Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita BERITA

Gugur dalam Menjalankan Tugas

21 Feb 2019 � Eliza Meivita

Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) kita harus siap bersedia untuk bekerja dan ditugaskan dimana saja. Kemungkinan jauh dari keluarga harus kita hadapi, demi pengabdian kepada Negeri. Oktober tahun lalu kita mendapat kabar duka dari seorang peserta Nusantara Sehat Individu Kementerian Kesehatan RI, Rindang Melisa (Apoteker) yang mengalami musibah kecelakaan laut di Kab. Anambas, Kepulauan Riau. Tahun ini kembali kita dapatkan kabar duka dari pejuang tenaga kesehatan yang mengabdikan dirinya demi masyarakat, dr. Lutfi Thamrin (Kepala Puskesmas Waindu Kab. Yapen, Papua) dan Riko Letrik Wutoi (Tenaga Gizi Puskesmas Waindu Kab. Yapen, Papua) yang mengalami musibah kecelakaan perahu motor di Perairan Aisau, Kab. Yapen, Papua. Semoga segala pengorbanan baik lahir maupun batin dalam bertugas, dapat dihitung sebagai amal kebajikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. (EM)

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Partisipasi Dalam Pameran HKN Ke 54

30 Nov 2018 � Eliza Meivita

Pada tanggal 8 – 10 November 2018, Kementerian Kesehatan RI menggelar ajang tahunan Pameran Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 dan Produksi Alat-alat Kesehatan dalam Negeri Tahun 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD) Tangerang. Tema tahun ini adalah “Aku Cinta Sehat” dan sub-tema nya “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita.” Mengutip berita yang disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, melalui pameran ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal produk-produk inovasi di bidang kesehatan serta memahami dan mau menggunakan alat kesehatan, obat, obat tradisional, kosmetik, Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), dan ekstrak bahan alam yang telah mampu diproduksi di Indonesia. Dalam kesempatan kali ini, Bapelkes Cikarang berpartisipasi dalam kegiatan pameran tersebut bergabung dengan Badan PPSDM Kesehatan dan menempati 4 (empat) stand yang digabungkan menjadi 1 (satu) stand besar, terdiri dari Sekretariat Badan PPSDM, Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta, Makassar, Ciloto, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang, Semarang, Batam dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jakarta 1 dan 3. Sangat banyak pengunjung yang antusias mendatangi booth kami, sehingga kami mendapatkan Juara 1 Stand Terbaik Pameran HKN ke 54 Kategori A. Dalam Pameran, Bapelkes Cikarang menampilkan produk unggulan yaitu Tong Super yang dapatt menghasilkan Pupuk Padat, Pupuk Cair dan Asap Cair. Selain itu kami juga membagikan goodie bag berisi pupuk, leaflet, buku agenda, kalender, flash disk, dan pulpen, setelah para pengunjung berhasil menjawab pertanyaan dari game yang diadakan oleh Set. Badan PPSDM.   Bapelkes Cikarang juga berpartisipasi pada Talkshow mengenai “Demo Pembuatan Tong Super (Pupuk)”, yang dipresentasikan oleh Agung Harri Munandar, SKM dan Kusnadi. Para pengunjung yang hadir dipersilahkan untuk bertanya dan mendapatkan ucapan terima kasih berupa goodie bag. Sampai berjumpa kembali pada Pameran HKN ke 55 tahun 2019. (EM)

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Upacara dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-54

12 Nov 2018 � Tini wartini-Bapelkes Cikarang

Selasa ,12 November 2018 dilaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional yang ke -54. Upacara dipimpin oleh Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang, Bpk. Suherman, SKM,M.Kes. Upacara diikuti oleh seluruh pegawai Bapelkes Cikarang serta peserta latih. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapelkes Cikarang membacakan sambutan dari Menteri Kesehatan RI yaitu sebagai berikut : SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-54 12 NOVEMBER 2018 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sehat Bagi Kita Semua dan Saudara-saudara sekalian di seluruh tanah air Puji serta syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke-54 dalam keadaan Sehat Wal-Afiat. Peringatan Hari Kesenatan Nasional yang saat ini kita laksanakan, mengangkat Tema "Aku Cinta Sehat” dengan sub tema “Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita". Tema tersebut sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang menekankan pada kesadaran tiap individu untuk meningkatkan berperilaku hidup sehat. Saudara-saudara yang saya hormati, Peringatan HKN ke-54 ini sebagai momentum yang baik untuk mengingatkan kita bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud, apabila semua komponen bangsa berperan serta dalam upaya kesehatan dengan memprioritaskan promotive-preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif. Mengubah pola hidup kearah promotive- preventif dengan menekankan pada perilaku hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat. Meningkatkan kesadaran masyarakat berperilaku hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) telah diprakarsai oleh Presiden RI menjadi suatu Gerakan Nasional yang tertuang dalam Inpres No.1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Dalam kesempatan Hari Kesehatan Nasional Ke-54 yang bertepatan dengan 4 (empat) Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, kita patut bersyukur bahwa berbagai Program Kesehatan yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik. Hal ini dapat kita refleksikan melalui hasil-hasil pembangunan kesehatan yang meliputi upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan. Dalam kaitan peran pemerintah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan melalui perlindungan finansial telah dibayarkan iuran bagi penerima bantuan Iuran (PIB) yakni 87,8 juta jiwa pada tahun 2015 menjadi 92,3 juta jiwa. Fasilitas kesehatan tingkat pertama yang menerima layanan JKN dari 19.969 tahun 2015 menjadi 21.763 pada tahun 2017. Untuk fasilitas tingkat lanjutan juga mengalami peningkatan dari 1.847 faskes pada tahun 2015 menjadi 2.292 pada tahun 2017. Pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan untuk memenuhi akses pelayanan kesehatan khususnya di daerah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), hingga tahun 2017 Pemerintah telah menempatkan 6.316 tenaga kesehatan melalui Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesdialis (WKDS) serta penugasan khusus calon dokter spesialis. Pemerintah pada tahun 2017 untuk meningkatkan mutu layanan telah meningkatkan sarana dan prasarana pada fasilitas tingkat pertama sebanyak 375 rehabilitasi Puskesmas, 35 pembangunan Gedung, 750 pembangunan baru Puskesmas, 34 Unit Puskesmas keliling perairan, 537 Unit Puskesmas keliling roda empat, Penyediaan 1.650 Unit ambulans roda dua, 86 Unit ambulans roda empat, dan 2.525 peningkatan sarana dan prasarana Puskesmas, serta 10.437 penyediaan alat kesehatan di Puskesmas. Saat ini untuk fasilitas kesehatan tingkat rujukan telah terdapat 104 rumah sakit rujukan regional, 20 RS rujukan propinsi, 4 RS rujukan Nasional, dan 408 RSUD lainnya. Untuk capaian program HIV/AIDS melalui upaya terobosan Temukan, Obati, Pertahankan pengobatan ARV (TOP) sampai 2017 telah diberikan ARV sebanyak 87.031 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Dalam Upaya pengendalian TBC melalui upaya Inovasi Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) dengan menerapkan integrasi kegiatan Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK), diperoleh success rate minimal 85% sampai 2017 di 307 Kab/Kota, proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada Balita mengalami penurunan dari 37,2% pada tahun 2013, menjadi 30,8% di tahun 2018 (data RISKESDAS). Saudara- saudara yang saya hormati, Selain keberhasilan diatas kita juga masih menghadapi tantangan permasalahan kesehatan yang masih terjadi di Indonesia diantaranya masih tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular. Ini harus segera diselesaikan jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup saat ini dan masa yang akan datang. Terutama Puskesmas, ini perlu saya ingatkan pada para kepala dinas dan kepala puskesmas agar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan di daerah masing-masing. Puskesmas dan tenaga kesehatan di dalamnya harus mengambil peran mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat dengan secara aktif dan terus menerus melakukan upaya promosi perilaku hidup bersih dan sehat. Saat ini alokasi anggaran untuk bidang kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah cukup besar, sehingga besar juga harapan agar permasalahan kesehatan tersebut dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Saudara- saudara yang saya hormati, Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh insan kesehatan baik dijajaran Kementerian Kesehatan maupun ditingkat daerah agar menjadikan Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 sebagai momentum untuk merefleksikan kembali sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan serta sejauh mana keberhasilan sektor kesehatan dalam melibatkan semua unsur. lintas sektor, dalam melaksanakan Pembangunan Kesehatan. Peringatan Hari Kesehatan Nasional saat ini, mari kita kobarkan semangat melayani, semangat menggerakkan. semangat untuk mampu menangkap aspirasi masyarakat, semangat memandirikan dan memberdayakan masyarakat dalam pencapaian derajat kesehatan yang setinggi-tingginya yang dimulai dari diri kita masing-masing. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa keberhasilan Program Kesehatan tidak terlepas dari peran masyarakat dan lintas sektor terkait. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan mendorong terlaksananya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan GERMAS, kita mengajak kerja sama lintas sektor dan lintas program dalam mewujudkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, yang pada akhirnya dapat membentuk bangsa Indonesia yang kuat. Oleh karena itu saya ingin memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya Program kesehatan baik lintas program maupun lintas sektor, akademisi, kepala daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat dan lain-lain, sehingga dimasa yang akan datang pembangunan kesehatan akan terus mengalami kemajuan serta dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang sehat dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Saudara-saudara yang saya hormati, Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kita semua untuk mengikuti seluruh rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional ini dengan penuh semangat dan suka cita. Selanjutnya saya mengajak kita semua untuk senantiasa mengenang jasa para pejuang pembangunan kesehatan, meneladani semangat dan pengabdian mereka serta mendoakannya agar mendapatkan ampunan serta tempat yang layak disisi Tuhan Yang Maha Esa. Akhir kata marilah kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa — Allah Subhanahu Wataala agar berkenan memberikan bimbingan dan meridhoi seluruh niat baik dan upaya yang kita laksanakan, Aamin. Selamat Hari Kesehatan Nasional, "AKU CINTA SEHAT" “AYO HIDUP SEHAT, MULAI DARI KITA” Terima kasih. Wassalaamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh, MENTERI KESEHATAN RI Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) Acara ditutup dengan doa.      

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pelatihan Penugasan Khusus Individu Angkatan III

24 Sep 2018 � Ayanih-Bapelkes Cikarang

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga acara Pembukaan Pelatihan Pembekalan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual Angkatan III Tahun 2018 di Bapelkes Cikarang dapat dilaksanakn Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28H menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, dan menurut UU kesehatan no 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan. Indonesia yang mempunyai mempunyai karakteristik dan budaya kedaerahan yang berbeda, baik situasi, kondisi geografi dpulau-pulau yang tersebar diapit oleh lautan menyebabkan akses pelayanan kesehatan untuk daerah tertentu sangat sulit dijangkau. Fasilitas dan prasarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang disediakan Pemerintah masih banyak yang belum tersedia Hal tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan di daerah tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Pemerintah berusaha maksimal untuk meningkatkan jumlah, penyebaran, komposisi dan mutu tenaga kesehatan disemua fasilitas pelayanan kesehatan sebagai salah satu factor pendukung pendukung dalam percepatan pencapaian derajat kesehatan masyarakat serta dalam upaya mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Oleh sebab itu diperlukan kebijakan khusus mengenai model penempatan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan disesuaikan dengan karakteristik daerah dan tidak menyamaratakan kebijakan tersebut untuk seluruh wilayah Indonesia. Pelatihan pembekalan penugasan khusus individual diselenggarakan guna membekali calon tenaga khusus agar dapat memahami tugas dan fungsinya dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki dengan menjunjung etika profesi, dalam mempercepat program Pemerintah dalam rangka pemenuhan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta program Nusantara Sehat yang diharapkan peserta nantinya mampu melaksanakan program secara terintegrasi dan memberikan pelayanan kesehatan secara optimal di tingkat pelayanan dasar khususnya di DTPK. terutama untuk DTPK Pada Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual angkatan III dibuka oleh Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan BPPSDM Kesehatan yaitu Bapak dr. Maxi Rein Rondonuwu,DHSM,MARS diikuti sebanyak 21 orang dengan tujuan penempatan wilayah Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Lampung, dan NTT terdiri atas dokter, dokter gigi, perawat, bidan, ahli teknologi laboratorium medik, terapis gigi dan mulut, dan jenis tenaga kesehatan yang masuk dalam kelompok tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga kefarmasian, dan tenaga kesehatan masyarakat  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pelatihan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan

17 Sep 2018 � Ayanih-Bapelkes Cikarang

Pada zaman modern seperti sekarang ini, perkembangan dan kemajuan teknologi dan industri begitu pesat. Kemudahan yang ditawarkan dari kemajuan teknologi serta keberdayaan masyarakat secara ekonomi melalui perkembangan industry juga menimbulkan dampak buruk dan merugikan bagi masyarakat. Bahaya-bahaya dari lingkungan yang mengancam kesehatan manusia di Indonesia dulunya didominasi oleh bahaya biologi yang bersifat tradisional seperti kontaminasi bakteri. Seiring dengan perkembangan zaman, bahaya lingkungan semakin beragam tidak hanya bahaya biologi tetapi bahaya lingkungan yang bersifat modern risk, mulai dari berbagai senyawa kimia hingga radiasi. Bahaya yang berasal dari lingkungan berpotensi mengancam kesehatan manusia dan efek yang ditimbulkannya sangat beragam mulai dari timbulnya gejala ringan seperti gatal- gatal, batuk, iritasi ringan hingga kanker, mutasi gen, bahkan kematian. Walaupun bahaya lingkungan seringkali memajani tubuh manusia secara bersamaan dan saling bersinergis, secara umum bahaya lingkungan dapat dikelompokkan menjadi 3 kriteria yaitu bahaya fisik (radiasi energy dan gelombang elektromagnetik), bahaya biologi (organisme pathogen dan virus), dan bahaya kimia (zat toksik). Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks  dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun buatan manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being, merupakan resultante dari 4 faktor yaitu: Penyelenggaraan upaya kesehatan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab, memiliki etika dan moral yang tinggi, memiliki keahlian dan kewenangan yang secara terus menerus harus ditingkatkan mutunya melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Selain itu tenaga kesehatan tersebut memiliki kompetensi yang teregistrasi dan memiliki sertifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan  selaras dengan kemajuan teknologi kesehatan. Salah satu jenis tenaga kesehatan tersebut adalah tenaga kesehatan lingkungan. Dengan mengucap “Bissmilahirohmanirohim”, Pembukaan Pelatihan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Angkatan I Tahun 2018 dapat dilaksanakan di Bapelkes Cikarang. Acara pembukaan ini diikuti peserta sebanyak 30 orang terdiri dari pulau sumatera 2 orang, kalimantan dan sulawesi masing-masing 1 orang, dari pulau jawa 26 orang.    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pelatihan Jabatan Fungsional Sanitarian Ahli Angkatan 3

10 Sep 2018 � Tini wartini-Bapelkes Cikarang

Senin, 10 September 2018 dilaksanakan pembukaan pelatihan Jabatan Fungsional Sanitarian Ahli Angkatan III di Bapelkes Cikarang.Pelatihan dilaksanakan dari tanggal 09 September sampai dengan 22 September 2018.  Pelatihan secara resmi yang dibuka oleh Bapak Nusli Imansyah, SKM, M.kes mewakili Kepala Puslat Aparatur Kemenkes. Dalam pembukaan pelatihan tersebut, ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah diharapkan peserta mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsional sebagai penjabat fungsional sanitarian ahli. Adapun total jampelajaran adalah 90 JPL, terdiri dari teori 30 JPL, penugasan 52 JPL, dan  praktek lapangan 8 JPL. Pelatihan diikuti oleh 30 orang peserta dengan fasilitator Pejabat Struktural Bapelkes Cikarang, Widyaiswara Bapelkes Cikarang, Pejabat Struktural Direktorat Kesling, pengurus Pusat Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (PP HAKLI), serta Pakar Kesehatan Lingkungan. Pelaksanaan pelatihan bersumber pendanaan pada pelatihan ini yaitu dari DIPA Bapelkes Cikarang Tahun 2018.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pemanggilan Peserta Pelatihan Jabatan Fungsional Sanitarian Ahli Angkatan III

03 Sep 2018 � Efi Kurniatiningsih, SKM

Pemanggilan Peserta Pelatihan Jabatan Fungsional Sanitarian Ahli Angkatan III, tanggal 09-22 September 2018, selengkapnya klik disini

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pelatihan Kesehatan Lingkungan di Daerah Tanggap Darurat Dan Orientasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

30 Aug 2018 � Setyawati Oktavia

Penyelenggaraan Pelatihan Kesehatan Lingkungan Di Daerah Tanggap Darurat Dan Orientasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit Tahun 2018 merupakan kerjasama Direktorat Kesehatan Lingkungan dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang dan telah dibuka secara resmi pada Selasa, 28 Agustus 2018 yang bertempat di Auditorium dr. Wirjawan Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang. Pembukaan dihadiri oleh Direktur Kesehatan Lingkungan (Dit. Kesling) Bapak dr. Imran Agus Nurali, Sp.Ko; Kepala Bapelkes Cikarang yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan, Bapak Khaerudin, S.Kep., Ners., MKM; Kepala Subdit Penyehatan Udara Tanah dan Kawasan (PUTK) Dit. Kesling Ibu Dra. Cucu Cakrawati Kosim, M.Kes sebagai ketua penyelenggara dan Kepala Subdit Pengamanan Limbah dan Radiasi (PLR) Dit. Kesling Ibu Dra. Jelsy Natalia Marampa, SKM, MKKK. Para Pengendali pelatihan turut hadir dalam pembukaan adalah Bapak Agus Dwinanto, SAP, MM dan Ibu Erlinawati Pane, SKM, MKM. Pelatihan dibuka oleh Direktur Kesehatan Lingkungan. Proses pembukaan berlangsung khidmat. Peserta Pelatihan Kesehatan Lingkungan Di Daerah Tanggap Darurat berjumlah 60 orang yang berasal dari perwakilan daerah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang tersebar di Indonesia. Adapun peserta Pelatihan Orientasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit berjumlah 70 orang. Pelatihan Kesehatan Lingkungan Di Daerah Tanggap Darurat dilaksanakan selama 10 hari (27 Agustus – 05 September 2018). Untuk Pelatihan Orientasi Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit dilaksanakan selama 4 hari (28 – 31 Agustus 2018). Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan peserta mampu mengelola upaya sanitasi darurat di daerah tanggap darurat yang terjadi di wilayah kerjanya sebagai langkah kesiapsiagaan penurunan faktor risiko KLB dengan menggunakan standar minimal.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Manfaat Building Learning Commitment dalam Pelatihan

12 Jul 2018 � Erlinawati Pane, SKM, MKM (Widyaiswara Muda Bapelkes Cikarang)

Building Learning Commitment  (BLC) atau Membangun Komitmen Belajar merupakan salah satu materi penunjang dalam setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan.  Walaupun BLC merupakan materi penunjang dalam sebuah pelatihan, tetapi materi BLC sangat diperlukan dalam mengawali suatu proses pelatihan. Artinya, jika materi BLC dapat diaplikasikan dengan baik oleh fasilitator/widyaiswara maka proses kegiatan pelatihan dapat berjalan efektif dan mencapai tujuan pelatihan secara optimal. Secara garis besar fasilitasi materi BLC melalui proses pembelajaran akan melalui beberapa tahapan yang dimulai dari perkenalan; pencairan (ice breaking); kesepakatan dan harapan yang ingin dicapai; norma kelas dalam pembelajaran; serta kontrol kolektif dalam pelaksanaan norma kelas. Hasil belajar atau tujuan umum dari materi BLC adalah agar peserta mampu berperilaku positif untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif selama proses pelatihan. Sedangkan indikator hasil belajar atau tujuan khusus dari pembelajaran materi BLC adalah agar peserta dapat : Saling mengenal diantara peserta pelatihan Menyiapkan diri untuk belajar bersama secara aktif dalam suasana yang kondusif Menyiapkan diri untuk belajar bersama secara aktif dalam suasana yang kondusif Merumuskan kesepakatan norma kelas yang harus dianut oleh seluruh warga pembelajar selama pelatihan berlangsung Merumuskan kesepakatan bersama tentang kontrol kolektif dalam pelaksanaan norma kelas selama pelatihan berlangsung   Sebelum memulai proses pembelajaran pada umumnya para peserta menunjukkan suasana yang tidak cair dimana para peserta yang baru bertemu biasanya masih menjaga jarak dalam suasana yang kurang akrab antar sesama peserta, karena kehadirannya dalam sebuah pelatihan dengan kondisi dan sebab yang berbeda-beda. Agar proses pembelajaran BLC sukses, sebaiknya seorang widyaiswara mempersiapkan Rencana Pembelajaran/Satuan Acuan Pembelajaran materi BLC dengan baik sesuai jenis pelatihan dan kriteria peserta. Hal ini dimaksudkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sehingga dapat menjadikan suasana kelas hidup yang berbasis aktifitas peserta.  Oleh karena itu kita harus membangun rasa percaya diantara peserta. Dalam lingkungan peserta yang saling percaya maka peserta akan lebih siap untuk berani mengambil resiko, berkontribusi dan lebih menyenangi proses belajar yang  akan  membantu kelancaran pembelajaran selanjutnya. Untuk membangun komitmen belajar (BLC) antar kelompok peserta pada pelatihan, ada beberapa tahapan yang dilalui, yaitu : Forming Pada tahap ini, kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok masih cenderung untuk bekerja sendiri dan masih belum saling mengenal dan belum bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan informasi dan mendekatkan diri satu sama lain. Stormimg Pada tahap ini kelompok sudah mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Anggota kelompok saling terbuka dan mengeluarkan ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Sehingga kemungkinan tejadinya konflik. Suasana mulai memanas karena pendapat mulai ditanggapi. Norming Pada tahap ini sudah terdapat kesepakatan antara anggota kelompok. Kelompok mulai menemukan kesesuaian dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan melihat kontribusi penting masing-masing anggota untuk kelompok.Suasana mulai mereda karena adanya klarifikasi diikuti persamaan persepsi. Performing Pada tahap ini, kelompok dapat berfungsi dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas dengan lancar dan efektif. Anggota kelompok saling tergantung satu sama lain dan mereka saling respek dalam berkomunikasi. Suasana diliputi kerja sama sesuai dengan peran yang telah disepakati.       Hasil akhir dari kegiatan BLC adalah diperolehnya kontrak belajar selama peserta mengikut kegiatan pelatihan yang mereka ikuti. Dasar pemikiran perlunya kontrak belajar dalam sebuah pelatihan adalah : Pembentukan suasana dan kontrak belajar merupakan langkah awal dalam memulai aktifitas pelatihan/belajar. Peserta diajak untuk menyepakati hal-hal berkaitan dengan keseluruhan program pelatihan mencakup acara pembukaan, perkenalan, pemetaan harapan, agenda pelatihan, aturan main, dan pengorganisasian peserta. Fasilitator menjelaskan latar belakang, tujuan, ruang lingkup dan urutan penyajian materi, serta target pelatihan/pembelajaran. Peserta perlu merumuskan dan menyepakati harapan, aturan main, dan gambaran diri (self motivation). Pada dasarnya kegiatan ini berupaya menggali kemampuan awal peserta sebelum mengikuti proses pelatihan/pembelajaran. Rancangan yang dikembangkan harus mengindikasikan kebutuhan dan harapan peserta Fasilitator/widyaiswara terlebih dahulu menawarkan hasil rancangannya kepada peserta, kemudian menanyakan hal apa saja yang perlu dilengkapi dan menjadi harapan setelah selesai mengikuti pelatihan. Jika diperlukan fasilitator/widyaiswara dapat menambah, merubah, atau merevisi sebagian dari rancangan yang telah disiapkan. Memulai pelatihan sama halnya dengan memperkenalkan kepada peserta tentang lingkungan yang baru dikenalnya. Fasilitator/widyaiswara menyediakan mekanisme manajemen lingkungan melalui pendekatan yang majemuk yang tidak hanya melihat pelatihan sebagai ruang belajar yang berisi gudang pengalaman dan bahan pelajaran yang harus dikuasai, tetapi melihat manajemen pelatihan dan memastikan proses pelatihan berjalan lancar serta menyenangkan. Penyiapan mental dan kondisi belajar untuk membantu peserta mempersiapkan diri menjelang masa peralihan agar siap untuk mengikuti proses pelatihan dapat dibantu melalui musik dengan karakteristik yang berbeda. Secara emosional peserta diarahkan dalam situasi belajar agar siap mengadaptasikan seluruh perhatian dan fokus terhadap apa yang akan dihadapi dan kesiapan menerima materi pelatihan.   Belajar akan mempunyai arti mendalam apabila suasana belajar menyenangkan. Belajar selayaknya menjadi peristiwa yang menyenangkan, menggembirakan tanpa ada rasa cemas dan lelah karena suasana yang mencekam. Kelas sebagai salah satu kelompok sosial perlu diciptakan suasana aman, pembelajarannya penuh percaya diri, dan antar peserta saling mempercayai. Suasana seperti ini lebih memungkinkan pembelajar belajar secara lebih efektif dan menyerap bahan ajar dengan baik. Pelatihan dengan suasana seperti ini akan menghasilkan alumni yang ceria, ASN yang percaya diri, optimis, produktif, dan memperoleh kepuasan batin yang memadai. Pada intinya materi BLC sangat bermanfaat dalam menunjang proses pembelajaran  dalam sebuah pelatihan.  BLC dilakukan untuk mencairkan suasana yang kaku antar peserta yang awalnya belum saling mengenal, menyiapkan mereka agar dapat berkomunikasi, dan bertukar pengalaman secara terbuka, menciptakan suasana belajar yang menggembirakan dan menyenangkan, menetapkan nilai belajar yang disepakati bersama, membina kelompok yang berfungsi efektif dan bertekad untuk menyukseskan proses pembelajaran yang berkualitas.     Referensi : Kementerian Kesehatan, Badan PPSDM Kesehatan. (2012). Pedoman Penyusunan Kurikulum dan Modul Pelatihan Bidang Kesehatan. Jakarta   Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2015). Modul Membangun Komitmen Pembelajaran. Jakarta   Haryanto. (2010). Membangun Komitmen dan Kontrak Belajar di Sekolah, (Online), (http://staffnew.uny.ac.id/upload/131121701/pendidikan/KOMITMEN+DAN+KONTRAK+BELAJAR+DI+RIO+-+Copy.pdf, diakses 18 Oktober 2017)                  

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC