Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Water Borne Disease

25 Jun 2016 � Efi Kurniatingsih - Bapelkes Cikarang

Air merupakan salah komponen lingkungan yang mempunyai peranan dalam kesehatan masyarakat bahkan beberapa kejadian penyakit terjadi melalui perantaraan air. Air menjadi salah satu media dalam dinamika penularan penyakit. Air mempunyai hubungan yang erat dengan kesehatan, masyarakat harus memperhatikan dalam penggunaan air dengan memanfaatkan semaksimal mungkin dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia. Air yang digunakan harus memenuhi standar dan sesuai syarat kesehatan, untuk air bersih minimal memenuhi syarat tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa. Untuk mendapatkan air yang sesuai dengan standar saat ini menjadi barang yang mahal karena air sudah banyak tercemar oleh bermacam-macam limbah dari hasil kegiatan manusia, baik limbah dari kegiatan rumah tangga, limbah dari kegiatan industri dan kegiatan-kegiatan lainnya (Wardhana, 2004). Indonesia memiliki memiliki iklim tropis oleh karenanya pada saat musim hujan sumber air akan melimpah dan tidak dapat dihindari di beberapa daerah sering terjadi banjir dikarenakan berbagai hal. Keadaan seperti itu merupakan kondisi yang sesuai bagi penyebaran penyakit yang bersumber dari water borne disease, yaitu penyakit yang bersumber dan berkembang melalui perantaraan air. Beberapa diantaranya adalah seperti penyakit kulit, pencernaan manifestasi yang sering terjadi adalah seperti diare, muntaber, tyfus dan leptospirosis. "Water borne disease rentan menyerang saat musim hujan atau banjir, melalui air yang digunakan untuk konsumsi, masyarakat harus menjaga kebersihan dan kualitas air yang digunakan karena sudah tercemar berbagai bakteri, jamur, atau kotoran binatang dapat merugikan kesehatan. Perilaku hidup bersih dan sehat dengan memastikan kebersihan tangan sebelum maupun setelah beraktifitas karena kebersihan tangan akan menekan risiko terkena sebaran penyakit yang rentan terjadi saat musim hujan. A. KONSEP WATER BORNE DISEASE Pengertian waterborn disease, pada dasarnya merupakan istilah penyakit yang disebabkan oleh air minum yang terkontaminasi mikrorganisme pathogen. Beberapa bahan kontaminan yang dimungkinkan dapat menjadi penyebab antara lain kontaminan dalam air yang berasal dari urine atau faeces manusia atau binatang. Berdasarkan kondisi ini, dapat diasumsikan bahwa water borne disease pada umumnya terjadi jika pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat tercukupi dari sumber air permukaan, seperti air sungai dan air danau. Untuk kepentingan pencegahan, beberapa upaya dapat dilakukan dengan cara penggunaan air minum yang bersih dan aman dari kontaminan yang memungkinkan tercemar mikroorganisme pathogen. Untuk memperoleh air minum yang hygienis dan aman dapat dilakukan dengan teknik pengolahan menggunakan ozone atau radiasi sinar ultra violet serta upaya pembuangan faeces yang saniter dengan berperilaku buang air besar pada jamban sehat. B. ETIOLOGI Berdasarkan kandungan bahan pencemar penyebab waterborne diseases dapat berupa parasit, bakteri, virus, maupun toksin seperti berikut : 1. Giardia Lambia Giardia lambia merupakan jenis protozoa yang ditemukan di duodenum dan jejenum manusia, sehingga menyebabkan giardiasis. Secara morfologi, giardia lambia terbagi menjadi fase tropozoit dan kista. Sedangkan dalam bentuk kista, yang berada dalam kolon, dapat ditemukan dalam tinja dalam jumlah banyak 2. Entamoeba Histolytica Entamoeba histolytica merupakan parasit yang dapat berada pada usus manusia dan usus hewan. Patogenesis entamoeba histolytica dimulai dengan tahap proses keberadaan kista yang masuk per oral, kemudian masuk usus duodenum, dapat timbul penyakit infeksi. 3. Escherichia coli Bakteri E. coli yang terdapat di perairan dan menjadi indicator bahwa perairan tersebut telah tercemar mikroorganisme pathogen lainnya. Seperti halnya bakteri pathogen lainnya keberadaan escherichia coli dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit diare, infeksi saluran kencing, juga dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi nosokomial di tempat pelayanan kesehatan seperti rumah sakit. Diare yang disebabkan E.coli antara lain jenis ETEC (Entero oxigenic E. coli), EPEC (Entero Pathogenic E. coli), EIEC (entero Invasive E. coli), EHEC (Entero Hemorrhagic E. coli), EAggEC (Entero Aggregative E. coli), serta EAEC (Entero Adherence E. coli) sebagai penyebab penyakit “Treveller’s diarrhoea”. Sedangkan E. coli penyebab Infeksi saluran kencing (ISK), pada umumnya mempunyai karakteristik antigen O bernomer rendah, mempunyai antigen K serta tipe pili tertentu. 4. Salmonella Salmonellosis dapat disebabkan oleh Salmonella typhi, Salmonella paratyphi, dan Salmonella choleraseuis. Reservoir salmonellosis antara lain unggas, binatang pengerat, ternak, binatang piaraan, seperti kura-kura atau burung beo. Sedangkan mekanisme infeksi melalui makanan dan minuman seperti telur, daging, susu, dan air. Terjadinya diare pada salmonellosis antara lain karena kemampuan invasi dan transitosis enterosit mengakibatkan meningkatkan permeabilitas vaskular dan respon inflamasi pada sel enterosit dan adanya enterotoksin. 5. Shigella Beberapa spesies yang sering menimbulkan diare pada manusia, antara lain S. dysenteriae, S. flexneri, S. sonnei, S. boidii. Dosis infeksi shigella berada pada range 103 sel bakteri, dengan masa inkubasi 1-2 hari. Secara prinsip pathogenesis shigella dimulai ketika terjadi invasi epitel mukosa yang menghasilkan toksin sehingga menyebabkan nekrosa membran mukosa, ulserasi superfisial, serta perdarahan sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya pseudo membran. 6. Staphylococcus Staphylococcus banyak menghasilkan enzim dan toksin yang berfungsi sebagai faktor virulensi, antara lain Leukosidin yang pada S. aureus mampu membunuh leukosit, Stafilokinase yang dapat menyebabkan fibrinolisis. 7. Leptospira Patogenesis leptospira menyebabkan leptospirosis pada umumnya infeksi dapat terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri leptospira yang terkandung dalam air kencing tikus sebagai perantara, jalur masuk ke manusia melalui membran mukosa serta melalui kulit yang terluka dengan target organ ke liver dan ginjal yang pada akhirnya menyebabkan perdarahan dan kerusakan pada jaringan. 8. Rotavirus Rotavirus merupakan penyebab diare pada manusia dan binatang, bahkan dapat menyebabkan terjadinya infeksi silang antar spesies. Patogenesis rotavirus antara lain melalui beberapa tahapan. C. KLASIFIKASI NAMA PENYAKIT Ada 4 macam klasifikasi penyakit yang berhubungan dengan air sebagai media penularan penyakit (Kusnoputranto, 1986) yaitu : 1. Water Borne Disease, yaitu penyakit yang penularannya melalui air yang terkontaminasi oleh bakteri pathogen dari penderita atau karier. Bila air yang mengandung kuman pathogen terminum maka dapat terjadi penjangkitan pada orang yang bersangkutan. Contohnya adalah Cholera, Typhoid, Hepatitis dan Dysentri Basiler. 2. Water Based Disease, yaitu penyakit yang ditularkan air pada orang lain melalui persediaan air sebagai pejamu (host) perantara, misalnya Schistosomiasis melalui perantara keong dan penyakit ini endemis di daerah donggala dimana danau lindu merupakan tempat habitat keong pembawa bibit penyakit. 3. Water Washed Disease, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air untuk pemeliharaan kebersihan perseorangan dan air bagi kebersihan alat-alat terutama alat dapur dan alat makan. Dengan terjaminnya kebersihan oleh tersedianya air yang cukup maka penularan penyakit-penyakit tertentu pada manusia dapat dikurangi. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh cara penularan, diantaranya : penyakit infeksi saluran pencernaan. Salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan adalah diare. Penyakit diare selain ditularkan melalui air (Water borne) juga dapat melalui alat-alat dapur yang dicuci dengan air (Water washed). Berjangkitnya penyakit ini erat kaitannya dengan ketersediaan air untuk makan, minum, memasak dan kebersihan alat-alat makan. Contoh penyakit ini adalah cholera, thypoid dan Dysentry basiller. 4. Water Related Insect Vectors, Vektor-vektor insektisida yang berhubungan dengan air yaitu penyakit yang vektornya berkembang biak dalam air, misalnya Malaria, Demam Berdarah, Yellow Fever, Trypanosomiasis. Water Washed Disease Indonesia memiliki iklim tropis dengan perbandingan musim penghujan lebih singkat daripada musim kemarau terutama dirasakan pada tahun ini. Kondisi seperti ini membuat persediaan air tanah berkurang dan dapat menjadi risiko kekurangan air bersih yang berujung pada timbulnya gangguan kesehatan yang berasal dari penggunaan air yang kurang dari segi kuantitas. Penggunaan air yang kurang dapat mempengaruhi kebersihan personal. Water washed diseases merupakan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air untuk pemeliharaan hygiene perorangan dan air bagi kebersihan alat-alat terutama alat-alat dapur dan alat makan. Dengan terjaminnya kebersihan oleh tersedianya air yang cukup, maka penyakit-penyakit tertentu dapat dikurangi penularannya pada manusia dan terutama penyakit-penyakit yang cenderung terdapat di negara-negara dengan iklim tropis. Dan penyakit ini tidak hanya dipengaruhi kurangnya pemeliharaan kebersihan perorangan, namun juga dipengaruhi oleh kebersihan pada alat-alat, terutama pada alat dapur dan makan. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh cara penularan. Referensi: Crump JA, Luby SP, Mintz ED. The global burden of typhoid fever. Bull World Health Organ 2008; 82: 346-5 Srianta I, et al. (2009) The Presence of Salmonella in Food : a challenge to detect it and to improve Food Safety Continously in a global scale. International Journal of Food Safety, Nutrition, Public Health and Technology, vol. 1, 1 : 6 – 10. http://www.cdc.gov/epo/mmwr/preview/mmwrhtml/ss4901a1.html http://www.who.int/csr/don/archive/disease/typhoid_fever/en/ http://textbookofbacteriology.net/salmonella_5.html. http://www.nccph.ca/docs/SDWS_Water-borne_EN.pdf http://health.kompas.com/read/2014/01/22/2107480/Musim.Hujan.Waspada.Water.Borne.Disease. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22139/4/Chapter%20II.pdf http://www.indonesian-publichealth.com/2012/12/waterborne-disease.html

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Cara Buat Sumur Resapan untuk Cegah Banjir dan Krisis Air di Rumah

19 May 2016 � Ir. Mifta Rohim,M.Kes ~ Widyaiswara Bapelkes Cikar

Tahukah Anda bahwa sejumlah kota besar seperti Jakarta sedang menghadapi masalah krisis air bersih? Krisis masih tetap terjadi meski telah datang musim penghujan. Lalu kemana perginya air hujan yang sering turun dalam intensitas tinggi? Selain itu, saking banyaknya air hujan, banjir pun jadi sering terjadi. Masalah krisis air bersih dan juga banjir tersebut disebabkan karena kurangnya daerah resapan air., terutama di kota-kota besar. Infrastruktur, gedung dan tempat tinggal terus dibangun, tapi sayangnya kerap melupakan daerah resapan. Ketika masalah terjadi, biasanya orang sibuk saling menyalahkan dan menuding siapa yang bertanggung jawab. Padahal bila mau sedikit berusaha, ada beragam solusi mengatasi persoalan banjir hingga krisis air bersih. Misalnya membuat sumur resapan sederhana di pekarangan rumah. Banyak manfaat yang akan didapatkan dari sumur resapan tersebut. Jika tertarik dengan ide satu ini, yuk kita bahas lebih detail tentang sumur resapan sederhana hingga biaya pembuatannya! 2. 4 Hal Penting Saat Pembuatan Sumur Resapan Ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam membuat sumur resapan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), di antaranya: Sumur resapan harus terletak di lahan yang datar. Struktur tanah harus punya permeabilitas tinggi (kemampuan tanah menyerap air), lebih besar atau sama dengan 2 cm per jam. Artinya, jika ada genangan air setinggi 2 cm, maka harus bisa diserap habis oleh tanah maksimal 1 jam. Sumur resapan wajib jauh dari tempat penimbunan sampah danseptic tank. Jaraknya minimum 5 meter. Penggalian untuk sumur maksimal dua meter di bawah permukaan air tanah. Untuk kedalaman muka air tanah minimum 1,5 meter di musim hujan 3. Material Untuk Membuat Sumur Resapan Anda dapat meminta bantuan tukang gali sumur untuk memudahkan pembuatan sumur resapan di pekarangan rumah. Beberapa spesifikasinya antara lain: Dinding Sumur (Bagian Atas dan Bawah) Dinding sumur bagian bawah bisa memakai buis beton. Sementara bagian atasnya dapat menggunakan batu bata merah atau batako.   Penutup Sumur Ada sejumlah pilihan material yang cocok sebagai penutup sumur, seperti: Ferrocement setebal 10 cm Pelat beton bertulang setebal 10 cm dicampur semen, pasir dan kerikil Pelat beton tak bertulang setebal 10 cm dengan campuran perbandingan yang sama Pengisi Sumur Isian untuk sumur bisa berupa batu pecah ukuran 10-20 cm, pecahan batu merah berukuran 5-10 cm atau arang. Saluran Air Hujan Untuk salurannya, Anda bisa memakai pipa PVC berdiameter 110 mm, pipa beton dengan diameter 200 mm atau pipa beton setengah lingkaran berdiameter 200 mm 4. Estimasi Biaya Membuat Sumur Resapan Sederhana Setelah tahu cara pembuatan dan spesifikasinya, Anda mungkin akan bertanya berapa total biaya yang dikeluarkan. Sumur resapan sederhana ini relatif murah dan mudah. Dana yang disiapkan tidak sampai jutaan rupiah, masih ratusan ribu rupiah saja. Berikut estimasinya: Biaya tukang Rp 300 ribu Buis beon 3 buah (diameter 60 cm dan tinggi 90 cm) Rp 300 ribu Tutup sumur Rp 100 ribu FinishingRp 100 ribu Total biaya sekitar Rp 800 ribu Ketika sumur resapan sudah dibuat, jangan lupa dirawat. Caranya praktis karena Anda hanya diwajibkan mengecek kondisi sumur menjelang musim hujan. Pergantian dan pengecekan rutin umumnya dilakukan 3 tahun sekali. Mudah, murah dan bermanfaat untuk lingkungan. Tentu akan sangat baik bila setiap rumah memilikinya. Sumber : http://www.rumahku.com/berita/read/cara-buat-sumur-resapan-untuk-cegah-banjir-dan-krisis-air-di-rumah-412729/4#.Vqa-XZp9600 Tanggal, 26 Januari 2016. kamu/upload/serapan2.png

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Cara Menerapkan Konsep 5R dalam pengelolaan Lingkungan

24 Mar 2016 � Ir. Mifta Rohim,M.Kes ~ Widyaiswara Bapelkes Cika

Dalam istilah lingkungan konsep 5 R sudah sering Anda dengar atau mungkin kali ini baru Anda dengar. Konsep 5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle(Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali). Istilah – istilah ini sering disebutkan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Untuk dapat diterapkan, berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R. Recycle Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos. Reuse Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang. Reduce Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat menguarangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.       Replace Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain. Replant Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global. Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memlihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar http://www.artikellingkunganhidup.com/cara-menerapkan-konsep-5-r.html  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

12 Langkah Sederhana Menghemat Energi

23 Mar 2016 � Ir. Mifta Rohim,M.Kes ~ Widyaiswara Bapelkes Cikar

Perkembangan zaman dan kemampuan berfikir manusia dalam menciptakan teknologi memungkinkan kehidupa manusia menjadi mudah dan nyaman. Keberadaan alat seperti mobil, motor, lampu, televisi, kulkas, komputer dan sebagainya. Disisi lain, penggunaan yang berlebihan dan pertambahan populasi penduduk juga dapat meningkatkan kebutuhan energi. Diperkirahan bahwa 90% pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Akhir-akhir ini sudah menjadi gejala menuju krisis energi dan bahan bakar serta makin tingginya harga minyak dunia. Pada situasi demikian, hal yang sebaiknya dilkukan adalah dengan melakukan penghematan energi atau penciptaan energi alternatif yang ramah lingkungan. Apabila dilakukan penghematan energi maka kita dapat menghemat biaya dan mengurangi dampak negatif dari emisi yang dihasilkan dari penggunaan energi yang berlebihan. Berikut ini diuraikan langkah nyata sederhana dalam kehidupan sehari-hari untuk menghemat energi : Menggunakan lampu hemat energi yang lebih bersifat hemat energi daripada lampu bohlem. Disiang hari dapat menggunakan penerang alami secara optima. Membentuk perilaku dan kebiasaan diri untuk menggunakan listrik saat diperlukan, secara bergantian, dan tidak berlebihan. Mematikan televisi, keran air, komputer atau lampu jika sudah tidak digunakan. Jika memungkinkan untuk mengeringkan pakaian secara alami di bawah sinar matahari. Menggunakan alat rumah tangga atau kantor yang bersifat hemat energi dan ramah lingkungan, seperti pendingin ruangan dan kulkas dengan freon ayng ramah lingkungan Mengefisienkan pemakaian energi di tempat umum, seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, terminal, jalan raya, bandara, stasiun dan sebagainya. Mengdesain rumah atau gedugn hemat energi, misalnya pencahayaan yang baik dengan cukup ventilasi, sehingga mengurangi penggunaan lampu di siang hari, mempergunakan bahan atap bangunan yang dapat mendinginkan suhu di dalam ruangan seperti atap berbahan tanah atau keramik, menaruh tanaman hias di dalam rumah untuk menyejukkan udara di dalam ruangan dan sebagainya. Pemerintah meyediakan fasilitas kendaraan umum massal secara efektif dan efisien. Pemerintah menyusun kebijakan dan memberikan penghargaan atau apresiasi positif atas segala upaya atau inovasi penghematan energi. Mensosialisasikan kegiatan-kegiatan yang bersifat menghemat energi. Memakai jenis pakainan yang nyaman dan sesuai kondisi cuaca dan suhu udara, sehingga mengurangi penggunaan energi untuk pendingin atau pemanas ruangan Mengembangkan energi alternatif, misalnya energi biodiesel.   Oleh karena itu, sebaiknya kita memulai menghemat penggunaan energi di manapun kita berada, dirumah, di sekolah, ditempat kerja dan di lingkungan sekitar. Dengan demikian, bumi menjadi tempat tinggal yang nyaman dan lestari untuk anak dan cucu kita kelak. Sumber: http://www.artikellingkunganhidup.com/12-langkah-sederhana-menghemat-energi.html

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Hati-Hati Dengan Siput/Keong, Nanti Kena Schistosomiasis

22 Mar 2016 � Ayanih - Bapelkes Cikarang

Pernahkah anda mendengar atau memakan sate Keong, waaah bagi yang pernah mencobanya enak rasanya.. namun tahukan anda jenis keong apa saja yang boleh dimakan dan tidak terkontaminasi?, setiap orang harus hati-hati karena ada sebagian siput/keong yang menjadi indicator adanya pencemaran pada air dan menyebabkan schistosomiasis   Cara penularan Penyebaran schistosomiasis salah satunya melalui tinja manusia, sementara masih banyak warga yang membuang tinjanya disungai, dikebun, sawah dan tempat-tempat terbuka lainnya. Untuk mengetahui apakah seseorang tertular schistosomia perlu pemeriksaan telur cacing pada sampel  feses, urin, rektum, atau biopsi jaringan lainnya pemeriksaan tinja manusia juga secara rutin harus terus dilakukan. Sampel tinja diperiksa untuk mengetahui keberadaan telur parasit dengan menggunakan hapusan tebal Kato-Katz atau teknik rapid Kato. Saat ini, teknik Kato-Katz masih merupakan gold standard yang digunakan untuk diagnosis schistosomiasis. Pada pemeriksaan penunjang dapat ditemukan eosinofilia dan infiltrat paru pada rontgen foto toraks,  yang mampu menginfeksi dari Species Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma haematobium, Schistosoma mekongi dari famili Schistosomatidae Genus Schistosoma Ada beberapa jenis keong yang dapat menjadi hospes perantara dari nrematoda/ jenis siput air tawar Kelas Trematoda Subkelas Digenea, Ordo Prosostomata Subordo Strigeata Spesies Oncomelania nosophora, O. hupensis, O. formosana, O. hupensis lindoensis di Danau Lindu (Sulawesi Tengah) dan O. Quadrasi   Gejala Penyakit Schistosomiasis Ditandai adanya sel darah merah(eritrosit) yang ikut pada urin atau hematuria  kemungkinan Schistosmiasis urogenital. Jika infeksi tersebut kronis, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada sistem kemih, seperti fibrosis dari kandung kemih dan ureter, serta kerusakan ginjal yang dapat mengakibatkan penyakit gagal ginjal. schistosomiasis dapat menyebabkan Infertilitas dan masalah seksual lain. Gejala lain yang dapat terjadi adalah komplikasi  kanker kandung kemih. Schistosomiasis usus dikaitkan dengan gejala sakit perut, diare dan tinja berdarah. Jika infeksi terus secara kronis, itu adalah umum untuk hati menjadi membesar dan akumulasi cairan dalam rongga peritoneal mungkin terjadi. Bagi anak-anak yang menderita schistosomiasis mungkin mengalami gejala terhambatnya pertumbuhan dan mengalami kesulitan dalam belajar.       Patogenesis & Patofisiologis Cacing menginfeksi manusia melalui kulit yang terbuka dan melalui jalur pencernaan seperti makanan mentah/ tidak dimasak kemudian telur berkembang biak didalam tubuh inangnya, Patogenesis & Patofisiologi Kelainan yang ditimbulkan oleh infeksi Schistosma japonicum sangat berhubungan dengan respon imun hospes terhadap antigen dari cacing dan telurnya. Respon imun hospes ini sendiri dipengaruhi oleh faktor genetik, intensitas infeksi, sensitisasi in utero terhadap antigen schistosoma dan status coinfeksi. Respon imun pada penderita schistosomiasis mempengaruhi perjalanan penyakit, antara lain menimbulkan perubahan patologi berupa pembentukan granuloma dan gangguan terhadap organ, mempunyai efek proteksi terhadap kejadian infeksi berat atau bahkan cacing schistosoma dapat bertahan selama bertahun – tahun meskipun hospes mempunyai respon imun yang kuat. Organ yang sering diserang adalah saluran pencernaan makanan dan hati   Pencegahan Walaupun keong merupakan sumber protein bagi penduduk di sebagian wilayah Indonesia alangkah bijaknya jika tidak mengkonsumsinya, sebelum melakukan pengobatan lebih baik lagi jika setiap individu melakukan pencegahan agar dirinya dan keluarga tidak terinfeksi parasit ini, apalagi ada indikasi air tempat hidup keong yang diambil untuk konsumsi berada diwilayah air tercemar pencegahan yang dapat dilakukan antara lain : Tidak memakan makanan mentah atau meminum air yang belum dimasak Tidak berada didalam air yang terkontaminasi tanpa alas kaki atau memakai pakaian yang tepat ketika bekerja dilapangan  Tidak Buang Air Besar (BAB) disungai atau air terbuka yang dikonsumsi manusia. Menjalankan PHBS dengan selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum memulai makan atau beraktifitas   Pengendalian Program pengendalian dengan membasmi siput, atau pengobatan massal, dapat mengendalikan penyakit ini jika tersedia sumber daya yang mencukupi, seperti yang telah dilakukan di Cina dan Jepang. Membuat dan menggunakan Septik Tank Meningkatkan pemberantasan penyakit untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke daerah lain, Metode intervensi, melalui pengobatan pada penderita Perbaikan sanitasi lingkungan, Agroengineering yaitu mengeringkan daerah-daerah rawa yang merupakan fokus keong, Mengadakan kerja sama lintas sektoral.       Pengobatan Penyakit Schistosomiasis Apa saja yang diberikan untuk mengatasi Schistosomiasis biasanya akan diberikan obat medis berupa praziquantel. Ini adalah obat murah yang efektif dalam mengobati segala bentuk schistosomiasis. Obat ini memiliki kemampuan mencegah berkembangnya penyakit menjadi kondisi kronis terutama jika diberikan pada tahap awal terjadinya penyakit ini. dari Berbagai sumber,       Pernahkah anda mendengar atau memakan sate Keong, waaah bagi yang pernah mencobanya enak rasanya.. namun tahukan anda jenis keong apa saja yang boleh dimakan dan tidak terkontaminasi?, setiap orang harus hati-hati karena ada sebagian siput/keong yang menjadi indicator adanya pencemaran pada air dan menyebabkan schistosomiasis   Cara penularan Penyebaran schistosomiasis salah satunya melalui tinja manusia, sementara masih banyak warga yang membuang tinjanya disungai, dikebun, sawah dan tempat-tempat terbuka lainnya. Untuk mengetahui apakah seseorang tertular schistosomia perlu pemeriksaan telur cacing pada sampel  feses, urin, rektum, atau biopsi jaringan lainnya pemeriksaan tinja manusia juga secara rutin harus terus dilakukan. Sampel tinja diperiksa untuk mengetahui keberadaan telur parasit dengan menggunakan hapusan tebal Kato-Katz atau teknik rapid Kato. Saat ini, teknik Kato-Katz masih merupakan gold standard yang digunakan untuk diagnosis schistosomiasis. Pada pemeriksaan penunjang dapat ditemukan eosinofilia dan infiltrat paru pada rontgen foto toraks,  yang mampu menginfeksi dari Species Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma haematobium, Schistosoma mekongi dari famili Schistosomatidae Genus Schistosoma Ada beberapa jenis keong yang dapat menjadi hospes perantara dari nrematoda/ jenis siput air tawar Kelas Trematoda Subkelas Digenea, Ordo Prosostomata Subordo Strigeata Spesies Oncomelania nosophora, O. hupensis, O. formosana, O. hupensis lindoensis di Danau Lindu (Sulawesi Tengah) dan O. Quadrasi   Gejala Penyakit Schistosomiasis Ditandai adanya sel darah merah(eritrosit) yang ikut pada urin atau hematuria  kemungkinan Schistosmiasis urogenital. Jika infeksi tersebut kronis, dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada sistem kemih, seperti fibrosis dari kandung kemih dan ureter, serta kerusakan ginjal yang dapat mengakibatkan penyakit gagal ginjal. schistosomiasis dapat menyebabkan Infertilitas dan masalah seksual lain. Gejala lain yang dapat terjadi adalah komplikasi  kanker kandung kemih. Schistosomiasis usus dikaitkan dengan gejala sakit perut, diare dan tinja berdarah. Jika infeksi terus secara kronis, itu adalah umum untuk hati menjadi membesar dan akumulasi cairan dalam rongga peritoneal mungkin terjadi. Bagi anak-anak yang menderita schistosomiasis mungkin mengalami gejala terhambatnya pertumbuhan dan mengalami kesulitan dalam belajar.       Patogenesis & Patofisiologis Cacing menginfeksi manusia melalui kulit yang terbuka dan melalui jalur pencernaan seperti makanan mentah/ tidak dimasak kemudian telur berkembang biak didalam tubuh inangnya, Patogenesis & Patofisiologi Kelainan yang ditimbulkan oleh infeksi Schistosma japonicum sangat berhubungan dengan respon imun hospes terhadap antigen dari cacing dan telurnya. Respon imun hospes ini sendiri dipengaruhi oleh faktor genetik, intensitas infeksi, sensitisasi in utero terhadap antigen schistosoma dan status coinfeksi. Respon imun pada penderita schistosomiasis mempengaruhi perjalanan penyakit, antara lain menimbulkan perubahan patologi berupa pembentukan granuloma dan gangguan terhadap organ, mempunyai efek proteksi terhadap kejadian infeksi berat atau bahkan cacing schistosoma dapat bertahan selama bertahun – tahun meskipun hospes mempunyai respon imun yang kuat. Organ yang sering diserang adalah saluran pencernaan makanan dan hati   Pencegahan Walaupun keong merupakan sumber protein bagi penduduk di sebagian wilayah Indonesia alangkah bijaknya jika tidak mengkonsumsinya, sebelum melakukan pengobatan lebih baik lagi jika setiap individu melakukan pencegahan agar dirinya dan keluarga tidak terinfeksi parasit ini, apalagi ada indikasi air tempat hidup keong yang diambil untuk konsumsi berada diwilayah air tercemar pencegahan yang dapat dilakukan antara lain : Tidak memakan makanan mentah atau meminum air yang belum dimasak Tidak berada didalam air yang terkontaminasi tanpa alas kaki atau memakai pakaian yang tepat ketika bekerja dilapangan  Tidak Buang Air Besar (BAB) disungai atau air terbuka yang dikonsumsi manusia. Menjalankan PHBS dengan selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum memulai makan atau beraktifitas   Pengendalian Program pengendalian dengan membasmi siput, atau pengobatan massal, dapat mengendalikan penyakit ini jika tersedia sumber daya yang mencukupi, seperti yang telah dilakukan di Cina dan Jepang. Membuat dan menggunakan Septik Tank Meningkatkan pemberantasan penyakit untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke daerah lain, Metode intervensi, melalui pengobatan pada penderita Perbaikan sanitasi lingkungan, Agroengineering yaitu mengeringkan daerah-daerah rawa yang merupakan fokus keong, Mengadakan kerja sama lintas sektoral.       Pengobatan Penyakit Schistosomiasis Apa saja yang diberikan untuk mengatasi Schistosomiasis biasanya akan diberikan obat medis berupa praziquantel. Ini adalah obat murah yang efektif dalam mengobati segala bentuk schistosomiasis. Obat ini memiliki kemampuan mencegah berkembangnya penyakit menjadi kondisi kronis terutama jika diberikan pada tahap awal terjadinya penyakit ini. dari Berbagai sumber,                  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Hindari perangkap “Andai saja….”

21 Mar 2016 � Alfred Ariyanto-Widyaiswara Bapelkes Cikarang

Seandainya aku punya mobil, aku pasti akan lebih senang, tidak terkena hujan dan debu, bisa jalan-jalan bersama keluarga. Seandainya orang-orang di kantor menghargaiku, aku pasti bisa memberikan kontribusi lebih banyak bagi perusahaan. Kalau saja aku pandai bermain gitar, aku pasti bisa selalu bersenang-senang, bernyanyi dan bercanda dengan teman-teman.  Betapa sering kita bergumam atau berkhayal akan sesuatu yang kita yakini akan lebih baik jika syarat dan kondisi tertentu terpenuhi. Namun perlu anda bertanya pada diri anda sendiri, apakah syarat dan kondisi tersebut jika terpenuhi akan benar-benar membuat anda bahagia? Mari kita renungkan kembali, berapa lama kita bahagia saat benar-benar memiliki mobil? Seminggu pertama mungkin kita masih merasa senang, namun begitu kita dihadapkan dengan macet, cicilan per bulan, atau biaya perawatan, maka perasaan senang itu bisa saja berubah. Ketika orang-orang dikantor sudah menghargai kita, mungkin anda bertanya, apa yang bisa saya berikan lebih untuk kantor saya, atau bagaimana jika sistem perusahaan tidak mendukung saya untuk lebih berperan? Berapa sering anda merasa cocok dengan seseorang, namun ketika anda diberi kesempatan bersamanya, malah banyak menimbulkan pertengkaran? Ternyata seringkali apa yang ada di benak kita sebelumnya, jauh dengan kenyataan. Kenapa semua hal tersebut bisa terjadi? Mengapa apa yang kita inginkan, ternyata bukanlah hal yang membuat kita senang? Itu karena kita menginginkan berada pada sebuah kondisi yang tidak sedang kita jalani. Bahkan, ketika kondisi yang kita inginkan sudah diperoleh, maka kita langsung disibukkan lagi untuk memikirkan yang lainnya. Hal tersebut seringkali akan memancing stress. Kita terlampau sibuk memikirkan rencana dan keinginan. Tanpa sadar, kita lupa bahwa masih banyak yang bisa disyukuri dari apa yang sedang dijalani saat ini. Hal tersebut bukan berarti anda tidak boleh memiliki rencana, karena anda tentu akan membutuhkannya. Atau hal itu bukan berarti anda tidak perlu berjuang mencapai target anda. Yang dimaksud disini adalah, kecenderungan kita untuk meremehkan hidup yang sedang kita jalani karena terus membayangkan masa depan yang indah-indah. Maksudnya adalah berilah fokus anda yang lebih besar untuk mengisi waktu saat ini sebaik-baiknya. Karena siapapun anda, anda tidak boleh lupa untuk menikmati dan mensyukuri langkah-langkah yang anda lakukan dalam secuil waktu yang sedang anda jalani. Kebahagiaan bukanlah suatu tujuan, namun sebuah proses dan perjalanan. Apa yang tidak sempat kita nikmati hari ini, maka anda tidak akan pernah mendapatkannya lagi karena waktu terus berjalan. Keadaan yang kemarin bukanlah keadaan yang sekarang. Jika anda bekerja dengan sepenuh hati dengan usaha yang terbaik untuk saat ini, itulah kebahagiaan yang anda dapatkan. Maka itu, teruskan pekerjaan semampu yang anda bisa, gantungkanlah cita-cita setinggi langit, dan buatlah perencanaan. Sekali lagi, kebahagiaan yang anda capai bukanlah pada tujuan yang anda bayangkan, namun ada pada kenikmatan selama anda menuju ke sana.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Tenang Dalam Kekacauan

28 Feb 2016 � Alfred Ariyanto-Widyaiswara Bapelkes Cikarang

Seorang sastrawan Amerika Serikat, Henry Adams pernah mengatakan “Chaos is the law of nature. Order is the dream of man”. Terjemahan bebasnya adalah “Kekacauan adalah hukum alam, sedangkan keteraturan adalah dambaan manusia”.  Kekacauan adalah bagian dari hukum alam. Kekacauan bisa terjadi dimana-mana, bisa berupa konflik kepentingan, keinginan yang dipaksakan, perubahan peraturan. Tuntutan dan permintaan selalu datang kepada kita. Walaupun anda berusaha untuk adil, namun seringkali anda akan menjadi pahlawan bagi satu sisi dan menjadi musuh bagi yang lain. Betapa sering kita lihat, rencana yang sudah matang bisa jadi berantakan, ada seseorang yang diberikan jabatan namun ia tidak mampu menggunakan, sebaliknya ada yang berkinerja tinggi namun malah dipecat. Semua kekacauan tersebut bahkan tidak bisa kita pahami mengapa bisa terjadi. Ditengah kekacauan, kita masih sangat berharap terjadinya keteraturan. Senang sekali rasanya saat anda merasa bisa meramal masa depan, mengerti semua jawaban atas permasalahan, bisa menjaga segala sesuatunya tetap teratur dan bisa dikendalikan. Namun nyatanya, sekuat apapun anda berusaha untuk mengendalikan, kekacauan suatu saat tetap akan mendatangi anda. Risa adalah seorang staf pada sebuah lembaga diklat. Dia diberi tanggung jawab untuk menyusun kurikulum pelatihan. Salah satu tahapan pekerjaannya adalah melakukan seminar draft kurikulum yang telah dia susun. Untuk mendapatkan seminar yang baik, maka dia mempersiapkan dengan matang segala keperluan seminar tersebut. Draft Kurikulum telah ia buat dengan baik, konsumsi telah dipersiapkan, peserta seminar dan narasumber telah dihubungi dengan jadwal kegiatan yang telah ditentukan. Dalam fikirannya, kegiatan ini tidak mungkin tidak berjalan mulus. Pada hari pelaksanaan, ternyata kekacauan-kekacauan mulai terjadi. Di hari yang sama ternyata ada kegiatan lain yang membuat sejumlah peserta tidak bisa hadir. Narasumber yang diundangkan pada detik terakhir baru menginformasikan juga tidak bisa hadir. Sedangkan konsumsi sudah tiba. Walaupun demikian acara tetap harus berjalan. Draft kurikulum yang dipresentasikan, ternyata mendapat masukan peserta dan narasumber dengan perombakan yang cukup besar. Padahal, tenggat waktu untuk menyelesaikan kurikulum tersebut sangatlah singkat. Situasi ini cukup membuat Risa menjadi tertekan karena kejadian tersebut tidak ada dalam fikirannya sebelumnya. Kejadian yang dialami Risa, tentu banyak dialami oleh orang lain, hanya dalam bentuk yang berbeda. Kejadian tersebut memang tidak menyenangkan, namun jika anda bisa mengendurkan tuntutan anda terhadap kekacauan, bahwa anda akan selalu dapat mengendalikan keadaan, maka saat kekacauan itu tiba, anda dapat menghadapinya dengan lebih tenang, lebih dewasa bahkan anda bisa menganggapnya sebagai humor. Rahasianya terletak lebih pada menerima ketimbang melawan. Kita terima, bahwa memang kekacauan itu adalah bagian dari hukum alam, seperti gravitasi. Ketika kekacauan tersebut memang harus datang, maka ia tak dapat kita halang-halangi dan anda tak perlu ada naik pitam karena kedatangannya. Ketimbang anda ngotot untuk mengendalikan kekacauan, masih banyak tantangan hidup lain yang masih bisa anda kendalikan. Berikanlah energi anda pada hal-hal tersebut. Dengan mencoba hal ini, anda tidak perlu heran ketika hidup anda terasa lebih ringan dan lebih indah.   Sumber Gambar : http://www.kompasiana.com/jalanlurus.kebenaran/proses-hukum-konflik-golkar-berjalan-kubu-ancol-melakukan-pelanggaran_5554644b6523bda7144aef43        

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pisah Sambut Kepala Bapelkes Cikarang Tahun 2016

15 Jan 2016 � Oleh : Segarnis dhiasy,AMKL - Bapelkes Cikarang

Pada akhir tahun 2015 dan awal 2016 ini, diadakanya rotasi jabatan dilingkungan Kementerian Kesehatan, yang sebelumnya rotasi jabatan dilakukan pada pejabat eselon II Kemenkes, kini pejabat eselon III pun mengalami rotasi jabatan termasuk Kepala Bapelkes Cikarang yang mengalami rotasi jabatan. Menurut Prof.Dr.dr.Nila Fasid Moeloek,Sp.M(K) menyampaikan bahwa rotasi jabatan bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas, inovasi, serta mengubah comfort zone menjadi competitive zone di lingkungan kerja yang baru. Periode kepemimpinan Bapak Sjamsul Ariffin,SKM.M.Epid sebagai Kepala Bapelkes Cikarang tahun 2013 s.d 2015 akan digantikan oleh Bapak Asep Zaenal Mustofa,SKM,M.Epid yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Program dan Informasi, Sekretariat Badan PPSDM, Kemenkes. Sedangkan posisi Kepala Bagian Program dan Informasi, Sekretariat Badan PPSDM, Kemenkes ini akan di jabat oleh Bapak Sjamsul Ariffin,SKM.M.Epid. Bertempat di ruang auditorium gedung dr.Hasbullah Bapelkes Cikarang, pada Jumat 15 Januari 2015 dilangsungkan acara pisah sambut kepala Bapelkes Cikarang yang lama dengan yang baru dengan khidmat. Acara ini di hadiri oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan, Bapak Suhardjono,SE,MM. Pada acara ini Kepala Sub Bagian Tata Usaha membacakan memori jabatan kepala Bapelkes Cikarang yang terdahulu selama menjabat di Bapelkes Cikarang dari tahun 2013 hingga 2015, selanjutnya memori jabatan ini di tandatangani oleh Bapak Sjamsul Ariffin,SKM,M.Epid dan diserahkan kepada Bapak Asep Zaenal Mustofa,SKM,M.Epid yang disaksikan oleh pejabat struktural Bapelkes Cikarang. Pada sambutannya Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan, Bapak Suhardjono,SE,MM mengatakan bahwa sesuai dengan Permenkes no 64 tahun 2015 bahwa terjadi reorganisasi secara menyeluruh dilingkungan kemenkes, dengan mengedepankan kerja dan percepatan, BPPSDM Kesehatan membutuhkan tenaga yang handal. Beliau pun menyampaikan pada sambutannya bahwa anggaran akan di dorong ke unit pelaksana sehingga volume pelatihan yang akan diemban Bapelkes Cikarang pun akan meningkat, dengan harapan Bapelkes Cikarang mampu meningkatkan kinerja lebih maju dalam menghadapi volume pelatihan yang meningkat ini. Dalam pesannya agar pejabat yang baru dapat di support dalam melaksanakan tugas sebaik baiknya. Bapak Sjamsul Ariffin,SKM,M.Epid mengakui bahwa sudah mempersiapkan mental nya dan mental pegawai Bapelkes Cikarang dalam menghadapi hal ini. Beliau berpesan dalam sambutannya agar dalam bekerja harus disertai dengan kecerdasan, keberanian, kehati-hatian, ramah-tamah, dan ditunjukan. Harapan beliau semoga vibrasi kebaikan yang sudah ditanamkan dan ditumbuhkembangkan dapat bermanfaat, selain itu beliau pun berpesan agar hubungan kerja didasari dengan unsur kemanusian, hubungan yang saling menghargai dimanapun posisi jabatannya. Banyak hal yang telah ditanamkan oleh bapak Sjamsul Ariffin,SKM,M.Epid salah satunya program sosial arsitektur SDM Bapelkes Cikarang dimana beliau menekankan bahwa pentingnya hubungan antar manusia dalam berkerja. Kini dalam kepemimpinan yang baru yang di pimpin oleh Bapak Asep Zaenal Mustofa,SKM,M.Epid dengan harapan Bapelkes Cikarang menjadi lebih baik lagi. Pada Sambutan nya Bapak Asep Zaenal Mustofa,SKM,M.Epid mengatakan siap melayani pegawai asalkan pegawai siap melayani peserta pelatihan. Dan beliau berpesan untuk selalu berusaha, beribadah, dan berdoa. Untuk kepemimpinan yang lama oleh Bapak Sjamsul Ariffin,SKM,M.Epid segenap keluarga besar laskar Bapelkes Cikarang mengucapkan terimakasih dan selamat bekerja di lingkungan kerja yang baru. Untuk kepemimpinan yang baru oleh Bapak Asep Zaenal Mustofa,SKM,M.Epid selamat bertugas dan bergabung denngan keluarga besar laskar Bapelkes Cikarang. Dalam kepemimpinan Bapak Asep Zaenal Mustofa,SKM,M.Epid digantungkan banyak harapan agar Bapelkes Cikarang menjadi lebih baik.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Kesehatan Itu Mahal

14 Jan 2016 � Ayanih

Bapelkes Cikarang

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC