Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita BERITA

Pelatihan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara Bagi Dokter dan Bidan di FKTP Tahun 2022 Angkatan V dan VI

13 Jun 2022 � Segarnis Dhiasy

Pada hari ini Senin, 13 Juni 2022 Kepala Bapelkes Cikarang Drs. Suherman, M.Kes secara resmi telah membuka Kegiatan Pelatihan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara Bagi Dokter dan Bidan di FKTP Angkatan 5 dan 6. Pelatihan ini diselenggarakan menggunakan metode Blended Learning yang akan diselenggarakan pada tanggal  13 - 24 Juni 2022. Diikuti oleh sebanyak 30 orang peserta / angkatan, Angkatan 5 : Kab Cirebon, Kab. Garut, Kab. Kuningan, Kota Depok, dan Kota Banjar Angkatan 6 : Kab. Ciamis, Kab Purwakarta, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya Dalam laporan pembukaan Pelatihan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara ini disampaikan bahwa tujuan umum dari pelatihan ini adalah peserta mampu melaksanakan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di FKTP sesuai dengan kewenangan klinisnya.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan II Tahun 2022

10 Jun 2022 � Aulia Fitriani

Pada Hari Jum’at, 10 Juni 2022 Kepala Bapelkes Cikarang secara resmi menutup pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan II Tahun 2022. Pelatihan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 30 Mei 2022 sampai dengan tanggal 10 Juni 2022 dengan jumlah peserta 30 orang yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam bentuk Pembelajaran Tatap muka dan Observasi Lapangan klasikal di RSUD Karawang, Jawa Barat.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan II Tahun 2022

10 Jun 2022 � Aulia Fitriani

Pada Hari Jum’at, 10 Juni 2022 Kepala Bapelkes Cikarang secara resmi menutup pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan II Tahun 2022. Pelatihan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 30 Mei 2022 sampai dengan tanggal 10 Juni 2022 dengan jumlah peserta 30 orang yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam bentuk Pembelajaran Tatap muka dan Observasi Lapangan klasikal di RSUD Karawang, Jawa Barat.  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan II Tahun 2022

10 Jun 2022 � Aulia Fitriani

Pada Hari Jum’at, 10 Juni 2022 Kepala Bapelkes Cikarang secara resmi menutup pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Ahli Angkatan II Tahun 2022. Pelatihan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 30 Mei 2022 sampai dengan tanggal 10 Juni 2022 dengan jumlah peserta 30 orang yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara. Kegiatan pembelajaran dilakukan dalam bentuk Pembelajaran Tatap muka dan Observasi Lapangan klasikal di RSUD Karawang, Jawa Barat.  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan (Pengangkatan Pertama) Angkatan IV dan V

10 Jun 2022 � Aulia Fitriani

Pada hari ini Jum’at, 10 Juni 2022 Kepala Bapelkes Cikarang Drs. Suherman, M.Kes secara resmi telah membuka Kegiatan Pembukaan Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan (Pengangkatan Pertama) Angkatan IV dan V Pelatihan ini diselenggarakan pada tanggal 10-22 Juni 2022 dengan menggunakan Learning Management System (LMS) LJJ Kesehatan2, yang dikembangkan Direktorat Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan. Peserta, Panitia dan fasilitator mengakses jaringan secara mandiri dari tempat masing-masing.   Peserta pelatihan ini adalah PNS pemangku Jabatan Fungsional Bidan yang telah memiliki SK Pengangkatan Pertama sebanyak 30 orang.   Pada umumnya, pelatihan ini bertujuan mampu melakukan kegiatan bidang kejabfungannya sesuai Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2019 yang berisi tentang jabatan fungsional Bidan.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pengaruh Lingkungan Global yang Sehat terhadap Herd Immunity

17 Mar 2022 � Oleh : Dr. drg. Siti Nur Anisah, MPH

Presiden Jokowi saat berpidato di Forum Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi Sosial PBB secara virtual pada hari Selasa, 13 Juli 2021 mengungkapkan masalah kesenjangan yang sangat lebar antara negara-negara kaya dengan negara-negara miskin terhadap akses vaksin COVID-19 di dunia. Padahal, akses vaksin yang merata bagi seluruh negara penting untuk segera membebaskan dunia dari pandemi COVID-19. Untuk itu beliau mendorong agar realisasi kesetaraan akses vaksin bagi semua negara dipercepat. Salah satunya dengan berbagi dosis vaksin melalui skema COVID-19 Vaccines Global Access (COVAX) facility. Dari pernyataan beliau di Forum Organisasi Bangsa-Bangsa dimaksud, tersirat kekhawatiran pemerintah di tiap-tiap negara tidak akan mampu secara sendiri-sendiri melenyapkan COVID-19 dari muka bumi. Tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity) di suatu negara tidak akan mampu bertahan lama, manakala masih banyak negara lain yang menghadapi gempuran virus Corona generasi kedua ini, karena pengaruh lingkungan global. Pernyataan Presiden Jokowi dimaksud secara tidak langsung diamini oleh Badan Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) yang juga menyoroti adanya ketimpangan distribusi vaksin antara negara miskin / berkembang dengan negara kaya. WHO menyatakan, sampai 21 September 2021 telah lebih dari 5,76 miliar dosis vaksin disuntikkan ke penduduk dunia, namun didominasi oleh penduduk negara-negara di benua Amerika dan Eropa, serta sebagian kecil di benua Asia. Kebanyakan dari negara kawasan tersebut memiliki cakupan vaksinasi lebih dari 60% dari total populasi. Sedangkan benua Afrika paling tertinggal dalam akses vaksinasi COVID-19. Direktur Africa’s Centers for Disease Control, John Nkengasong dalam keterangannya mengungkapkan, sejauh ini jumlah warga Afrika yang telah di vaksinasi mencapai kurang dari 3,5%. Padahal, WHO menargetkan 10% populasi di setiap negara telah di vaksinasi hingga akhir bulan September 2001. Sedangkan, 40% populasi tiap negara diharapkan sudah di vaksinasi pada akhir tahun 2021 ini (Katadata, 23 September 2021). Lingkungan global merupakan interaksi antar bangsa yang berada di luar kendali pemerintahan di dalam negeri sendiri. Secara umum, lingkungan global mencakup faktor-faktor seperti politik, ekonomi, teknologi, sosial budaya, demografi, geografi, dan berbagai regulasi yang sifatnya internasional. Memasuki Abad Milenium, dunia telah menyatu bagaikan sebuah bola dunia yang terhampar luas tanpa bukit, gunung dan lautan yang memisahkan. Tapal batas antar negara tidak lagi memiliki sekat-sekat yang dapat membendung masuknya berbagai bakteri, virus maupun jamur yang membawa penyakit tanaman, hewan maupun manusia. Bahkan gejolak sosial, politik, ekonomi maupun pertikaian antar bangsa, dengan derasnya arus informasi dengan cepat tersebar luas melalui media sosial dan media daring dan menembus tidak hanya tembok-tembok gedung dan bangunan tinggi yang kokoh, tetapi juga menembus otak manusia dan menyelam di relung-relung hatinya. Menghadapi kondisi globalisasi seperti saat ini, terjadinya pandemi COVID-19 tidak mungkin dapat ditanggulangi sendiri oleh pemerintah di masing-masing negara yang telah terpapar. Tidak mungkin lagi suatu negara membentenginya dengan menutup diri dari pergaulan global. Mengucilkan diri dari pentas dunia, justru akan berpotensi membuat sebuah negeri mengalami bencana kekurangan pangan, energi, ataupun merosotnya kualitas kesehatan dan pendidikan rakyatnya, bahkan sangat mungkin terjadi resesi ekonomi yang akan berimbas pada berbagai kerawanan sosial dan politik. Padahal, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dilihat dari 3 komponen, yaitu kualitas kesehatan, majunya pendidikan, dan tingginya tingkat kesejahteraan warga negaranya. Ketergantungan antar negara terhadap komoditas, baik melalui perdagangan internasional maupun tourism membuat pelabuhan laut dan juga bandar udara setiap negara menjadi pintu masuk segala jenis vektor pembawa penyakit. Meskipun di setiap pelabuhan dan bandara internasional telah memiliki sistem kekarantinaan baik untuk manusia, hewan dan tanaman, namun tetap tidak akan mampu meniadakan masuknya berbagai bakteri, virus, jamur ataupun vektor pembawa penyakit lainnya. Apalagi sebuah negara seperti Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau dengan panjang pantai 99.093 km, sudah barang tentu memiliki banyak ruang terbuka berupa pelabuhan-pelabuhan kecil dan jalan setapak di hutan yang dapat menjadi pintu masuk semuanya itu secara ilegal. Terkait dengan upaya pemerintah Indonesia dan negara-negara lain untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) bagi penduduknya, tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama global untuk secara bersama-sama melaksanakan imunisasi penduduknya. Atau dengan kata lain, pandemi COVID-19 ini baru akan berakhir, jika seluruh penduduk bumi memiliki kekebalan tubuh yang baik terhadap SARS-Cov2. Kekebalan tubuh terhadap berbagai virus, termasuk virus Corona generasi kedua tersebut dapat diperoleh baik secara alami ataupun secara buatan melalui vaksinasi. WHO melarang semua negara untuk melakukan upaya membangun kekebalan tubuh penduduknya secara alami, yaitu dengan sadar atau sengaja memaparkan semua penduduk di negara itu dengan COVID-19, karena memiliki risiko yang sangat tinggi dan akan menyebabkan kematian dalam jumlah yang sangat besar. Menurut pakar epidemiologi, hanya 60-70 persen penduduk yang mampu bertahan dari serangan SARS-Cov2, dan karenanya berpotensi terjadinya kematian akibat COVID-19 sebesar 1 - 2 persen dari populasi penduduk negara tersebut. Sejauh ini, Indonesia yang direpresentasikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang mendapat kehormatan menjadi Ketua Bersama Covax, terus menyuarakan prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara, dan juga mendorong percepatan vaksinasi global melalui peningkatan produksi vaksin dengan diversifikasi produk, perluasan portfolio vaksin yang disalurkan oleh Covax, dan peningkatan kapasitas vaksinasi di negara-negara miskin/berkembang. Terpilihnya Menteri Luar Negeri Indonesia menjadi Ketua Covax bersama dengan Menteri Pembangunan Internasional Kanada dan Menteri Kesehatan Ethiopia menunjukkan pengakuan dunia terhadap peranan Indonesia dalam menanggulangi Pandemi COVID-19 global. Belajar dari kasus yang dialami Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan bahwa, meski menurut laporan WHO jumlah penduduk yang divaksin telah mencapai 91 persen (Katadata, 23 September 2021), namun ternyata sampai hari ini kasus baru positif COVID-19 tetap ada di negara tersebut, bahkan cenderung naik. Mengapa terjadi demikian, salah satu faktor karena UEA merupakan tipe negara yang sangat terbuka terhadap interaksi antar bangsa, dimana 85 persen dari populasi penduduknya merupakan warga negara asing yang banyak bekerja di kilang-kilang minyak disana. Terbukti, akibat pengaruh lingkungan global, herd immunity yang telah dicapai UEA tidak berarti negara tersebut telah berhasil membebaskan diri dari pandemi COVID-19. Kasus serupa terjadi di Israel dan Bahrain, dimana ketiga negara tersebut memang dipandang sebagai negara yang paling cepat dalam melaksanakan vaksinasi. Menurut data terakhir yang dikutip dari website Our World in Data, penduduk Israel yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap sebanyak 62 persen, dan Bahrain 67 persen. Namun kasus baru positif COVID-19 disana juga tetap tinggi. Artinya, tingginya vaksinasi tidak berbanding lurus dengan rendahnya kasus harian positif COVID-19 di sebuah negara. Ini membuktikan bahwa upaya-upaya yang dilakukan masing-masing negara tidak akan mampu menyelesaikan pandemi COVID-19 karena besarnya pengaruh lingkungan global. Posisi terakhir Indonesia sendiri per 31 Oktober 2021, menurut situs Vaksin Dashboard Kementerian Kesehatan, dari sasaran sebanyak 208.265.720 jiwa, yang telah di vaksin dosis pertama sebanyak 119.816.644 (57,53 persen). Sedangkan yang telah mendapat vaksinasi lengkap sebanyak 73.806.588 (35,44 persen). Menurut situs Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI, keberhasilan program vaksinasi kita tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 dunia. Beruntung, tidak seperti kasus di Uni Emirat Arab, Israel, dan Bahrain, keberhasilan program vaksinasi di Indonesia diikuti dengan menurunnya kasus baru harian positif COVID-19, sehingga Indonesia pantas menjadi salah satu role model penanggulangan pandemi COVID-19 negara-negara lain di dunia. Dari narasi di atas, lingkungan global yang sehat merupakan salah satu faktor dominan keberhasilan semua negara-negara di dunia dalam upaya membentuk kekebalan kelompok. Sehingga peranan Organisasi Global, Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNO (United Nations Organization) khususnya WHO bersama Badan-badan Khusus yang dibentuk untuk kesetaraan akses vaksin sangatlah penting. *) Dr. drg. Siti Nur Anisah, MPH, Widyaiswara Ahli Madya (JFT) Bapelkes Cikarang Referensi : https://setkab.go.id/empat-pandangan-presiden-jokowi-terkait-sdgs/ https://katadata.co.id/ekarina/infografik/614ca0862b387/ketimpangan-akses-vaksinasi-antara-negara-miskin-dan-kaya-dunia https://www.worldometers.info/coronavirus/country/united-arab-emirates/ https://ourworldindata.org/covid-vaccinations?country=BHR https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210703100419-37-257943/3-negara-tercepat-vaksin-penduduknya-tapi-kasus-baru-tinggi https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211007/4838672/indonesia-peringkat-ke-5-dunia-vaksinasi-terbanyak/ Sumber gambar https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20170425/2120608/mengenal-herd-immunity-imunisasi/

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pentingnya Memahami dan Menerapkan PHBS di Tempat Kerja pada Masa Pandemi

17 Mar 2022 � dr. Titiek Resmisari, MARS

Memiliki kebiasaan hidup bersih dan sehat tentunya merupakan gaya hidup yang seyogyanya dimiliki oleh masyarakat. Karena manfaatnya tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga turut menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita. Oleh karena itu, kebiasaan baik ini perlu dibangun dari mulai tingkat individu, keluarga dan lingkup masyarakat. Sejak awal bulan Maret 2020, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami wabah COVID-19. Berbagai kebijakan telah dilakukan dengan harapan agar wabah ini segera berakhir. Pandemi COVID-19 semakin menyadarkan kita, pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di dalam segala rutinitas aktivitas kegiatan, karena kebiasaan baik ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk menghindarkan diri kita dari tertularnya berbagai macam penyakit. Kondisi pandemi yang tidak kunjung usai, mendorong kita untuk mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru agar bisa tetap produktif tetapi kesehatan tetap terjaga. Berdasarkan definisi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.1 Dalam program PHBS, prinsip pencegahan menjadi dasar karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Penerapan PHBS hendaknya dilaksanakan secara menyeluruh yaitu di tingkat rumah tangga, institusi pendidikan, tempat kerja, tempat-tempat umum dan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam bahasan ini, akan diuraikan lebih lanjut mengenai penerapan PHBS di tempat kerja. Melalui penerapan PHBS secara konsisten khususnya pada masa pandemi COVID-19 ini, diharapkan akan terwujud pekerja yang tetap produktif, sehat dan aman. PHBS di tempat kerja merupakan langkah untuk memberdayakan para pekerja, agar bisa dan mampu untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat dan memiliki peranan penting untuk mewujudkan tempat kerja yang sehat.2 Dengan demikian, tempat kerja harus menjadi tempat kerja yang sehat dan aman bagi para pekerjanya. Berikut ini adalah panduan sehat di tempat kerja yaitu : 3 Tidak merokok di tempat kerja; Mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang : makan buah dan sayur 3-5 porsi sehari; Melakukan aktivitas fisik sekurangnya 30 menit perhari; Cuci tangan pakai sabun sesering mungkin; Meletakkan sampah ditempatnya. Pisahkan antara sampah basah, sampah kering dan sampah berbahaya. Meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi ke kantor atau maksimalkan penumpang dalam 1 mobil; Matikan komputer dan peralatan listrik apabila sudah tidak digunakan; Memanfaatkan kertas bekas; Mengurangi penggunaan plastik atau stereofoam. Di masa pandemi COVID-19, tentunya selain hal-hal diatas maka perlu diperhatikan juga terkait penggunaan masker saat bekerja dan selalu menjaga jarak. Selain itu disarankan setelah pulang dari bekerja hendaknya tidak langsung beraktivitas dirumah dan berkumpul dengan keluarga, tetapi terlebih dahulu membersihkan diri dan mengganti pakaian yang digunakan dari luar rumah. Selain para pekerja, pimpinan instansi/ tempat kerja juga memiliki peran untuk mewujudkan tempat kerja yang aman dan sehat sesuai dengan Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja yaitu antara lain melalui kegiatan sebagai berikut :4 Memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai. Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC. Menyediakan lebih banyak sarana cuci tangan (sabun dan air mengalir). Menyediakan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70% di tempat-tempat yang diperlukan (seperti pintu masuk, ruang meeting, pintu lift, dan lain-lain). Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktifitas kerja (pengaturan meja kerja/workstation, pengaturan kursi saat di kantin, dan lain-lain). Pandemi COVID-19 mengajarkan kita untuk selalu waspada dan menyadarkan kita bahwa dengan menerapkan PHBS secara konsisten di tempat kerja, merupakan salah satu cara yang efektif untuk menjaga pekerja agar tetap dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, sehat dan produktif. Semoga kebiasaan baik ini dapat terus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia lebih sehat dan harapan kita semua tentunya agar pandemi COVID-19 bisa segera berlalu. Salam Sehat dan Tetap Semangat. Sehat Indonesia. *) dr. Titiek Resmisari, MARS, Widyaiswara Ahli Muda (JFT) Bapelkes Cikarang Referensi : kemkes.go.id. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (diunduh pada 17 September 2021). kemkes.go.id. PHBS di tempat kerja (diunduh pada 17 September 2021). kemkes.go.id. Poster Sehat di Tempat Kerja (diunduh pada 17 September 2021). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individu di Puskesmas Pada Masa Pandemi Covid-19 Angkatan 1, 2, Dan 3

02 Mar 2022 � Segarnis Deasy

Rabu, 02 Maret 2022 secara resmi Kepala Bapelkes Cikarang menutup pelatihan Pembekalan  Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individu di Puskesmas Pada Masa Pandemi Covid-19  Angkatan 1, 2, Dan 3. Dalam laporannya kepala penyelenggara pelatihan dr.Arum Wiratri, MPH menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini yaitu setelah mengikuti pembekalan, peserta mampu melaksanakan pelayanan kesehatan di Puskesmas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan yang dimiliki dengan menjunjung etika profesi pada masa pandemi COVID-19. Penyelenggaraan Pelatihan Pembekalan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas pada masa pandemi COVID-19 Angkatan  1, 2 dan 3 Tahun 2022 di Bapelkes Cikarang dilaksanakan menggunakan metode distance learning selama 12 hari efektif dimulai tanggal 14 Februari – 02 Maret 2022 telah berjalan dengan tertib dan lancar. Hal ini dapat berhasil berkat partisipasi dan kerjasama yang baik dari seluruh Peserta, Pengendali, fasilitator, panitia dan seluruh unsur penunjang terkait. Pelatihan pembekalan ini diikuti oleh peserta calon penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di sebanyak 106 peserta yang dibagi menjadi 3 angkatan, sebagai berikut : Angkatan 1            : 34 orang peserta Angkatan 2            : 36 orang peserta Angkatan 3            : 36 orang peserta        

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pelatihan Pengembangan Media Presentasi Bagi SDM Kesehatan Angkatan 2

25 Feb 2022 � Fahmi Arif

Jumat, 25 Februari 2022 Pelatihan Pengembangan Media Presentasi  Bagi SDM Kesehatan Angkatan 2 secara resmi dibuka oleh koordinator Pelatihan Manajemen dan Teknis Non Kesehatan Ibu Verawati Lenny, SKM, MKM. Penyelenggara pelatihan menyampaikan hal seperti berikut Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan Nikmat, Rahmat dan Karunia-Nya sehingga seluruh rangkaian kegiatan Pelatihan Pelatihan Pengembangan Media Presentasi  Angkatan 2 Tahun 2022 secara Darring ini dapat kita selesaikan. Alhamdulillah saat ini kita semua dapat hadir dalam keadaan sehat wal’afiat untuk mengikuti acara Penutupan. Ijinkan saya untuk menyampaikan laporan penyelenggaraan pelatihan ini: Hari pertama penyelenggaraan pelatihan dimulai dengan Acara Pembukaan yaitu pada Hari Selasa, tanggal 22 Februari 2022 oleh Bapak Kepala Bapelkes Cikarang secara Zoom Meeting. Jumlah peserta sebanyak 30 orang berasal dari 13 instansi yaitu :      No Nama Instansi Jumlah 1 Sekretariat Ditjen Nakes 2 2 Ditjen Peningkatan Mutu Nakes 1 3 Ditjen Nakes 2 4 Ditjen  Perencanaan Nakes 4 5 RSUP dr Hasan Sadikin Bandung 2 6 RS PON Prof.Dr.dr Mahar Mardjono Jakarta   2 7 RS Ketergantungan Obat Jakarta 2 8 RS Paru dr Rotinsulu Bandung 2 9 Poltekkes Kemenkes Mamuju 2 10 Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang 2 11 Poltekkes Kemenkes Jakarta II 1 12 Poltekkes Kemenkes Ternate 2 13 BBTKLPP Jakarta 2 14 Balai Pelatihan Kesehatan Mataram 2 15 Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang 2 Total 30   Keseluruhan materi pelatihan telah disampaikan oleh para fasilitator kepada para peserta dengan baik; Pada evaluasi didapatkan hasil sebagai berikut : Evaluasi Fasilitator ( à dibacakan) Evaluasi Penyelenggaraan ( à dibacakan) Evaluasi Peserta dalam bentuk Pre dan Post Test ( à dibacakan) Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Ibu Widyaiswara/Fasilitator, Narasumber, dan seluruh peserta pelatihan, atas segala kontribusinya sehingga  kegiatan pelatihan ini terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Pada kesempatan ini pula kami penyelenggara menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan keterbatasan kami, mulai dari persiapan sampai  berakhirnya pelatihan ini. Segala masukan yang kami terima dari semua pihak  akan kami jadikan penyemangat guna perbaikan dan penyempurnaan  kegiatan serupa di masa datang. Selanjutnya kami mohon perkenan Bapak Kepala Bapelkes Cikarang untuk memberikan arahan serta menutup kegiatan pelatihan ini secara resmi.   Wassalamualaikum Wr. Wb Cikarang, 25 Februari 2022

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC