Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Remaja dan GERMAS

17 Nov 2017 � dr.Arum Wiratri - Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang

Latar belakang Perkembangan informasi dan pengetahun menjadikan paradigma tersendiri dalam mencari informasi, dengan mudahnya informasi di dapatkan, dengan teknologi yang ada saat ini seseorang tidak sampai 1 menit akan mendapatkan informasi yang diinginkannya. Dan salah satu penggunanya adalah remaja, itulah salah satu karateristik remaja, cepat belajar dan keingintahuannya sangat tinggi. Bagaimana dengan informasi yang berkaitan dengan kesehatan? Seharusnya apabila bisa disampaikan dengan baik mereka akan dengan baik dan cepat mempelajarinya, dengan harapan perilaku hidup sehat sudah tertanam sejak usia remaja, terutama Gerakan Masyarakat Sehat yang sedang di publikasi besar-besaran saat ini Program kesehatan remaja sudah mulai diperkenalkan di puskesmas sejak satu dekade yang lalu. Selama lebih dari 10 tahun, program ini lebih banyak bergerak dalam pemberian informasi, berupa penyuluhan dan diskusi dengan remaja tentang masalah kesehatan melalui wadah usaha kesehatan sekolah (UKS), karang taruna, atau organisasi pemuda, dan kader remaja lainnya yang dibentuk oleh puskesmas. Petugas puskesmas berperan sebagai fasilitator dan narasumber. Pemberian pelayanan khusus kepada remaja yang disesuaikan dengan keinginan, selera, dan kebutuhan remaja belum dilaksanakan. Remaja yang berkunjung ke puskesmas masih diperlakukan selayaknya pasien lain sesuai dengan keluhan atau penyakitnya. Dilihat disini pemerintah sudah baik dalam mengelola kesehatan utuk para remaja ,tetapi apakah itu semua sudah berdampak pada kesehatan remaja pada khususnya, dan dampak pada perilaku dan status kesehatan terutama di masyarakat?. Remaja merupakan kekuatan kesehatan masa depan bangsa. Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dari aspek fisis, emosi, intelektual, dan sosial pada masa remaja merupakan pola karakteristik yang ditunjukkan dengan rasa keingintahuan yang besar, keinginan untuk bereksperimen, berpetualang, dan mencoba bermacam tantangan, selain cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan matang terlebih dahulu. Ketersediaan akan akses terhadap informasi yang baik dan akurat, serta pengetahuan untuk memenuhi keingintahuan mempengaruhi keterampilan remaja dalam mengambil keputusan untuk berperilaku. Remaja akan menjalani perilaku berisiko, bila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat dan selanjutnya menerima akibat yang harus ditanggung seumur hidupnya dalam berbagai bentuk masalah kesehatan fisis dan psikososial. Pengertian Menurut Piaget (dalam Hurlock, 1999) secara psikologis masa remaja merupakan usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat. Lazimnya masa remaja dimulai pada saat anak matang secara seksual dan berakhir sampai ia matang secara hukum. Penelitian tentang perubahan perilaku, sikap dan nilai-nilai sepanjang masa remaja menunjukkan bahwa  perilaku, sikap dan nilai-nilai pada awal masa remaja berbeda dengan pada akhir masa remaja (Hurlock, 1999), oleh sebab itu masa remaja masih dibedakan dalam fase-fase tertentu.  Hurlock (1999), membagi masa remaja menjadi dua bagian, yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Awal masa remaja berlangsung kira-kira dari usia 13–16 tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 17 tahun sampai 18 tahun, yaitu usia yang dianggap matang secara hukum.  Sementara di Indonesia, masa remaja masih merupakan masa belajar di sekolah, umumnya mereka masih belajar di Sekolah Menengah Pertama,  Menengah Atas atau Perguruan Tinggi  (Monks, dkk., 2001). Negara Indonesia, menetapkan batasan remaja mendekati batasan usia remaja (youth) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu, usia 14-24 tahun. Usia 24 tahun merupakan batas maksimal untuk  individu yang belum dapat memenuhi persyaratan kedewasaan secara sosial maupun psikologis. Hukum Indonesia hanya mengenal anak-anak dan dewasa, berdasarkan Undang-undang Kesejateraan Anak (UU No. 4/1979) menganggap semua orang di bawah usia 21 tahun dan belum menikah sebagai anak-anak (dalam Sarwono, 2006). Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masa remaja dimulai pada saat anak matang secara seksual dan berakhir sampai ia matang secara hukum, rata-rata batasan usia remaja berkisar antara usia 12 hingga 24 tahun, dengan pembagian fase remaja awal berkisar antara usia 12 -15 tahun, fase remaja madya berkisar antara  usia 15 – 18 tahun dan fase remaja akhir berkisar antara usia 18 – 21 tahun. Batasan maksimum usia 24 tahun, untuk individu yang belum dapat memenuhi persyaratan kedewasaan secara sosial maupun psikologis dan belum menikah. Pada masa remaja terjadi perubahan baik fisis maupun psikis yang menyebabkan remaja dalam kondisi rawan pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. Masa ini merupakan masa terjadinya proses awal pematangan organ reproduksi dan perubahan hormonal yang nyata. Remaja menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perubahan fisis, kecukupan gizi, perkembangan psikososial, emosi dan kecerdasan yang akhirnya menimbulkan konflik dalam dirinya yang kemudian memengaruhi kesehatannya. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan berupaya untuk melakukan reaksi menarik diri karena alasan-alasan tersebut. Pencegahan terhadap terjadinya gangguan kesehatan pada remaja memerlukan pengertian dan perhatian dari lingkungan baik orangtua, guru, teman sebayanya, dan juga pihak terkait agar mereka dapat melalui masa transisi dari kanak menjadi dewasa dengan baik. Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dari aspek fisis, emosi, intelektual, dan sosial pada masa remaja merupakan pola karakteristik yang ditunjukkan dengan rasa keingintahuan yang besar, keinginan untuk bereksperimen, berpetualang, dan mencoba bermacam tantangan, selain cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan matang terlebih dahulu. Ketersediaan akan akses terhadap informasi yang baik dan akurat, serta pengetahuan untuk memenuhi keingintahuan mempengaruhi keterampilan remaja dalam mengambil keputusan untuk berperilaku. Remaja akan menjalani perilaku berisiko, bila keputusan yang diambil dalam menghadapi konflik tidak tepat dan selanjutnya menerima akibat yang harus ditanggung seumur hidupnya dalam berbagai bentuk masalah kesehatan fisis dan psikososial. Remaja bukanlah kelompok masyarakat yang tidak menghadapi masalah kesehatan. Perilaku berisiko yang dijalani akibat tidak tepatnya keputusan yang diambil pada masa remaja yang labil menghadapkan remaja kepada masalah kesehatan. Di Indonesia, laju masalah kesehatan pada remaja sebagai akibat perilaku berisiko jauh lebih cepat daripada penanganan yang dilakukan oleh banyak pihak. Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi menjadi esensial bagi upaya penanganan masalah kesehatan pada remaja untuk menekan laju tersebut. Remaja dengan sifat khasnya dilibatkan secara aktif dalam tiap upaya, selain dididik sejak dini dan dibekali dengan pendidikan ketrampilan hidup sehat hingga terampil dalam mengembangkan potensi dirinya untuk hidup secara kreatif dan produktif. Remaja diberi kesempatan dan akses seluas-luasnya agar berperilaku positif dan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan bagi dirinya sendiri maupun orang lain serta mampu menghadapi tantangan secara efektif dalam kehidupannya, sehingga pembangunan manusia dan tujuan pembangunan milenium dapat tercapai. Landasan teori Dari sebuah jurnal internasional mengatakan bahwa aktivitas fisik sangat baik dilakukan pada anak-anak sekolah, dimana aktivitas fisik itu mulai dibiasakan sejak mereka di sekolah, waktunya dapat dilakukan pada awal pertengahan atau setelah waktu sekolah, dan dibuktikan bahwa aktivitas fisik tersebut menurunkan angka obesitas di kalangan usia sekolah.  Aktivitas fisik pada anak sekolah diutamakan untuk membangun kebiasaan untuk berolahraga demi membangun perilaku hidup sehat dikemuadian hari dengan harapan angka kesakitan penyakit-penyakit kronis dapat dihindarkan. Hal ini melibatkan seluruh unsur di sekolah bukan hanya guru dan muridnya, tetapi seluruh masyarakat sekolah, tetapi harus didukung kembali oleh orangtua dan masyarakat di lingkungan untuk menguatkan tumbuhnya sebuah perilaku hidup sehat. Studi yang lainnya juga disampaikan bahwa aktivitas fisik dihubungkan dengan angka kejadian kanker payudaya dimasa yang akan datang, dikalakukan penelitian terhadap 372 penderita kanker payudara yang sudah dilakukan pembedahan ditarik ke masa sekolahnya dan di wawancara tentang ativitas fisik yang mereka lakukan pada masa sekolah, dengan hasil tidak ada hubungannya antara seberapa sering mereka melakukan aktivitas fisik pada usia remaja dengan kejadian saat mereka menderita kanker payudara Selain itu universitas south carolina pada departemen psikologi juga melakukan penelitian tentang seberapa besar peran promosi kesehatan pada anak sekolah berdampak pada status kesehatan. Disana  diperlihatkan promosi kesehatan apa saja yang memberikan dampak pada perubahan perilaku kesehatan yag dimulai dari anak sekolah, adapun hal yang dijadikan topikpada saat melakukan promosi kesehatan adalah tentang aktivitas fisik, makanan sehat dan merokok Simpulan Dengan berkaca pada masa yang akan datang akan sebuah mimpi akan makin sehat dan tingginya harapan hidup rakyat indonesia, sudah selayaknya kita generasi saat ini sudah berfikir jauh kedepan dengan melakukan berbagai macam kegiatan promosi kesehatan yang sduah melibatkan anak usia sekolah bahkan sedini mungkin, untuk merubah persepsi dan perilaku tentang kesehatan, dengan demikian terbentuklah suatu budaya baru untuk hidup sehat dengan dapat memilah makanan sehat sedari usia remaja dengan harapan turunnya angka kesakitan penyait – penyakit yang berkaitan dengan pola hidup sehat seperti hipertensi, diabetes melitus ,jantung koroner dan keganasan       Daftar Pustaka Russel R Pete, Jennifer I Flyn, Marsha Dowda, Policies For Promotion Of Physical Activity And Prevention Of Obesity In Adolscent, University Of South Carolina, Journal Of Exercise & Fitnes, 2016 Maryam S Farvid, Wendi Y Chen, Karin B Michele, Frite And Vegetables Consumption in Adolescent And Early Adulthood and risk of breast cancer, BJM, 2016

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

21 Oct 2017 � Tini Wartini - Bapelkes Cikarang

Bapelkes Cikarang  pada tanggal 13,14 dan 21 Oktober 2017 telah melaksanakan “Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)”. Sosialisasi Germas ini dilaksanakna di tiga lokasi yaitu tanggal 14 Oktober 2017 di Desa Anggadita kecamatan  Klari Kabupaten Karawang,  tanggal 14 Oktober 2017 di Desa Sukakarsa Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi, dan tanggal 21 Oktober 2017 di Desa Jati Ragas kecamatan  Jati Sari Kabupaten Karawang,. Melalui instruksi presiden nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat, adalah sebuah upaya dalam mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dimana salah satu tugas khusus dari Kementerian Kesehatan adalah melaksanakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat serta meningkatkan advokasi dan pembinaan daerah dalam pelaksanaan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Bapelkes Cikarang sebagai unit pelaksana teknis kementerian kesehatan berkontribusi melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017, dengan melakukan kampanye dan advokasi agar pemerintah daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan kegiatan yang mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang didasarkan pada kebijkaan daerah, sehingga pemerintah kabupaten/ kota melahirkan kebijakan-kebijakan daerah yang mendukung terlaksananya gerakan tersebut. Pada Sosialisasi Gerakan masyarakat Hidup dijelaskan setidaknya ada 7 langkah yang bisa dilakukan masyarakat dalam rangka membiasakan pola hidup sehat., Yaitu : Melakukan Aktivitas Fisik Mengonsumsi Sayur dan Buah Tidak Merokok Tidak Mengonsumsi Alkohol Memeriksa Kesehatan Secara Rutin Membersihkan Lingkungan Menggunakan Jamban Dari 7 kegiatan Germas di atas, 3 kegiatan menjadi fokus utama Kementrian Kesehatan pada Germas tahun 2017 , yaitu Melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur serta memeriksa kesehatan secara berkala Kegiatan sosialisasi ini akan diisi beragam acara meliputi senam bersama, pembagian doorprize, pemeriksaan kesehatan, makan buah bersama, sosialisasi,  Talk Show, dan tanya jawab . Kegiatan Sosilisasi Germas dihadiri juga oleh drg. Putih  Sari anggota DPR Komisi IX yang mengurusi bidang kesehatan, kependudukan, tenaga kerja dan transmigrasi, Kepala Puslat Pelatihan Badan PPSDM Kesehatan yang diwakili oleh Bapak Drs. ZAENAL KOMAR, Apt, MA dan Nusli Imansyah, SKM, M.Kes, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang serta masyarakat sekitar.      

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Bapelkes Cikarang, mengenal dekat Aplikasi Pokentik

11 Oct 2017 � dr.Atiq Amanah RP, MKKK

Selasa, 3 Oktober 2017, berada diruang BLKM 4 Gedung Hasbullah, Bapelkes Cikarang, telah hadir narasumber pengembang aplikasi inovatif dengan pendekatan preventif di pelayanan kesehatan Indonesia. Kegiatan pengelolaan dan peremajaan pusat sumber belajar, yang berbasis website di situs bapelkescikarang.or.id, bulan Oktober temanya tentang aplikasi Pokentik (Kelompok Pemantau Jumantik). Paparan Fison Hepimen, selaku pendiri aplikasi Pokentik, merupakan, sanitarian Balai Pelatihan  Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit Kelas I (BBTKLP) Palembang, bersama tim Informatika dan rekannya Idan Awaludin mengembangkan aplikasi yang berbasis android bisa diunduh di play store. Ide ini berawal dari kegelisahan dan kepedulian terkait tingginya angka kejadian DBD setiap musim penghujan mulai hadir. Pembiayaan pengobatan DBD bisa mencapai sekitar 900 Milyar, angka kejadian (IR) sekitar 60%, yang berdampak secara material dan immaterial bagi penderita dan keluarga penderita. Kedua nakes muda tersebut merasa perlu berkarya lebih setelah merasakan nikmatnya kuliah paska sarjana di Belanda (Fison Hepimen) dan Idan Awaludin (short course di Australia), pentingnya hadir sebuah aplikasi berbasis android dengan titik tumpu preventif - promotif, sementara aplikasi kesehatan berbasis android yang bertumpu kuratif seperti alodokter,hallodocs sudah mulai populer lazim bagi masyarakat awam. Aplikasi Pokentik yang disosialisasikan di sekitar Palembang(sesuai domisili pengembangnya) telah mencapai cakupan aktif di wilayah kerja BBTKL 1 Palembang, yakni para jumantik Puskesmas Sukaramai, Puskesmas Alang-alang Lebar, dan Puskesmas Talang Betutu. Dengan Aplikasi ini, para Jumantik lebih mudah dalam pencatatan hasi juru mantau jentiknya. Kemenkes RI sebagai kelanjutan pemerintah dalam pembangunan kesehatan di Indonesia telah memiliki program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3 M Plus. Mengingat pengobatan terhadap penyakit DBD yang disebabkan virus dengue, belum ada, sehingga penting sekali adanya pemberantasan vekor penular melalui (PSN) 3 M Plus.  Jentik nyamuk yang dibasmi dapat menghilangkan satu nyamuk yang berpotensi menjadi vektor dari penyakit DBD. Kegiatan PSN 3 M Plus yaitu menguras, menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang/memanfaatkan kembali barang-barang bekas) serta ditambahi dengan menaburkan larvasid pembasmi jentik, memelihara ikan pemakan jentik, mengganti air dalam vot /vas bunga, menggunakan kelambu anti nyamuk,  dan lain-lain. Pentingnya PSN 3M Plus melalui dengan pendekatan partisipasi masyarakat, karena keberadaan vektor DBD yaitu nyamuk mudah sekali dijumpai dekat pemukiman penduduk, didalam maupun diluar rumah, sehingga peran keluarga dapat dilibatkan melalui pemantauan, pemeriksaan dan pemberantasan jentik. Konsep inilah yang disebut dengan “Jumantik Rumah Tangga atau Satu Rumah Satu Jumantik. Peran aktif serta menggugah kepedulian masyarakat untuk pemberantasan vektor nyamuk, dibidik dalam aplikasi Pokentik. Pokentik aktif digunakan sekitar 1500 pengguna yang telah mengunduhnya di aplikasi play store. Pokentik berbasis android dengan memanfaatkan sosial media untuk memantik masyakakat lebih peduli terhadap PSN 3 M plus. Hal yang dijumpai dalam aplikasi pokentik yaitu adanya fitur login bagi pengguna dengan menyantum identitas dan alamatnya, memiliki mode Online –offline, fitur share sosial media, adanya pengingat mingguan untuk aktivitas jumantik”reminder”,  mapping wilayah sesuai login dari pengguna berupa tampilan data area ynag bebas dari jentik nyamuk DBD, Continuosly Updates,  aplikasi ini terus menyempurnakan fitur dan kegunaannya sehingga lebih familiar dan bermanfaat sevagai bagian upaya preventif Penyakit DBB serta tak kalah menarik adanya tampilan Poin. Poin inilah menjadi bagian dari pengembangan untuk sistem penghargaan bagi jumantik pribadi yang telah melaksanakan aktivitasnya di Pokentik. Penggunaan aplikasi ini, sangat mudah yakni unduh aplikasi, membuat akun pribadi, lanjut melakukan pemantauan jentik disekitar rumah , dalam rumah, foto lalu unggah foto tersebut. Kita dapat melihat cara penggunaanya melalui  video singkat dari Ibu Menteri Nila Moeloek di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=Fj0WN8tdx_E. Hasil wilayah yang bebas dari jentik ,sesuai penggunaan aplikasi pokentik di situs www.pokentik.com. Sederhananya tampilan dari aplikasi ini dikarenakan kendala biaya pengembangan yang masih bersumber mandiri/swadana dari tim pengembang, belum banyak dukungan dana dari Pemerintah (APBD/APBN) serta CSR dari Perusahaaan Swasta. Meskipun begitu tim Pokentik tetap masih gigih berusaha untuk melanjutkan dan menyosialisasikan aplikasi ini. Kedepannya fitur pokentik akan dibawa ke ranah game online, sehingga memacu generasi muda peduli dan paham dari aktivitas pemantau jentik nyamuk secara pribadi dan berperan aktif dalm PSN 3 M plusnya. Fitur berikut yang dikembangkan dalam Pokentik yaitu pesan edukasi terkait BDB, PSN 3 M, gambar jenti yang kan emningkatakan pengetrhuan bagi pengguna sehingga kepeduliannya dapat bermanfaat untuk memantik orang lain mengunduh aplikasi mPokentik. Fiur berikutnya yaitu penggunaan data yang ada oleh penentu kebijakan/pemegang program DBD. Seperti kita ketahui isu Demam Berdarah, merupakan isu yang sarat dengan kepentingan politik terkait dengan pembangunan kesehatan dalam suatu wilayah. Seperti contoh daerah DKI telah memberikan penghargaan bagi jumatik denagn berkoordiansi pemangku wilayah setempat dengan bersumber dan APBD, sehingga bila muncul adanya kasus DBD di wilyah tersebut akan mencoreng prestasi bagi pemangku wilyah tsersebut. Hal ini ditangkap sebagai peluang perbaikan bagi pengembang aplikasi Pokentik untuk akses penggunaan data secara bersyarat terhadp data pokentik bagi pemanagku/penentu kebijakan untuk mendukung pemberantasan vektor penyakat DBD, yaitu nyamuk Aedes aegepty, melalui pemantauan jentik nyamuk dan dimusnahkan melalui PSN 3 M. Mari kita berame rame unduh aplikasi ini, kita gunakan, dan kita bebaskan rumah dan lingkungan sekitar kita dari jentik nyamuk Aedes Aegipty. Rumah bersih, lingkungan bersih hidup sehat bermanfaat.   Sumber Bacaan : http://www.depkes.go.id/article/view/17080300001/pokentik-ayo-berburu-jentik-menggunakan-aplikasi-digital.html http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=16061600003 https://www.youtube.com/watch?v=Fj0WN8tdx_E Petunjuk teknis Implementasi PSN 3 M-Plus Dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik 2016  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Program Studi Dokter Layanan Primer di Fakultas Kedokteran Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada

25 Sep 2017 � Setyawati Oktavia

Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer Tahun 2017 telah dibuka pada Senin, 25 September 2017 yang bertempat di Fakultas Kedokteran (FK) Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM). Pembukaan dihadiri oleh Kepala Puslat SDM Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan Pelatihan Teknis dan Fungsional, Bapak Nusli Imansyah, SKM, M.Kes, Kepala Bapelkes Cikarang  diwakili oleh Kepala Pengendalian Mutu  Ibu Verawti Lenny, SKM, MKM  dan Bapelkes Semarang diwakili dan Bapak Rasa Harbakti, SKM, M.Kes. Pengendali pelatihan turut hadir dalam pembukaan adalah dr. Arum Wiratri dan dr. Ninne Lutansa. Pelatihan dibuka oleh Dekan FK UGM yang diwakili oleh Prof. Mustofa. Proses pembukaan berlangsung khidmat. Untuk Informasi penyelenggara Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer Tahun 2017 adalah Bapelkes Cikarang dan Bapelkes Semarang. Peserta Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer Tahun 2017 berjumlah 44 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayan Jogjakarta, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bali dan Lampung. Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer Tahun 2017 dilaksanakan selama 3 bulan (on-off) dimana peserta akan mendapatkan pembelajaran selama 13 hari di FK UGM yang terbagi dalam 2 kali tatap muka, 14 hari di Rumah Sakit yang menjadi jejaring FK UGM dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam 1 kali tatap muka dan selebihnya proses pembelajaran dilakukan oleh masing-masing peserta di Puskesmas tempat asal peserta (work based  place learning) Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan peserta mampu melaksanakan pembimbingan materi dasar di fasilitas kesehatan tingkat pertama sesuai dengan standar pendidikan dokter layanan primer meliputi pelayanan dengan pendekatan yang berpusat pada pasien dan berorientasi pada keluarga, keterampilan klinis yang menekankan pada pencegahan, diganosis komunitas, perencanaan dan evaluasi program kesehatan serta kolaborasi interprofesional untuk pelayanan berkualitas tinggi. Semoga Pelatihan Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer membawa angin segar sejalan dengan Program Indonesia Sehat Kementerian Kesehatan dan ruh semangat Nawacita kelima : meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Pembukaan Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual Angkatan I dan II

24 Sep 2017 � Segarnis Deasy

Senin, 24 September 2017 dilaksanakan Pembukaan Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individul Angkatan I dan II di Bapelkes Cikarang. Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individul  dibuka secara resmi oleh Bapak Drs. Zaenal Komar, Apt, MA  Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta mewakali kepala Badan PPSDM Kesehatan. Dalam sambutannya Bapak Drs. Zaenal Komar, Apt, MA  menyampaikan bahwa Puskesmas sebagai salah-satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) memiliki kekhususan dibandingkan dengan FKTP lainnya. Beberapa hal yang merupakan kekhususan dari Puskesmas antara lain : melaksanakan upaya kesehatan masyarakat UKM dan UKP tingkat pertama serta memiliki konsep wilayah. Dengan kekhususan ini, tentu diperlukan manajemen yang baik di dalam mengelola seluruh upaya yang dilakukan, seluruh potensi dan sumber daya yang ada di Puskesmas. Kondisi tersebut telah diatur pada Peraturan Menteri Kesehatan No.75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.   Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan dalam Mendukung Program Nusantara Sehat merupakan pendayagunaan secara khusus tenaga kesehatan dalam kurun waktu tertentu guna meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Puskesmas dengan kriteria terpencil atau sangat terpencil terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan salah satunya dilakukan melalui penugasan khusus tenaga kesehatan individual untuk memenuhi kebutuhan SDM Kesehatan pada pelayanan kesehatan di Puskesmas.Tenaga kesehatan yang ditempatkan di DTPK harus dipersiapkan agar dapat memahami tugas dan fungsi nya sehingga dapat melaksanakan tugas sesuai kompetensi dan kewenangannya di Puskesmas. Selain itu juga harus siap siaga mengahdapi tantangan sesuai dengan kondisi wilayah DTPK. Pada pelaksanaan Pembekalan Pelatihan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas ini menggunakan nilai-nilai yang mendasari, yaitu: Pembekalan ini menerapkan prinsip pembelajaran orang dewasa, dengan karakteristik : Setiap orang dewasa memiliki cara dan gaya belajar tersendiri dalam upaya belajar secara efektif. Kebutuhan orang untuk belajar adalah karena adanya tuntutan untuk mengembangkan diri secara professional Proses pembelajaran melalui pembekalan diarahkan kepada upaya perubahan perilaku dalam diri manusia sebagai diri pribadi dan anggota masyarakat. Memperhatikan penggunaan metode dan teknik yang dapat menciptakan suasana partisipatif. Proses pembekalan memanfaatkan pengalaman peserta dalam melakukan Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas dan digunakan pada setiap tahap proses pembelajaran. Berorientasi kepada peserta, yaitu bahwa peserta berhak untuk: Mendapatkan satu paket bahan belajar yaitu modul pembekalan untuk meningkatkan keterampilan dibidang Penugasan Tenaga Kesehatan Individual di Puskesmas   Menggunakan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing dalam proses pembelajaran, serta melakukan peningkatan agar sesuai dengan kompetensi pengelola puskesmas Mendapatkan pelatih profesional yang dapat memfasilitasi, menguasai materi dan dapat memberikan umpan balik yang konstruktif Melakukan refleksi dan memberikan umpan balik terhadap pembelajaran yang dijalani Melakukan evaluasi (bagi penyelenggara maupun fasilitator) dan dievaluasi tingkat kemampuan peserta dalam bidang manajemen Puskesmas Proses pembelajaran lebih banyak memberi pengalaman melakukan sendiri secara aktif fungsi sebagai tenaga kesehatan atau menggunakan metode “learning by doing”   Diharapkan Setelah mengikuti pembekalan ini, peserta berperan sebagai tenaga kesehatan yang akan melaksanakan penugasan khusus individual di Puskesmas pada lokasi yang ditetapkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.     Pelatihan ini diselenggarakan selama 10 hari yaitu dari tanggal 24 September – 04 Oktober 2017. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan yaitu  Angkatan I ( 26 orang Peserta) dan Angkatan II (24 Orang Peserta). Peserta Penugasan Khusus Tenaga Kesehatan Individual akan ditempatkan  di Provinsi Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau,    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pengembangan Laboratorium Vektor

19 Sep 2017 � Agung Harri Munandar, SKM

Definisi secara umum laboratorium merupakan Sarana yang digunakan sebagai tempat untuk: riset ilmiah, percobaan, pengujian. Secara umum konsep laboratorium menurut kepmenkes 364/2003. selengkapnya klik disini

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Cara Menerapkan Konsep 5R Dalam Pengelolaan Lingkungan

18 Sep 2017 � Miftahur Rohim, ST, M.Kes

Dalam istilah lingkungan konsep 5 R sudah sering Anda dengar atau mungkin kali ini baru Anda dengar. Konsep 5 R sendiri berasal dari 5 kata dalam bahasa Inggris yaitu Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle(Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali). Istilah – istilah ini sering disebutkan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup. Untuk dapat diterapkan, berikut ini dijelaskan tentang konsep 5 R. Recycle Recycle atau mendaul ulang adalah kegiatan mengolah kembali atau mendaur ulang. Pada perinsipnya, kegitan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos. Reuse Reuse atau penggunaan kembali adalah kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Sebagai contoh, kantong plastik atau kantng kertas yang umumnya didapa dari hasil kita berbelanja, sebaiknya tidak dibuang tetapi dikumpulkan untuk digunakan kembali saat dibutuhkan. Contoh lain ialah menggunakan baterai isi ulang. Reduce Reduce atau Pengurangan adalah kegiatan mengurangi pemakaian atau pola perilaku yang dapat menguarangi produksi sampah serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh menggunakan alat-alat makan atau dapur yang tahan lama dan berkualitas sehingga memperpanjang masa pakai produk atau mengisi ulang atau refill produk yang dipakai seperti aqua galon, tinta printer serta bahan rumah tangga seperti deterjen, sabun, minyak goreng dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi bertumpuknay sampah wadah produk di rumah Anda.       Replace Replace atau Penggantian adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alernatif yang sifatnya lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya mengubah menggunakan kontong plastik atau kertas belanjaan dengan membawa tas belanja sendiri yang terbuat dari kain. Replant Replant atau penamanan kembali adalah kegiatan melakukan penanaman kembali. Contohna melakukan kegiatan kreatif seperti membuat pupuk kompos dan berkebun di pekarangan rumah. Dengan menanam beberapa pohon, lingkungan akanmenjadi indah dan asri, membantu pengauran suhu pada tingkat lingkungan mikro (atau sekitar rumah anda sendiri), dan mengurnagi kontribusi atas pemanasan global. Dengan menerapkan konsep 5 R yang telah dibahas, kita dapat ikut serta dalam melestarikan dan memlihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar http://www.artikellingkunganhidup.com/cara-menerapkan-konsep-5-r.html  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Bersiaplah Pada Kelumpuhan Jaringan Internet

11 Sep 2017 � Setyowati Oktavia

Selasa, 06 September 2017, hari dimana jalur komunikasi dengan dunia maya terputus. Saya sebagai pengguna yang aktif berselancar menggunakan layanan jasa internet kantor merasa tidak dapat melakukan apapun. Pekerjaan kantor menjadi terkendala. Komunikasi terhambat. Hingga terlintas di pikiran saya apakah ini sebuah sentilan atau teguran dari Sang Maha Pencipta. Manusia memang makhluk yang lemah diberikan cobaan seperti ini saja mengeluhnya keterlaluan. Info yang saya terima, kondisi ini terjadi akibat terputusnya jaringan/kabel  FO akibat pekerjaan galian didekat kantor. Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri melepas kebergantungan pada kecanggihan teknologi maya ini? Tibalah dimana kita menyadari bahwa sejatinya manusia hanya bergantung kepada Allah SWT Tuhan Pemilik Semesta Alam.  Selalu berusaha belajar mengambil sisi positif dari apa yang tengah terjadi. Saya berpikir keras tentang apa yang harus saya lakukan ditengah kesuntukan melakukan tugas kantor yang tak kunjung usai. Akhirnya terbesit ide cemerlang untuk melakukan kegiatan menulis dan membaca yang jarang saya sentuh kembali. Saya memulai mengambil buku dan membacanya. Ada perasaan puas yang tak dapat saya jabarkan. Tanpa saya sadari, be like this my quality time. Menurut hasil penelitian Rush University Medical Center dan riset Haskins Laboratories yang bernama Ken Pugh, PhD seperti yang dilansir pada halaman web manfaat.co.id, Rabu/ 24 Juni 2015 bahwa kebiasaan membaca buku dapat memacu otak untuk berpikir kreatif dan berkonsentrasi, mencegah kepikunan dini/ demensia dan peningkatan kualitas hubungan social life yang lebih baik di masyarakat dengan tingginya rasa empati dan toleransi.  Selain dari kegiatan membaca, menulis pun menjadi alat ampuh bagi saya untuk rehat dari rutinitas pekerjaan kantor tuk sejenak. Merujuk pada artikel yang tertuang pada Jurnal Advance in Psychiatric treatment tahun 2005, manfaat menulis dapat memperbaiki dan meningkatkan suasana hati. Dalam jurnal The Oncologist tahun 2008, menulis dapat penurunan tekanan darah, mengubah cara berpikir dan meningkatkan kualitas hidup. Selama siklus hidupnya, manusia akan selalu berproses untuk belajar dan itu pasti hingga maut menjemput. Banyak hal baik yang dapat dipelajari khususnya sebagai seorang pegawai negeri sipil, diantaranya mengasah keterampilan membaca dan menulis. Rutinitas yang padat menjadi alasan utama untuk menghindari hal baik tersebut. For Your Information, Orang sukses pun meluangkan waktunya untuk membaca. Kita diberi waktu dengan proporsi yang sama dengan orang sukses tersebut didunia. Kita diberikan pilihan apakah ingin menjadi orang diatas rata-rata atau orang biasa. Semua hal tersebut bergantung pada cara kita memanfaatkan anugerah dari Sang Khalik yaitu waktu itu sendiri. Hanya ada satu alasan yaitu TIDAK ADA ALASAN. Tak perlu harus menunggu berhadapan dengan laptop untuk menceritakan apa yang hendak kamu sampaikan. Cukup bermodalkan pena dan buku catatan. Dari sanalah akan lahir untaian cerita yang menginspirasi. Yakin dan Percayalah. InsyaaAllah. Bangsa Ini membutuhkan lebih banyak penulis dan pembaca. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW dari dari Allah SWT adalah Surat Al - Alaq ayat 1 - 5. ”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah, yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya”. Dari ayat tersebut diatas, manusia diminta untuk membaca. Angkat penamu, kobarkan hasrat membaca dan menulismu. Ekspresikan dirimu melalui tulisanmu. Show the world what you want to say, Now! Sumber tubmail/gambar :  http://www.dgspeak.com/paket-internet-kantor-untuk-soho/

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Keperdulian Terhadap HIV-AIDS

23 Aug 2017 � Drs. Nano Djumadiyono, MM - Bapelkes Cikarang

HIV merupakan virus yang menurunkan dan merusak sistem kekebalan tubuhmanusia. Seseorang yang baru terpapar HIV belum dikatakan AIDS dan orangyang baru terinfeksi HIV belum menampakkan gejala-gejala penyakit. Lambatlaunsistem kekebalan tubuhnya semakin menurun kemudian muncul berbagaigejala penyakit, barulah orang tersebut dikatakan AIDS.Situasi HIV dan AIDS hingga saat ini masih seperti fenomena gunung es, dimanakasus-kasus yang muncul baru menunjukkan keadaan di permukaan saja. Selengkapnya klik disini

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC