkan data masalah (gap) Lakukan pengumpulan data pencapaian program dari tahun sebelumnya, bisa melalui data pencapaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) atau masalah-masalah program yang terangkat dipermukaan. Contoh data pencapaian spm program. No. Indikator Kinerja Capaian tahun 2015 (%) Target (%) GAP (%) 1 Balita yang naik berat badannya (N/D) 62,43 80 17,57 2 Balita BGM 3,60 5 1,4 3 Cakupan balita mendapat kapsul vit. A 2x setahun 76,23 90 13,77 4 Cakupan ibu hamil mendapatkan 90 tablet fe 74,12 90 15,88 5 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi BGM pada keluarga miskin 100 100 0 6 Balita gizi buruk mendapatkan perawatan 100 100 0 7 Cakupan WUS yang mendapatkan kapsul yodium 90 90 0   Langkah 2. Menentukan penyebab masalah kinerja menggunakan analisa manajemen No. Masalah kinerja Fasilitas/sarana /bahan Dana Pedoman /SOP SDM Motivasi Lingkungan kerja Kemampuan     M TM A T A T B K B K B K 1 Balita yang naik berat badan v - v - v - - v - v v - 2 Balita BGM v - v - v - v - - v v - 3 Cakupan balita vit. A v - v - v - v - v - - v 4 Cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe v - v - v - v - - v - v Keterangan: M = memadai TM = tidak memadai A = ada T = tidak ada B = baik K = kurang Kumpulkan data melalui brainstorming ataupun FGD (Focus Group Discussion). Dari tabel di atas dapat disimpulkan masalah kinerja yang harus dilakukan melalui intervensi pelatihan adalah: Motivasi Budaya kerja Cakupan balita vitamin A Cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe   Langkah 3. Mengidentikasi gap kemampuan lewat alur proses Buat alur proses kegiatan. Anda dapat mengambilnya dari Standar Prosedur Operasional. Kemudian anda kumpulkan data melalui FGD atau survey.   Instruksi Kerja / SOP Pemberian zat besi pada ibu hami Kemampuan Baik Kurang 1.      Periksa konjungtiva pasien, untuk menentukan pasien anemis atau tidak. 2.      Catat hasil pemeriksaan dalam kartu status dan KMS ibu hamil. 3.      Isi form pemeriksaan laboratorium. 4.      Jelaskan pada pasien tujuan dari pemeriksaan. 5.      Jelaskan pada pasien, untuk membayar biaya pemeriksaan laboratorium  di kasir sebelum kelaboratorium dan setelah selesai pemeriksaan membawa hasil pemeriksan kembali ke unit pelayanan kesehatan ibu. 6.      Rujuk ke unit pelayanan gizi, jika hasil pemeriksaan Hb < 11 gr % 7.      Beri tablet zat besi pada semua ibu hamil, sedikitnya 1 tablet / hari, selama 30 hari berturut-turut  untuk pasien hamil  pada  trimester I, sedangkan untuk ibu hamil dengan anemia diberikan tablet zat besi dan vitamin C tiga kali satu tablet perhari ( 3 X  1 ) , hal ini sangat tergantung dengan persediaan obat yang ada 8.      Jika tablet zat besi persediaan  habis, maka  akan diberikan resep luar 9.      Beri penyuluhan gizi pada semua ibu hamil  disetiap kunjungan ANC, tentang perlunya minum tablet zat besi dan vitamin C, serta menghindari minum teh / kopi / susu dalam 1 jam sebelum / sesudah makan, karena dapat mengganggu penyerapan zat besi. V   V   V V     V                             V   V                 V   V     Kesimpulan: Poin 6-9 adalah bagian dari perlu menjadi materi pelatihan.   Langkah 4. Merumuskan hasil Masukkan data di langkah sebelumnya ke dalam tabel berikut; No Tema Pelatihan Sasaran Materi Pelatihan 1 Pelatihan motivasi Nakes   2 Pelatihan Budaya Kerja Nakes   3 Pelatihan pemberian vit. A Dokter, Bidan, Gizi   4 Pelatihan pemberian Fe kepada ibu hamil Dokter, Bidan, Gizi Rujukan, peresepan, penyuluhan                                   Demikian cara sederhana untuk melakukan Analisa Kebutuhan Diklat di Instansi Diklat Kesehatan di Daerah. Semoga Bermanfaat. Anda dapat diskusi lebih lanjut mengenai artikel ini dengan menghubungi telp/WA 081381414140 (alfred).  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Air Bumi

08 Sep 2016 � Tri Puji

  Sudah kita ketahui Air merupakan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan secara terus menerus dengan kemanfaatnya yang sangat penting bagi mahluk hidup seperti untuk minum, mandi, mencuci, bercocok tanam, segala macam kebutuhan hidup dan wudhu bagi umat muslim serta beberapa pekerjaan pasti banyak membutuhkan air dan pada saat ini kita masih bisa menggunakan air bersih dengan cuma-cuma. Itu baru saat ini lalu bagaimana kebutuhan air untuk 50 tahun mendatang yang pastinya nanti pertumbuhan penduduk di dunia ini selalu bertambah bukan dan pertanyaan selanjutnya apakah masih kita merasakan dan masih bisa menggunakan air bersih dengan Cuma-cuma lagi??? Berbicara mengenai air, Ada fakta bahwa air di bumi ini yaitu adanya  total air bumi saat ini relatif sama dengan jumlah total air saat dulu bumi tercipta. Berdasarkan penelitian terbaru dari US Geological Survey, 72% permukaan bumi kita adalah air. Akan tetapi dari semua air itu 97% adalah air asin dan 3% sisanya adalah air tawar. Prosentasi air tawar yang 3%  tadi masih dibagi dengan es, air permukaan, air tanah dan uap air.  Adapun dari 3% air tawat itu layak untuk diminum dikarenakan adanya air yang tercemar oleh manusianya sendiri.  Dan tidak semua daerah di dunia ini mendapatkan porsi air yang cukup. Secara umum, pengolahan air bersih terdiri dari 3 aspek, yakni pengolahan secara fisika, kimia dan biologi. Pada pengolahan secara fisika, biasanya dilakukan secara mekanis, tanpa adanya penambahan bahan kimia. Contohnya adalah pengendapan, filtrasi, adsorpsi, dan lain-lain. Pada pengolahan secara kimiawi, terdapat penambahan bahan kimia, seperti klor, tawas, dan lain-lain, biasanya bahan ini digunakan untuk menyisihkan logam-logam berat yang terkandung dalam air. Sedangkan pada pengolahan secara biologis, biasanya memanfaatkan mikroorganisme sebagai media pengolahnya. PDAM (Perusahaan Dagang Air Minum), BUMN yang berkaitan dengan usaha yang menyediakan air bersih bagi masyarakat, biasanya melakukan pengolahan air bersih secara fisika dan kimia. Secara umum, skema pengolahan air bersih di daerah-daerah di Indonesia adalah sebagai berikut : Bangunan Intake (Bangunan Pengumpul Air) Bangunan intake berfungsi sebagai bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air. Sumber air utamanya diambil dari air sungai. Pada bangunan ini terdapat bar screen (penyaring kasar) yang berfungsi untuk menyaring benda-benda atau mungkin biasa sampah yang ikut tergenang dalam air, misalnya sampah daun-daun, batang pohon, plastik dsb.   Bak Prasedimentasi (optional) Bak ini digunakan bagi sumber air yang karakteristik turbiditasnya tinggi (kekeruhan yang menyebabkan air berwarna coklat). Bentuknya hanya berupa bak sederhana, fungsinya untuk pengendapan partikel-partikel diskrit dan berat seperti pasir, dll. Selanjutnya air dipompa ke bangunan utama pengolahan air bersih yakni WTP. WTP (Water Treatment Plant) Ini adalah bangunan pokok dari sistem pengolahan air bersih. Bangunan ini beberapa bagian, yakni koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi dan desinfeksi. Reservoir Reservoir berfungsi sebagai tempat penampungan sementara air bersih sebelum didistribusikan melalui pipa-pipa secara gravitasi. Karena kebanyakan distribusi di Indonesia menggunakan konsep gravitasi, maka reservoir biasanya diletakkan di tempat dengan posisi lebih tinggi daripada tempat-tempat yang menjadi sasaran distribusi, bisa diatas bukit atau malah gunung. Gabungan dari unit-unit pengolahan air ini disebut IPA – Instalasi Pengolahan Air . Dengan cara itu diharapkan banyak orang masih bisa menikmati air bersih sampai 50 tahun mendatang karana melihat dari permasalahan Krisis air bersih yang membuat sebagian besar penduduk Indonesia dapat membahayakan dirinya sendiri dengan terus  mengkonsumsi air yang seharusnya tidak layak minum atau tidak layak digunakan. United States Agency for International Development atau yang biasa di sebut dengan USAID  dalam laporannya tahun 2007, menyebutkan penelitiannya di berbagai kota-kota di Indonesia menunjukkan sumber air minum kita tercemar oleh bakteri E Coli dan Coliform sudah  hampir 100. maka itu marilah kita jaga lingkungan sekitar agar anak-cucu kita bisa menikmatinya dengan baik.   Referensi: http://www.hdindonesia.com/pojok/kualitas-air-indonesia-kian-memprihatinkan    

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC