Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Melirik Pelayanan Kesehatan Haji Negara Lain

16 Aug 2015 � dr. Arum Wiratri

Berdasarkan permenkes 2407 tahun 2011 tentang pelayanan kesehatan haji, maka pengertian pelayanan kesehatan haji adalah pemeriksaan, perawatan dan pemeliharaan kesehatan jamaah haji, sedangkan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia di atur oleh Kepmenkes 442 tahun 2009, bahwa didalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia di mulai dari pelayanan kesehatan di daerah berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin meningitis, pelayanan bimbingan dan penyuluhan daerah mulai dari penyuluhan yang bersifat individu atau kelompok, tentang kondisi kesehatan di arab saudi dan kesehatan penerbangan. Selanjutnya jamaah akan mendapatkan pelayanan kesehatan akhir di embarkasi, selama di perjalanan dan selama di arab saudi, hal ini ditujukan agar terciptanya pembinaaan, pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah haji sehingga menghasilkan jamaah yang sehat dan mandiri, itulah potret gambaran bagaimana pemerintah bertanggungjawab untuk menyiapkan jamaah hajinya. Diketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yang mengirimkan jamaah haji terbanyak, sekitar 200,000 jamaah setiap tahunnya, dan yang memberikan pelayanan kesehatan terlengkap dibandingkan dengan negara-negara lainnya, yaitu berupa pelayanan kesehatan di dalam kloter, sektor, BPHI dan Rumah sakit Arab Saudi. Hal terebut tidak dimiliki oleh negara manapun. Yang diketahui negara yang mengirimkan tenaga kesehatannya adalah Malaysia dan Turki yang memiliki system sedikit berbeda. Malaysia memiliki batasan istitoah yang ketat dalam melakukan seleksi jamaah haji, selama persiapan haji calon jamaah mengikuti berbagai program persiapan untuk keberangkatan hajinya, sampai ditentukan lulus atau tidaknya, pembinaan disini dilakukan selama 1 tahun guna mempersiapkan diri menjadi jamaah haji. Selanjutnya pelayanan kesehatan selama di arab saudi berupa sektor dan BPHI, mereka tidak memiliki tenaga kesehatan didalam Kloternya. Penekanan ditujukan kepada pengetahuan individu tentang permasalahan kesehatan selama berhaji dan kapan mereka harus memeriksakan diri di sektor, Balai Pengobatan dan Rumah Sakit Arab Saudi Kemiripan system pelayanan kesehatan ini dimiliki oleh negara Turki yang mempunyai batasan istitoah lebih ketat, mereka sangat konsentrasi dengan calon  jamaah haji yang pikun, mereka tidak diperbolehkan untuk berhaji, pembinaan juga dilakukan selama satu tahun lamanya dan memiliki hanya pelayanan kesehatan haji di Sektor, Balai Pengobatan dan RumH Sakit Arab saudi, kelebihan mereka adalah mereka mampu mendatangkan Ambulance sendiri melalui jalur darat, terkadang mereka mengevakuasi jamaah nya yang dianggap pikun. Lain hal nya dengan China, negara tirai bamboo ini, yang dari tahun ke tahun jamaah hajinya semakin meningkat, di negaranya ada organisasi yang melatih para dokter untuk meningkatkan pengetahuannya tentang penyakit apa saja yang sering terjadi di timur tengah, mereka membuat program kerja tentang perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit selama berhaji, kemudian mereka akan melakukan pembinaan terhadap para calon jamaah hajinya bagaimana melakukan persiapan dan menangani penyakit-penyakit umum selama mereka berhaji. Berdasarkan uraian diatas, terlihat bahwa setiap negara memiliki kebijakan istitoah yang berbeda beda dengan tujuan yang berbeda pula, dalam praktek dilapangan bahwa ibadah haji merupakan ibadah wajib yang dimimpkina setiap muslim di dunia, sehingga akan melalukan upaya apapun agar impiannya tercapai. Turki dan Malaysia memiliki kebijakan yang ketat, sehingga calon jamaah haji yang mampu mandiri saja yang bisa berangkat, tak heran angka kematian dua negara ini sangat kecil.    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Konservasi Tanah Dan Air Pada Lahan Kritis

07 Aug 2015 � Miftahur Rohim, ST, M.Kes

Berbagai langkah konservasi lahan kritis telah dilakukan pemerintah antara lain dengan reboisasi dan penghijauan. Tetapi keberhasilan program reboisasi baru sekitar 68% sedangkan penghijauan hanya 21%. Hal ini terjadi karena tiga kemungkinan yaitu kurang tepatnya teknologi yang diterapkan, kondisi lahan kurang dipelajari secara cermat dan tidak diterapkannya teknologi secara sepenuhnya. Paradigma pembangunan yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi telah memacu pemanfaatan sumberdaya alam secara berlebihan sehingga eksploitasi sumberdaya alam semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan manusia. Akibatnya sumberdaya alam semakin langka dan menurun baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Pemanfaatan sumberdaya secara berlebihan telah menyebabkan kondisi tanah menjadi kritis (rusak). Data pusat penelitian tanah dan agroklimat menyebutkan pada tahun 2005 terdapat lahan kritis yang mencapai luasan 52,5 hektar. Lahan kritis sebagian besar terdapat di hulu DAS yang bentuk wilayahnya berbukit dengan curah hujan sangat tinggi sehingga dalam pemanfaatannya harus berhati-hati karena dengan kondisi seperti itu dapat memicu erosi yang berakibat pada degradasi lahan. Lahan kering umumnya menjadikan air sebagai faktor pembatas yang utama dalam pengelolaannya, oleh karena itu ketersediaan air menjadi sesuatu yang sangat penting dalam pengelolaaan lahan kritis. Untuk dapat menjamin adanya ketersediaan air baik dimusim penghujan dan musim kemarau diperlukan teknologi yang applicable dan hemat biaya karena pada umumnya petani lahan kering hidup dalam garis kemiskinan. Beberapa penelitian konservasi air dan lahan kritis telah dilakukan dan diujicoba untuk dapat memaksimalkan simpanan air hujan dan mengoptimalkan manfaat sumberdaya air terutama pada musim kemarau. Dalam tulisan ini akan diuraikan dua metode konservasi lahan kritis yang mungkin lebih baik dari pada membuka hutan jika ditinjau dari segi pelestarian lingkungan dan efisiensi penggunaan dana dalam program ekstensifikasi dan perbaikan produktivitas. METODE VEGETATIF Metode vegetatif yaitu metode konservasi lahan kritis dengan menanam berbagai jenis tanaman seperti tanaman penutup tanah, tanaman penguat teras, penanaman dalam strip, pergiliran tanaman, serta penggunaan pupuk organik dan mulsa. Pengelolaan tanah secara vegetatif dapat menjamin keberlangsungan keberadaan tanah dan air karena memiliki sifat memelihara kestabilan struktur tanah melalui sistem perakaran dengan memperbesar granulasi tanah, penutupan lahan oleh seresah dan tajuk yang akan mengurangi evaporasi dan dapat meningkatkan aktifitas mikroorganisme yang mengakibatkan peningkatan porositas tanah sehingga memperbesar jumlah infiltrasi dan mencegah terjadinya erosi. Metode vegetatif juga memiliki manfaat dari segi vegetasi tanaman kehutanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga dapat menambah pendapatan petani. Aplikasi Metode Vegetatif : Sistem Pertanaman Lorong Sistem pertanaman lorong adalah suatu sistem dimana tanaman pangan ditanam pada lorong diantara barisan tanaman pagar. Sistem ini sangat bermanfaat dalam mengurangi laju limpasan permukaan dan erosi dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama unsur N untuk tanaman lorong. Teknologi budidaya lorong telah lama dikembangkan dan diperkenalkan sebagai salah satu teknik konservasi lahan kritis untuk pengembangan sistem pertanian berkelanjutan pada lahan kritis/kering di daerah tropika basah namun belum diterapkan secara luas oleh petani. Pada budidaya lorong konvensional tanaman pertanian ditanam pada lorong-lorong diantara barisan tanaman pagar yang ditanam menurut kontur. Barisan tanaman pagar yang rapat diharapkan dapat menahan aliran permukaan serta erosi yang terjadi pada areal tanaman budidaya, sedangkan akarnya yang dalam dapat menyerap unsur hara dari lapisan tanah yang lebih dalam untuk kemudian dikembalikan ke permukaan melalui pengembalian sisa tanaman hasil pangkasan tanaman pagar. Sistem Pertanaman Strip Rumput Konservasi lahan kritis dengan sistem pertanaman strip rumput hampir sama dengan pertanaman lorong tetapi tanaman pagarnya adalah rumput. Strip rumput dibuat mengikuti kontur dengan lebar strip 0,5 meter atau lebih. Semakin lebar strip semakin efektif mengendalikan erosi. Sistem ini dapat diintegrasikan dengan ternak. Penanaman rumput pakan ternak di dalam jalur strip. Penanaman dilakukan menurut garis kontur dengan letak penanaman dibuat selang seling agar rumput dapat tumbuh baik dan usahakan penanaman dilakukan pada awal musim hujan. Selain itu tempat jalur rumput sebaiknya di tengah antara barisan tanaman pokok.   Tanaman Penutup Tanah Tanaman ini merupakan tanaman yang ditanam tersendiri atau bersamaan dengan tanaman pokok. Manfaat tanaman penutup antara lain untuk menahan atau mengurangi daya perusak bulir-bulir hujan yang jatuh dan aliran air diatas permukaan tanah, menambah bahan organik tanah (melalui batang, ranting dan daun mati yang jatuh), serta berperan melakukan transpirasi yang mengurangi kandungan air tanah. Peranan tanaman penutup tanah adalah mengurangi kekuatan disperasi air hujan, mengurangi jumlah serta kecepatan aliran permukaan dan memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah sehingga mengurangi erosi. Penyiangan intensif dapat menyebabkan tergerusnya lapisan atas tanah. Untuk menghindari persaingan antara tanaman penutup tanah dengan tanaman pokok pada konservasi lahan kritis dengan teknik ini dapat dilakukan dengan penyiangan melingkar (ring weeding). Tanaman penutup tanah yang digunakan dan sesuai untuk sistem pergiliran tanaman harus memenuhi syarat diantaranya harus mudah diperbanyak (sebaiknya dengan biji), memiliki sistem perakaran yang tidak menimbulkan kompetisi berat bagi tanaman pokok tetapi memiliki sifat mengikat tanah yang baik dan tidak mensyaratkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi, tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun, toleransi terhadap pemangkasan, resisten terhadap gulma, penyakit dan kekeringan, mudah diberantas jika tanah akan digunakan untuk penanaman tanaman semusim atau tanaman pokok lainnya, sesuai dengan kegunaan untuk reklamasi tanah dan tidak memiliki sifat-sifat yang tidak menyenangkan seperti berduri atau sulur yang membelit. Empat jenis tanaman penutup yang dapat digunakan yaitu : (a) jenis merambat (rendah), contoh ;Colopogonium moconoides, Centrosome sp, Ageratum conizoides, Pueraria sp, (b) jenis perdu/semak (sedang) contoh ; Crotalaria sp, Acasia vilosa, (c) jenis pohon (tinggi) contoh ; Leucaena leucephala (lamtorogung),Leucaena glauca (latoro lokal), Ablizia falcataria, (d) jenis kacang-kacangan contoh Vigna sinensis, Dolichos lablab (komak).     Mulsa Mulsa adalah bahan-bahan (sisa panen, plastik dan lain-lain) yang disebar atau digunakan untuk menutup permukaan tanah. Bermanfaat untuk mengurangi penguapan serta melindungi tanah dari pukulan langsung butir-butir air hujan yang akan mengurangi kepadatan tanah. Mulsa dapat berupa sisa tanaman, lembaran plastik dan batu. Mulsa sisa tanaman terdiri dari bahan organik sisa tanaman (jerami padi, batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun dan ranting tanaman. Bahan tersebut disebarkan secara merata di atas permukaan tanah setebal 2 s/d 5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna. Pada sistem agribisnis yang intensif dengan jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi sering digunakan mulsa plastik untuk mengurangi penguapan air dari tanah, menekan hama penyakit dan gulma. Lembaran plastik dibentangkan di atas permukaan tanah untuk melindungi tanaman. Di pegunungan batu-batu cukup banyak tersedia sehingga bisa digunakan sebagai mulsa untuk tanaman pohon-pohonan. Permukaan tanah ditutup dengan batu yang disusun rapat dengan ukuran batu berkisar antara 2 s/d 10 cm. Dalam pedoman praktek konservasi tanah dan air lahan kritis BP2TPDAS-IBB ditunjukan peranan yang signifikan dari mulsa terhadap aliran permukaan, infiltrasi dan erosi pada lahan dengan kemiringan 5%. Penelitian yang dilakukan oleh Thamrin dan Hanafi (1992) juga menunjukkan bahwa pemberian mulsa seresah tanaman dapat menghemat lengas tanah dari proses penguapan sehingga kebutuhan tanaman akan lengas tanah terutama musim kering dapat terjamin. Selain itu pemberian mulsa seresah juga dapat menghambat pertumbuhan gulma yang mengganggu tanaman sehingga konsumsi air lebih rendah. Pengelompokan Tanaman dalam Suatu Bentang alam (landscape) Pengelompokan Tanaman dalam Suatu Bentang alam (landscape) mengikuti kebutuhan air yang sama sehingga irigasi dapat dikelompokkan sesuai kebutuhan tanaman. Teknik konservasi lahan kritis seperti ini dilakukan dengan cara mengelompokkan tanaman yang memiliki kebutuhan air yang sama dalam satulandscape. Pengelompokkan tanaman tersebut akan memberikan kemudahan dalam melakukan pengaturan air. Air irigasi yang dialirkan hanya diberikan sesuai kebutuhan tanaman sehingga air dapat dihemat.   Penyesuaian Jenis Tanaman Dengan Karakteristik Wilayah Teknik konservasi ini dilakukan dengan cara mengembangkan kemampuan dalam menentukan berbagai tanaman alternatif yang sesuai dengan tingkat kekeringan yang dapat terjadi dimasing-masing daerah. Sebagai contoh tanaman jagung yang hanya membutuhkan air 0,8 kali padi sawah akan tepat jika ditanam sebagai pengganti padi sawah untuk antisipasi kekeringan. Pada daerah hulu DAS yang merupakan daerah yang berkemiringan tinggi penanaman tanaman kehutanan menjadi komoditas utama.   Penentuan Pola Tanam Yang Tepat Baik untuk areal yang datar maupun berlereng penentuan pola tanam disesuaikan dengan kondisi curah hujan setempat untuk mengurangi devisit air pada musim kemarau. Hasil penelitian Gomez (1983) menunjukkan bahwa pada lahan dengan kemiringan 5% dengan pola tanam campuran ketela pohon dan jagung akan dapat menurunkan run off dari 43% menjadi 33% dari curah hujan dibandingkan dengan jagung monokultur. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan besar kebutuhan air tiap jenis vegetasi. Besarnya kebutuhan air beberapa jenis tanaman dapat menjadi acuan dalam membuat pola tanam yang optimal.   METODE SIPIL TEKNIS Metode sipil teknis yaitu suatu metode konservasi lahan kritis dengan mengatur aliran permukaan sehingga tidak merusak lapisan olah tanah (top soil) yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Usaha konservasi lahan kritis dengan metode sipil teknis ini yaitu membuat bangunan-bangunan konservasi antara lain pengolahan tanah menurut kontur, pembuatan guludan, teras dan saluran air (saluran pembuangan air, terjunan dan rorak).   Aplikasi Metode Pendekatan Sipil Teknis   Pembuatan Teras Pada Lahan Dengan Lereng Yang Curam Pembuatan teras dilakukan jika budidaya tanaman dilakukan pada lahan dengan kemiringan lebih dari 8%. Namun demikian budidaya tanaman semusim sebaiknya menghindari daerah berlereng curam. Jenis-jenis teras untuk konservasi air juga merupakan teras untuk konservasi tanah antara lain : teras gulud, teras buntu (rorak), teras kredit, teras individu, teras datar, teras batu, teras bangku, SPA dan hillside ditches.   Pembuatan Guludan Guludan adalah suatu sistem konservasi lahan kritis dimana tanaman pangan ditanam pada lorong di antara barisan tanaman pagar. Sangat bermanfaat dalam mengatasi laju limpasan permukaan dan erosi, dan merupakan sumber bahan organik dan hara terutama N untuk tanaman lorong. Selain itu juga bermanfaat untuk memperbesar peresapan air ke dalam tanah, memperlambat limpasan air pada saluran peresapan dan sebagai pengumpul tanah yang tererosi sehingga sedimen tanah lebih mudah dikembalikan ke bidang olah. Rorak adalah lubang atau penampang yang dibuat memotong lereng yang berfungsi untuk menampung dan meresapkan air aliran permukaan. Umumnya rorak dibuat dengan ukuran panjang 1-2 meter, lebar 0,3-0,4 meter dan dalam 0,4-0,5 meter. Jarak antar rorak dalam kontur adalah 2-3 meter dan jarak antara rorak bagian atas dengan rorak di bawahnya 3-5 meter.   Wind Break Wind break dibuat untuk mengurangi kecepatan angin sehingga mengurangi kehilangan air melalui permukaan tanah dan tanaman selama irigasi (evapotranspirasi). Kombinasi tanaman dengan tajuk berbeda sangat mendukung metode ini. Pola stage bouw (tajuk bertingkat) seperti di pekarangan tradisional adalah contoh yang baik untuk diterapkan.   Pemanenan Air Hujan Pemanenan air hujan merupakan salah satu alternatif dalam menyimpan air hujan pada musim penghujan dan untuk dapat digunakan pada musim kemarau. Beberapa teknik pemanenan air hujan yang telah dilakukan dibeberapa Negara yang beriklim kering adalah bangunan teras, penanaman searah kontur, DAM, tadah hujan, kanal, waduk, mata air galian dangkal dan berlubang serta irigasi pompa kecil dan wadi bank. Teknik pemanenan air yang telah dilakukan di Indonesia antara lain embung dan chanel reservoir. Embung merupakan suatu bangunan konservasi air yang berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau rembesan di lahan sawah tadah hujan berdrainase baik. Embung sangat tepat diterapkan pada kelerengan 0-30% dengan curah hujan 500-1000 mm/tahun, bermanfaat untuk menyediakan air pada musim kemarau. Agar pengisian dan pendistribusian air lebih cepat dan mudah embung hendaknya dibangun dekat dengan saluran air dan pada lahan dengan kemiringan 5-30%. Tanah bertekstur liat atau lempung sangat cocok untuk pembuatan embung. Teknik konservasi air dengan embung banyak diterapkan di lahan tadah hujan bercurah hujan rendah.   Dam Parit Dam parit adalah suatu cara mengumpulkan atau membendung aliran air pada suatu parit dengan tujuan untuk menampung aliran air permukaan sehingga dapat digunakan untuk mengairi lahan di sekitarnya. Dam parit dapat menurunkan aliran permukaan, erosi dan sedimentasi. Keunggulan dam parit yaitu dapat menampung air dalam volume besar akibat terbendungnya aliran air disaluran air/parit, tidak menggunakan areal atau lahan pertanian yang produktif, mengairi lahan cukup luas karena dibangun berseri diseluruh daerah aliran sungai (DAS), menurunkan kecepatan aliran permukaan sehingga mengurangi erosi dan hilangnya lapisan tanah atas yang subur serta sedimentasi, memberikan kesempatan agar air meresap kedalam tanah di seluruh wilayah DAS sehingga mengurangi resiko kekeringan pada musim kemarau dan pembuatannya lebih murah sehingga dapat dijangkau petani. Konservasi air merupakan hal yang sangat relevan untuk meningkatkan produktivitas lahan kering, mencegah banjir, kekeringan dan tanah longsor. Prinsip dasar dari konservasi air adalah menyimpan sebanyak-banyaknya air pada musim hujan dan memanfaatkan kembali pada musim kemarau. Meskipun cukup banyak teknik konservasi air yang dapat diimplementasikan di lahan kering tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh kondisi biofisik, sosial ekonomi dan keinginan petani. Hal terakhir ini sering dilupakan oleh para pengelola lahan kering. Petani berhak memilih teknik konservasi air yang paling dapat diterima dan menguntungkan di mata petani. Akomodasi kepentingan dan keinginan petani ini akan dapat lebih menjamin kelangsungan pengembangan lahan kritis. Untuk dapat melakukan hal tersebut pemberdayaan petani menjadi salah satu prioritas utama bersamaan dengan penerapan teknik konservasi air. Dengan adanya teknologi konservasi lahan kritis ini memungkinkan adanya usaha tani konservasi sehingga akan lebih mendukung program ketahan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani. Manfaat utama pertanian konservasi dibandingkan dengan teknik pertanian lain yaitu input tenaga kerja yang rendah dan penggunaan proses ekologis alamiah secara efektif. Pertanian konservasi memanfaatkan proses ekologis alami untuk mempertahankan kelembaban, meningkatkan kesuburan tanah, memperkuat struktur tanah dan mengurangi erosi serta keberadaan hama penyakit. Hal itu dilakukan melalui tiga cara, yaitu dengan meminimalkan gangguan pada tanah, menyimpan sisa tanaman dan rotasi tanaman. Pertanian konservasi sangat sedikit mengganggu tanah melainkan memberi kesempatan flora dan fauna tanah yang ada untuk tumbuh subur secara alami. Flora dan fauna tanah tersebut akan membusukkan sisa tanaman yang dijadikan penutup tanah oleh petani sehingga akan menambah nutrisi pada tanah dan meningkatkan struktur humus tanah. Selain itu pertanian konservasi mampu memanfaatkan hujan dengan lebih baik sebab tanah yang ditutupi oleh sisa tanaman akan menyerap lebih banyak air hujan dan mengalami lebih sedikit penguapan. Saat curah hujan rendah lahan akan menangkap kelembaban yang ada di udara. Penutupan lahan juga mengurangi kikisan air yang jika dipadukan dengan struktur tanah yang telah diolah akan mampu mengurangi erosi tanah dari air dan angin. Akhirnya rotasi tanaman mendapatkan keuntungan dari proses ekologis alamiah melalui kacaunya siklus hama penyakit dan pemakaian tanaman polong-polongan untuk mengikat nitrogen di dalam tanah. Dalam jangka panjang pertanian konservasi yang memanfaatkan proses ekologis alami akan mengurangi pemakaian pupuk dan pestisida oleh petani sehingga mengurangi penggunaan input dari luar. Adanya keterpaduan kegiatan yang mencakup aspek biofisik, sosial ekonomi, kelembagaan dan keinginan petani maka konservasi air dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pengembangan lahan kritis/kering sebagai upaya pendukung gerakan nasional kemitraan penyelamatan air dan konservasi lahan kritis.  Sumber : Sundari, SST (penyuluh pertanian BBPPTP) dalam tabloid sinar tani nomor 3428 tahunII http://sekarmadjapahit.wordpress.com/2011/12/13/konservasi-tanah-dan-air-pada-lahan-kritis/    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Sudahkah Kita Peduli Pada Lingkungan Bagaimana Melindungi dan Melestarikan Lingkungan?

12 Jul 2015 � Miftahur Rohim, ST, M.Kes

Seberapakah tingkat kepedulian kita terhadap lingkungan? Berikut ini ada cara atau metode bagaimana anda dapat ikut terlibat dan membuat suatu perubahan pada lingkungan. Dalam artikel lingkungan hidup ini Anda akan menemukan tips cara bagaimana anda bisa mengurangi limbah, menemukan produk ramah lingkungan, dan mendukung upaya masyarakat, pemerintah dan perusahaan untuk membantu melindungi dan melestarikan lingkungan melalui kegiatan berikut : Hidup Hijau Mengurangi Pemanasan Global Menghemat Energi   Hidup Hijau Mau buat hidup Anda lebih “hijau” dengan menghemat uang dan mengurangi limbah? Berikut adalah informasi praktis tentang makanan, minum, mode, mobil dan produk pembersih yang ramah lingkungan. Buatlah pilihan gaya hidup yang ramah lingkungan dan putuskan untuk membeli barang-barang yang ramah lingkungan sehingga dapat membantu mempertahankan lingkungan dari pada menguranginya. Banyaklah menanam pohon yang bisa membuat lingkungan kita menjadi teduh dan menjadi penghasil oksigen.   Mengurangi Pemanasan Global Mengurangi pemanasan global mungkin tampak seperti tugas yang menakutkan, tapi jika setiap dari kita membuat komitmen untuk mengambil langkah-langkah sekarang, kita dapat membuat pernahan. Sebagai contoh, jika setiap keluarga di Indonesia mengganti satu bola lampu biasa dengan neon kompak, milyaran pon gas rumah kaca akan dihilangkan. Lihat di sini untuk langkah lagi, besar dan kecil, yang akan membantu untuk mengurangi pemanasan global.     Menghemat Energi Salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk melindungi lingkungan adalah buatlah komitmen setiap hari yang memungkinkan Anda menggunakan energi lebih sedikit. Mulai dari pemanfaatan lampu, misalnya gunakan lampu yang hemat energi (LED(. Begitu juga alat elektronik yang lain, cobalah lebih selektif dalam memanfaatkan alat tersebut, misal gunakanlah AC saat dibutuhkan, gunakan mesin cuci yang hemat air dan listrik. Semoga setelah membaca artikel ini kita sebagai insan yang diberi ilmu dan bisa memahami tingkat kelestarian alam, kita bisa melakukan hal-hal yang bisa bermanfaat bagi lingkungan dan sekaligus melestarikan serta menyelamatkan lingkungan ini untuk anak-anak kita di masa yang akan datang. Terima kasih.   http://www.artikellingkunganhidup.com/apa-yang-bisa-kita-lakukan-untuk-melindungi-melestarikan-lingkungan.html  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Cara Mudah Menyusun SOP

10 Jul 2015 � Erlinawati Pane, SKM, MKM

Apa itu SOP ? SOP atau Standard Operating Prosedure adalah serangkaian instruksi kerja tertulis yang dibakukan (terdokumentasi) mengenai proses penyelenggaraan administrasi perusahaan, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Menurut Tjipto Atmoko, Standard Operasional Prosedur merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerjapada unit kerja yang bersangkutan   Bagi instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk memudahkan para pegawai pemerintahan tersebut bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di instansinya masing – masing.  Selain itu masih banyak manfaat SOP bagi suatu organisasi, antara lain : Sebagai acuan/ aturan baku bagi perusahaan atau organisasi berlaku untuk atasan maupun bawahan dalam melakukan tugas-tugasnya sehingga lebih terarah dan tepat guna. Sebagai pedoman untuk mengurangi faktor kesalahan dalam proses kerja Meningkatkan efisiensi dan efektifitas karyawan baik secara individu maupun kelompok. Meningkatkan kemandirian karyawan sehingga tidak selalu tergantung pada manajemen/pimpinan dalam menjalankan tugasnya. Menciptakan ukuran standar kerja yang dapat dipakai oleh karyawan dalam mengevaluasi dan memperbaiki kemampuannya. Memberikan informasi mengenai peningkatan kompetensi karyawan. Menciptakan keseragaman proses kerja   Penyusunan SOP setiap organisasi tidak selalu sama, tergantung kepentingan dan kebutuhan organisasi tersebut. Dalam praktiknya tidak semua SOP yang dibuat dapat diterapkan dalam kegiatan operasional, bahkan terkadang SOP hanya sekadar dokumen yang diletakkan di rak atau lemari karena ia tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, perlu diketahui cara mudah dan tepat dalam menyusun SOP. SOP tidak dapat dirumuskan dengan segelintir orang apalagi yang tidak memahami sistem kerja organisasi. Setidaknya diperlukan tim khusus yang berkompeten agar SOP yang dibuat sesuai dengan kebutuhan organisasi. Berikut ini beberapa tahapan  yang bisa dijadikan acuan dalam menyusun SOP, yaitu : I. Tahap Persiapan Tahap ini ditujukan untuk menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tindakan yang telah ditentukan dalam Tahap Persiapan. Tahap ini terdiri dari (5) lima langkah yaitu: Menetapkan orang atau tim dari unit kerja yang bertanggung jawab sebagai pelaksana Menyusun pembagian tugas pelaksanaan Memilih orang yang menjadi penanggung jawab atas pelaksanaan pada umumnya Menetapkan mekanisme pengendalian pelaksanaan Membuat pedoman pembagian tugas pekerjaan dan control pekerjaan Output dari tahap ini adalah pembagian tugas pekerjaan dan control pekerjaan.   II. Tahap Penyusunan SOP Tahap ini ditujukan untuk menyusun SOP sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tahap ini terdiri dari (5) lima langkah yaitu: Mengumpulkan informasi terkait yaitu metode pendekatan sistem atau risiko kegiatan Mengumpulkan informasi terkait lainnya yaitu alur otorisasi, kebijakan, pihak yang terlibat, formulir, keterkaitan dengan prosedur lain. Analisis kebutuhan SOP Menetapkan metode dan teknik penulisan SOP Menulis SOP Membuat draft pedoman SOP Output dari tahapan ini adalah draft pedoman SOP.   III. Tahap Uji Coba Tahap ini ditujukan untuk menguji coba draft pedoman SOP. Tahap ini terdiri dari (4) (4) empat langkah yaitu: Merancang metodologi uji coba Mempersiapkan tim pelaksana uji coba Melaksanakan uji coba Menyusun laporan hasil uji coba Output dari tahap ini adalah laporan hasil uji coba yang digunakan untuk menyempurnakan draft pedoman SOP.   IV. Tahap Penyempurnaaan Tahap ini ditujukan untuk menyempurnakan pedoman SOP berdasarkan laporan hasil uji coba. Tahap ini terdiri dari 5 (lima) langkah yaitu: Membahas laporan hasil uji coba Merancang langkah penyempurnaan pedoman SOP Menyusun pembagian tugas penyempurnaan Melaksanakan penyempurnaan Menyusun final pedoman SOP Output dari tahap ini adalah final pedoman SOP yang dapat digunakan sebagai pedoman standar dalam unit kerja.   V. Tahap Implementasi Tahap ini merupakan tahap implementasi pedoman SOP secara standar dalam organisasi. Tahap ini terdiri dari 4 (empat) langkah yaitu: Menetapkan metodologi dan materi implementasi Menetapkan tim pelaksana implementasi Melaksanakan implementasi Menyusun laporan implementasi Output dari tahapan ini adalah laporan implementasi yang digunakan sebagai dasar dalam tahap pemeliharaan dan audit.   VI. Tahap Pemeliharaan dan Audit Tahap ini adalah tahap akhir dari seluruh tahap teknis penyusunan SOP dan ditujukan untuk pemeliharaan dan audit setelah implementasi SOP selama periode tertentu. Tahap ini terdiri dari 7 (tujuh) langkah yaitu: Merencanakan kegiatan pemeliharaan dan audit atas pedoman SOP yang diterapkan Membentuk tim pemeliharaan dan audit Melaksanakan pemeliharaan dan audit Membuat laporan pemeliharaan dan audit Menyimpulkan temuan-temuan dan menyusun perencanaan perbaikan Melakukan perbaikan sesegera mungkin jika perbaikan dilakukan kecil dan sifatnya rutin Melaksanakan tahap-tahap penyusunan SOP dari awal jika perbaikan yang diperlukan besar dan bersifat tidak rutin.   Demikian tahapan dan langkah-langkah yang kiranya dapat mempermudah kita dalam memulai penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) di instansi masing-masing.   Sumber : Tambunan, Rudi M (2008); Pedoman Penyusunan Standard Operating Procedures (SOP), Maiestas Publishing, Jakarta. https://www.academia.edu/8634744/A._PENGERTIAN_STANDAR_OPERASIONAL_PROSEDUR http://iwansusetyo.com/manfaat-sop-bagi-perusahaan-atau-organisasi/    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

INFERTILITAS

10 Jun 2015 � Bidan Ramini, AMKeb, SKM, MKes

Infertilitas  merupakan  suatu  permasalahan  yang  cukup  lama  dalam  dunia  kedokteran. Namun sampai saat ini ilmu kedokteran baru berhasil menolong ± 50% pasangan infertil untuk memperoleh anak. Perkembangan ilmu infertilitas lebih lambat dibanding cabang ilmu    kedokteran  lainnya,  kemungkinan  disebabkan  masih  langkanya  dokter  yang berminat pada ilmu ini Lebih  kurang  seperlima  pasangan  usia  subur  di  Amerika  Serikat  adalah  pasangan infertil.  Limabelas  persen  diantaranya  tergolong  infertil  yang  tidak  jelas  penyebabnya (unexplained  infertility).  Banyak  bukti  yang  menjelaskan  bahwa  ada  peranan  faktor imunomodulasi pada pasangan ini. Aspek penting dari imunomodulasi ini adalah adanya antibodi anti sperma (ASA). Ingerslev   dalam   penelitiannya   mengelompokkan   penyebab   infertilitas   menjadi  5  kelompok  yaitu  faktor  anatomi,  endokrin,  suami,  kombinasi,  dan  tidak diketahui (unexplained infertility) . Pada dasarnya, infertilitas adalah ketidakmampuan secara biologis dari seorang laki-laki atau seorang perempuan untuk menghasilkan keturunan. Infertilitas juga berarti perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya (37-42 minggu). Dalam bahasa awam, infertil disebut juga tidak subur.   Definisi Infertilitas : Menurut dokter ahli reproduksi, sepasang suami-istri dikatakan infertil jika: -          Tidak hamil setelah 12 bulan melakukan hubungan intim secara rutin (1-3 kali seminggu) dan bebas kontrasepsi bila perempuan berumur kurang dari 34 tahun. -          Tidak hamil setelah 6 bulan melakukan hubungan intim secara rutin (1-3 kali seminggu) dan bebas kontrasepsi bila perempuan berumur lebih dari 35 tahun. -          Perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya (37-42 minggu). Infertilitas Primer vs Infertilitas Sekunder : Infertilitas sendiri ada dua macam, yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Pasangan dengan infertilitas primer tidak bisa hamil sedangkan infertilitas sekunder adalah sulit untuk hamil setelah sudah pernah sekali hamil dan melahirkan secara normal sebelumnya. Kejadian Kasus Infertilitas : Secara umum, di dunia diperkirakan 1 dari 7 pasangan bermasalah dalam hal kehamilan. Di Indonesia, angka kejadian perempuan infertil 15% pada usia 30-34 tahun, meningkat 30 % pada usia 35-39 tahun dan 64 % pada usia 40-44 tahun. Berdasar survei kesehatan rumah tangga tahun 1996, diperkirakan ada 3,5 juta pasangan (7 juta orang) yang infertil. Mereka disebut infertil karena belum hamil setelah setahun menikah. Kini, para ahli memastikan angka infertilitas telah meningkat mencapai 15-20 persen dari sekitar 50 juta pasangan di Indonesia. Penyebab infertilitas sebanyak 40% berasal dari pria, 40% dari wanita, 10% dari pria dan wanita, dan 10% tidak diketahui. Faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas, antara lain: Umur Wanita : Kemampuan reproduksi wanita menurun drastis setelah umur 35 tahun. Hal ini dikarenakan cadangan sel telur yang makin sedikit. Fase reproduksi wanita adalah masa sistem reproduksi wanita berjalan optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil. Fase ini dimulai setelah fase pubertas sampai sebelum fase menopause. Fase pubertas wanita adalah fase di saat wanita mulai dapat bereproduksi, yang ditandai dengan haid untuk pertama kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder, yaitu membesarnya payudara, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, dan timbunan lemak di pinggul. Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13 tahun. Adapun fase menopause adalah fase di saat haid berhenti. Fase menopause terjadi pada umur 45-55 tahun. Pada fase reproduksi, wanita memiliki 400 sel telur. Semenjak wanita mengalami menarche sampai menopause, wanita mengalami menstruasi secara periodik yaitu pelepasan satu sel telur. Jadi, wanita dapat mengalami menstruasi sampai sekitar 400 kali. Pada umur 35 tahun simpanan sel telur menipis dan mulai terjadi perubahan keseimbangan hormon sehingga kesempatan wanita untuk bisa hamil menurun drastis. Kualitas sel telur yang dihasilkan pun menurun sehingga tingkat keguguran meningkat. Sampai pada akhirnya kira-kira umur 45 tahun sel telur habis sehingga wanita tidak menstruasi lagi alias tidak dapat hamil lagi. Pemeriksaan cadangan sel telur dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah atau USG saat menstruasi hari ke-2 atau ke-3. Anatomi reproduksi : Sumapraja  membagi  masalah  infertilitas  dalam  beberapa  kelompok  yaitu  air  mani, masalah  vagina,  masalah  serviks,  masalah  uterus,  masalah  tuba,  masalah  ovarium,  dan masalah  peritoneum. Lama Infertilitas : Berdasarkan laporan klinik fertilitas di Surabaya, lebih dari 50% pasangan dengan masalah infertilitas datang terlambat. Terlambat dalam artian umur makin tua, penyakit pada organ reproduksi yang makin parah, dan makin terbatasnya jenis pengobatan yang sesuai dengan pasangan tersebut. Emosi : Stres memicu pengeluaran hormon kortisol yang mempengaruhi pengaturan hormon reproduksi.Yang mana stress  bersumber pada  faktor internal dan faktor external yang meliputi aspek  sexual ,interaksi dengan  pasangan,emosi sosial,dan ekonomi.Stres infertilitas dapat memicu ketidak harmonisan rumah tangga  sehingga dapat memicu perceraian Lingkungan : Paparan terhadap racun seperti lem, bahan pelarut organik yang mudah menguap, silikon, pestisida, obat-obatan (misalnya: obat pelangsing), dan obat rekreasional (rokok, kafein, dan alkohol) dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Kafein terkandung dalam kopi dan teh. Hubungan Seksual : Penyebab infertilitas ditinjau dari segi hubungan seksual meliputi: frekuensi, posisi, dan melakukannya pada masa subur. Frekuensi : Hubungan intim (disebut koitus) atau onani (disebut masturbasi) yang dilakukan setiap hari akan mengurangi jumlah dan kepadatan sperma. Frekuensi yang dianjurkan adalah 2-3 kali seminggu sehingga memberi waktu testis memproduksi sperma dalam jumlah cukup dan matang. Posisi : Infertilitas dipengaruhi oleh hubungan seksual yang berkualitas, yaitu dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali seminggu, terjadi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Penetrasi adalah masuknya penis ke vagina sehingga sperma dapat dikeluarkan, yang nantinya akan bertemu sel telur yang “menunggu” di saluran telur wanita. Penetrasi terjadi bila penis tegang (ereksi). Oleh karena itu gangguan ereksi (disebut impotensi) dapat menyebabkan infertilitas. Penetrasi yang optimal dilakukan dengan cara posisi pria di atas, wanita di bawah. Sebagai tambahan, di bawah pantat wanita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. Dianjurkan, setelah wanita menerima sperma, wanita berbaring selama 10 menit sampai 1 jam bertujuan memberi waktu pada sperma bergerak menuju saluran telur untuk bertemu sel telur. Masa Subur : Marak di tengah masyarakat bahwa supaya bisa hamil, saat berhubungan seksual wanita harus orgasme. Pernyataan itu keliru, karena kehamilan terjadi bila sel telur dan sperma bertemu. Hal yang juga perlu diingat adalah bahwa sel telur tidak dilepaskan karena orgasme. Satu sel telur dilepaskan oleh indung telur dalam setiap menstruasi, yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Peristiwa itu disebut ovulasi. Sel telur kemudian menunggu sperma di saluran telur (tuba falopi) selama kurang-lebih 48 jam. Masa tersebut disebut masa subur. Cara untuk mengetahui masa subur antara lain: Dengan memperhatikan keluarnya lendir mulut rahim yang dapat diraba dengan jari (pastikan jari bersih untuk mencegah terjadinya infeksi). Pada saat subur, keluarlah cairan bening seperti putih telur sehingga kelamin terkesan basah. Dengan mengukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur selama beberapa bulan siklus menstruasi (biasanya sampai tiga bulan). Tanda ovulasi adalah apabila terjadi sedikit kenaikan suhu tubuh pada pertengahan siklus haid. Suhu tubuh itu disebut sebagai suhu basal tubuh, yaitu suhu tubuh dalam kondisi istirahat penuh. Peningkatan suhu tubuh yang jelas, walalupun sedikit (sekitar 0,2-0,5 °C), terjadi karena produksi hormon progesteron yang muncul segera setelah ovulasi. Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu tubuh setiap pagi pada waktu bangun tidur, dan dicatat pada suatu grafik khusus (bisa didapatkan dari dokter). Cara mengukur sendiri suhu basal tubuh seperti Guncang termometer (termometer dapat dibeli di apotek) hingga di bawah 36 °C, dan siapkan termometer di dekat tempat tidur Anda sebelum tidur kemudian saat terbangun di pagi hari, letakkan termometer di mulut anda (termometer oral) selama 10 menit. Penting untuk Anda ingat adalah jangan banyak bergerak. Tetaplah berbaring dan istirahat dengan mata tertutup. Jangan bangun selama 10 menit hingga selesai pengukuran. Setelah 10 menit, bacalah dan catat suhu tubuh Anda pada grafik saat tanggal pemeriksaan itu. Dan cara lain juga dengan memeriksa lendir rahim di bawah mikroskop. Pada saat subur akan tampak bentukan seperti daun pakis yang sempurna. Cara lain lagi dengan pemeriksaan USG melalui vagina. Dengan pemeriksaan USG melalui vagina dapat dilihat dengan jelas sel telur yang sudah dilepaskan dari indung telur. Kondisi Sosial dan Ekonomi : Kondisi Sosial dan ekonomi yang semakin buruk akan memperbesar kemungkinan terjadinya infertilitas. Pemeriksaan Pasangan Infertil Setiap pasangan infertile harus diperlakukan sebagai satu kesatuan. Ada pun syarat-syarat pemeriksaan infertilitas: 1. Istri yang berumur antara 20 hingga 30 tahun baru akan diperiksa setelah berusaha untuk mendapatkan anak selama 12 bulan. 2. Istri yang berumur antara 30 hingga 35 tahun dapat diperiksa pada kesempatan pertama pasangan itu datang ke dokter SPOG 3. Istri pasangan infertilitas yang berumur antara 35 hingga 40 tahun hanya diperiksa infertilitasnya apabila belum mendapat anak dari pernikahan ini. 4. Pemeriksaan infertilitas tidak dilakukan pada pasangan infertile yang salah satu anggota pasangannya mengidap penyakit yang dapat membahayakan kesehatan istri atau anaknya. REFERENSI: -           Budi Wiweko,  Diagnosa dan management infertilitas pada wanita, 2012 -           Nurul Hidayah Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan , Identifikasi dan pengelolaan stres pada infertilitas -           JNPKR, Buku Acuan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar, 2011 -           Apandi Biran, Kesehatan Reproduksi,2012

Baca Selengkapnya
Gambar Berita LINGKUNGAN

Cara Mudah Membuat EM-4 (Effective Microorgasims-4)

04 Jun 2015 � Ir. Miftahur Rohim, M.Kes

APA ITU EM 4... ??  Waahh... setelah saya praktekkan sendiri membuat pupupk organik cair, saya lebih bersemangat ingin tahu untuk membuat EM-4 sebagai bio aktivatornya.  Apa sih EM4 itu? akhirnya saya sudah mendapatkan beberapa artikel maupun tulisan-tulisan mengenai EM-4 ini, dan ternyata saya sangat tertarik untuk mencobanya. Alhamdulillah, saya berhasil.. ;) Mau tau cara yang sangat mudah membuat EM-4 ini..!! eitt... nanti dulu, sebelum mencoba membuat cairan ajaib ini, ada baiknya kita mengetahui “Apa itu EM-4?”   EM-4 merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam(segar) yang di dalamnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerapan/persediaan unsur hra dalam tanah. Kegunaannya banyak sekali, tidak hanya untuk pertanian saja, tapi bisa juga untuk keperluan rumah tangga, sebut saja.. untuk WC yang bau, kandang ayam yang bau, kandang kelinci, kambing, darah ikan/ayam, di mana-mana yang bau..got, tempat jual ayam dll   Pada tahun 1980-an, Prof. Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukus, Okinawa, Jepang telah mengadakan penelitian terhadap sekelompok mikroorganisme yang dengan efektif dapat bermanfaat dalam memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menimbulkan penyakit dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Kelompok mikroorganisme tersebut disebut dengan Effective Microorganismsyang disingkat EM.   Teknologi EM dikembangkan untuk menunjang pembangunan pertanian ramah lingkungan, menekan penggunaan pupuk kimia dan pestisida dengan sistem alami yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanah, mengurangi biaya produksi dan menghasilkan bahan pangan yang bebas bahan kimia sehingga bersih dan sehat untuk di konsumsi.   Teknologi EM yang sudah mulai akrab dengan masyarakat adalah Effective Microorganisms-4 biasa disingkat EM-4 adalah suatu kultur campuran beberapa mikroorganisme yang dapat digunakan sebagai inokulan mikroba yang berfungsi sebagai alat pengendali biologis. Mikroorganisme tersebut berfungsi dalam lingkungan hidup tanaman sebagai penekan dan pengendali perkembangan hama dan penyakit. EM-4 mengandung beberapa mikroorganisme utama yaitu bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, Ragi ( yeast ), Actinomycetes dan jamur fermentasi.   1.        Bakteri Fotosintetik ( Rhodopseudomonas sp. ) Bakteri ini adalah mikroorganisme mandiri dan swasembada. Bakteri ini membentuk senyawa-senyawa bermanfaat dari sekresi akar tumbuhan, bahan organik dan gas-gas berbahaya dengan sinar matahari dan panas bumi sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaat yang terbentuk anatara lain, asam amino asam nukleik, zat bioaktif dan gula yang semuanya berfungsi mempercepat pertumbuhan Hasil metabolisme ini dapat langsung diserap tanaman dan berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lain sehingga jumlahnya terus bertambah.   2. Bakteri asam laktat ( Lactobacillus spp. ) Dapat mengakibatkan kemandulan ( sterilizer) oleh karena itu bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan; meningkatkan percepatan perombakan bahan organik; menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta memfermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang ditimbulkan dari pembusukan bahan organik Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium, yaitu mikroorganime merugikan yang menimbukan penyakit pada lahan/ tanaman yang terus menerus ditanami. 3. Ragi / Yeast ( Saccharomyces spp. ) Melalui proses fermentasi, ragi menghasilkan senyawa-senyawa bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dari asam amino dan gula yang dikeluarkan oleh bakteri fotosintetik atau bahan organik dan akar-akar tanaman. Ragi juga menghasilkan zat-zat bioaktif seperti hormon dan enzim untuk meningkatkan jumlah sel aktif dan perkembangan akar. Sekresi Ragi adalah substrat yang baik bakteri asam laktat dan Actinomycetes. 4. Actinomycetes Actinomycetes menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri fotosintetik. Zat-zat anti mikroba ini menekan pertumbuhan jamur dan bakteri. Actinomycetes hidup berdampingan dengan bakteri fotosintetik bersama-sama menongkatkan mutu lingkungan tanah dengan cara meningkatkan aktivitas anti mikroba tanah. 5.        Jamur Fermentasi Jamur fermentasi ( Aspergillus dan Penicilium ) menguraikan bahan secara cepat untuk menghasilkan alkohol, ester dan zat-zat anti mikroba. Pertumbuhan jamur ini membantu menghilangkan bau dan mencegah serbuan serangga dan ulat-ulat merugikan dengan cara menghilangkan penyediaan makanannya.   Tiap species mikroorganisme mempunyai fungsi masing-masing tetapi yang terpenting adalah bakteri fotosintetik yang menjadi pelaksana kegiatan EM-4 terpenting. Bakteri ini disamping mendukung kegiatan mikroorganisme lainnya, ia juga memanfaatkan zat-zat yang dihasilkan mikroorganisme lain. Secara umum manfaat Teknologi EM-4 dalam bidang pertanian adalah sebagai berikut :   1.  Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah 2.  Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi 3.  Memfermentasi bahan organik tanah dan mempercepat dekomposisi 4. Menghasilkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian berwawasan lingkungan 5. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan di dalam tanah.   Aplikasi Teknologi EM-4 EM-4 dikulturkan dalam bentuk medium cair berwarna coklat dalam kondisi dorman. Pada saat disemprotkan ke dalam tanah atau tubuh tanaman (proses inokulasi) EM-4 secara aktif memfermentasikan bahan organik (sisa-sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang dll ). Hasil fermentasi dapat diserap langsung oleh perakaran tanaman, misalnya gula, alkohol, asam amino, protein, karbohidrat dan senyawa organik lainnya. Selain itu, EM-4 merangsang perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan tanaman; melindungi tanaman dari serangan penyakit sehingga pada akhirnya dapat menyuburkan tanah, meningkatkan produktifitas tanaman dengan biaya minimal. Selain dapat di aplikasikan untuk pertanian, EM-4 juga dapat di aplikasikan ke bidang yang lain, seperti peternakan, perikanan, maupun produk rumah tangga. Aplikasi EM-4 Di Bidang Peternakan       Manfaat : Mengurangi polusi bau khususnya pada kandang ternak dan lingkungan sekitarnya. Mengurangi stres pada ternak Menyehatkan ternak Menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak Meningkatkan nafsu makan ternak Menekan penyakit pada ternak Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak   Aplikasi EM-4 Di Bidang Perikanan   Manfaat : Memperbaiki mutu air tambak. Menguraikan bahan-bahan sisa makanan, kotoran udang / ikan menjadi senyawa organik yang bermanfaat. Menekan serangan mikroorganisme patogen. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tambak. Menekan hama dan penyakit. Nah... banyak banget khan manfaat-nya. Yukk.. ikut saya untuk mencoba salah satu cara membuat cairan EM-4 ini... Langkah pertama kita siapkan terlebih dahulu bahan-bahannya, sederhana kok mudah didapat di sekitar kita.   Bahan-bahan : -    Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg -    Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg -    Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg -    Kacang panjang segar 0,25 kg -    Kangkung air segar 0,25 kg -    Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg -    Gula pasir 1 kg -    Air tuak dari nira / Air kelapa 0,5 liter Cara Pembuatan : 1.   Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.   2.   Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.   3.  Campurkan gula pasir dan tuak/air kelapa dalam ember tadi dan aduk hingga rata.       4.  Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari   5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis 6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat.     Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos. Bagaimana..?? mudah bukan membuat EM-4 ini, daripada kita harus membeli EM-4 ini di toko seharga Rp. 25.000,00 per 1L/botol, kita bisa membuatnya dengan harga kurang dari Rp. 20.000,00 untuk ±3L EM-4. Ehmm... bisa dijadikan alternatif untuk membuka usaha nich.. Kalian juga bisa membuat EM-4 ini dengan bahan dan cara yang berbeda, klik aja ke alamat ini yaa.. SELAMAT MENCOBA YA... Sumber : http://debyuta.blogspot.com/2013/06/cara-mudah-membuat-em-4-effective.html http://suplirahim1960.blogspot.com/2013/05/membuat-em4-plus-labelnya.html

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Seorang Julie Suliyanti Saroso Bukan Dokter Biasa

11 May 2015 � Miftahur Rohim, ST, M.Kes

Saya hampir 5 tahun bertugas di Bapelkes Cikarang Kemenkes RI, yang dulunya dikenal sebagai Bapelkes Lemahabang Bekasi Jawa Barat, dan saya baru menyadari bahwa ada peran besar sosok perempuan yang hebat bagi negeri ini di bidang kesehatan, khususnya Kesehatan Masyarakat yang kini menjelma menjadi Pusat Unggulan Belajar Kesehatan Lingkungan di Bapelkes Cikarang. Dia adalah DR. Suliyanti Saroso, karena itulah saya tertarik menulis untuk mengenang jasa-jasa beliau di Baplekes kini.   Sul, yah itulah kata sapaan yang sering dipanggil, beliau sering melontarkan isu-isu pembatasan kelahiran, sekalipun muncul penolakan dari masyarakat, bahkan pemimpin republik ini.   Di antara desing peluru, dentum meriam, pekik kemerdekaan, dan jerit parau para pejuang yang terluka, seorang dokter muda dengan cekatan menolong para pejuang yang terluka di front terdepan.   Dia mengorganisasi dapur umum untuk memenuhi kebutuhan gerilyawan yang masuk kota. Tanpa kenal takut, dia terjun di front Tambun (Jawa Barat), Gresik, Demak, dan Yogyakarta. Karena keberaniannya, ia sempat ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda selama dua bulan di Yogyakarta.   “Sul,” sapaan akrab dokter muda itu. Lahir 10 Mei 1917 di Karangasem, Bali, dengan nama lengkap Julie Sulianti. Setelah menamatkan studi di Gymnasium Bandung, dia melanjutkan jejak sang ayah, dr Sulaiman, dengan mendaftar ke Sekolah Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hoge School) di Batavia. Lulus pada 1942, Sul bekerja di bagian penyakit dalam Centrale Burgelijke Ziekenhuis –kini Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)– lalu bekerja di bidang penyakit anak Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.   Sul aktivis perempuan sadar politik. Mentor politiknya adalah Soebadio Sastrosatomo, anggota Badan Pekerja KNIP –kelak menjadi Ketua Fraksi Partai Sosialis Indonesia (PSI) di parlemen hasil Pemilihan Umum 1955. Sul juga pernah duduk di Badan Konggres Pemuda Republik Indonesia sebagai wakil Pemuda Putri Indonesia (PPI). Bersama teman-temannya, dia membentuk Laskar Wanita yang diberi nama WAPP (Wanita Pembantu Perjuangan).   Pada November 1947, bersama Sunarjo Mangunpuspito dan Utami Suriadarma, dia menjadi delegasi mewakili Kongres Wanita Indonesia (Kowani) –lembaga yang terbentuk pada 22 Desember 1928– untuk mengikuti Inter Asian Women Conference di India.   Selepas revolusi, Sul kembali memfokuskan diri pada dunia kedokteran. Dia bekeja di Kementerian Kesehatan. Prestasinya mengesankan. Kecerdasan dan kecakapannya membuat dia mendapat beasiswa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mempelajari sistem kesehatan ibu dan anak di negara-negara Eropa. Sekembalinya ke tanah air pada 1952, Sul membawa banyak ide mengenai kesehatan ibu dan anak, khususnya pengendalian angka kelahiran melalui pendidikan seks dan gerakan keluarga berencana.   “Dengan penuh semangat dia meminta pemerintah untuk membuat keputusan-keputusan yang mendukung penggunaan kontrasepsi melalui sistem kesehatan masyarakat,” tulis Terence H. Hull dalam People, Population, and Policy in Indonesia.   Sul mulai bergerak. Melalui RRI Yogyakarta, dia menyampaikan pidato untuk menggalang dukungan pemerintah. Mendengar siaran itu, Wakil Presiden Muhammad Hatta marah.   “Walaupun gagasan-gagasan ekonominya sangat maju, Bung Hatta menganggap diskusi mengenai hal itu kurang tepat dan kurang wajar untuk digunakan dalam komunikasi massa dan merupakan urusan kehidupan keluarga masyarakat Indonesia,” tulis Hull.   Bung Hatta meminta Sulianti berhenti membicarakan keluarga berencana dan menahan diri dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala Jawatan Kesehatan Ibu dan Anak pada Kementerian Kesehatan di Yogya.   Sul terkejut. Baginya, perintah itu merupakan kontradiksi yang kejam. Sementara bagi Hatta, perintah ini masuk akal dari sisi moralitas akal sehat.   Reaksi juga muncul dari organisasi perempuan lokal. Terlebih muncul berita di Kedaulatan Rakyat pada 16 Agustus 1952, yang merupakan hasil wawancara dengan Sulianti. Judulnya, “Bivolkingspolitiek Perlu di Indonesia, Beranikah Kaum Ibu Lakukan Pembatasan Kelahiran?”   Berita itu menyebutkan, dua bulan sebelumnya dua utusan dari markas besar badan PBB untuk urusan anak (UNICEF) di Bangkok, Dr Sam Keeny dan Hayward, berkunjung ke Indonesia untuk membicarakan rencana peningkatan kesejahteraan ibu dan anak yang diajukan kepada UNICEF. Rencana itu diterima UNICEF.   Menurut Sulianti, Indonesia kekurangan tenaga bidan, sehingga masyarakat menggunakan tenaga dukun. Angka kematian bayi pun tinggi. Di sisi lain, jumlah penduduk Indonesia meningkat. “Sebaiknya para ibu harus berani dan mau melakukan pembatasan kelahiran,” ujar Sulianti, sebagaimana dikutip Kedaulatan Rakyat.   Reaksi datang dari Gabungan Organisasi Wanita Yogyakarta (GOWY) yang kemudian menggelar pertemuan –juga para pemuka agama, dokter, dan bidan. Mereka menolak pandangan Sulianti tentang pembatasan kelahiran, yang mereka anggap melanggar hak azasi manusia, mengakibatkan pembunuhan bibit-bibit bayi, dan bahkan bisa memperluas pelacuran dan merusak moral masyarakat.   Pada Oktober 1952, organisasi perempuan lokal menggelar seminar tentang keluarga berencana dan kehamilan berencana, yang dihadiri petugas pelayanan kesehatan, kelompok sekuler, dan organisasi keagamaan Katolik dan Islam. Keputusan seminar itu: “penggunaan kontrasepsi ditolak dalam bentuk apapun dan alasan apapun”.   Karena muncul banyak reaksi, Sulianti dipanggil Menteri Kesehatan dan diperingatkan agar tak lagi menyinggung masalah sensitif itu. Menurut Sulianti, sebagaimana dikutip Sejarah Perkembangan Keluarga Berencana dan Program Kependudukan, peringatan itu diberikan oleh menteri kesehatan karena sebelumnya sang menteri mendapat teguran dari Presiden Sukarno. Dalam sebuah pidato yang diucapkan di Palembang setelah “Peristiwa Yogya” itu, presiden menyatakan tak setuju dengan pembatasan kelahiran.   Sukarno bukan tak mendukung keluarga berencana. Menurut Hull, Sukarno cenderung hati-hati di tengah ketegangan politik yang tinggi dan pertentangan masyarakat terhadap “pelanggaran moral” atas keluarga berencana. Beberapa orang kepercayaan Sukarno berada pada garis depan untuk mempromosikan kesehatan reproduksi.   Sul pun mulai bekerja dengan hati-hati. Sejumlah tokoh perempuan kemudian mendirikan Yayasan Kesejahteraan Keluarga (YKK) pada 12 November 1952, yang membuka akses terhadap pengaturan kehamilan serta kesehatan ibu dan anak. Mereka tak lagi memakai istilah pembatasan kelahiran melainkan pengaturan kehamilan dan lebih menekankan pada alasan kesehatan. Di Jakarta, Sul memberi tahu di klinik praktiknya bahwa layanan pengendalian kelahiran tersedia di sektor swasta.   Sul juga menggerakkan usaha kesehatan masyarakat. Pada 1956, dia memimpin Unit Kesehatan Masyarakat Desa dan Pendidikan Kesehatan Rakyat (KMD/PKR). Dia membuat “Proyek Bekasi” di Lemah Abang, proyek percontohan atau model pelayanan bagi pengembangan kesehatan masyarakat dan pusat pelatihan, yang memadukan pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan medis.     Ketika menjabat Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) pada 1967, Sul meyakinkan komisi internasional WHO bidang pemberantasan penyakit cacar bahwa Indonesia terbebas dari penyakit menular itu, yang kala itu melanda dunia.   Apa yang dipelopori Sul kemudian mendapat tempat di masa Orde Baru melalui Program Keluarga Berencana.   Dedikasi dan konsistensi Sul di bidang kedokteran membuat namanya harum hingga ke luar Indonesia. Oleh WHO dia diangkat menjadi anggota badan eksekutif dan bahkan pernah menjadi ketua Health Assembly atau Majelis Kesehatan, yang berhak menetapkan dirjen WHO.   “Selama 25 tahun pertama WHO, hanya dua perempuan terpilih sebagai Presiden Majelis Kesehatan Dunia…. Rajkumari Amrit Kaur dari India (1950) dan Julie Sulianti Saroso dari Indonesia (1973),” tulis www.searo.who.int.   Sul bukan dokter biasa. Kecemerlangannya berhasil mengangkat dunia kedokteran Indonesia ke tingkat dunia. Sul meninggal dunia pada 29 April 1991. Namanya diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit: Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.   Dan Kini nama beliau juga kita abadikan menjadi nama Gedung Utama Bapelkes Cikarang dengan Nama Gedung Prof. Dr. Sulianti Saroso..! semoga kita selalu mengenang atas jasa-jasa beliau pada negeri ini, khususnya teman-teman Bapelkes Cikarang..!   Sumber: Rabu; 11 Pebruari 2014. http://www.majalah-historia.com http://warofweekly.blogspot.com/2011/09/julie-sulianti-saroso-bukan-dokter.html    

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pohon Ramah Lingkungan dan Anti Polusi

07 May 2015 � Miftahur Rohim, ST, M.Kes

Tumbuhan menyerap CO2 dari atmosfir, behkan beberapa jenis tumbuhan mempunyai kemampuan sangat ebsar untuk menyerap CO2 dari udara. Misalnya Samanea Saman, dan Cassia sp. Mempunyai kemampuan sangat ebsar menyerap CO2 udara, mencapai ribuan kg / tahun. Tumbuhan melakukan fotosintesis membentuk senyawa organic yang menjadi sumber makanan dan energy tumbuhan. Dapat proses fotosintesis itu, tumbuhan menyerap CO2 dan air yang kemudian diubah menjadi glucose dan oxygen dengan bantuan sinar matahari. Semua proses ini berlangsung dalam khlorofil. Kemampuan tumbuhan sebagai penyerap CO2 akan beragam. Banyak factor yang mempengaruhi penyerapan CO2 oleh tumbuhan, di antaranya adalah kualitas khlorofilnya. Kualitas ini ditentukan oleh khlorofil dan Mg sebagai inti dari khlorofil. Makin besar kandungan Mg, daun akan berwarna hijau gelap.  Penyerapan CO2 suatu pohon juga ditentukan oleh luas total daunnya,  umur daun dan fase pertumbuhan tanaman. Pohon yang sedang berbunga dan bebruah mempunyai kemampuan daya fotosintesis lebih besar, sehingga juga kemampuannya menyerap CO2. Faktor lain yang menentukan penyerapan CO2 adalah suhu udara, dan radiasi matahari, ketersediaan air. Tumbuhan Trembesi ternyata mampu menyerap CO2 sangat banyak, yaitu 28488.39 kg dalam setahun. Berikut ini adalah tumbuhan yang mempunyai kemampuan besar menyerap CO2 dari udara dengan kapasitas serapan per Tahun nya :     Trembesi, Samanea summons, 28488.39 kg / year Cassia, Cassia sp, 5295.47 kg / year Kenanga, Canangium odoratum, 756.59 kg / year Pingku, Dyxoxylum excelsum, 720.49 kg / year Banyan, Ficus benyamina, 535.90 kg / year Krey umbrella, Fellicium decipiens, 404.83 kg / year Matoa, Pometia pinnata, 329.76 kg / year Mahoni, Swettiana mahagoni, 295.73 kg / year Abrus, Adenanthera pavoniana, 221.18 kg / year Lagerstroemia, Lagerstroemia speciosa, 160.14 kg / year Jati, Tectona grandis, 135.27 kg / year Nangka, Arthocarpus heterophyllus, 126.51 kg / year Johar, Cassia grandis, 116.25 kg / year Sirsat, Annona muricata, 75.29 kg / year Puspa, Schima wallichii, 63.31 kg / year Acacia, Acacia auriculiformis, 48.68 kg / year Flamboyan, Delonix regia, 42.20 kg / year Chrysophyllum Kecik, Maniilkara kauki, 36.19 kg / year Cape, Mimusops elengi, 34.29 kg / year Peacock flower, Caesalpinia pulcherrima, 30.95 kg / year Perfect, Dilenia retusa, 24.24 kg / year Khaya, Khaya anthotheca, 21.90 kg / year Merbau beach, Intsia bijuga,25 kg / year Acacia, Acacia mangium, 15.19 kg / year Angsana, Pterocarpus indicus, 11.12 kg / year Kranji acid, Pithecelobium dulce, 8.48 kg / year Handkerchiefs, Maniltoa grandiflora, 8.26 kg / year Dadap red, Erythrina cristagalli, 4.55 kg / year Rambutan, Nephelium lappaceum, 2.19 kg / year Acid, Tamarindus indica, 1.49 kg / year Kempas, Coompasia excelsa, 0.20 kg /tahun.   BAHAN BACAAN Anonymous, 1998. Pedoman Agroforestry dalam Perhutanan Sosial. Perum Perhutani. (dalam: Handbook of Indonesian Forestry). Dept. Kehutanan RI. Koperasi Karyawan Departemen Kehutanan RI.   Hairiah K dan Sunaryo, 1999. Interaksi Pepohonan-Tanah –tanaman Semusim. Lecture note Wanatani, Pusdiklat Kehutanan.   Hairiah K, Widianto, S R Utami, D Suprayogo, Sunaryo, SM Sitompul, B. Lusiana, R Mulia, M van Noordwijk dan G Cadisch, 2000. Pengelolaan Tanah Masam Secara Biologi: Refleksi Pengalaman dari Lampung Utara. ICRAF SE Asia, Bogor, 182 p.   Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia, jil. 3:1588-1590 Terj. Yayasan Sarana Wana Jaya, Jakarta   Morisco,  2005.  Rangkuman penelitian Bambu di Pusat Studi Ilmu Teknik UGM (1994 – 2004).  Prosiding Perkembangan Bambu Indonesia. Jogya.  

Baca Selengkapnya
Gambar Berita LINGKUNGAN

Perbedaan Air Tercemar dan Air Tidak Tercemar

09 Apr 2015 � Ir. Miftahur Rohim,M.Kes ~ Bapelkes Cikarang

Air merupakan unsur kehidupan yang sangat dibutuhkan makhluk hidup di bumi ini khususnya bagi kehidupan manusia, tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara air yang tercemar dan air tidak tercemar.  Bisa Anda bayangkan jika air yang kita konsumsi sehari-hari tercemar, maka akan banyak penyakit yang timbul dan bahkan mengakibatkan kematian dan akan mengganggu rantai makanan kita.   Berikut ini kita perlu mengetahui indikator-indikator apa yang perlu diperhatikan untuk membedakan air tercemar dan air tidak tercemar ini. Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah, yang harus dilakukan di laboratorium. Namun secara sederhana air tanah yang tercemar juga bisa dikenali lewat pengamatan fisik. Untuk mendapatkan air tanah dengan kualitas baik, sumur harus dibuat dengan kedalaman tertentu. Sumur yang terlalu dangkal akan terisi air permukaan, yang lebih mudah terkontaminasi oleh cemaran atau polutan. Sumber pencemaran terdiri dari polutan alami (mineral dan mikroorganisme) serta polutan buatan. Polutan buatan manusia seperti residu (sisa) bahan kimia umumnya lebih berbahaya dibandingkan polutan alami. Polutan buatan bisa datang dari limbah rumah tangga, industri maupun pertanian. Dari rumah tangga antara lain berupa air sabun bekas cucian. Dari industri lebih beragam, sementara dari pertanian antara lain pupuk dan pestisida. Air bersih yang layak untuk dikonsumsi seharusnya tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Adanya pencemaran menyebabkan perubahan pada sifat tersebut. Tanda-tanda bahwa air tanah sudah tercemar dapat dikenali melalui pengamatan fisik. Beberapa di antaranya seprti dikutip dari Indiastudychannel, Selasa (25/5/2010) adalah: 1.  Warna kekuningan akan muncul jika air tercemar chromium dan materi organik. Jika air berwarna merah kekuningan, itu menandakan adanya cemaran besi. Sementara pengotor berupa lumpur akan memberi warna merah kecoklatan. 2.  Kekeruhan juga merupakan tanda bahwa air tanah telah tercemar oleh koloid (bio zat yang lekat seperti getah atau lem). Lumpur, tanah liat dan berbagai mikroorganisme seperti plankton maupun partikel lainnya bisa menyebabkan air berubah menjadi keruh. 3.  Polutan berupa mineral akan membuat air tanah memiliki rasa tertentu. Jika terasa pahit, pemicunya bisa berupa besi, alumunium, mangaan, sulfat maupun kapur dalam jumlah besar. 4.  Air tanah yang rasanya seperti air sabun menunjukkan adanya cemaran alkali. Sumbernya bisa berupa natrium bikarbonat, maupun bahan pencuci yang lain misalnya detergen. 5.  Sedangkan rasa payau menunjukkan kandungan garam yang tinggi, sering terjadi di daerah sekitar muara sungai. 6.  Bau yang tercium dalam air tanah juga menunjukkan adanya pencemaran. Apapun baunya, itu sudah menunjukkan bahwa air tanah tidak layak untuk dikonsumsi. Nah setelah kita sudah mampu membedakan antara air yang terceman dan yang tidak tercemar, kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit dan bahkan kita dapat mencegahnya dengan selalu menjaga lingkungan kita. Dikutip dan diedit pada : Rabu, 21 Januari 2015 (sumber utama : detikhealth) http://www.artikellingkunganhidup.com/perbedaan-air-tercemar-dan-air-tidak-tercemar.html    

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC