Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Jangan Takut dengan IPAL

29 Jan 2015 � Segarnis - Bapelkes Cikarang

Instalasi Pengolahan Air Limbah atau yang biasa disebut IPAL merupakan sesuatu yang sangat familiar bagi tenaga sanitarian, namun seringkali menjadi momok yang menyeramkan dan terkenal rumit bagi sebagian tenaga sanitarian baik di puskesmas, rumahsakit, industri, dan tempat-tempat yang senatiasa menghasilkan limbah sebagai side effect prosesnya. Sebenarnya seberapa menyeramkan nya kah IPAL ini? Apakah benar membangun IPAL itu membutuhkan biaya yang tidak murah, belum lagi perawatan dan troubleshooting-nya, karena kita semua tahu bahwa IPAL tersebut sangat kotor dan jarang sekali orang mau menggeluti IPAL ini, biasanya hanya menjadi seonggok bangunan yang tidak terawat yang akhirnya akan tersumbat dan terhambat prosesnya. Pada dasarnya IPAL sederhana dapat kita buat apabila kita mengetahui prinsip nya, mari kita buktikan bahwa pembuatan IPAL itu mudah. IPAL yang biasa kita lihat merupakan bangunan dengan komparator-komparator yang telah diperhitungkan proses, flow, debit, dan waktu tinggalnya. Dengan prinsip antara lain : Tahap Pre-Treatment Sebelum masuk ke dalam IPAL, air buangan harus dilakukan pre-treatment terlebih dahulu, tujuannya untuk memisahkan suspensi/padatan dengan supernatannya atau koloid. Sehingga yang kita proses hanyalah cairannya saja/koloidnya.   Prinsip pre-treatment ialah mempermudah pekerjaan IPAL, sehingga mengurangi trouble shooting. Masing-masing karakter air buangan berbeda cara pre-treatment-nya -  Air buangan tinja     : Septic Tank -  Air buangan dapur : Grease Trap -  Air buangan yang mengandung sampah : bar screen     2. Tahap Equalisasi Pada tahap ini dimana kita akan menggabungkan seluruh air buangan dari pre-treatment, tujuannya untuk mencampurkan dan menghomogenkan air buangan sehingga memiliki karakteristik BOD, COD, SS, Amoniak, MBAS, phospat yang sama.   3. Tahap IPAL Pada dasarnya proses pengolahan air limbah baru dilakukan pada tahap ini, dimana metode yang kita gunakan adalah menggabungkan metode anaerob dan aerob secara bakteriologis.  a. Proses pengendapan awal Setelah dari tanki equalisasi masuk ke dalam tanki pengendapan awal, dimana proses ini, memastikan bahwa hanya air buangan yang dapat masuk ke dalam IPAL.  b. Proses anaerob Pada proses anaerob bakteri yang digunakan ialah bakteri anaerob dan anaerob fakultatif, kita tidak perlu men-suplai bakteri karena bakteri akan tumbuh dengan sendirinya dari proses air buangan ini. Pada proses ini kita hanya perlu menyediakan media agar bakteri dapat hidup membentuk filamen pada media tersebut seperti batu, plastik, botol-botol, dll. Air yang masuk ke dalam anaerob dari arah bawah ke atas (brobos). Sehingga seluruh air kontak dengan media.  c. Proses aerob Pada proses ini, kita menggunakan bakteri aerob dimana kita harus menyuplai oksigen untuk kebutuhan hidup bakteri ini. Suplai oksigen dapat menggunakan blower. Pada proses ini kita juga membutuhkan media seperti batu, plastik, botol-botolan, dll agar media dapat hidup membentuk film pada media atau tersuspensi pada air.  d. Pengendapan Akhir Setelah air buangan melalui proses penguraian secara anaerob dan aerob maka akan masuk ke proses pengendapan akhir untuk di endapkan. Hasil endapan ini menghasilkan lumpur yang biasa disebut lumpur aktif yang mengandung bakteri. 10 – 30% lumpur ini dikembalikan ke inlet proses aerob untuk regenerasi bakteri.  e. Proses klorinasi Air hasil pengendapan akhir, air ini di kontakan dengan klor atau kaporit untuk membunuh kuman-kuman pathogen sebelum akhirnya dapat dibuang ke badan air.   Sumber : -          Teknologi IPAL mursitt karya Abi Wiwoho dan Edwin Permana -          Teknologi IPAL Biofilter

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Ternyata Industri Juga Butuh Lingkungan Sehat

28 Jan 2015 � Segarnis - Bapelkes Cikarang

Melindungi lingkungan bukan hanya komitmen kepedulian untuk generasi di masa akan datang, namun juga kebutuhan bagi perusahaan untuk mengembangkan dan memenuhi kewajiban sah mereka. Perusahaan yang memiliki catatan lingkungan buruk akan reputasi mereka sendiri. Untuk itu, lingkungan sehat tidak hanya berdampak baik bagi masyarakat sekitar namun juga bagi kepentingan citra perusahaan, perusahaan yang menjaga lingkungan, memiliki CSR lingkungan yang baik akan memiliki image baik dihadapan public, yang kini semakin kritis saja. Selain proses produksi yang dijalankan diperusahaan/industri memiliki side effect antara lain polusi udara, polus sampah, polus air, dan polusi tanah. Tidak jarang masyarakat melakukan demonstrasi kepada perusahaan dan industri karena mereka mencemari lingkungan, hal tersebut sangat berbahaya bagi keberlangsunga perusahaan tersebut, hal terparahnya persuahaan tersebut bisa saja dicabut ijin usahanya, dan terancam gulung tikar. Sebagai perusahaan yang ingin tetap eksis tentu saja lingkungan menjadi pehatian, karena lingkungan merupakan hal yang paling dekat dengan masyarakat, tidak jarang masyarakat dapat merasakan dampak. Beberapa cara yang perusahaan untuk memenuhi hak serta kewajiban mereka antara lain : Mengelola dan mengontrol sampah/limbah Mengelola prosedur pengangkutan untuk bahan-bahan beracun dan kimia Membangun prosedur kerja aman dan penanganan untuk produk yang berpotensi menyebabkan polusi Memenuhi perundang-undangan dan ijin khusus. Memastikan para pekerja aman baik secara personal maupun lingkungan kerja Perusahaan yang berpikir tentunya apa yang mereka buang tidak ingin menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri. Jadi, masih mau mengabaikan lingkungan? Tinggal kita tunggu saja gulung tikarnya. Jadikanlah perusahaan sahabat lingkungan.   Referensi : “konferensi internasional rangsangan kesadaran lingkungan”. Okezone.com

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pengukuran debu yang terpapar pada tubuh

28 Jan 2015 � Administrator

Sebagian besar pekerja di industri terutama dibidang manufacturing dan konstruksi memiliki faktor resiko untuk terpapar debu.  Debu dapat mengakibatkan gangguan kesehatan baik dari segi kandungannya maupun dari ukurannya. Mengapa ukuran debu berpengaruh? Semakin kecil ukuran debu maka semakin berbahaya bagi tubuh, karena debu dengan partikel yang kecil akan dapat masuk ke dalam paru-paru hingga mencapai alveoli, apabila debu telah mencapai bagian alveoli maka akan menganggu sistem respirasi tubuh manusia. Hal ini lah yang menyebabkan sesorang dapat menderita penyakit pernafasan seperti bisinosis, silikosis, asbestosis, dll. Pada dasarnya tubuh manusia telah di desain untuk dapat mencegah masuknya debu, dengan bulu-bulu hidung. Debu dengan ukuran 10 mikron masih dapat tertahan di bagian inhalasi (pernafasan atas), debu ukuran 2.5 mikron masih bisa tertahan dibagian dada (thorak), sedangkan debu yang paling kecil yaitu 1 mikron dapat masuk ke dalam alveoli dan menganggu proses respirasi. Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepaparan debu pada manusia, yaitu menggunakan alat yang disebutPersonal Dust Sampler (PDS). Menggunakan alat Personal Dust Sampler ini kita dapat mengukur beberapa ukuran debu antara lain ukuran debu 10 mikron, 2.5 mikron, 1 mikron, dan debu total (TSP). Personal Dust Sampler yang dapat mengukur debu dengan berbagai ukuran debu yaitu alat Haz-Dust 1400, dimana alat ini mempunyai 3 inlet yang berbeda sesuai dengan ukuran debu yang akan kita sampling antara lain inlet Inhalable (digunakan untuk mengambil debu yang berada pada saluran inhalasi atau 10 mikron), Thorak (digunakan untuk mengambil debu yang berada pada bagian dada, atau 2.5 mikron), dan Respirable (digunakan untuk mengambil debu yang berada pada bagian alveoli/respirasi atau 1 mikron). Penggunaan alat Personal Dust Sampler dilakukan selama 8 jam sampling sesuai dengan jam kerja, dimana inlet alat ini diletakan di daerah sekitar pernafasan, sedangkan pompa nya diletakan di saku pekerja dan digunakan pekerja selama bekerja. Berikut adalah video cara merakit alat Personal Dust Sampler. Video Cara merakit Inlet Inhalable dapat dilihat :https://www.youtube.com/watch?v=-isTOnumwRc Video Cara merakit Inlet Thoraci dan Respirable :http://youtu.be/JAKS70aAIzw Video memilih menu pengaturan pada alat :https://www.youtube.com/watch?v=IjSkbakHQ2g   Alat ini dapat langsung terlihat hasilnya pada layar monitor.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Yuks Sejenak Review ; Sehatkah Lingkungan Kerja Kita ??

28 Jan 2015 � dr. Atiq Amanah R - Bapelkes Cikarang

dr. Atiq Amanah R - Bapelkes Cikarang Tentunya kita menginginkan selalu sehat , optimal saat bekerja.Ternyata lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang siknifikan untuk optimalnya kesehatan manusia. Lingkungan terdiri dari udara, cahaya, air bersih , partikel debu , tumbuhan dll yang ada disekitar kantor kita. Merujuk Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran Dan Industri. Mari   kita  kaji ulang dan cermati bersama.Sudahkah kita mengetahui dan mengaplikasikannya di lingkungan kerja  ??? Kepmenkes  tersebut dibuat dengan maksud memberikaan petunjuk awal/standar awal terhadap syarat sehatnya suatu lingkungan kerja.Tujuan  khususnya yaitu    untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan di perkantoran dan industri. Kepmenkes memberikan mandat/wewenang  kepada pimpinan kantor/satuan unit kerja bertanggung jawab untuk penyelenggaraan kesehatan lingkungan kantor masing-masing.Wujud tanggungjawab pimpinan melalui penugasan terhadap seseorang yang melaksanakan serangkaian kegiatan  penyehatan lingkungan.  Selanjutnya  Petugas penyehatan lingkungan kerja wajib mempunyai perencanaan kerja penyehatan meliputi: jenis, sasaran, hasil capaian, jadwal, tenaga peralatan , pembiayaan , pengwasan serta pencatatan dan pelaporan rangkaian kegitan penyehatan lingkungan kerja. Kegiatan penyehatan kerja dalam suatu kantor dapat dilaksanakan oleh pihak ketiga yang berbadan hukum ,pembiayaannya ditanggung kantor tersebut. Pihak ketiga tadi mempunyai    tenaga kesehatan lingkungan dengan latar pendidikan  minimal Diploma 1 kesehatan lingkungan dan yang terlatih dari institusi yang berwenang. Kepmenkes tersebut menampilkan  secara detil dari standar minimalis syarat sehat dari masing-masing unsur Lingkungan. Untuk artikel  ini kita coba telaah secara  singkat lagi J. Tulisan ini bertujuan untuk menggugah kepedulian kita terhadap lingkungan kerja yang kita diami selama ini. Supaya makin aware’ peduli’  mari kita lihat check list (daftar cek) sederhana tentang syaraat sehat lingkungan kerja. Daftar cek ini bia kita jadikan alat ‘tool”awal penapisan “screening” terhadap kesehatan lingkungan tempat kerja.Untuk detilnya bisa mengacu secara seksama dari Kepmenkes Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002  disertai dengan pedoman yang terbaru dari jurnal – jurnal yang ada tentang kesehatan lingkungan. Syarat –syarat Bangunan: Bangunan kuat, terpelihara kebersiahn, minimal gangguan kesehatan serta kecelakaan kerja. Lantai kuat , bersih, kedap air , permukaan rata dan kesat (tidak licin) Dinding bersih, warna terang, mudah dibersihkan. Langit-langit bersih dan berwarna terang , ketinggian minimal 2,5m dari lantai Atapnya kuat dan tidak bocor Luas jendela , kisi-kisi atau dinding gelas kaca untuk amsuknya cahaya minimal 1/6 luas lantai. Setiap karyawan mendapatkan ruang udara minimal 10m3/karyawan.  Mari kita hitung sendiri kepadatan udara kita masing-masing J. Untuk toilet pun, Kepmenkes ini juga mengatur sebagai berikut : Toilet wanita dan pria , terpisah dengan aturan peturasan, jamban, wastafel dapat dilihat dalam table ini : a. Untuk Karyawan pria: No Jumlah karyawan Jumlah Kamar Mandi Jumlah jamban Jumlah peturasan Jumlah wastafel 1 s/d 25 Orang 1 1 2 2 2 26 s/d 50 Orang 2 2 3 3 3 51 s/d 100 Orang 3 3 5 5  b. Untuk Karyawan wanita : No Jumlah karyawan Jumlah Kamar Mandi Jumlah jamban Jumlah wastafel 1 s/d 20 1 1 2 2 21-40 2 2 3 3 41 s/d 70 3 3 5   Selanjutnya komponen dari Lingkungan di jelaskan tantang persyaratn dari segi kesehatan. Untuk jelasnya bisa kita lihat dalam tebal berikut: Tabel Daftar cek “ Check List” NO Unsur Lingkungan Syarat Sudahkah sesuai ??? 1 Air bersih Memenuhi syarat kesehatan sesuai fisika,kimia , mikrobiologi dan dapat diminum bila dimasak Sumber air bisa PAM, sumber air tanah atau sumber lain yang telah diolah sesuai syarat yang berlaku Distribusi air bersih melalui perpipaan Dilakukan pemeriksaan minimal 2kali dalam setahun yaitu musim kemarau dan musim hujan. Tempst pengambilan sampel pada sumber, bak penampungan dan k ran terjauh.   2 Udara ruangan v  Suhu :18 -28 0C ; bila suhu > 28 0C perlu menggunakan AC /alat Penata udara /Kipas Angin dam bila suhu <180C perlu pemanas ruangan. v  Kelembaban bila > 60 % perlu mengunakan alat dehumidifier dan bila < 40 % mebggunakan alat humidifier ( mesin pembentuk aerosol) v  Debu total 0,15 mg/m3. Ruangan dibersihkan pagi dan sore dengan menggunakan pel basah atau vaccum pump; Pembersihan periodic 2kali/tahun dan dicat ulang 1 kali setahun J. v  Ruangan yang tidak menggunakan pendingin harus memiliki lubang ventilasi minimal 15 % dari luas lantai dengan sistem ventilasi ulang v  Ruangan dengan AC secara periodic harus dimatikan dan diupayakan terjadi pergantian udara dengan membuka seluruh jendela dan pintu atau dengan kipas angin. AC harus dibersihkan secara periodik, v  Untuk menghindari pencemar; pertukaran udara berjalan baik, tidak langsung berhubungan dengan dapur, tidak merokok di ruangan, tidak menggunakan bahan bangunan yang menyengat baunya. v  Untuk mengurangi mikroba pathogen (penyakit) antara lain; karyawan yang sakit menular  lewat udara sementara rehat sakit; lantai dibersihkan dengan antiseptic dan memelihara fungsi ventilasi yang baik   3 Limbah Untuk membersihkan limbah padat melalui ruangan dan lingkungan perkantoran minimal 2 kali sehari. Mengumpulkan sampah kering dan basah pada tempat yang berbeda dengan kantong plastic warna hitam Limbah cair termasuk tinja masuk dalam saluran yang kedap air, tertutup , mengalir lancar dan tidak menimbulkan bau.   4 Pencahayaan Pencahayaan alam maupun buatan disuahakan memnuhi syarat minimal 100lux, tyanpa silau. Penempatan bola lampu utnuk mengahsilakna pencahaayaan optimum dan bola lampu sering dibersihkan J J Bola lampu yang mati segara untuk diganti   5 Kebisingan Kebisinagan adalah suara yang tidak dikehendaki sehingga mengganngu /membahayakan keluarga . Maksimum kebisinga adlah 85 dBA. Ruangan perlu diatur sedemikian rupa untuk tidak bising upaya pengendalikan kebisingan antara lain: peredam, penyekat , pemindahan sumber bising   6 Radiasi lokasi jauh dari SUT( Saluran Udara tegangan Tinggi) atau (SUTET) salauran udara teganagn ekstra tinggi, jaraknya secara horizontal minimal 30 m dan jarak vertical banguna maksimal 10 m   7 Vektor Penyakit bebas dari tikus, jarang lalat ( maksimal 8 ekor/fly grill (100x100cm) dalam waktu 30 menit.Kecoa maksmal 2 ekor/plate(20x20cm) dalam pengukuran 24 jam.     Getaran ada nilai baku untuk masing –masing frekuensi. Untuk detilnya , bisa dilihat  di Kepmenkes No 1405/Menkes/SK/XI/2002 J J J Intinya petugas berkewajiban untuk mengurangi getaran bisa melalui peredam getaran atau bantalan di sumber getaran.   8 Instalasi penjaringan pipa/kabel , untuk fasilitas kabel, listrik, limbah telepon harus rapi, aman, tidak menjadi sarang (perindukan) serangga , tikus   Demikian sekilas review “ kajian ulang “ dari Kepmenkes No 1405/Menkes/SK/XI/2002, semoga kita bisa memanfaatkannya untuk kesehatan lingkungan kantor kita masing-masing.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Dampak Pestisida Terhadap Kesehatan Reproduksi Perempuan

28 Jan 2015 � Silowati, SKM, MKM - Bapelkes Cikarang

PENDAHULUAN Ada banyak hal yang perlu anda ketahui tentang pestisida. Jika anda menganggap bahwa pestisida dimaksudkan untuk membunuh serangga, gulma, dan penyakit; anda akan tau bagaimana ini bisa merusak kesehatan anda. Sayangnya penggunaan pestisida telah meledak dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu alasannya adalah karena tanaman rekayasa genetika yang telah menyebabkan penciptaan gulma super yang membutuhkan pestisida yang lebih banyak dan lebih kuat. Jumlah pestisida yang digunakan adalah salah satu hal yang perlu anda katahui tentang pestisida, tetapi ada lebih banyak fakta yang harus anda sadari tentang pengaruh pestisida terhadap kesehatan Pada dasarnya kita semua terpapar  pestisida, makanan yang kita makan, terutama buah dan sayuran segar, mengandung residu pestisida. The National Academy of Sciences (NAS) tahun 1987 mengeluarkan laporan tentang pestisida dalam makanan. Pada dasar data dalam penelitian, resiko potensial yang diberikan oleh pestisida penyebab kanker dalam makanan kita lebih dari sejuta kasus kanker tambahan dalam masyarakat Amerika selama hidup. Karena sekitar 30 macam pestisida karsinogen terdapat dalam makanan kita, dan selama ini belum menyebutkan potensi pemaparan terhadap pestisida karsinogen dalam air minum. PENGERTIAN PESTISIDA Pestisida adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, memikat, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest (“hama“) yang diberi akhiran -cide(“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu.Dalam bahasa sehari-hari, pestisida seringkali disebut sebagai “racun”. Pestisida adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Yang dimaksud hama di sini adalah sangat luas, yaitu serangga, tungau, tumbuhan pengganggu, penyakit tanaman yang disebabkan oleh fungi (jamur), bakteria dan virus, kemudian nematoda (bentuknya seperti cacing dengan ukuran mikroskopis), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan. Pestisida adalah bahan-bahan kimia yang tidak terlepas dari penggunaannya untuk mengendalikan hama dan jasad pengganggu lainnya. Pestisida tidak saja membawa dampak yang positif terhadap peningkatan produk pertanian, tapi juga membawa dampak negatif terhadap lingkungan di sekitarnya, (Diana, 2000). Pestisida juga diartikan sebagai substansi kimia dan bahan lain yang mengatur dan atau menstimulir pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman. Sesuai konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida ditujukan bukan untuk memberantas atau membunuh hama, namun lebih dititiberatkan untuk mengendalikan hama sedemikian rupa hingga berada dibawah batas ambang ekonomi atau ambang kendali.   KESEHATAN REPRODUKSI Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya atau suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman. Pengertian lain kesehatan reproduksi dalam Konferensi International Kependudukan dan Pembangunan, yaitu kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran & sistem reproduksi. DAMPAK PESTISITA TERHADAP KESEHATAN KESEHATAN MANUSIA Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, residu pestisida juga berbahaya bagi kesehatan, baik dalam jangka panjang atau pun pendek. Salah satunya adalah menghambat perkembangan kognitif. Pada kehamilan bisa beresiko terjadinya kelainan bawaan. Residu pestisida ini bisa terdapat dalam jenis buah dan sayuran segar, sehingga kita memerlukan kehati-hatian dalam mengkonsumsinya. Penggunaan pestisida bisa terjadi pada saat proses produksi di lahan atau selama pasca panen. Dibawah ini beberapa bahaya pestisida yaitu : 1. Pestisida Menyebabkan Kemandulan Salah satu pestisida adalah atrazine, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter mengemukakan bahwa pestisida ini meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan (kualitas dan mobilitas sperma menurun). 2. Bahaya Pestisida Pada Kehamilan, Bayi, dan Anak Pestisida yang tidak sengaja termakan oleh ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Cacat lahir seperti spina bifida, bibir sumbing, kaki pengkor, dan sindrom down bisa diakibatkan paparan pestisida. Untuk memperkecil resiko, ibu hamil harus selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Paparan pestisida selama 3 bulan sebelum konsepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan resiko keguguran spontan pada ibu hamil. Selain itu, bayi yang dilahirkan juga beresiko terkena leukimia dan kecerdasannya bisa terganggu. Bila terpapar pestisida sejak kehamilan akan berpengaruh pada pembentukan janin dalam kandungan. Residu pestisida bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan tertentu selama perkembangan janin. Apalagi selama perkembangannya janin belum mampu mendetoksifikasi racun yang ada. Sementara otak dan sistem saraf sendiri masih terus berkembang hingga anak berusia 12 tahun. Pada anak, paparan pestisida dapat menurunkan stamina tubuh serta perhatian dan konsentrasinya. Begitu pun memori dan koordinasi tangan mata yang terganggu, serta semakin besar kesulitan anak dalam membuat gambar garis sederhana. Anak yang terpapar residu pestisida sejak balita, ketika usia SD kecerdasannya akan menurun. Sebuah penelitian yang dilakukan di Meksiko terhadap anak yang mengkonsumsi anggur disemprot pestisida dan yang tidak disemprot pestisida, menunjukkan perbedaan kognitif yang signifikan. 3. Pengaruh Pestisida Terhadap Perubahan Hormon Jangka panjang dari paparan pestisida secara terus menerus dalam waktu sekitar 20-30 tahun akan terjadi perubahan hormonal dan sistem reproduksi. Pada anak laki-laki diistilahkan dengan demasculinisation, yaitu hilangnya sifat-sifat maskulin. Sementara pada anak perempuan disitilahkan dengan defeminisasion. Jadi anak mengalami perubahan orientasi s3ksualnya. 4. Pestisida Menyebabkan Diabetes Bertahun-tahun ilmuwan percaya ada hubungan antara diabetes dengan pestisida. Menurut jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care, orang yang mengalami kelebihan berat badan dan dalam tubuhnya terdapat pestisida golongan organoklorin berisiko tinggi terkena diabetes. Untuk menghindarinya, konsumsi makanan organic dan hindari penyegar udara kimia dan produk-produk artifisial yang beraroma. 5. Pestisida Menyebabkan Kanker Pestisida cukup erat hubungannya dengan kanker. Lebih dari 260 pestisida berkaitan dengan beragam jenis kanker seperti limfoma, leukemia, sarcoma, jaringan lunak, otak, kanker hati, dan kanker paru-paru. 6. Pestisida Menyebabkan Autisme Perpaduan antara gen dan polutan yang masuk ketika ibu hamil dipercaya para peneliti sebagai penyebab autisme. Kebanyakan insektisida membunuh hama dengan mengganggu fungsi saraf. Mekanisme yang sama terjadi pada janin yang terpapar insektisida. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh Universitas Harvard menunjukkan urin yang mengandung pestisida berbahan aktif organofosfat pada anak-anak lebih mungkin mengalami ADHD dan hiperaktif dibanding urin pada anak-anak yang tidak tercemar pestisida. 7. Pestisida menyebabkan Obesitas Kadang pestisida bertindak sebagai hormon palsu dalam tubuh. Hormon ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur pengeluaran hormon yang sehat. Menurut penelitian yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives, lebih dari 50 jenis pestisida diklasifikasikan sebagai pengganggu hormon, di antaranya dapat memicu sindrom metabolik dan obesitas. 8. Pestisida Menyebabkan Parkinson Penyakit gangguan degeneratif sistem saraf pusat atau yang sering mengganggu penderita keterampilan motorik, pidato, dan fungsi-fungsi lainnya atau Parkinson sangat berhubungan dengan paparan pestisida. Penelitian yang dilakukan menunjukkan penyakit ini berkaitan erat dengan paparan insektisida dan herbisida dalam jangka waktu yang panjang.Dengan bertambah pengetahuan kita mengenal berbagai macam bahaya dari pestisida ini maka sudah sewajarnya kalau kita memang harus berhati-hati terhadap pengaruh negatif dari pestisida apalagi bila penggunaannya berlebihan. Peneliti Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada, Nurul Kodriati, M.Med Sc., mengatakan bahwa saat ini banyak petani menggunakan berbagai bahan kimia untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Tak cukup satu macam, kata Nurul, satu jenis buah atau sayuran bisa menggunakan 17 - 55 macam bahan kimia yang berbeda. Menurut Nurul, buah yang paling banyak terpapar pestisida sehingga banyak residu yang menempel di kulitnya adalah apel, pir, serta anggur. Pada sayuran, jenis yang paling banyak terpapar pestisida adalah seledri, bayam, paprika, dan wortel. Ambil contoh buah apel. Meski terlihat segar dan menggoda, kata Nurul,setidaknya ada tiga kandungan pestisida yang paling sering ditemui pada apel, yakni thiabendazole, diphenylamine, dan acetamiprid. Dampak bahan kimia tersebut bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis bahan kimianya dan seberapa banyak kita terpapar. Apa saja efeknya? Sedikitnya ada empat efek, yakni efek karsinogen (bisa menimbulkan kanker), hormone disruptor (mengganggu sistem hormonal), neurotoxin (mempengaruhi sistem saraf), dan mengganggu pertumbuhan serta fungsi reproduksi. Berikut ini contoh bahaya bahan aktif pestisida terhadap kesehatan: Asefat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, kelainan alat reproduksi. Aldikard sangat beracun pada dosis rendah. BHC beresiko menyebabkan kanker, beracun pada alat reproduksi. Kaptan beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen. Karbiral beresiko menyebabkan mutasi gen, kerusakan ginjal. Klorobensilat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, keracunan alat reproduksi. Klorotalonil beresiko menyebabkan kanker, keracunan alat reproduksi. Klorprofam beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, pengaruh kronis. Siheksatin beresiko menyebabkan Karsinogen. DDT beresiko menyebabkan Cacat lahir, pengaruh kronis. DAMPAK PESTISITA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI MANUSIA Peran Perempuan di Pertanian yang begitu besar membuat perempuan juga dominan dan paling beresiko terhadap dampak pestisida. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pangan Dunia di perserikatan bangsa-Bangsa (FAO), jumlah perempuan yang terlibat di sektor pertanian meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah tenaga kerja perempuan dalam sektor pertanian mengalami peningkatan hampir empat kali lipat dari tahun 1960 sebanyak 7,43 juta menjadi 20,82 juta orang pada tahun 2000 (Data FAO,2000). Meskipun FAO belum pernah mengeluarkan data jumlah petani terutama petani perempuan yang terkena dampak pestisida, namun ada beberapa studi terhadap kasus – kasus yang berkaitan dnegan dampak pestisida tersebut. Dari beberapa studi yang dilakukan di beberapa Negara Asia juga ditegaskan bahwa perempuan adalah pekerja utama di pertanian dan perkebunan, yang berhubungan langsung dengan penggunaan pestisida dalam pekerjaannya sehari-hari. Seperti di Malaysia, perempuan terlibat di hampir 80 persen dari 50,000 dari pekerjaan umum dan terpaksa menjadi pekerja di perkebunan, dengan sebanyak 30,000 orang yang aktif sebagai penyemprot pestisida di sektor perkebunan sendiri. Para pekerja di Malaysia sangat beresiko terpapar pestisida karena hampir sehari-hari menggunakan pestisida seperti Paraquat, Methamidophos dan Monocrotophos. Akibatnya, petani perempuan dan perempuan buruh perkebunan banyak yang menderita penyakit dan mengalami gangguan kesehatan yang kronis dan akut. Seperti kuku jari tangan yang membusuk, gatal-gatal, perut mual dan nyeri, sakit punggung, pusing, nafas sesak, mata kabur/rabun, mudah marah, sakit kepala, sesak di dada, bengkak, nyeri otot, rasa gatal kulit dan infeksi kulit , bahkan timbulnya kanker. Di India, pestisida menjadi penyebab utama yang telah membinasakan Hidup penduduk desa Kasargod, Kerala. Di temukan bahwa selama dua setengah dekade, pestisida jenis endosulfan telah disemprotkan dilahan perkebunan kacang-kacangan, pohon dan buah jambu monyet di beberapa desa daerah Kasargod yang dilakukan oleh perusahan perkebunan di Kerala. Akibatnya penduduk desa di sekitar perkebunan menderita berbagai macam penyakit dan menderita gangguan kesehatan akibat terpapar pestisida endosulfan. Pada umumnya adalah gangguan terhadap sistem reproduksi perempuan, seperti kanker rahim dan kanker payudara. Ditemukan fakta anak-anak yang dilahirkan mengalami cacat fisik, keterlambatan mental, serta kekebalan tubuh rendah. Selain gangguan terhadap kesehatan, tidak kurang kerusakan yang terjadi pada lingkungan yang berhasil dicatat adalah ditemukan ikan, lebah madu, kodok, dan ternak unggas ayam yang mati. Sebuah penelitian lain di India memperkirakan bahwa lebih dari 1000 orang pekerja di perkebunan ini telah terpapar pestisida dalam kurun waktu antara agustus hingga desember 2001 dan lebih dari 500 orang berakibat kematian, ternyata lebih dari setengah dari pekerja tersebut adalah perempuan. Penggunaan pestisida besar-besaran di perkebunan produksi kapas di Warangal wilayah Andhra Pradesh, mengakibatkan masyarakat di daerah tersebut pelan-pelan telah terpapar oleh pestisida. Mereka mengeluh mengalami gangguan mual, gangguan usus, sakit dada, sulit bernafas, infeksi kulit, ganguan penglihatan dan ganguan hormonal. Menurut suatu survei yang terbaru, bekas pekerja IRRI mengalami gangguan serius seperti timbul bisul yang abdominal, broncitis, rapu tulang, radang paru-paru, kencing manis, kelumpuhan, gangguan jantung, radang hati, hipertensi, kegagalan ginjal, Parkinsons, asma dan kanker. Studi lain yang dilakukan di Amerika,menunjukkan bahwa perempuan yang tinggal di daerah yang penggunaan pestisidanya tinggi, mempunyai resiko 1,9 sampai 2 kali lebih tinggi beresiko melahirkan bayi dalam keadaan cacat, dibandingkan perempuan yang bertempat tinggal di daerah yang tidak menggunakan pestisida (Emmy lucy,s. Terompet, 1993) Racun kimia yang terbuat dari klorine dapat menyebabkan Kanker payudara, dan sebuah penelitian Greenpeace menemukan setiap tahun 50.000 perempuan Amerika meninggal dunia karena racun ini. Zat klorine yang umumnya ada pada pestisida seperti Dioksin, PCB dan DDT, senyawa ini mampu lama berakumulasi dalam tubuh manusia dan lingkungan. Pencemaran lingkungan oleh kimia ini berkaitan dengan kemandulan dan pertumbuhan yang tidak seimbang tidak saja pada manusia juga terhadap hewan dan tumbuhan. Di Indonesia sendiri, menurut data pertanian tahun 2000 menyatakan 50,28% dari total jumlah tenaga kerja di sector pertanian atau sebesar 49,60 juta adalah perempuan, kenyataannya masih sedikit penelitian terhadap tingkat pencemaran yang ditimbulkan oleh pestisida baik itu pada proses pertanian maupun pada produk makanan. Sehingga hanya beberapa kasus keracunan pestisida maupun gangguan yang dialami yang disebabkan dampak pestisida yang terungkap. Beberapa dari kasus gangguan terpapar pestisida yang ditemukan ternyata sebagian besar penderitanya adalah petani perempuan. Kasus keguguran kehamilan yang dialami oleh salah seorang petani dari Sumatera Barat akibat penggunaan pestisida Dursban yang dicampur dengan Atracol (Terompet No.5,1993), menunjukkan fakta bahwa pestisida sangat berbahaya bagi perempuan terutama bagi kesehatan reproduksinya. Pestisida dapat meracuni embrio bayi dalam kandungan yang sama berbahaya seperti meracuni ibunya, bahkan yang belih buruk lagi kerusakan dapat terjadi sebelum masa kehamilan. Berdasarkan hasil sebuah studi di universitas Sidney pada tahun 1996 menyatakan bahwa perempuan yang terkena pestisida masa awal kehamilan dapat mengakibatkan cacat pada bayi. Kasus lain, hasil penelitian yang dilakukan oleh PAN Indonesia terhadap petani perempuan di desa Bukit dan desa Sampun, Berastagi Sumatera Utara, mengenai tingkat keracunan pestisida berdasarkan Indikator kelaziman aktivitas enzim Acetylcholinesterase (Ache) dalam plasma darah, ditemukan bahwa tingkat pencemaran yang terjadi pada petani perempuan tersebut sudah melampau batas yang ditetapkan oleh WHO (tidak kurang dari 70 % dari aktivitas normal). PENGENDALIAN Berdasarkan Hierarki Pengendalian Bahaya di atas, maka dapat disusun contoh langkah pengendalian bahaya sebagai berikut: Eliminasi : Hindari pemakaian pestida untuk bahan-bahan makanan Substitusi: Mengganti pestisida/bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan reproduksi dengan bahan yang lebih aman Minimasi: Mengurangi pemakaian pestisida untuk bahan-bahan makanan. Pengendalian engineering: Menciptakan mesin yang aman untuk kesehatan reproduksi pada proses di pabrik Pengendalian administratif: Menciptakan undang-undang mengenai batas aman pemakaian bahan yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi Alat Pelindung diri: Memakai masker agar toksikan tidak terhirup dan memakai sarung tangan ketika bekerja terhadap bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan reproduksi.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pengaruh Pemanasan Global (Global Warming) Terhadap Kesehatan Reproduksi

28 Jan 2015 � Silowati, SKM, MKM _ Bapelkes Cikarang

Akhir-akhir ini muncul berbagai pemberitaan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik tentang peristiwa alam yang sering terjadi. Peristiwa alam itu terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air kita, mulai dari badai topan, air laut pasang yang menyebabkan banjir di daerah-daerah yang dekat dengan pantai, curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir, angin puting beliung yang merobohkan rumah-rumah warga, dan masih benyak peristiwa-peristiwa alam lainnya yang menyebabkan sebagian besar warga merasa resah. Oleh karena itu, pemerintah menyebutnya sebagai bencana nasional dan juga merupakan bencana internasional, karena peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga terjadi di mancanegara. Peristiwa-peristiwa alam tersebut diyakini sebagai dampak dari adanya pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim dunia. Pemanasan global tidak saja berdampak pada perubahan iklim dan cuaca di negara di seluruh dunia, namun juga bisa secara khusus berdampak terhadap kesehatan masyarakat, termasuk di dalamnya kesehatan reproduksi manusia. Dampak terhadap kesehatan reproduksi berarti ancaman terhadap eksistensi manusia di muka bumi. Banyak pihak bisa melakukan berbagai upaya dan tindakan pencegahan pemanasan global mulai dari sekarang dan mulai dari hal-hal yang kecil. Upaya ini tentu tak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau orang per orang, namun harus merupakan suatu gerakan kolektif dan massif yang melibatkan banyak orang sebagai tindakan penyelamatan generasi yang akan datang.  Apa itu pemanasan global   Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata di atmosfer, laut dan daratan Bumi.  Temperatur rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC,  sehingga sebagian panas  ( berasal  dari energi matahari) terperangkap di  atmosfer bumi akibat  menumpuknya  jumlah gas rumah kaca tersebut.  . Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan temperatur rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Berbagai literatur menunjukkan kenaikan temperatur global – termasuk Indonesia – yang terjadi pada kisaran 1,5–40 Celcius pada akhir abad 21. Dengan  adanya peningkatan  temperatur lingkungan, diduga  akan menyebabkan berbagai perubahan  pada beberapa tempat di permukaan bumi ini.  Peningkatan temperatur  bumi dapat meningkatkan  level  pemukaan air laut meningkat akibat memanasnya  perairan bebas dan laju mencair didaerah kutub.  Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang (Rob) akan meningkat di daratan.  Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia.  Konsekuensi akhir dari pemanasan global adalah  perubahan  iklim  secara global juga di berbagai  penjuru di permukaan bumi ini.   Dampak pemanasan global terhadap kesehatan Ketika iklim di bumi menjadi sangat panas  para ilmuwan memprediksi akan banyak orang meninggal karena gelombang panas. Selain itu, iklim yang panas ini membuat wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis semakin meluas dan kemungkinan dapat berpindah tempat ke daerah yang dulunya dingin dan subtropis seperti Eropa dan Amerika.  Pemanasan global (Global Warming) memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pada bidang kesehatan antara lain 1.  Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain. 2.  Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. 3.  Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.  Kesehatan Reproduksi Manusia Berdasarkan ICPD 1994, kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial yang utuh yang tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan lainnya yang terkait dengan sistem reproduksi, fungsi, serta prosesnya. Terdapat 10 elemen kesehatan reproduksi yaitu: (1) pelayanan dan konseling, informasi, edukasi, dan komunikasi KB, (2) pelayanan prenatal, persalinan, dan postpartum yang aman, termasuk menyusui, (3) pencegahan dan pengobatan kemandulan, (4) pencegahan dan penanganan aborsi tidak aman, (5) pelayanan aborsi aman, bila tidak melanggar hukum, (6) pengobatan Infeksi Saluran Reproduksi, Infeksi Menular Seksual dan kondisi lain dalam sistem reproduksi, (7) informasi dan konseling mengenai seksualitas, (8) pencegahan secara aktif praktek-praktek berbahaya seperti sunat perempuan/mutilasi kelamin, (9) pelayanan rujukan untuk komplikasi KB, kehamilan, persalinan dan aborsi, kemandulan, ISR, IMS, dan HIV/AIDS, serta kanker kandungan, serta (10) fasilitas diagnosis dan pengobatan IMS seiring dengan meningkatnya penularan HIV. Berdasarkan defisini dan elemen kesehatan reproduksi yang telah dijelaskan di atas jelas bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari sistem pewarisan generasi. Dampak Langsung Pemanasan Global Terhadap Kesehatan Reproduksi Manusia Pemanasan global yang dicetuskan oleh ekses industrialisasi juga bisa meningkatkan curah hujan, khususnya hujan asam. Berdasarkan penelitian sebelumnya, hujan asam dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur dan kematian bayi baru lahir (neonatus). Demikian halnya tingginya karbonmonoksida dapat menyebabkan seseorang keracunan gas CO. Karbonmonoksida yang masuk ke dalam tubuh akan membentuk karboksihemoglobin (CO-Hb) dalam darah dan menyebabkan fungsi Hb untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh terganggu. Akibat lebih lanjut adalah terjadi penurunan berat janin, berkurangnya intelegensi otak anak, dan peningkatan jumlah kematian bayi serta anak akibat infeksi saluran napas akut (ISPA) sebagai penyebab kematian bayi dan balita pertama di Indonesia. Pun demikian emisi hidrokarbon yang terbentuk dari bermacam-macam sumber. Emisi HC ini akan menghasilkan karbondioksida dan beberapa senyawa, di antaranya mengandung Pb (timbal) bila menggunakan bahan bakar bensin atau S (sulfur) bila menggunakan bahan bakar solar. Hasil emisi HC tersebut telah terbukti dapat meningkatkan risiko terjadinya keganasan pada jaringan tubuh manusia misalnya leukemia (kanker darah) dan kanker organ lainnya, termasuk kanker organ reproduksi. Pemanasan global secara kasat mata pasti akan menambah stresor fisik bagi manusia modern yang kini mendiami muka bumi ini. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa sinyal stress dari seorang ibu dapat mempengaruhi sensitivitas ekspresi gen-gen yang menyusun manusia itu sendiri. Bukti terkini menunjukkan bahwa beberapa zat kimia juga dapat mempengaruhi sistem kendali dan profil genetik manusia seperti pada kasus terjadinya penyakit testicular dysgenesis syndrome. Jika kita meyakini hasil riset ini berarti pemanasan global merupakan ancaman bagi eksistensi manusia dan kemanusiaan di muka bumi.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Rokok merampas hak anak Untuk dapat hidup sehat

28 Jan 2015 � Silowati, SKM, MKM - Bapelkes Cikarang

Merokok dapat mengakibatkan berbagai penyakit yang merupakan pembunuh utama baik di dunia maupun di Indonesia. Selain berbahaya bagi perokok itu sendiri, asap rokok dapat membahayakan orang-orang di sekitarnya terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang merupakan individu rentan terhadap berbagai paparan dari lingkungan di sekitarnya. Bagi keluarga miskin, selain dapat mengakibatkan berbagai penyakit pada anak, merokok juga dapat menurunkan status gizi anak mengingat biaya rokok dapat menyedot anggaran di rumah tangga. Sebagai wujud cinta kasih orangtua yang patut disyukuri, sudah selayaknya anak mendapatkan haknya untuk dapat hidup sehat dan terbebas dari asap rokok. Demi menyelamatkan anak dari bahaya rokok, maka pemerintah dan stakeholders terkait wajib segera melakukan beberapa aksi konkrit baik melalui penyempurnaan regulasi yang berkaitan dengan rokok maupun menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan edukasi kepada masyarakat tentang hidup sehat tanpa rokok. Pendahuluan   Merokok merupakan salah satu faktor risiko terjadinya berbagai penyakit tidak menular seperti kardiovaskular, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, kanker mulut dan kelainan kehamilan (Ditjen PP&PL, 2008). Penyakit-penyakit tidak menular tersebut saat ini merupakan penyebab kematian utama di dunia termasuk di Indonesia. Diperkirakan di Indonesia 190.260 orang meninggal akibat penyakit terkait tembakau, diantaranya sebanyak 100.680 orang laki-laki dan 89.580 orang perempuan (GATS, 2012). Tingginya  perokok merupakan salah satu masalah  kesehatan di Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah konsumsi batang rokok terbesar peringkat ke empat di dunia setelah China, USA dan Rusia. Untuk jumlah perokok, Indonesia menduduki posisi peringkat ke 3 setelah China dan India. Berdasarkan data Riskesdas 2013 diketahui sekitar 21,8  persen rumah tangga masih merokok di dalam rumah. Hasil studi Semba dan  Rekan (2007) dalam Factsheet TCSC-IAKMI tentang hubungan rokok dan risikonya pada anak balita, dari sampel yang diteliti sebanyak 175.859 rumah tangga miskin perkotaan di Indonesia selama tahun 1999–2003, sebesar 73,8% kepala keluarganya adalah perokok aktif, dengan pengeluaran  mingguan untuk membeli rokok sebesar 22%. Angka ini merupakan porsi pengeluaran terbesar di atas beras yaitu 19%. Hasil studi juga menyatakan bahwa perilaku merokok kepala rumah tangga berhubungan erat dengan gizi buruk, di mana perilaku merokok tersebut menyebabkan prevalensi anak sangat kurus sebesar 1%, berat badan sangat rendah 6.3%, serta anak sangat pendek 7.0%. Belanja rokok dalam hal ini telah menggeser kebutuhan terhadap makanan bergizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita. Pengertian Rokok   Menurut Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)-WHO, produk tembakau adalah produk yang dibuat dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari daun tembakau sebagai bahan dasar yang diproduksi untuk digunakan sebagai rokok yang dikonsumsi dengan cara dihisap, dikunyah atau disedot. Produk tembakau khususnya rokok dapat berbentuk sigaret, kretek, cerutu, lintingan, menggunakan pipa, tembakau yang dihisap dan tembakau tanpa asap. (Jurnal Lingkungan Keluarga edisi II tahun 2007). Zat  Beracun  Pada  Rokok Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam rokok: a.  Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks. b.  Tar,  yang  terdiri  dari  lebih  dari  4000  bahan  kimia  yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik. c. Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano. d.  Benzene,  juga  dikenal  sebagai  bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna. e.  Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. f. Metanol   (alcohol   kayu),  alcohol  yang  paling  sederhana   yang   juga  dikenal sebagai metil alkohol. g.  Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan  hidrokarbon alkuna yang paling sederhana. h.  Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. i. Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat. j. Hidrogen  sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida. k.  Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus. l. Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.   Penyakit – Penyakit  Akibat  Rokok Penyakit yang disebabkan oleh rokok tidak terbatas pada yang disebutkan di dalam bungkus rokok saja. Penyakit yang terkait dengan rokok ada banyak sekali, diantaranya adalah: a. Kanker kandung kemih b. Kanker lambung, usus dan colon c. Kanker mulut, tekak dan esofagus d. Kanker hati dan pankreas e. Kanker payudara, mulut rahim dan rahim f. Kanker paru-paru, bronkhitis dan infeksi saluran pernafasan kronis g. Penyakit jantung dan stroke hemoragik h. Pengeroposan tulang atau osteoporosis i. Penurunan kesuburan bahkan kemandulan j. Keguguran bahkan hingga melahirkan bayi yang cacat. k. Emfisima, ulser peptik dan batuk menahun l. Lemah otot, penyakit gusi dan kerusakan pada mata   Bahaya  Asap  Rokok  Bagi  Perokok Pasif Selain perokok aktif, ada juga perokok pasif, yakni orang yang menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut perokok. Tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki resiko terkena penyakit, perokok pasif pun juga demikian. Berikut adalah penyakit yang sangat mungkin menyerang perokok pasif : a. Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung b. Meningkatnya resiko penyakit saluran pernafasan seperti radang paru-paru dan bronkhitis c. Iritasi pada mata yang menyebabkan rasa sakit dan pedih d. Bersin dan batuk-batuk karena alergi e. Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan f. Sakit kepala sebagai reaksi penolakan nikotin   Bahaya  Asap  Rokok  Bagi  Ibu  Hamil  dan  Janin Saat ini banyak ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan karena asap rokok padahal mereka bukan perokok aktif. Hal ini terjadi karena dalam setiap hembusan asap rokok terdapat senyawa kimia yang apabila terhirup oleh ibu hamil dapat membahayakan janin yang dikandungnya. Dalam studi yang dilaporkan pada American Association for Cancer Research di Washington menuturkan bahwa senyawa yang masuk tersebut bisa menyebabkan kerusakan genetik yang nantinya bisa menjadi awal bagi penyakit leukimia atau kanker lain. Peneliti dari University of Louisville menganalisis bahwa ada 3 karsinogen (senyawa pemicu kanker) dari tembakau yang bisa masuk ke dalam tubuh ibu dan bayinya yaitu benzo(a)pyrene, 4-aminobiphenil dan akrilonitril. Bahaya Asap Rokok lainnya bagi ibu hamil adalah : a.  Asap rokok bisa menyebabkan kematian dini (premature death) pada bayi yang sedang dikandung dan menimbulkan penyakit ketika bayi tersebut lahir b.  Berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) karena racun dalam rokok bisa menghambat aliran darah yang merupakan sumber nutrisi bagi bayi c. Asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi meninggal akibat mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar asap rokok d.  Meningkatkan risiko bayi terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga dan memperlambat pertumbuhan paru-paru e.  Asap rokok selama hamil bisa menyebabkan perubahan dalam struktur DNA bayi yang nantinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya f. Mengganggu pertumbuhan otak janin selama di dalam kandungan, serta berisiko mengalami keterbelakangan mental g.  Sering terpapar asap rokok bisa membuat bayi lahir prematur yang umumnya memiliki perkembangan organ tubuh yang belum sempurna h.  Meningkatkan risiko bayi yang dikandung memiliki asma i. Meningkatkan risiko bayi lahir cacat seperti bibir sumbing akibat adanya kelainan pada sperma sang ayah yang perokok j. Pengaruh asap rokok bisa menyebabkan bayi mengalami penyakit jantung bawaan hingga keguguran. Bahaya  Asap  Rokok  Bagi  Anak - Anak a.  Mengalami gangguan dan penyakit pernafasan b.  Terjangkitnya penyakit telinga c. Bisa meningkatkan resiko penyakit leukimia sebanyak dua kali lipat d.  Meningkatkan resiko kanker otak hingga 22 persen e.  Bayi akan lebih mudah lelah karena oksigen yang tidak terserap sempurna f. Sindrom kematian secara mendadak Permasalahan   Berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2013  proporsi nasional Rumah Tangga dengan PHBS tahun 2013 (32,2 %)  mengalami penurunan dibandingkan Tahun 2007 (38,7 %). Salah satu indikator Rumah Tangga dengan PHBS adalah tidak merokok dalam rumah. Hal yang sangat bertentangan dengan indikator PHBS tersebut ternyata di masyarakat masih tinggi untuk merokok dalam rumah. Anak-anak yang menghirup udara berisi secondhand smoke akan lebih mudah menderita pneumonia, bronkhitis dan penyakit paru-paru lainnya. Anak-anak juga menjadi lebih sering terkena infeksi telinga, timbul gejala-gejala awal asma. Bagi anak-anak yang mengidap asma dan menghisap udara penuh asap akan menjadi lebih sering terkena serangan asma. Diperkirakan 150.000 – 300.000 kasus infeksi terjadi per tahun, seperti bronkhitis dan pneumonia di kalangan bayi dan anak-anak di bawah 18 bulan. Keluarga miskin di Indonesia mempunyai kebiasaan yang tinggi dalam konsumsi terhadap  rokok. Hal ini berdampak buruk terhadap status gizi anak, sebab alokasi penghasilan keluarga untuk makan berkurang karena penghasilan juga dialokasikan untuk rokok. Kebiasaan merokok ayah dapat meningkatkan  risiko gizi buruk dan gizi kurang, karena belanja rokok yang sangat menguras ketahanan pangan rumah tangga (Tjiong, 2008). Pembahasan dan solusi   Anak merupakan perwujudan cinta kasih orangtua yang patut disyukuri. Orangtua harus mempersiapkan anaknya agar dapat menjalankan kehidupan masa depannya dengan baik. Suasana penuh kasih sayang, mau menerima anak sebagaimana adanya, menghargai potensi anak, memberi rangsangan-rangsangan yang kaya untuk segala aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik, semua sungguh merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi unggul di masa yang akan datang. Anak merupakan individu yang rentan terhadap berbagai penyakit akibat asap rokok hal ini dikarenakan paru-paru anak-anak lebih kecil dibanding orang dewasa, sistem kekebalan tubuh mereka belum terbangun sempurna, akibatnya mereka lebih mudah terkena radang pernapasan dan infeksi telinga. Anak kecil bernapas lebih cepat daripada orang dewasa, akibatnya mereka lebih banyak menghirup zat-zat kimia berbahaya dibandingkan dengan berat tubuh mereka. Selain itu, anak-anak hanya memiliki sedikit pilihan dibanding orang dewasa, mereka tidak mampu berkomentar atau mengkritik orang dewasa yang menjadi perokok. Dalam kaitan dengan tujuan pembangunan millenium ( MDGS), kemiskinan dan gizi buruk perlu mendapat fokus perhatian dari laporan Bank dunia tahun 2007 tentang peta jalan menuju MDG, gizi kurang menjadi noktah buruk Indonesia yang mencederai pencapaia tujuan MDGs lainnya. Dari target perbaikan status gizi menjadi 19% pada tahun 2015, penderita gizi kurang pada tahun 2005 masih berjumlah 26%. Pada keluarga miskin dengan perokok, balita dipaksa menanggung beban akibat kurang gizi karena uang yang menjadi hak mereka untuk memperoleh makanan sehat di alihkan untuk membeli rokok. Undang – undang No. 23/2002 tentang Perlindungan anak menyebutkan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Kepala keluarga yang tak bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap rokok adalah korban yang selanjutnya akan membebani keluarganya dan mengambil hak hidup-sehat anak- anaknya. Pada gilirannya, adiksi rokok makin memperburuk kemiskinan, dan dalam jangka panjang berdampak pada rendahnya kualitas generasi penerus bangsa. Pemerintah berkewajiban melindungi hak hidup sehat warganya termasuk di dalamnya menaggulangi kemiskinan dan gizi kurang. Demi menyelamatkan anak dari bahaya rokok, maka pemerintah wajib segera melakukan aksi konkret diantaranya : a.  Segera meratifikasi konvensi pengendalian tembakau (FCTC).  Tentu butuh keberanian karena industri rokok dengan kekuatan uangnya pasti akan melakukan penentangan. Dalam FCTC diatur secara tegas kadar nikotin pada rokok dan tata cara beriklan yang lebih beradab, bila perlu larang seluruh bentuk iklan di manapun di seluruh wilayah Republik Indonesia. b.  Bebaskan sama sekali  negeri ini dari iklan rokok di ruang publik mana pun. Di singapura, di Malayisa, di Thailand, di Jepang, dan berbagai negara beradab lainnya kita tidak menemukan billboard iklan rokok, juga di televisi. Tanpa iklan sekali pun, rokok tetap akan dikonsumsi massal. Seperti halnya narkoba, yang tanpa iklanpun  produksi dan konsumsinya terus meningkat dari hari ke hari. c. Perlu segera diintrodusir undang-undang perlindungan anak dari bahaya rokok. Setidaknya, masukkan ketentuan-ketentuan bahaya rokok bagi anak dalam revisi Undang-Undang Kesehatan yang sedang dipersiapkan. Dalam UU ini harus memuat ketentuan; larangan anak merokok, larangan memperjualbelikan rokok kepada anak; larangan mempekerjakan anak di pabrik rokok, larangan ibu hamil merokok, dan larangan merokok di depan ibu hamil. d.  Agar rokok tidak mudah diperoleh, maka cukai rokok harus dinaikkan setinggi-tingginya, tetapi produksi rokok harus ditekan serendah-rendahnya. e.  Ketentuan yang melarang pabrik rokok menjadi sponsor dalam kegiatan olah raga, seni, maupun kegiatan keilmuan. Kegiatan sponsorhip pada kegiatan olah raga, seni dan kelilmuan akan menjadi model legitimasi keberadaan mereka di tengah masyarakat, bahkan boleh jadi akan dijadikan pahlawan karena mengangkat prestasi olah raga, seni, dan keilmuan. f. Perluas kawasan bebas asap rokok, tidak hanya di ibu kota tetapi juga di daerah-daerah. Kawasan Sekolah, tempat ibadah, fasilitas umum harus sungguh-sungguh steril dari asap rokok. g.  Para tokoh agama, ulama, kiai, harus bersepakat bulat bahwa merokok adalah haram karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Para tokoh agama, tokoh masyarakat tidak lagi memberi contoh jelek dengan merokok di depan umum yang dilihat dan ditiru oleh anak-anak.   Daftar Pustaka Dianti Ias Oktaviasari dan Lailatul Muniroh, Hubungan Antara Besar Pengeluaran Keluarga Untuk Rokok Dengan Status Gizi Balita Pada Keluarga Miskin, FKM Unair, 2012 Global adult tobacco survey,  Indonesia report 2011 Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta. Tjiong, Roy. 2008. Rokok dan Hilangnya Sebuah Generasi. www.news.id.finroll.com/.../52978-rokok-dan-hilangnyasebuahgenerasi.html. Tcsc-IAKMI.2007. Konsumsi Rokok dan Balita Gizi Kurang.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Gerakan sadar deteksi dini kanker mulut rahim Di bapelkes cikarang

28 Jan 2015 � dr. Arum Wiratri - Bapelkes Cikarang

Sehubungan dengan dilakukannnya road show BPJS untuk melakukan pemeriksaan papsmear gratis di tahun 2014 ini, RS kartika Husada sebagai provider BPJS melakukan jemput bola untuk melakukan pemeriksaan Papsmear gratis bagi pemegang kartu BPJS bagi karyawan Bapelkes Cikarang. Kegiatan ini ditempuh melalui dua tahapan yang pertama adalah sosialisasi tentang kanker mulut rahim dan yang kedua adalah pemeriksaan papsmear Kanker serviks merupakan kanker Yang banyak menyerang perempuan. Saat ini kanker serviks menduduki urutan ke dua dari penyakit kanker yang menyerang perempuan di dunia dan urutan pertama untuk wanita di negara sedang berkembang. Dari data Badan Kesehatan Dunia (WHO), diketahui terdapat 493.243 jiwa per tahun penderita kanker serviks baru di dunia dengan angka kematian karena kanker ini sebanyak 273.505 jiwa per tahun (Emilia, 2010).   Masih tingginya angka penderita kanker serviks di Indonesia disebabkan karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan rendahnya kesadaran wanita untuk memeriksakan kesehatan dirinya. Padahal sekarang penyakit apapun sudah dapat diobati dan ditangani dengan cepat apabila deteksi dini dilakukan secara berkala sehingga dapat mengurangi risiko angka kematian. Jika semakin banyak wanita terbiasa melakukan deteksi dini, apabila penyakit sudah berjangkit pada seseorang maka bisa lebih cepat ditangani (Septiyaningsih, 2010)   Menurut Wiknjosastro (1999) kanker serviks dapat disembuhkan jika dideteksi dan ditanggulangi sejak dini, malahan sebenarnya kanker serviks ini dapat dicegah Kini, senjata terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah bentuk skrining yang dinamakan Pap Smear,  dan skrining ini sangat efektif. Pap smear adalah suatu pemeriksaan sitologi yang diperkenalkan oleh Papanicolaou pada tahun 1943 untuk mengetahui adanya keganasan (kanker) dengan mikroskop. Pemeriksaan ini mudah dikerjakan, cepat dan tidak sakit (Bustan, 2007).   Faktor-faktor risiko terjadinya kanker serviks meliputi, hubungan seksual pada usia dini (< 20 tahun), berganti-ganti pasangan seksual, merokok, trauma kronis pada serviks uteri dan hygiene genetalia Setiap wanita yang telah berumur 18 tahun, atau wanita yang telah aktif secara seksual selayaknya mulai memeriksakan pap smear . Pemeriksan ini sebaiknya dilakukan setiap tahun walaupun tidak ada gejala kanker. Pemeriksaan dilakukan lebih dari setahun jika sudah mencapai umur 65 tahun atau tiga pemeriksaan berturut -turut sebelumnya menunjukkan hasil normal.   Kendala sosial masyarakat berkaitan dengan konsep tabu. Seperti kita ketahui kanker serviks merupakan kanker yang menyerang bagian sensitif dan tertutup perempuan. Bukan hal yang mudah untuk mendorong perempuan membuka diri dan mengizinkan pemeriksaan dilakukan oleh dokter atau paramedis laki -laki.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air

27 Jan 2015 � Ir. Miftahur Rohim, M.Kes ~ Bapelkes Cikarang

Kita semua tahu bahwa air air merupakan sumber daya alam yang sangat diperlukan oleh manusia dan makhluk hiudp lainnya. Kita membutuhkan air baik untuk proses kimia, fisika maupun untuk aktifitas kehidupan lainnya. Sekalipun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi kualitas air sangat dipengaruhi oleh peranan manusia dalam pengelolaannya. Kualitas total air tawar yang ada di bumi jumlahnya relatif dapat menurun jumlahnya. Pengelolaan air di sini termasuk pengelolaan perairan pantai dan ekosistem danau.   Strategi Pengelolaan air ada beberapa langkah, bisa diuraikan  sebagai berikut: Melindungi perairan agar terjaga kebersihannya sehingga dapat menjaga kelangsungan flora dengan menjaga perakaran tanaman dari gangguan fisik maupun kimiawi; Mengusahakan cahaya matahari dapat menembus dasar perairan, sehingga proses fotosintesa dapat berjalan lancar Menjaga agar fauna memangsa dan predator selalu seimbang dengan mempertahankan rantai makanan Mempergunakan sumberdaya berupa air seefisien mungkin, sehingga zat hara yang ada dapat tersimpan dengan baik yang juga berarti sebagai penimpan energi dan materi; Pada prinsipnya pengelolaan sumber daya alam air ini, sangat bergantung pada bagaimana kita mempergunakan dan memelihara serta memperlakukan sumber air itu menjadi seoptimal mungkin, tetapi tanpa merusak ataupun mencemarinya dan juga mempertahankan keadaan lingkungan sebaik-baiknya. Usaha Mencegah Pencemaran Air Usaha pencegahan pencemaran air ini bukan merupakan proses yang sederhana, tetapi melibatkan berbagai faktor sebagai berikut: Air limbah ang akan dibuang ke perairan harus diolah lebih dahulu sehingga memenuhi standar air limbah yang telah ditetapkan pemerintah. Menentukan dan mencegah terjadinya interaksi sinergisma antarpolutan pemerintah. Menggunakan bahan yang dapat mencegah dan menyerap minyak yan gtumpah di perairan Tidak membuang air limbah rumah tangga langsung ke dalam perairan. Hal ini untuk mencegah pencemaran air oleh bakteri. Limbah radioaktif harus diproses dahulu agar tidak mengandung bahaya radiasi dan barulah dibuang di perairan. Mengeluarkan atau menguraikan deterjen atau bahan kimia lain dengan menggunakan aktifitas mikroba tertentu sebelum dibuang ke dalam perairan umum.   Semua ketentuan di atas bila tidak dapat dipenuhi dapat dikenakan sanksi, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku di daerah masing-masing, lebih bagus lagi bila ditunjang dengan hukum adat atau kesepakatan yang telah menjadi nilai luhur daerah dalam menyelamatkan air bersih.   Dikutip dan diedit pada : Rabu, 21 Januari 2015 Sumber Utama : Lingkungan Hidup & Kelestariannya Prof. Dr. H, Imam Supardi, dr. Sp.Mk. http://www.artikellingkunganhidup.com/cara-pengelolaan-air-mencegah-pecemaran-air.html  

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC