Semua Berita & Artikel
Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang
ARTIKEL
Pentingnya Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Dalam Rangka Memperoleh Informasi Untuk Pengambilan Keputusan Bagi Manajemen Diklat
Tujuan pembahasan teknik monitoring dan evaluasi (monev) ini adalah memberi pemahaman tentang langkah-langkah persiapan, perencanaan, Pelaksanaan dan pelaporan hasil evaluasi program. Hasil monev merupakan informasi yang dapat dijadikan pedoman bagi pimpinan untuk mengambil keputusan pengembangan organisasi yang dipimpinnya. Suatu organisasi haruslah dikelola secara profesional. Pengelolaan organisasi dimulai dari sistem perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program sesuai visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Namun demikian dalam penyataannya, dewasa ini masih banyak keputusan-keputusan dalam penyusunan perencanaan organisasi yang diambil tidak berdasarkan informasi yang akurat . Artikel ini membahas tentang teknik merancang, menyiapkan, melaksanakan dan melaporkan seluruh kegiatan monitoring dan evaluasi Oleh karena itu sebelum seseorang melakukan monev, maka terlebih dahulu mereka memiliki pemahaman, keterampilan, dan kemampuan melaksanakan tugas sebagai evaluator pelaksanaan program. Di sisnilah diperlukan kemampuan menyusun instrumen, mengumpulkan data, penganalisis data hingga menginterpretasikan hasil analisis dan menyusun kesimpulan hasil analisis. Hasil analisis data monev ini menjadi informasi yang berharga bagi pengambilan keputusan perencanaan program di masa mendatang. A. Pendahuluan Usaha pencapaian tujuan program dalam sebuah organissasi harus selalu diupayakan oleh pihak manajemen.Upaya tersebut dimulai dari menyusun rencana stategis jangka panjang 5 tahunan yang memuat penetapan visi, misi dan tujuan organisasi.Visi, misi dan tujuan strategis organisasi merupakan komitmen bersama dalam organisasi untuk mewujudkannya. Rencana strategis selanjutnya dijabarkan dalam rencana operasional satu tahunan yaitu dengan menjabarkan Visi, misi dan tujuan menjadi sasaran jangka pendek dan program-program kegiatan.Berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan memerlukan peningkatan kinerja pimpinan dan staf organisasi baik dalam sistem perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. Keberhasilan suatu program dapat dilihat dari kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaannya, terukur atau akuntabel hasilnya, serta ada keberlanjutan aktivitas yang merupakan dampak dari program itu sendiri. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) maka keberhasilan, dampak dan kendala pelaksanaan suatu program dapat diketahui. Ditinjau dari aspek pelaksanaan, monev memerlukan keterampilan petugas. Petugas adalah seorang evaluator yang terampil untuk mengumpulkan berbagai data yang sesuai dengan tujuan monitoring dan evaluasi. Selain itu, kejujuran, keuletan, dan penguasaan pengetahuan tentang monitoring dan evaluasi menjadi tututan kualifikasi petugas. Bila ditinjau dari aspek sistim monitoring dan evaluasi, maka staf yang terlibat dalam kegiatan ini harus mampu merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan melaporkan seluruh kegiatan monitoring dan evaluasi. Monev dilakukan oleh petugas yang profesional, dan didukung dengan instrumen yang baku akan dapat diperoleh data obyektif. Data obyektif yang dianalisis dengan teknik yang tepat akan didapatkan informasi yang terpercaya untuk dasar pengambilan keputusan manajemen. Sehingga keputusan yang diambil tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Artikel ini memuat berbagai hal tentang pengetahuan monev, perencanaan dan persiapan, serta pelaporan. Ruang lingkup dan sistimatika pembahasan ini dimulai dari pertama, pendahuluan yaitu latar belakang,permasalahan, tujuan dan manfaat. Kedua, hakekat monev, prinsip, bagaimana merencanakan kegiatan monev, yaitu membahas metode/instrumen, Hasil analisis, Hasil Evaluasi, Penulian laporan sampai dengan membuat kesimpulan. B. Permasalahan Monitoring evaluasi diklat ini diharapkan dapat dilaksanakan pada awal kegiatan pelakanaan sampai kepada evaluasi kegiatan penyelenggaran, tetapi pada kenyataannya dilaksanakan pada tengah-tengah kegiatan penyelenggaraan berjalan, sehingga kurangnya data pendukung terutama dalam proses belajar peserta diklat dikelas. C. Tujuan dan Manfaat Monev Tujuan pembahasan teknik monitoring dan evaluasi (monev) ini adalah memberi pemahaman tentang langkah-langkah persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan hasil evaluasi program. Hasil monev merupakan informasi berharga yang dapat dijadikan pedoman bagi pimpinan untuk mengambil keputusan pengembangan organisasi yang dipimpinnya. Manfaat artikel ini menjadi acuan untuk meningkatkan keterampilan petugas monev dalam mengumpulkan data akurat tentang pelaksanaan program yang dimonitoring dan dievaluasi sehingga hasil analisisnya dapat dijadikan bahan penyusunan rekomendasi yang mendasari suatu kebijakan pimpinan D. Hakekat Monev Monev adalah kegiatan monitoring dan evaluasi yang ditujukan pada suatu program yang sedang atau sudah berlangsung. Monitoring sendiri merupakan aktivitas yang dilakukan pimpinan untuk melihat, memantau jalannya organisasi selama kegiatan berlangsung, dan menilai ketercapaian tujuan, melihat factor pendukung dan penghambat pelaksanaan program. Dalam monitoring (pemantauan) dikumpulkan data dan dianalisis, hasil analisis diinterpretasikan dan dimaknakan sebagai masukan bagi pimpinan untuk mengadakan perbaikan. Evaluasi adalah proses untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data dan menganalisis data, menyimpulkan hasil yang telah dicapai, menginterpretasikan hasil menjadi rumusan kebijakan, dan menyajikan informasi (rekomendasi) untuk pembuatan keputusan berdasarkan pada aspek kebenaran hasil evaluasi. Terkait dengan evaluasi, Scriven (1967) menyatakan “Evaluation as the assessment of worth and merit”. Sementara itu, Stuflebeam (1971) mengatakan "Evaluation is the process of delineating, obtaining, and providing usefull information for decision making". Sedangkan Cronbach mengatakan bahwa "Evaluation as methods for quality improvement in education". Program adalah sekumpulan kegiatan yang terencana dan tersistem. Program terdiri dari komponen-komponen meliputi: tujuan, sasaran, criteria keberhasilan, jenis kegiatan, prosedur untuk melaksanakan kegiatan, waktu untuk melakukan kegiatan,komponen pendukung seperti fasilitas, alat dan bahan, serta pengorganisasian. Dari definisi di atas, evaluasi program merupakan satu metode untuk mengetahui dan menilai efektivitas suatu program dengan membandingkan kriteria yang telah ditentukan atau tujuan yang ingin dicapai dengan hasil yang dicapai. Hasil yang dicapai dalam bentuk informasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pembuatan keputusan dan penentuan kebijakan. Jenis evaluasi yang akan digunakan sangat tergantung dari tujuan yang ingin dicapai lembaga, tahapan program yang akan dievaluasi dan jenis keputusan yang akan diambil. Dengan demikian Evaluasi Program adalah proses untuk mengidentifikasi, mengumpulkan fakta, menganalisis data dan menginterpretasikan, serta menyajikan informasi untuk pembuatan keputusan bagi pimpinan. Evaluasi program dilaksanakan secara sistematik seiring dengan tahapan (waktu pelaksanaan) program untuk mengetahui ketercapaian tujuan, dan memberikan umpan balik untuk memperbaiki program. Perbedaan antara monitoring dan evaluasi adalah monitoring dilakukan pada saat program masih berjalan sedangkan evaluasi dapat dilakukan baik sewaktu program itu masih berjalan ataupun program itu sudah selesai. Atau dapat juga bila dilihat dari pelakunya, monitoring biasanya dilakukan oleh fihak internal sedangkan evaluasi dilakukan oleh fihak internal maupun eksternal. Evaluasi dilaksanakan untuk memperoleh fakta atau kebenaran dari suatu program beserta dampaknya, sedangkan monitoring hanya melihat keterlaksanaan program, faktor pendukung, penghambatnya. Bila dilihat secara keseluruhan, kegiatan monitoring dan evaluasi ditujukan untuk pembinaan suatu program. E. Prinsip-prinsip Monev Pada pelaksanaannya, monev haruslah dilakukan dengan prinsip-prinsip seperti berikut ini. 1. Berorientasi pada tujuan. Monev hendaknya dilaksanakan mengacu pada tujuan yang ingin dicapai. Hasil monev dipergunakan sebagai bahan untuk perbaikan atau peningkatan program pada evaluasi formatif dan membuat jastifikasi dan akuntabilitas pada evaluasi sumatif. 2. Mengacu pada kriteria keberhasilan Monev seharusnya dilaksanakan mengacu pada kriteria keberhasilan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Penentuan kriteria keberhasilan dilakukan bersama antara para evaluator, pelaksana program (pimpinan dan staf), lembaga terkait (peserta diklat ). 3. Mengacu pada asas manfaat Monev sudah seharusnya dilaksanakan dengan manfaat yang jelas. Manfaat tersebut adalah berupa saran, masukan atau rekomendasi untuk perbaikan program program yang dimonev atau program sejenis di masa mendatang. 4. Dilakukan secara obyektif Monev harus dilaksanakan secara objektif. Petugas monev dari pihak eksternal seharusnya bersifat independen, yaitu bebas dari pengaruh pihak pelaksana program. Petugas monev internal harus bertindak objektif, yaitu melaporkan temuannya apa adanya. F. Metode atau Intrumen Meliputi tempat dan waktu, metode pengumpulan data adalah tehnik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh petugas monev untuk mengumpulkan data melalui instrument sebagai sarana atau alat yang dapat diwujudkan G. Hasil Analisis Hasil analisis adalah menjelaskan tentang makna yang ada dengan tujuan untuk menjaring saran masukan perbaikan pelaksanaan program ke depan. H. Hasil Evaluasi. Hasil evaluasi ini menjelaskan tentang hasil dari monev secara kwalitatif maupun kwantitatif, juga menjelaskan tentang factor-faktor pendukung dan factor penghambat serta solusi yang diambil dalam pelaksanaan program. I. Penulian Laporan. Bagaimana cara penyajian laporan yang efektif, petugas monev adalah menyusun bagian dari satu kesatuan yang saling berkaitan secara logis sehingga mudah diikuti dan dipahami oleh pembacanya. J. Kesimpulan Monitoring dan evaluasi program merupakan kegiatan alat penting mengukur kinerja pelaksanaan program. Pengukuran kinerja pelakanaan program melalui monev dapat memperoleh hasil maksimal jika instrument yang dipakai baik dan orang yang melaksanakan monev juga mahir. Oleh karena itu sebelum seseorang melakukan monev, maka terlebih dahulu mereka memiliki pemahaman, ketrampilan dan kemampuan melaksanakan tugas sebagai evaluator pelaksanaan program. Disinilah diperlukan monev, dimulai dari kemampuan menyusun instrument,mengumpulkan data, menganalisis data hingga mengintrepretasikan hasil analisis dan menyusun kesimpulan. Kesimpulan atas pelakanaan program itulah merupakan informasi yang sangat penting sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pimpinan. K. Saran Artikel Monitoring dan evaluasi program ini sangat mendukung terhadap kegiatan penyelenggaraan program pendidikan pelatihan, untuk itu kami mohon kritik dan saran bagi pembaca sebagai masukan untuk perbaikan-perbaikan L. Penutup Monitoring dan evaluasi program ini merupakan acuan bagi semua institusi diklat kesehatan agar dapat memenuhi hasil program kinerja yang lebih optimal dalam penyelenggaraan pelatihan yang bermutu. Disamping itu juga dapat mempersiapkan pelaksanaan pelatihan-pelatihan untuk yang akan datang. Bagi penyelenggara pelatihan dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan instrument apa saja yang diperlukan dalam menyelenggarakan suatu pelatihan juga bagi petugas monitoring evaluasi diklat. Daftar Pustaka b.a.g.u.s.c.o. (2008). Penentuan peubah (variabel). Diambil tanggal 23 Agustus 2008 dari http://www.geocities.com/bagusco4/mybook/4.html. b.a.g.u.s.c.o. (2004). Teknik dan Metode Analisis Data. Diambil tanggal 23 Agustus 2004 dari http://www.geocities.com/bagusco4/mybook/7.html. Glaser BG, Strauss AL. The discovery of grounded theory. Hawthorne, NY: Aldine, 1967. Holloway I. Basic concepts for qualitative research. Oxford: Blackwell Science, 1997. Siegel, S. (1988). Statistik nonparametrik untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Gramedia. Sugiyono. (2004). Statistik untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. Thorne, S. (2006). Data analysis in qualitative research. Diambil tanggal 9 September 2006 dari http://ebn.bmjjournals.com/cgi/content/full/3/3/68 Aryati-Dalmut
Perubahan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester III
Setelah membahas mengenai “Perubahan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester I” dan “Perubahan Adaptasi Psikologi Pada Kehamilan Trimester II”, maka saat ini Kita akan membahas mengenai “Perubahan Adaptasi Psikologi Pada Kehamilan Trimester III” Trimester ketiga sering kali disebut periode menunggu / penantian dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Trimester III adalah waktu untuk mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orangtua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang - kadang ibu merasa khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu - waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala akan terjadinya persalinan. Ibu seringkali merasa khawatir atau takut kalau - kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari orang atau benda apa saja yang dianggapnya membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu melahirkan. Trimester ketiga merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi yang akan dilahirkan dan bagaimana rupanya. Mungkin juga nama bayi yang akan dilahirkan juga sudah dipilih. Trimester ketiga adalah saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai menduga - duga tentang jenis kelamin bayinya ( apakah laki- laki atau perempuan ) dan akan mirip siapa. Rasa tidak nyaman akibat kehamilan timbul kembali pada trimester ketiga dan banyak ibu yang merasa dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa sedih karena akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang diterima selama hamil. Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari suami, keluarga dan tenaga kesehatan. Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang–orang terdekat Dukungan dan peran serta suami dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan proses persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Suami sebagai seorang yang paling dekat, dianggap paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri, sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama mengalami kehamilan. Keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya. Bahkan, keikutsertaan suami secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan seorang istri dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan suami dalam masa-masa kehamilannya. Saat hamil merupakan saat yang sensitif bagi seorang wanita, jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri, misalnya dengan mengajak istri jalan-jalan ringan, menemahi istri ke dokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi. Diperoleh tidaknya dukungan suami tergantung dari keintiman hubungan, ada tidaknya komunikasi yang bermakna, dan ada tidaknya masalah atau kekhawatiran akan bayinya Keterlibatan dan dukungan yang diberikan suami kepada kehamilan akan mempererat hubungan antara ayah anak dan suami istri. Dukungan yang diperoleh oleh ibu hamil akan membuatnya lebih tenang dan nyaman dalam kehamilannya. Hal ini akan memberikan kehamilan yang sehat. Dukungan yang dapat diberikan oleh suami misalnya dengan mengantar ibu memeriksakan kehamilan, memenuhi keinginan ibu hamil yang ngidam, mengingatkan minum tablet besi, maupun membantu ibu malakukan kegiatan rumah tangga selama ibu hamil. Walaupun suami melakukan hal kecil namun mempunyai makna Lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif sangat berpengaruh terhadap keadaan emosi ibu hamil. Wanita hamil sering kali mempunyai ketergantungan terhadap orang lain disekitarnya terutama pada ibu primigravida. Keluarga harus menjadi bagian dalam mempersiapkan pasangan menjadi orang tua. Sumber : http://tiafristia.blogspot.com/2013/05/gangguan-psikologis-pada-ibu-hamil-tm.html http://sitihendriani91.blogspot.com/2013/05/makalah-perubahan-adaptasi-psikologi.html
ARTIKEL
Penampungan Air Limbah Kulkas Tempat Bersarangya Nyamuk
Memasuki musim hujan kementrian kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai tempat – tempat tersembunyi dirumah yang bisa menjadi sarang pengembangbiakan yamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Mungkin masyarakat sudah tau jika bak mandi bisa menjadi sarang nyamuk tersebut. Namun sekarang jentik nyamuk DBD lebih banyak ditemukan didispenser dan di bagan belakang kulkas. Nyamuk penyebab demam berdarah biasanya juga menghinggapi baju – baju yang digantung, karena nyamuk tersebut senang dengan bau keringat manusia. Maka dari itu, pada musim hujan ini kita harus rajin – rajin membersihkan tempat yang bisa membuat genangan air dibagian dispenser dan bagian belakang kulkas. CARA MEMBERSHKAN TEMPAT PENAMPUNGAN LIMBAH KULKAS : Kecilkan angka vliser pada posisi nol. Buka pintu vliser hingga kembang es mencair. Keluarkan isi dalam kulkas supaya mudah untuk dibersihkan. Bersihkan seluruh bagian dalam dan luar kulkas dengan kanebo, supaya bersih dan tidak berjamur yang dapat menimbulkan kontaminasi terhadap makana dan minuman. Bersihkan tempat penampungan air limbah kulkas dengan cara: a) Lepas wadah penampungan air limbah kulkas. b) Wadah setelah di lepas dicuci dengan sabun. c) Lalu dibilas dengan menggunakan air kran yang mengalir. d) Dikeringkan dengan cara mengelapnya menggunakan kanebo yang bersih. e) Pasang kembali wadah penampungan air limbah kulkas tersebut. Dengan contiyu membersihkan kulkas dan tempat penampungan limbah air kulkas akan mengurangi jentik yamuk yang dapat mengakibatkan penyakit DBD. Untuk kebersihan dalam kulkas tidak akan terjadinya kontaminasi makanan dan minuman, seperti jamur berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit diare yg di akibatkan makanan dan minuman.Memasuki musim hujan kementrian kesehatan menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai tempat – tempat tersembunyi dirumah yang bisa menjadi sarang pengembangbiakan yamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Mungkin masyarakat sudah tau jika bak mandi bisa menjadi sarang nyamuk tersebut. Namun sekarang jentik nyamuk DBD lebih banyak ditemukan didispenser dan di bagan belakang kulkas. Nyamuk penyebab demam berdarah biasanya juga menghinggapi baju – baju yang digantung, karena nyamuk tersebut senang dengan bau keringat manusia. Maka dari itu, pada musim hujan ini kita harus rajin – rajin membersihkan tempat yang bisa membuat genangan air dibagian dispenser dan bagian belakang kulkas. CARA MEMBERSHKAN TEMPAT PENAMPUNGAN LIMBAH KULKAS : Kecilkan angka vliser pada posisi nol. Buka pintu vliser hingga kembang es mencair. Keluarkan isi dalam kulkas supaya mudah untuk dibersihkan. Bersihkan seluruh bagian dalam dan luar kulkas dengan kanebo, supaya bersih dan tidak berjamur yang dapat menimbulkan kontaminasi terhadap makana dan minuman. Bersihkan tempat penampungan air limbah kulkas dengan cara: a) Lepas wadah penampungan air limbah kulkas. b) Wadah setelah di lepas dicuci dengan sabun. c) Lalu dibilas dengan menggunakan air kran yang mengalir. d) Dikeringkan dengan cara mengelapnya menggunakan kanebo yang bersih. e) Pasang kembali wadah penampungan air limbah kulkas tersebut. Dengan contiyu membersihkan kulkas dan tempat penampungan limbah air kulkas akan mengurangi jentik yamuk yang dapat mengakibatkan penyakit DBD. Untuk kebersihan dalam kulkas tidak akan terjadinya kontaminasi makanan dan minuman, seperti jamur berbahaya yang dapat menimbulkan penyakit diare yg di akibatkan makanan dan minuman.
ARTIKEL
Tips Aman Menggunakan Tabung Gas LPG
TIPS AMAN MENGGUNAKAN TABUNG GAS LPG 1. Ketahui sifat elpiji (LPG). Elpiji (LPG) adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:* cairan dan gasnya sangat mudah terbakar,* gas tidak beracun, tidak berwarna, dan biasanya berbau menyengat,* gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder,* cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat. 2. Perlakukan tabung elpiji (LPG) dengan hati-hati. Letakkan kompor dan tabung elpiji di tempat datar dan di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Idealnya, ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke luar. Ini karena letak elpiji yang juga di bawah. Dengan demikian, jika tidak sengaja terjadi kebocoran, gas akan langsung tersalurkan ke luar. Tabung elpiji harus ditempatkan jauh dari kompor atau sumber api lain. Upayakan agar tabung tidak terpapar panas atau sinar matahari secara langsung. 3. Buka jendela sebelum menyalakan kompor. Jika dapur tak memiliki sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela atau pintu terlebih dulu sebelum menyalakan kompor. Seandainya terjadi kebocoran, jendela atau pintu yang terbuka memungkinkan gas tersebut keluar. Lakukan hal yang sama bila dapur dalam keadaan tertutup dalam jangka waktu lama. Biarkan jendela dan pintu terbuka selama beberapa menit sebelum menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya. 4. Perhatikan keadaan selang dan regulator. Selang harus terpasang erat dengan penjepit regulator maupun kompor. Pastikan selang tidak tertidih atau tertekuk. Pasang regulator pada mulut tabung elpiji. Setelah posisinya pas dan erat, putar tuas pengaturnya yang berwarna hitam sehingga tanda panahnya mengarah ke bawah dan terdengar bunyi “klik”. Pemasangan yang baik tidak akan menyebabkan regulator terlepas dari mulut tabung elpiji. 5. Periksa kondisi tabung secara teratur. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seandainya terjadi kebocoran sehingga bisa segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya. Periksa bagian-bagian yang rawan kebocoran, yaitu sambungan regulator dengan mulut tabung serta sambungan selang ke regulator dan ke kompor. Gosoklah bagian-bagian tersebut dengan air sabun. Apabila terjadi kebocoran, akan muncul gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas elpiji. 6. Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur. Kompor maupun tabung gas yang kotor, juga bisa memicu insiden berbahaya. Saat memasak mungkin saja bagian-bagian itu terkena percikan makanan. Jika dibiarkan, baunya bisa mengundang binatang, terutama tikus. Tikus bisa menggigiti selang sehingga bolong. 7. Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran. Berikut ini adalah poin-poin yang bisa dijadikan acuan:* tercium bau khas elpiji yang menyengat,* terdapat embunan di sekitar bagian tabung, seperti pegangan tabung (neck ring), mulut tabung, dan dudukan tabung (foot ring),* terdengar bunyi mendesis pada regulator. 8. Bertindak cepat. Jika terjadi kebocoran pada tabung elpiji, segera lepaskan regulator dan bawa tabung ke luar ruangan. Letakkan di tempat terbuka. Jangan menyalakan api atau listrik saat terjadi kebocoran. Jika ragu, sebaiknya panggil agen atau penjual elpiji. Bila memang tabungnya bocor, kembalikan pada agen untuk diganti dengan tabung yang baru. 9. Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji (LPG) juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Anda tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI DAFTAR PUSTAKA http://gasdom.pertamina.com http://id.wikipedia.org
ARTIKEL
Seputar Stress dan Cara mengatasinya
Stress bisa melanda siapapun dan kapanpun, baik anda yang dirumah ataupun ditempat kerja. Definisi Stress menurut Handoko (1997) adalah suatu ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi diri seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Tanda – tanda awal stres yang terdapat dalam buku karangan ERICA BREALEY adalah mudah marah, tidak sabar, terlalu sensitif, mudah tersinggung,merasa sakit (tidak nyaman diperut), gugup dan mulai muncul kebiasaan mengigit kuku, menggaruk. Ada beberapa Penyebab Stress, diantaranya : Faktor Ekonomi : Uang dan masalah – masalah ekonomi selalu ada dipikiran orang. Tingkat kebutuhan, pendapatan seseorang sering menjadi penyebab stres yang paling umum Kerja Berlebihan : Beban kerja yang ideal adalah ketika seseorang mampu mengerjakan semua tugasnya dalam jangka waktu kerja normal yang dimiliki. Namun kenyataanya Sering kali kita menunda mengerjakan tugas tertentu dan hanya fokus pada target utama kita, sehingga pada akhir waktu beban kerja kita menumpuk dan memicu stress. Kepuasan Kerja : Kepuasan kerja adalah keadaan menyenangkan atau tidak menyenangkan dimana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Jika seseorang menyukai pekerjaannya, seringkali dia memberikan respon positif terhadap pekerjaannya, akan tetapi sebaliknya jika seseorang tidak menyukai pekerjaannya maka dia akan memberikan respon negatif terhadap pekerjaan mereka contohnya malas masuk kerja, melalaikan tugas, dsb. Tingkat kebutuhan tinggi dan sempitnya lapangan kerja menyebabkan kita tidak mempunyai pilihan untuk bekerja, sehingga suka atau tidak suka kita terhadap pekerjaan, kita tetap bekerja Hubungan Pribadi : Hubungan manusia dengan keluarga dan masyarakat sering kali menimbulkan beberapa konflik yang sering kali membuat kita stress. Perawatan keluarga : Kewajiban kita untuk merawat keluarga baik itu anak – anak maupun orang tua, membuat kita berpikir keras untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mereka. Tekanan untuk liburan Tekanan dalam bentuk apapun tentu akan membuat anda tidak rileks, termasuk juga tekanan untuk liburan. Masa Persiapan liburan akan : membuat anda stress karena anda harus memikirkan bagaimana bisa berlibur tanpa mengganggu kerjaan yang ada. dll Stres yang terjadi secara terus menerus dan tidak mereda akan meningkatkan hormon dalam tubuh, berkompromi dengan sistem kekebalan tubuh dan memberikan ketegangan yang besar pada sistem kardiovascular sehingga menimbulkan beberapa penyakit diantaranya jantung koroner, hipertensi, migren dan insomia, kanker radang sendi dan masalah pernapasan. Berikut Beberapa cara untuk mengatasi stress: Bikin rencana harian Ini akan memudahkan Anda mengontrol hidup. Buat daftar kerja harian dan utamakan pekerjaan penting untuk dilaksanakan pertama agar mengurangi konflik. Susun daftar prioritas Anda mungkin pernah menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang remeh dalam pekerjaan. Buat hal-hal yang perlu diprioritaskan, sehingga energi Anda lebih banyak tercurah untuk hal penting. Katakan “tidak” pada pekerjaan tak penting Pertimbangkan tujuan dan jadwal yang ada sebelum menyetujui tugas tambahan. Kalau perlu, delegasikan Lihat kembali daftar tugas dan pertimbangkan hal yang perlu dihapus atau didelegasikan ke orang lain. Beri waktu yang cukup untuk pekerjaan berkualitas Mengerjakan proyek untuk pertama kali memang membutuhkan waktu lebih banyak. Harap diingat bahwa kesalahan biasanya menyebabkan kebutuhan waktu lebih untuk mengoreksi. Akibatnya, diperlukan waktu keseluruhan lebih banyak. Uraikan tugas besar yang menyita waktu menjadi tugas kecil Berusahalah mencicil pekerjaan. Kerjakan tugas besar itu beberapa kali sampai akhirnya semua selesai Praktikkan aturan 10 menit Kerjakan tugas rutin yang menyebalkan bagi Anda selama 10 menit sehari. Contohnya, menyusun file, menyusun laporan pertanggungjawaban dinas luar kota, membuat laporan harian atau mingguan. Sekali dimulai, tahu-tahu Anda akan menemukannya sudah selesai dan siap dilaporkan. Evaluasi cara Anda mengisi waktu Buat buku harian tentang apa saja yang Anda lakukan selama tiga hari untuk mengetahui pola kerja Anda. Perhatikan waktu yang dapat digunakan secara bijak. Contohnya, Anda bisa memilih naik bus ke tempat kerja sambil membaca laporan keuangan, sehingga waktu luang untuk keluarga bisa lebih banyak. Olahraga dan tidur cukup Keduanya akan memperbaiki fokus dan konsentrasi Anda. Ini akan membantu memperbaiki efisiensi sehinga Anda dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Istirahatlah ketika diperlukan Stres berlebih dapat mengganggu keinginan Anda menjadi orang yang rapi dan efisien. Istirahatlah ketika diperlukan, jalan- jalanlah ke taman atau lakukan peregangan di sekitar meja kerja. Bila memungkinkan, ambil cuti sehari. Sumber : http://kompas.com/ver1/Kesehatan/0609/27/060123.htm http://web-sehat.blogspot.com/2013/01/11-hal-yang-sering-menjadi-penyebab.html http://cardiacku.blogspot.com/2013/04/tanda-dan-penyebab-stress.html
ARTIKEL
Penyakit Pasca Banjir Dan Pencegahannya
Apa yang kita bayangkan jika wilayah lingkungan rumah kita terkena banjir, dampak apa yang kita alami, bagaimana cara menanggulangi, banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Atau hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan Bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan Bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di selokan sungai. MACAM-MACAM BANJIR Penyebab banjir ini adalah meluapnya air sungai, danau, atau selokan sehingga air akan meluber lalu menggenangi daratan. Umumnya banjir seperti ini disebabkan oleh hujan yang turun terus-menerus sehingga sungai atau danau tidak mampu lagi menampung air. Banjir “Cileunang” Banjir cileunang ini disebakan oleh hujan yang sangat deras dengan debit air yang sangat banyak. Banjir akhirnya terjadi karena air-air hujan yang melimpah ini tidak bisa segera mengalir melalui saluran atau selokan di sekitar rumah warga. Jika banjir air dapat terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka banjir cileunang adalah banjir dadakan (langsung terjadi saat hujan tiba). Banjir bandang Tidak hanya banjir dengan materi air, tetapi banjir yang satu ini juga mengangkut material air berupa lumpur. Banjir seperti ini jelas lebih berbahaya daripada banjir air karena seseorang tidak akan mampu berenang ditengah-tengah banjir seperti ini untuk menyelamatkan diri. Banjir rob (laut pasang) Banjir rob adalah banjir yang disebabkan oleh pasangnya air laut. Banjir seperti ini kerap melanda kota Muara Baru di Jakarta. Air laut yang pasang ini umumnya akan menahan air sungan yang sudah menumpuk, akhirnya mampu menjebol tanggul dan menggenangi daratan. PENYEBAB TERJADINYA BANJIR Sungai Sungai-sungai yang tidak lagi berfungsi maksimal dalam menampung air. Selain karena pendangkalan dan rumah-rumah penduduk yang menyemut di sepanjang pinggirannya, juga karena sungai-sungai ini penuh dengan sampah. Berbagai jenis sampah dapat ditemukan di badan sungai. Di beberapa tempat, tumpukan sampah itu begitu banyak sehingga menjadi sebuah daratan yang dapat diinjak manusia. Peristiwa Alam Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Manusia Kerusakan akibat aktivitas manusia, baik disengaja atau tidak merusak keseimbangan alam Lainnya Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah). Rangkaian badai yang bergerak ke daerah yang sama. Berang-berang pembangun bendungan dapat membanjiri wilayah perkotaan dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar. Dampak Yang Ditimbulkan Oleh Banjir Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dankanal. Persediaan air – Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka. Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air. Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat. Pepohonan - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas. Transportasi - Jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan. PENYAKIT PASCA BANJIR DAN PENCEGAHANNYA Dengan koondisi lingkungan, pada saat terjadi banjir ataupun setelah banjir surut, umumnya akan muncul berbagai jenis penyakit yang bisa menghinggapi masyarakat korban bajir. Penyakit-penyakit tersebut, seperti: Diare, Cholera, Psikosomatik, Penyakit Kulit, Penyakit Leptospirosis, Penyakit saluran Napas, dan banyak lagi lainnya. a). Diare penyakit yang paling sering terjadi saat bencana banjir. Diare dapat menjangkit semua orang, baik anak-anak, remaja, dewasa, bapak-bapak, ibu-ibu, dan orang tua. Gejala diare: Mulut kering, mata cekung, perut kram dan kembung, mual dan muntah, sakit kepala, keringat dingin dan demam. Pertolongan Pertama Pada Diare, Memberikan cairan gula dan garam agar dapat mengatasi dehidrasi. Menormalkan pergerakan saluran pencernaan pada saat diare, melawan dehidrasi dan mencegah terjadinya kram perut, obat yang biasa digunakan, misalnyha immudium, dan antibiotik. b) Penyakit kulit, pada umumnya menghinggapi atau menjangkiti para korban banjir. Penyakit kulit ini disebabkan oleh: Infeksi kulit karena bakteri, virus atau jamur. Demikian pula dapat diakibatkan oleh Parasit, kutu, larva dan Alergi kulit. Pencegahannya dapat dilakukan dengan: Seminimal mungkin menghindari kontak langsung dengan air dengan menggunakan sepatu boot. Jagalah kebersihan dan selalu gunakan pakaian yang kering. c).Leptospirosis. Penyakit ini diakibatkan oleh parasit bernama Leptospyra Batavie. Penyebarannya melaui air yang tergenang dan bersumber dari air kencing tikus, babi, anjing, kambing kuda, kucing, kelelawar dan serangga tertentu. Penyakit ini terkenal dengan penyakit kencing tikus, parasit ini berbentuk seperti cacing spiral yang sangat kecil. Gejala Leptospirosis Stadium awal, demam tinggi, badan menggigil (kedinginan), mual, muntah, iritasi mata, nyeri otot betis dan sakit bila tersentuh. Stadium dua, parasit membentuk antibodi ditubuh sehingga mengakibatkan jantung berdebar debar dan tidak beraturan, bahkan jantung bisa mengalami pembengkakan dan gagal jantung. Pembuluh darah dapat mengalami perdarahan ke saluran pernapasan dan pencernaan hingga bisa mengakibtkan kematian. Parasit dapat masuk melalui bagian tubuh yang terbuka seperti luka. Pengobatan penyakit Leptospirosis dengan pemberian antibiotik, misalya: doksisiklin, cephalosporin, dan obat-obat antibiotik turunan quinolon. Demikian pula dapat diberikan penisilin, ampisilin atau antibiotik lainnya yang serupa. Pemberian antibiotik sebaiknya secara intrevena (infus). d.) Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), juga sangat banyak diderita oleh masyarakat korban bencana banjir. Kondisi lingkungan yang buruk dan cuaca yang tak menentu, membuat sejumlah pengungsi korban banjir mulai terserang penyakit. Gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), berupa: flu, demam, dan batuk. Hal ini terjadi karena asupan makanan, kurangnya air bersih, dan masih tingginya aktivitas pengungsi guna mengecek rumah sekaligus mengambil barang-barang yang tertinggal membuat daya tahan tubuh mereka cepat turun. Pada saat terserang penyakit ISPA, sebaiknya penderita mengusahakan kondisi dalam keadaan yang hangat, serta makan-makanan yang banyak mengandung energi, serta perlu diberikan beberapa obat lainnya seperti : Parasetamol, Antihistamin, dan antibiotik jika terjadi infeksi bakteri e.)Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini, faktor kebersihan makanan memegang peranan penting. f.)Memburuknya penyakit kronis yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, apalagi bila banjir yang terjadi selama berhari-hari. Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan itu antara lain: • Membuang lubang-lubang serapan air • Memperbanyak ruang terbuka hijau • Mengubah perilaku masyarakat agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa
ARTIKEL
Prosedur QA dan QC dalam Analisis Kualitas Udara
Didalam melakukan Prosedur QA dan QC dalam analisis kualitas udara ada teknik-teknik tertentu, berikut contoh penerapan Prosedur QA dan QC dalam analisis kualitas udara yang dapat diunduhdisini
ARTIKEL
Perubahan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester II
Jika sebelumnya Kita sudah pernah membahas mengenai “Perubahan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester I”, Maka Artikel kali ini akan membahas mengenai “Perubahan Adaptasi Psikologis Pada Kehamilan Trimester II”. Trimester Kedua sering dikatakan periode pancaran kesehatan. Ini disebabkan selama trimester ini wanita umumnya merasa baik dan terbebas dari ketidaknyamanan kehamilan. Pada Trimester kedua biasanya ibu sudah merasa sehat. Tubuh ibu telah terbiasa dengan kadar hormone yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Ibu telah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi serta pikirannya secara lebih konstuktif. Pada trimester ini pula ibu mampu merasakan gerakan janinnya. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman, seperti yang dirasakan pada trimester pertama dan merasakan naiknya libido. Peningkatan rasa memiliki dan mulai dapat kembali pada aktivitas semula, adanya gerak anak menjadikan ibu semakin merasakan kehamilannya, mulai membayangkan fisik calon bayi dan merancang rencana masa depan untuknya. Ketika kehamilan telah terlihat, ibu dan pasangannya harus lebih sensitive terhadap pengaruh kondisi perubahan . ibu hamil sering merasa takut jika pasangannya mendapati dirinya tidak menarik atau gendut. Komunikasi adalah kunci untuk menghadapi masalah ini Ibu hamil mungkin merasa lebih baik pada trimester kedua, tetapi bukan berarti hanya bagian luar tubuh saja yang berubah, bagian dalam tubuh pun mengalami perubahan sebagai respon terhadap kehamilan yang terus berkembang. Beberapa perubahan dapat saja terasa mengganggu, namun ada juga perubahan yang terasa menyenangkan bagi ibu hamil. Perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan adalah normal bagi ibu hamil, dan ibu tetap harus diberikan pengertian terhadap kondisi tersebut sehingga ia merasa lebih nyaman lagi. Beberapa contoh perubahan yang menyenangkan bagi ibu hamil seperti, rasa mual yang berkurang, energy yang bertambah, serta peningkatan libido Tetapi tampaknya kebanyakan calon orang tua khawatir jika hubungan seks dapat mempengaruhi kehamilan. Kekhawatiran yang paling sering diajukan adalah kemungkinan bayi diciderai oleh penis, orgasme ibunya, atau ejakulasi. Ibu hamil dan pasangannya perlu dijelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam hubungan seks. Janin tidak akan terpengaruh karena berada di belakang serviks dan dilindungi cairan amniotik dalam uterus. Namun dalam beberapa kondisi hubungan seks selama trimester kedua tidak diperbolehkan, mencakup plasenta previa dan ibu dengan riwayat persalinan prematur. Selain itu meknisme fisik untuk saling merapat dalam hubungan seksual akan menjadi sulit dan kurang nyaman, misalnya berbaring terlentang dan menahan berat badan suami. Namun dengan mengkreasi posisi yang menyenangkan maka masalah ini dapat diatasi. Walaupun sebagian ibu hamil merasakan seks selama hamil terasa meningkat, tidak semua libido wanita meroket tinggi pada trimester kedua. Perubahan tingkat libido disebabkan variasi perubahan hormone selama hamil. Karena respon terhadap hormon berbeda, reaksi masing – masing ibu hamil pun berbeda. Tampaknya bukan hanya sang ibu yang mengalami perubahan, sang suami juga mengalami perubahan psikologis seiring perubahan yang dialami istrinya yang hamil. Pada suatu studi dilaporkan sang suami juga merasakan perubahan nafsu makan, perubahan berat badan, rasa sakit kepala hingga kecemasan dan ketakutan dirasakan oleh suami yang istrinya sedang hamil. Saat ini suami disarankan lebih aktif ikut menangani dalam kehamilan istrinya dan turut merasakan tanggung jawab akan kelahiran bayinya. Apabila di dalam keluarga terdapat anak sebelumnya, ia akan merasa bingung akan perubahan yang dialami ibunya. Anak pun perlu diberikan pengertian secara sederhana tentang perubahan yang terjadi dan hal yang akan dihadapi sehubungan dengan kehamilan.
ARTIKEL
Penanggulangan Bencana (Gunung Meletus) Berbasis Masyarakat
Letusan Merapi 2010 adalah rangkaian peristiwa gunung berapi yang terjadi di Merapi di Indonesia. Aktivitas seismik dimulai pada akhir September 2010, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, mengakibatkan sedikitnya 165 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.[1]. Gunung Meletus terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang di dorong keluar oleh gas bertekanan tinggi sehingga menimbulkan letusan Berikut ini penanggulangan Bencana Gunung Meletus Berbasis Masyarakat : Sebelum Terjadi Letusan Gunung api Menyadari bahwa tempat tinggalnya berada di wilayah rawan/potensi bencana letusan gunung api Kenali suara gemuruh letusan gunung api atau asap yang keluar dari gunung api yang menandai meletusnya gunung api Kenali bahaya letusan gunung api seperti hujan abu, awan panas, aliran lahar, kebakaran hutan dll Kenali daerah sekitar/setempat untuk menentukan tempat aman untuk mengungsi Ikuti simulasi/latihan yang diadakan di lingkungan terdekat Pelajari pengetahuan tentang gunung api, tanda-tanda alam dan prosedur penanganan bencana Persiapkan diri jika ada tanda-tanda letusan, dan membantu mempersiapkan kebutuhan dasar untuk mengungsi Ikuti himbauan aparat pemerintahan jika memang harus mengungsi Saat Terjadi Letusan Gunung api Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah, aliran sungai dan aliran lahar Hindari tempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan, gunakan pelindung mata (kacamata) dan masker penutup hidung serta mulut Kenakan pakaian yang dapat melindungi tubuh (seperti baju lengan panjang, celana panjang, topi, kaus kaki, sepatu, sarung tangan, dll) Saat turun awan panas, masuk ruang lindung darurat, usahakan untuk menutup wajah dengan kedua tangan Bantu keluarga, tetangga dan orang-orang sekitar untuk mengikuti petunjuk petugas evakuasi Jika harus mengungsi ikuti petunjuk petugas dan bawalah barang-barang yang diperlukan (yang penting saja) Pantau terus tingkat aktivitas /status letusan gunung api dari pihak yang terkait Setelah Terjadi Gunung Meletus Jauhi wilayah yang terkena hujan abu. Setelah dinyatakan aman, segera lihat kondisi rumah, ternak dan lingkungan Bersihkan atap dari tumpukan abu, karena beratnya tumpukan abu dapat merusak dan meruntuhkan atap bangunan Tetaplah waspada terhadap aliran lumpur/lahar dingin jika terjadi hujan dan atau banjir Membantu petugas dalam mendistribusikan bantuan logistik