Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Rainbow Food

01 May 2018 � Ari Purwantini-Bapelkes Cikarang

Kesehatan adalah anugerah yang tidak ternilai harganya yang Allah SWT berikan pada kita, namun terkadang kita lupa untuk menjaga dan mensyukurinya. Hidup sehat dimulai dari diri sendiri, pentingnya kita memperhatikan asupan gizi untuk tubuh kita adalah untuk mempertahankan daya tahan tubuh, salah satu cara adalah memperhatikan makanan yg masuk dalam tubuh kita. Ada kriteria makanan yang bisa disebut “rainbow food” bukan rainbow cake ya… disebut “rainbow food” karena memang bahan makanan ini berwarna warni seperti pelangi. Antara lain: Orange for inflammation Orange adalah warna yang bagus untuk kesejahteraan emosional. Berikut adalah contoh makanan berwarna orange dengan khasiatnya tersendiri: Wortel Serat pada wortel dapat melancarkan pencernaan, vitamin A pada wortel dapat mempertajam penglihatan mata, juga memelihara kesehatan kulit. Kandungan antioksidan yang tinggi pada wortel dapat menurunkan resiko kanker. Jeruk Jeruk mengandung serat, mampu mengikat kolesterol dengan asam empedu di dalam usus besar, menurunkan resiko kanker usus besar. Labu Labu adalah jenis sayuran yang mengandung antioksidan alami yang memiliki UV (ultra violet), selain itu biji labu mengandung zat besi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan terutama anemia yang sering terjadi pada wanita. Red for heart Berikut adalah contoh makanan berwarna merah dengan khasiatnya tersendiri: Semangka Buah semangka mengandung likopen yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung di dalam tubuh dan memperlancar aliran urine sehingga menjaga kesehatan organ ginjal. Daging sapi Daging sapi yang berwarna merah mengandung banyak zat besi, yang artinya sangat bagus untuk meningkatkan kualitas dan kepadatan darah. dalam daging sapi juga membantu fungsi jantung, sistem saraf pusat dan hati. Paprika merah Paprika merah tidak hanya membuat tekanan darah Anda rendah tapi juga mampu menurunkan berat badan serta sirkulasi darah akan lancar. Strowberi Mineral potasium, magnesium, dan vitamin K pada buah strowberi juga baik dalam menyehatkan tulang. Tomat Tomat dapat mengatasi kulit berminyak. Pada kulit yang berminyak, beberapa masalah kulit sering muncul. Jerawat dapat dicegah dengan penggunaan masker tomat setiap seminggu dua kali. Kombinasi masker tomat dan alpukat juga membantu mengatasi komedo mencegah iritasi pada kulit. Apel Apel bukan hanya sumber yang kaya serat, namun juga baik untuk darah karena mempromosikan sel darah merah dalam jumlah kecil.   Ceri Delima Serat pangan yang cukup tinggi dalam delima dapat membantu melancarkan dan menyehatkan sistem pencernaan.   Green for cleansing Jenis makanan yang berfungsi sebagai “pembersih tubuh” yaitu sayur sayuran, kemangi, timun, dan berbagai macam sayur dan buah yang berwarna hijau   White for immunity Makanan yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh antara lain jamur putih yang dapat ditumis, bawang putih yang memang selalu menjadi bahan dasar masakan.   Yellow for skin Berikut adalah makanan berwarna kuning antara lain: Lemon Dengan kandungan vitamin C yang tinggi bermanfaat agar tubuh terhindar dari flu atau pilek. Lemon dicampur madu dan air hangat membantu untuk menyerap lebih banyak zat besi, yang khasiatnya agar fungsi kekebalan tubuh menjadi lebih baik. Kunyit Kunyit mengandung kurkumin dimana zat ini merupakan antioksidan yang dapat mencegah kerusakan dan mutasi sel yang disebabkan oleh radikal bebas sehingga dapat mencegah kanker. Jagung Serat kasar pada jagung memberi rasa kenyang yang lebih lama sehingga cocok untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Mangga Buah mangga yang telah dibuat jus dapat berperan sebagai obat panas dalam. Pisang Pisang berfungsi sebagai sumber energi yang sangat baik karena mengandung fruktosa, glukosa dan sukrosa. Purple for antioxidants Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel, sehingga dibutuhkan antioksidan yang secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi. Antioksidan banyak digunakan dalam suplemen makanan namun ada juga antioksidan alami yang terkandung dalam sayur-sayuran dan tumbuhan Berikut adalah makanan berwarna ungu antara lain anggur , bayam ungu, dan terong    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Masalah Gizi Masyarakat Di Indonesia

07 Apr 2018 � Fahmi Arif, SKM- Bapelkes Cikarang

Zat Gizi atau biasa disebut Nutrisi merupakan zat yang terkandung di dalam makanan yang dibutuhkan makhluk hidup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan fungsinya. Konsumsi gizi makanan pada seseorang dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan atau sering disebut status gizi. Status gizi seseorang dapat dibedakan menjadi 4 keadaan. Apabila tubuh berada dalam tingkat kesehatan gizi optimum dimana jaringan jenuh oleh semua zat gizi maka disebut status gizi optimum. Apabila zat gizi dalam tubuh tidak seimbang disebut malnutrition kelebihan nutrisi/gizi disebut gizi lebih disebut overnutrition kekurangan gizi atau gizi kurang disebut undernutrition Status gizi perorangan dan masyarakat di suatu daerah tidak terlepas dari permasalahan. Masalah gizi merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian khusus di Indonesia. Masalah gizi adalah kesenjangan antara keadaan gizi yang diharapkan dengan kenyataan yang ada, dan juga merupakan gangguan pada perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Indonesia saat ini menghadapi setidak-tidaknya 4 masalah gizi yang dipicu berbagai factor dalam kehidupan masyarakat. Ke lima masalah gzi tersebut adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang vitamin A (KVA), Gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi Besi (AGB) Penyebab masalah gizi di Indonesia secara langsung di pengaruhi oleh tidak cukupnya asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Adapun penyebab secara tidak langsung, antara lain jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh yang tidak memadai, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga, kemiskinan, pengangguran, serta dampak social Budaya dan politik.   Kurang Energi Protein (KEP) Kurang Energi Protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya komsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari atau gangguan penyakit – penyakit tertentu. Penyakit ini terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat, protein dan kebutuhan energi atau terjadinya defisiensi energi dan protein, biasanya terjadi pada anak balita karena pada umur tersebut anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Penyakit ini dibagi dalam tingkat-tingkat, yakni : KEP ringan, BB anak 84-95 % dari BB standar Harvard KEP sedang, BB anak 44-60 % dari BB standar Harvard KEP berat (gizi buruk), BB anak < 44% dari BB standar Harvard Beberapa ahli hanya membedakan antara 2 macam KKP saja, yakni KKP ringan atau gizi kurang dan KKP berat (gizi buruk) atau lebih sering disebut marasmus (kwashiorkor). Kurang Vitamin A (KVA) Salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian adalah defisiensi atau kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A ini merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Selain itu, seringkali ditemukan jika anak menderita kekurangan Energi protein (KEP), maka anak itu juga sekaligus menderita kekurangan vitamin A. Vitamin  A merupakan suatu zat organik yang digunakan oleh tubuh untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman penglihatan dan pencegahan terjadinya infeksi. Vitamin A berperan dalam penglihatan membuat kita bisa melihat dalam cahaya redup, dan juga turut berperan memberi kekebalan tubuh. Berikut adalah gejala dan tanda kekurangan vitamin A: Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia), yang bisa menyebabkan kebutaan yang permanen. Malnutrisi pada masa anak-anak (marasmus dan kwashiorkor), sering disertai dengan xeroftalmia; bukan karena kurangnya vitamin A dalam makanan, tetapi juga karena kekurangan kalori dan protein menghambat pengangkutan vitamin A. Kulit dan lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih bisa mengeras. Kekurangan vitamin A juga menyebabkan peradangan kulit (dermatitis) dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi. Beberapa penderita mengalami anemia. Kulit menjadi kering, gatal dan kasar. Rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku. Gangguan pertumbuhan pada anak-anak. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Gangguan akibat kekurangan yodium  (GAKY) merupakan defisiensi yodium yang berlangsung  lama akibat dari pola konsumsi pangan yang kurang mengkonsumsi yodium sehingga akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid, yang secara perlahan menyebabkan kelenjar membesar sehingga menyebabkan gondok. Yodium sendiri adalah adalah sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup. Dalam tubuh manusia Yodium diperlukan untuk membentuk Hormon Tiroksin yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan termasuk kecerdasan mulai dari janin sampai dewasa. GAKY dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Defisiensi Iodium dan  Iodium Excess Lokasi (Geografis dan non geografis) Asupan Energi dan Protein Pangan Goitrogenik Genetik GAKY tidak hanya menyebabkan pembesaran kelenjar gondok tetapi juga berbagai macam gangguan lain. Kekurangan yodium pada ibu yang sedang hamil dapat menyebabkan abortus, lahir mati, kelainan bawaan pada bayi, meningkatkan angka kematian prenatal, melahirkan bayi keratin. Kekurangan yodium yang diderita anak-anak menyebabkan pembesaran kelenjar gondok, gangguan fungsi mental, dan perkembangan fisik. Pada orang dewasa berakibat pada pembesaran kelenjar gondok, hipotiroid, dan gangguan mental. Kekurangan yodium pada tingkat berat dapat mengakibatkan cacat fisk dan mental, seperti tuli, bisu tuli, pertumbuhan badan terganggu, badan lemah, kecerdasan dan perkembangan mental terganggu. Akibat yang sangat merugikan adalah lahirnya anak kretin.   Anemia Gizi Besi (AGB) Masalah gizi akibat kekurangan zat gizi salah satunya adalah anemia. Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari nilai normal. Anemia di Indonesia biasanya disebabkan karena kekurangan zat besi sehingga sering disebut anemia zat besi. Anemia dapat menyerang segala kalangan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil sampai ibu menyusui. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2007,  di Indonesia prevalensi anemia mencapai 14,8%. Dari 33 provinsi, 20 provinsi memiliki angka prevalensi anemia lebih besar. Prevalensi anemia di perkotaan menurut Riskesdas paling tinggi terjadi pada kelompok wanita  yaitu 19,7%, diikuti kelompok laki-laki dewasa 12,1%.  Pada anak-anak prevalensinya mencapai 9,8%. WHO Guidelines menyebutkan bila prevalensi anemia dalam suatu populasi lebih dari 15%, hal itu sudah merupakan masalah kesehatan nasional. Jenis anemia pada hasil Riskesdas tersebut sebagian besar adalah anemia mikrositik hipokromik (60,2%). Anemia mikrositik-hipokromik umumnya karena kekurangan zat besi, selain itu karena penyakit kronis tingkat lanjut, atau keracunan timbal. Anemia akibat kekurangan zat besi kemudian dikenal dengan nama anemia gizi besi. Secara umum tingginya prevalensi anemia gizi besi antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi tidak cukup, penyerapan yang tidak adekuat dan peningkatan kebutuhan akan zat besi (Gunatmaningsih 2007). Anemia gizi besi dapat menimbulkan berbagai dampak. Anemia pada balita dan anak dapat menyebabkan kegagalan perkembangan fisik dan kognitif, serta meningkatkan resiko morbiditas. Pada dewasa anemia dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas. Anemia juga berkontribusi terhadap 20% kematian maternal (WHO 2011). Selain itu, anemia menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka (Almatsier 2006). Besarnya masalah anemia gizi besi menuntut adanya upaya penangulangan  agar masalah tersebut dapat diatasi. Konsultasi gizi dapat menjadi metode yang tepat dalam penanganan penyakit ini. Dengan konsultasi gizi diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan gizi pada  sasaran secara efektif, untuk selanjutnya diharapkan tercapainya perubahan perilaku kesehatan.   http://mca-indonesia.go.id/wp-content/uploads/2015/02/Masalah-Gizi-di-Indonesia-dan-Posisinya-Secara-Global1.pdf http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/131/jtptunimus-gdl-suponopkgz-6532-3-babii.pdf Pemeriksaan Biokimia Kep, Anemia, Kva Dan Gaky. ppt  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Bapelkes Cikarang Kembali Sosialisasikan Germas

05 Apr 2018 � Tini Wartini

Bekasi, 5 April 2018 Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang kembali sosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) setelah tahun kemarin dilakukan di Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. Kali ini sosialisasi dilakukan di kantor kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Sosialisai itu dilaksanakan atas kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan anggota Komisi IX DPR RI. Krisna Mukti sebagai anggota baru DPR RI Komisi IX itu hadir dan menyambut baik sosialisasi tersebut. “Ini gerakan yang sangat luar biasa karena saah satunya untuk menyehatkan masyarakat lebih baik kita mencegah adanya penyakit dalam tubuh kita daripada mengobati,” kata Krisna saat memberikan arahan pada sosialisasi Germas di Bekasi, Kamis (5/4). Program Indonesia sehat menjadi program utama pemerintah. Salah satu gerakan untuk mendukung Indonesia sehat, dengan mebuat Germas. Sebelum kegiatan mulai dilakukan pemeriksaan kesehatan . Harapanya dapat mendorong masyarakat agar rutin aktivitas fiski, makan buah dan satur, dan cek kesehatan , sehinnga derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat dan beban biaya kese berkurang. “Kesehatan itu, tambah Krisna, tidak bisa datang dengan sendirinya. Jadi semuanya harus diupyakan. Germas insya Aloh bikin kita sehat semuanya,” kata Krisna Keberadaan Germas bertujuan agar masyarakat mau mengkonsumsi makanan sehat, dan menghindari makanan yang mengakibatkan masalah kesehatan. Di samping itu, para ibu diimbau datang ke fasilitas pelayanan kesehatan baik Puskesmas atau rumah sakit, untuk mengecek kesehatan anak sejak dini. “Maka penting datang ke Fasyankes untuk mengukur dan menimbang bayi-bayi, serta memberikan pemaham langsung kepada orang tuanya,” ucap Krisna. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email [email protected]. (D2) Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat drg. Murti Utami, MPH sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180405/2225461/bapelkes-cikarang-kembali-sosialisasikan-germas/

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Mengulik “ Critical Eleven” dalam Penerbangan

02 Apr 2018 � dr.Atiq Amanah, MKKK

                  Saat kita bepergian dengan pesawat, selalu ada protokol keselamatan yang disampaikan oleh pramugari sesaat sebelum terbang’ Take Off’ maupun sebelum mendarat “landing”. Diantaranya petunjuk keselamatan menggunakan pelampung, menggunakan masker oksigen,   anjuran untuk menegakkan kursi, sandaran tangan, menggunakan sabuk pengaman, membuka penutup jendela pesawat dan sebagainya.                 Dalam penerbangan terdapat titik kritis yakni tiga menit setelah terbang “take off”  dan delapan menit sebelum mendarat “landing”  sehingga dikenal sebagai 11 menit yang rawan/kritis. Karena lebih dari 80 % Kecelakaan pesawat umumnya terjadi saat landing maupun take off.  Dan disaat itu terjadi, penumpang cuma punya waktu 90 detik buat keluar dari pesawat. Pintu darurat yang disiapkan cukup menampung sekitar 65 penumpang, terbayang kepanikan bila terjadi kecelakaan saat di udara, karena sistem oksigenasi di dalam pesawat otomatis telah berhenti, semakain menambah runyamnya situasi dalam kondisi darurat tersebut. Selingan informasi “Critial Eleven” menjadi judul novel romantis, penulisnya Ika Natassa, yang diceritakan  tokoh utamanya Ale dan Anya saling bertemu dipesawat dengan memanfaatkan momen take off dan landing. Novel tersebut juga dibawa ke layar lebar dengan judul yang sama. Titis kritis 11 menit dijadikan plot utama  dalam rangkaian kisah di novel tersebut.                 Keselamatan dalam berpesawat menjadi yang nomor satu sesuai slogan organisasi penerbangan Sipil International International  Civil Aiation Organization (ICAO) yaitu Safety First at Flight” , dimana Indonesia menjadi anggotanya dan berkwajiban untuk memunhi standar demi keselamatan dan keamana berkendara di udara.                 Kembali tentang 11 menit Kritis dalam penerbangan, penting bagi kita untuk memahami dan melaksanakannya sesuai prosedur yang disampaikan oleh awak kabin/pramugari/a. Adapun makna yang bisa kita camkan untuk dipatuhi sebagai berikut: Membuka penutup Jendela Saat pesawat terbang, jendela sebagai bagian dari alat keselamatan, bilamana tiba-tiba muncul percikan api, bongkahan es di sayap pesawat, atau burung  yang tidak mungkin akan dilihat oleh kru pesawat (pilot, kopilot maupun Pramugara/ri). Pentingnya kerjasama dari penumpang untuk peduli terhadap keselamatan dan keamanan pesawat yang ditumpanginya. Menegakkan sandaran kursi dan sandaran tangan Mengingatkan bila saat darurat, pesawat akan berhenti mesinnya, lampu otomatis padam, dan reflek penumpang adalah melarikan diri. Apabila sandaran kursi belum sempurna, pegangan tangan belum pada tempatnya, waktu yang sekitar 1,5 menit sangat terbatas dan menghalangi evakuasi penumpang. Mudahnya kita akan terhalangi saat harus keluar dari deretan kursi penumpang, bila posisi sandaran dan meja tidak pada posisi aman. Mematikan lampu baca saat landing maupun take off Padamnya lampu pesawat saat darurat, otomatis mata kita akan bereaksi dengan membesar mengecilnya pupil sesuai arah sinar. Bial kita terbiasa cahaya redup/temaram saat take off/landing, disaat sitausi darurat /mesin pesawat mati otomatis gelap, kita tidak perlu beradaptasi lama untuk melihat situasi kondisi yang ada. Sehingga akan mempermudah proses evakuasi. Barang diletakkan di kabin ataupun dibawah kursi Serupa dengan kondisi menegakkan sandaran kursi, meja dan sandaran tangan. Bila barang penumpang berserakkan, otomatis jalur evakuasi akan terhalang dan itu memperlambat penumpang menyelamatkan diri. Menggunakan sabuk pengaman saat landing maupun take off Kesannya sepele, sabuk pengaman yang kecil seringkali kita abai menggunakan saat take off maupun landing.Padahal saat kecelakaan atau kondisi darurat, sabuk ini bisa menjadi salah satu sarana untk keselamatan kita. Benturan keras/hentakan jatuhanya pesawat akan melemparkan penumpang sesuai gaya sentrifugal. Jadi kita tidak boleh menyepelekan sabuk pengaman ini. Panduan dari kru kabin maupun video keselamatan yang selalu ada disetiap pemberangkatan pesawat. Sebaiknya tetap memeperhatikan secara seksama, karena disaat kita panik, reflek menyelamatkan diri kita tergantung dari memori pendek dan alam bawah sadar kita. Kalau kita selalu memperhatikan demonstrasi keselamatan oleh kru kabin,saat kondisi darurat kita akan segera mengingat dimana letak pelampung dan cara menggunakan (bila pendaratan darurat di air) ataupun bagaimana cara membuka pintu/jendela darurat bagi penumpang yang duduk dekat area tersebut. Mengingat lampu evakuasi/arah pintu terdekat dari kita duduk. Penggunaan Masker oksigen saat tekanan kabin yang tiba-tiba turun sehingga, perlu mengguankan oksigen . Jadi mari kita senantiasa memperhatikan yang kecil dan tidak mengabaikannya demi keamanan, keteraturan dan keselamatan dalam berpesawat. Membudayakan perilaku selamat menunjukkan budaya bangsa yang bermartabatJ.   Ditulis ulang dari sumber bacaan : Have a Safe Flight  https://www.femina.co.id/article/have-a-safe-flight--  diakses tanggal 25 januari 2018 2.00 pm Critical Eleven Ika Natassa pustaka-indo.blogspot.com, diakses 22 januari 2018 Faktor Keselamatan Penerbangan http://ksirega.blogspot.co.id/2014/12/makalah-keselamatan-penerbangan.html diakses diakses tanggal 25 januari 2018, 2.17 pm Sedikit Pengetahuan Tentang Safety saat naik Pesawat, https://steemit.com/indonesia/@hendra73/sedikit-pengetahuan-tentang-safety-saat-naik-pesawat, diakses 1 februari 2018 10.00 am

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Kunjungan Bencmarking Timor Leste Ke Bapelkes Cikarang

20 Mar 2018 � Tini Wartini

Bapelkes Cikarang  Mendapatakan kehormatan menjadi tempat kunjungan kerja dari Mr. Antonio Bonito M.Kes. (Direktur Exekutif INS ), didampingi Justino de Araujo, SE (Chife Departemen to de Parceria  de Comunicasi Sosial ) serta Valente da Silva (staf Kementerian Kesehatan Timor leste). Dalam kunjungannya beliau diterima oleh Drs. Suherman, M.Kes. (Kepala Bapelkes Cikarang) beserta Jajaranya ditempat Aula Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Bekasi Jawa Barat pada tanggal 16 Maret 2018. Drs. Suherman, M.Kes Kepala Bapelkes Cikarang menyampaikan Selamat datang  kepada rombongan Mr. Antonio Bonito, M.Kes di Bapelkes Cikarang. Dalam sambutannya Suherman memberikan paparan secara singkat Profil Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang  beserta aktivitasnya terkait tugas dan fungsi balai. Bapelkes dengan pelayanan unggulan pendidikan dan pelatihan kesehatan lingkungan. Pendekatan pelatihan yang dikembangkan secara intensif bak in class maupun out class meliputi individual training, in the work place training dan distance learning. Untuk mendukung proses pembelajaran, Bapelkes Cikarang dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti laboratorium kesehatan lingkungan, water treatment  plant, saung kreatif, Hotspot area dan alat peraga kesehatan lingkungan. Dalam kunjungan Mr. Antonio Bonito, M.Kes menyampaikan maksud dan tujuan ke Balai pelatihan kesehatan untuk melihat, mendengar tempat pelatihan kesehatan yang ada di Negara Indonesia, barangkali dapat di bisa kami petik, kami tiru, dan bisa kami adopsi yang sesuai diterapkan dengan kondisi yang ada di Timor Leste. Selanjutnya Rombongan Mr. Antonio Bonito, M.Kes melakukan observasi dan wawancara dengan didampingi oleh Kepala Seksi Laboratorium Bapelkes. Selain meninjau sarana dan fasilitas diklat rombongan melakukan benchmark atas proses proses penyelenggaraan diklat. Mulai dari persiapan pelaksanaan dan evaluasi diklat. Semoga apa yang telah terlaksana dengan baik di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang dapat menginspirasi rombongan dan seandainya ditemukan hal-hal yang masih perlu diperpaiki dan ditingkatkan akan menjadi masukan bagi balai. sumber : http://bppsdmk.kemkes.go.id/web/berita/2334-2200/kunjungan-bencmarking-timor-leste-ke-bapelkes-cikarang

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pengukuran Iklim Kerja melalui PERMENKES No 70 Tahun 2016

20 Feb 2018 � dr.Atiq Amanah RP, MKKK

Unsur fisika yakni suhu  dalam lingkungan yang sehat  dapat berpengaruh dalam produktivitas bekerja salah satunya iklim kerja. Sebagai amanat hak asasi bekerja yang aman dan sehat, pengelolaan iklim kerja perlu dikendalikan secara seksama dan berkelanjutan disesuaikan dengan jenis kegiatan dalam industri tersebut, khususnya yang berpotensi adanya tekanan panas dikarenakan iklim kerja. Untuk Industri yang bersumber dari panas mesin dengan wilayah demografi cuacanya panas kering,  pengelolaan iklim kerja menjadi keniscayaan bagi perusahaan tersebut. Misal Industri Batik tradisional dengan cantingnya, mesin peleburan baja, mesin pengelasan, industri rumahan pabrik tahu maupun penggorengan kerupuk dll. Selengkapnya klik disini

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Cermin Integritas

27 Dec 2017 � Erlinawati Pane, SKM, MKM (Widyaiswara Muda Bapelkes Cikarang)

Integritas berdasarkan kompetensi perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian integritas adalah mutu, sifat, dan keadaan yang menggambarkan kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Ciri-ciri orang yang berintegritas, yaitu : Berkepribadian utuh (setiap tindakan dan perilaku merujuk pada nilai moral dan etika) Satunya perkataan dan perbuatan Patuh pada kode etik yang telah disepakati atau tidak melanggar sumpah jabatan Tidak tergoda melakukan penyelewengan dengan wewenang yang dimiliki , seperti : konsumerisme & hedonisme, tata nilai dan ukuran moral masyarakat yang salah, serta manusia yang terpukau dan terpedaya oleh uang dan kekuasaan. Menjadi panutan Sudahkah kita berintegritas ? Mari kita nilai diri kita masing-masing dengan bercermin pada hati nurani masing-masing. Pertanyaan berikutnya adalah : ‘kenapa kita harus menggunakan hati nurani sebagai cermin diri?’ Karena hati nurani tidak pernah berbohong dan merupakan cermin terbaik bagi diri kita sendiri. Artinya kita secara pribadi dapat mengetahui bagaimana cermin integritas kita dengan bertanya dan jujur pada diri kita sendiri. Sebagai manusia kita diberikan hati nurani oleh Allah SWT yang dapat kita gunakan sebagai “CERMIN” diri agar kita melihat diri kita secara utuh. Oleh karena itu mari kita coba menjawab secara jujur sesuai hati nurani, apakah kita mampu melakukan hal-hal berikut ini : Mengakui pelanggaran atau kesalahan integritas yang pernah dilakukan Memperbaiki pelanggaran atau kesalahan integritas yang pernah dilakukan Mengingatkan orang lain karena tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang diyakini Menegur orang lain karena melanggar nilai-nilai dan norma yang diyakini Menyatakan kepada atasan karena melanggar nilai-nilai dan norma yang diyakini Memberi masukan kepada atasan karena menegur hal-hal yang tidak benar Menyampaikan kebenaran dalam situasi yang sulit diceritakan Menjelaskan kerugian-kerugian pribadi yang pernah dialami akibat penyampaian kebenaran Menguraikan tindakan-tindakan dalam mempraktikkan atau mempertahankan kebenaran.   Jika kita mampu melakukan semua hal tersebut diatas maka kita termasuk orang yang memiliki integritas. Salah satu langkah untuk mengetahui seberapa tinggi kadar integritas dalam diri kita adalah dengan melakukan introspeksi sehingga kita dapat memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kadar integritas diri kita.  Cara lain adalah dengan mempelajari biografi dari orang-orang yang sudah terbukti memiliki integritas tinggi. Di Indonesia ada beberapa tokoh bangsa yang berintegritas dan dapat dijadikan panutan, yaitu : Mohammad Hatta Mohammad Natsir Agus Salim Hoegeng Iman Santosa Sri Sultan Hamengku Buwono IX Baharuddin Lopa   Memiliki integritas yang tinggi akan melahirkan orang-orang yang disiplin dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Pribadi yang berintegritas akan tetap pada komitmennya dan tahan terhadap ujian yang akan menggoncangkan komitmen tersebut. Kita akan merasa lebih baik jika kita memilih hidup yang berintegritas. Salam Integritas ! Sumber : Tim Pusat Edukasi Antikorupsi. 2017. Infografis Antikorupsi. Jakarta : Pusat Edukasi Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Centre), Komisi Pemberantasan Antikorupsi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), [https://kbbi.web.id/integritas, diakses tanggal 08 Desember 2017].  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Paradigma Baru Hubungan Dokter dan Pasien

22 Dec 2017 � dr. Arum Wiratri (Widyaiswara Muda Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang)

Ringkasan Bertambahnya permasalahan tuntutan seorang pasien terhadap dokternya salah satunya disebabkan oleh buruknya komunikasi yang dijalin oleh keduanya. Alamiahnya hubungan keduanya bukanlah sebuah hubungan yang setara, melainkan sebuah hubungan yang sudah secara alamiah asimetris, dan banyak disebut bahwa hubungan keduanya merupakan sebuah hubungan paternalistik. Tuntutan mutu pelayanan yang baik menjadikan paradigma hubungan dokter dan pasien ini bergeser bukan lagi sebuah hubungan yang asimetris. Dokter di tuntut untuk melakukan komunikasi yang baik agar pasein berdaya akan penyakit yang dideritanya, bagaimana seorang pasien mengetahui apa penyakitnya, penatalaksanaanya dan perjalanan kedepan. Kata Kunci Hubungan dokter dan pasien, patient centre care Latar Belakang Dengan bergulirnya waktu bahwa setiap sarana  pelayanan kesehatan harus berpacu dengan mutu dan kepuasan pelanggan, dan kesemuanya adalah dalam rangka menjadikan pasien sebagai pusat perhatian pelayanan kesehatan ( Patient Centre Care) , pasien  memerlukan informasi dan pelayanan yang berkaitan dengan penyakitnya, bagaimana penatalaksanaannya dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut ke depannya. Pasien harus diberikan infoemasi yang benar tentang penyakitnya, persepsi pasien akan penyakitnya harus di luruskan dengan kata lain menyamakan persepsi antara pasien dan petugas kesehatannya, apa yang terjadi dan dialami oleh pasien tersebut dengan penyakitnya dan disitupun pasien diberikan keleuasaan untuk menetukan apa yang terbaik bagi dirinya terkait penyakitnya setelah menerima masukan yang berasal dari tenaga kesehatan. Bukanlah hal yang baik untuk memaksakan segala bentuk tindakan untuk penyakit pasien apabila pasien tersebut tidak dapat menerima keadaan tersebut dengan baik. Disinilah bagaimana seorang tenaga kesehatan menempatkan posisinya sebagai pasien, sehingga mampu berbuat terbaik bagi perjalanan penyakit pasien. Permasalahan Keputusan sebuah penatalaksanaan suatu penyakit sudah selayaknya adalah hasil keputusan bersama antara pasien dan dokter dengan segala pertimbangan dan informasi yang lengkap tentang penyakit yang diderita oleh seorang pasien, dibutuhkan usaha yang besar dalam rangka menyampaikan informasi yang baik tentang suatu penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan yang notabene jumlah pasien dengan jumlah tenaga kesehatan yang perbandingannya belum seimbang, karenanya dibutuhkan strategi dan kolaborasi yang baik antar tenaga kesehatan Tinjauan pustaka dan landasan teori Dari jurnal internasional tentang kesehatan anak dilakukan sebuah penelitian tentang apakah ada hambatan dalam berkomunikasi antara seorang dokter dan ibu dari pasien anak, didapatkan dari 800 orang pasien anak 18 % tidak puas dengan penjelasan dokter selama melakukan komunikasi di ruang periksa, dan 40% merasa sangat puas  komunikasi dengan dokter. Dan waktu terbanyak untuk dilakukan komunikasi yang efektif  adalah antara 6 sd 10 menit dengan kepuasan sampai dengan 75 %, hal ini menunjukan bahwa lamanya waktu berkomunikasi tidak berbanding lurus dengan kepuasan pasien dalam mendapatkan informasi tentang penyakitnya, yang terpenting adalah isi informasi yang disampaikan oleh dokter kepada pasien terkait penyakitnya. Jurnal internasional yang selanjutnya tentang bagaimana kepuasan pasien dipengaruhi oleh prinsip patient care centre yang dilakukan oleh dokter dan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berbanding lurus antara kepuasan pasien dan patient centre care yang sudah dilakukan dokter dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan Berdasarkan guideline yang dikeluarkan oleh WHO tentang strategi pelayanan kepada pasien di fasilitas kesehatan  maka hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan pasien adalah sebagai berikut : Pendidikan kesehatan Pendidikan ini disampaikan kepada pasien, keluarga maupun pihak provider ( asuransi) yang tentang penyebab penyakitnya, bagaimana  perjalanan penyakit tersebut, bagaimana komplikasinya, bagaimana penatalaksanaan dan tindakannya hingga prognosis dari penyakit tersebut, Hal terberat adalah menyamakan persepsi yang sama antara tenaga kesehatan, pasien dan keluarga, hal ini dikarenakan berbagai faktor yang melatar belakanginya seperti pendidikan, nilai budaya dan sosial. Pengambilan keputusan bersama disini juga pasien dan keluarga harus diberikan peran untuk bertanya, untuk menentukan pilihan penatalaksanaan atau tindakan dari penyakitnya tersebut Informasi tentang perjalanan dan penanganan penyakitnya Informasi ini disampaikan oleh dokter yang dapat di bantu oleh tenaga kesehatan lainnya Keterlibatan komunitas dalam membantu penyembuhan penyakitnya Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan perlunya group support terhadap komunitas pasien terutama dengan penyakit kronis sehngga dapat di kelola dan dipantau secara terus menerus di dalam sebuah komunitas, hal ini memberikan efek psiklogis yang baik untuk kesembuhan, disinilah pasien di edukasi tentang penyakit yang dideritanya Sistem rujukan Di dalam penanganan suatu penyakit haruslah jelas prosedur penatalaksanaannya, kapan seorang pasien dapat di kelola di tingkat puskemsas atau harus dirujuk ke fasilitas selanjutnya. Hal tersebutlah yang harus disampaikan pada saat pasiendan dokter bertemu di ruang periksa, sehingga pasien tahu betul apa yang terjadi dengan dirinya,apa yang haus dia lakukan terkait penyakit yang di deritanya dan mengetahui bagaimana perkembangan penyakitnya ke depan. Di fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia , perbandingan jumlah pasien dan dokter masih belum seimbang, bagaimana strategi agar terjalin komunikasi yang baik antara dokter dan pasien? Salah satu strteginya adalah sebagai berikut : Buatlah leaflet kecil terkait penyakit yang terbanyak di fasilitas kesehatan dimana anda bekerja Berusahalah agar pasien mencoba menjelaskan kembali apa saja yang sudah djelaskan oleh dokter yang berkaitan dengan hal penting terkait penyakitnya Pastikan bahwa informasi yang disampaikan dimengerti dengan baik oleh pasien Berkolaborasilah dengan tenaga kesehatan lainnya untuk dapat menjelaskan dengan baik terkait penyakit – penyakit terbanyak yang ada di fasilitas kesehatan tempat anda bekerja Buatlah ruang khusus untuk berkonsultasi, gunakan fasilitas yang ada sehingga informasi suatu penyakit dapat mudah diterima oleh pasein Simpulan Paradigma hubungan pasien dan dokter sudah bergerak kearah hubungan yang simetris, karena semua berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik untuk pasien dalam menghadapi penyakitnya, bagaimana pasien harus berdaya dalam memberikan keputusan untuk penanganan penyakitnya. Tenaga kesehatan sudah dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang akan berdampak bagi kelangsungan fasilitas kesehatan dimana dia bekerja. Daftar Pustaka WHO, Who Global Strategy on integrated people – centered health service 2016 – 2026, Switzerland, 2015 Barbara M, Korsch MD, Gaps In Doctor Patient Communication, Journal Of American Academy Pediatric ,2017 Per Hjortdahl, Even laerum, BMJ Jurnal, 1998

Baca Selengkapnya
Gambar Berita BERITA

Penutupan Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer

30 Nov 2017 � Setyawati Oktavia

Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer pada Kamis, 30 November 2017 pukul 14.00 WIB yang bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gajah Mada (UGM). Pelatihan secara resmi ditutup oleh Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Semarang, Bapak Taufik Hidayat, M.Kes. Penutupan dihadiri oleh Kepala Subbidang Diklat Teknis Kesehatan Pusat Pelatihan, Ibu Euis Maryani, M.Kes, Kepala Bapelkes Cikarang, Drs. Suherman, M.Kes. Pengendali Pelatihan turut hadir dalam penutupan adalah dr. Arum Wiratri dan dr. Ninne Lutansa. Laporan penutupan dibacakan oleh Dekan FK UGM yang diwakili dr. Mora Claramitha. Penyelenggara Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer Tahun 2017 adalah Bapelkes Cikarang dan Bapelkes Semarang bekerja sama dengan FK UGM. Total peserta berjumlah empat puluh empat orang peserta yang terbagi dalam dua angkatan. Peserta Bapelkes Cikarang sebanyak 19 (sembilan belas) orang tenaga kesehatan yang telah bekerja dan didayagunakan di Puskesmas Wahana yang berasal dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bali, Yogyakarta, dan Lampung. Salah satu kegiatan dalam proses pembelajaran adalah stase rumah sakit. peserta melakukan stase di rumah sakit PKU Gamping Muhammadiyah pada tanggal 23 Oktober s/d 04 November 2017 di 8 poli spesialis (Obsgyn, Anak, Penyakit dalam, Jiwa, Mata, THT, Syaraf, Kulit dan ditambah stase UGD. Peserta melakukan assesment pada pasien sesuai dengan jadwal poli.             Dalam arahan penutupan Kepala Puslat SDM Kesehatan yang dibacakan oleh Kepala Bapelkes Semarang bahwa sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 mengenai pendidikan kedokteran yang terdiri dari dokter layanan primer setara spesialis dan dokter spesialis. Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Dinas Kesehatan Provinsi melaksanakan pelatihan terstruktur. Pelatihan tersebut terdiri atas Pelatihan didognis bagi 13 jenis spesialis di Rumah Sakit jejaring FK ,Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi DLP dan Pelatihan perseptor DLP. Pelatihan tersebut bertujuan untuk menyiapkan dosen-dosen pengelola program DLP. Hasil dari pelatihan tersebut peserta mampu melaksanakan pembimbingan sesuai standar pendidikan DLP secara holistik komprehensif. Pelatihan Calon Pembimbing Lapangan Prodi Dokter Layanan Primer Tahun 2017 berhasil dilaksanakan berkat dukungan dari Puslat SDM Kesehatan, Fakultas Kedokteran UGM dan Penyelenggara Pelatihan.

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC