Semua Berita & Artikel
Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang
BERITA
Revisi Pemanggilan Peserta jabatan Fungsional Sanitarian Ahli Angkatan II
Pemanggilan Peserta Pelatihan Jabatan Fungsional Sanitarian Ahli Angkatan II di Bapelkes Cikarang, selengkapnya klik disini
ARTIKEL
TONG SUPER; Mandiri dalam Mereduksi Sampah Organik di Dapur Rumah Tangga
Manusia beraktivitas menghasilkan sampah baik berupa sampah organik maupun non-organik. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi tempat berkembang biak mikroorganisme patogen serta sarang vektor penyakit seperti tikus, lalat, kecoa, nyamuk (Tobing, 2005) dan memengaruhi derajat kesehatan masyarakat melalui timbulnya Penyakit Diare, Disentri, Cacingan, Malaria, Fillariasis dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam penelitian Dinas Kesehatan & Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi pada tahun 1999 di TPA Bantar Gebang terdapat 34% penduduk sakit TBC (melalui foto rontgen), 99% penduduk terinfeksi saluran pernafasan akut dan 8% penduduk sakit tukak lambung. Selain itu ditemukan 40% pH air tanah hasil sampling melebihi baku mutu, 95% sampel air tanah mengandung E.coli dan 35% tercemar Salmonella (Tri Bangun et. al, 2008). Adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai dapat menimbulkan pencemaran perairan, pendangkalan sungai yang menyebabkan banjir di Jakarta (Susmarkanto, 2002), menimbulkan masalah estetika dan bau. Selengkapnya klik disini
ARTIKEL
Baby Step Memahami Pengolahan Limbah Cair Domestik (Chapter 1: Air Dan Kehidupan )
Planet bumi dikenal dengan planet air, nama itupun diberikan atau di klaim oleh manusia yang notabene merupakan makhluk yang ada di bumi. Kenapa di sebut planet air karena 1/3 permukaan ini di selimuti oleh air dan sisanya daratan. Planet dengan diameter 12.756,3 km atau 12 x jarak jakarta-surabaya ini mempunyai jumlah air sekitar 264 milyar galon, dimana jumlah tersebut sama dr masa ke masa, dr zaman old sampai dengan zaman now. Air yang ada saat ini mempunyai siklus yang dikenal dengan siklus hidrologi. Selengkapnya klik disini
ARTIKEL
Masalah Gizi Masyarakat Di Indonesia
Zat Gizi atau biasa disebut Nutrisi merupakan zat yang terkandung di dalam makanan yang dibutuhkan makhluk hidup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan fungsinya. Konsumsi gizi makanan pada seseorang dapat menentukan tercapainya tingkat kesehatan atau sering disebut status gizi. Status gizi seseorang dapat dibedakan menjadi 4 keadaan. Apabila tubuh berada dalam tingkat kesehatan gizi optimum dimana jaringan jenuh oleh semua zat gizi maka disebut status gizi optimum. Apabila zat gizi dalam tubuh tidak seimbang disebut malnutrition kelebihan nutrisi/gizi disebut gizi lebih disebut overnutrition kekurangan gizi atau gizi kurang disebut undernutrition Status gizi perorangan dan masyarakat di suatu daerah tidak terlepas dari permasalahan. Masalah gizi merupakan masalah kesehatan yang mendapat perhatian khusus di Indonesia. Masalah gizi adalah kesenjangan antara keadaan gizi yang diharapkan dengan kenyataan yang ada, dan juga merupakan gangguan pada perorangan atau masyarakat yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan akan zat gizi yang diperoleh dari makanan. Indonesia saat ini menghadapi setidak-tidaknya 4 masalah gizi yang dipicu berbagai factor dalam kehidupan masyarakat. Ke lima masalah gzi tersebut adalah Kurang Energi Protein (KEP), Kurang vitamin A (KVA), Gangguan akibat kekurangan Yodium (GAKY), Anemia Gizi Besi (AGB) Penyebab masalah gizi di Indonesia secara langsung di pengaruhi oleh tidak cukupnya asupan zat gizi dan penyakit infeksi. Adapun penyebab secara tidak langsung, antara lain jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan, pola asuh yang tidak memadai, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga, kemiskinan, pengangguran, serta dampak social Budaya dan politik. Kurang Energi Protein (KEP) Kurang Energi Protein (KEP) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya komsumsi energi dan protein dalam makanan sehari – hari atau gangguan penyakit – penyakit tertentu. Penyakit ini terjadi karena ketidakseimbangan antara konsumsi kalori atau karbohidrat, protein dan kebutuhan energi atau terjadinya defisiensi energi dan protein, biasanya terjadi pada anak balita karena pada umur tersebut anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Penyakit ini dibagi dalam tingkat-tingkat, yakni : KEP ringan, BB anak 84-95 % dari BB standar Harvard KEP sedang, BB anak 44-60 % dari BB standar Harvard KEP berat (gizi buruk), BB anak < 44% dari BB standar Harvard Beberapa ahli hanya membedakan antara 2 macam KKP saja, yakni KKP ringan atau gizi kurang dan KKP berat (gizi buruk) atau lebih sering disebut marasmus (kwashiorkor). Kurang Vitamin A (KVA) Salah satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian adalah defisiensi atau kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A ini merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Selain itu, seringkali ditemukan jika anak menderita kekurangan Energi protein (KEP), maka anak itu juga sekaligus menderita kekurangan vitamin A. Vitamin A merupakan suatu zat organik yang digunakan oleh tubuh untuk pemeliharaan epitel selaput lendir, ketajaman penglihatan dan pencegahan terjadinya infeksi. Vitamin A berperan dalam penglihatan membuat kita bisa melihat dalam cahaya redup, dan juga turut berperan memberi kekebalan tubuh. Berikut adalah gejala dan tanda kekurangan vitamin A: Gejala pertama dari kekurangan vitamin A biasanya adalah rabun senja. Kemudian akan timbul pengendapan berbusa (bintik Bitot) dalam bagian putih mata (sklera) dan kornea bisa mengeras dan membentuk jaringan parut (xeroftalmia), yang bisa menyebabkan kebutaan yang permanen. Malnutrisi pada masa anak-anak (marasmus dan kwashiorkor), sering disertai dengan xeroftalmia; bukan karena kurangnya vitamin A dalam makanan, tetapi juga karena kekurangan kalori dan protein menghambat pengangkutan vitamin A. Kulit dan lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih bisa mengeras. Kekurangan vitamin A juga menyebabkan peradangan kulit (dermatitis) dan meningkatkan kemungkinan terkena infeksi. Beberapa penderita mengalami anemia. Kulit menjadi kering, gatal dan kasar. Rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku. Gangguan pertumbuhan pada anak-anak. Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan defisiensi yodium yang berlangsung lama akibat dari pola konsumsi pangan yang kurang mengkonsumsi yodium sehingga akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid, yang secara perlahan menyebabkan kelenjar membesar sehingga menyebabkan gondok. Yodium sendiri adalah adalah sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air, merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan mahluk hidup. Dalam tubuh manusia Yodium diperlukan untuk membentuk Hormon Tiroksin yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan termasuk kecerdasan mulai dari janin sampai dewasa. GAKY dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: Defisiensi Iodium dan Iodium Excess Lokasi (Geografis dan non geografis) Asupan Energi dan Protein Pangan Goitrogenik Genetik GAKY tidak hanya menyebabkan pembesaran kelenjar gondok tetapi juga berbagai macam gangguan lain. Kekurangan yodium pada ibu yang sedang hamil dapat menyebabkan abortus, lahir mati, kelainan bawaan pada bayi, meningkatkan angka kematian prenatal, melahirkan bayi keratin. Kekurangan yodium yang diderita anak-anak menyebabkan pembesaran kelenjar gondok, gangguan fungsi mental, dan perkembangan fisik. Pada orang dewasa berakibat pada pembesaran kelenjar gondok, hipotiroid, dan gangguan mental. Kekurangan yodium pada tingkat berat dapat mengakibatkan cacat fisk dan mental, seperti tuli, bisu tuli, pertumbuhan badan terganggu, badan lemah, kecerdasan dan perkembangan mental terganggu. Akibat yang sangat merugikan adalah lahirnya anak kretin. Anemia Gizi Besi (AGB) Masalah gizi akibat kekurangan zat gizi salah satunya adalah anemia. Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari nilai normal. Anemia di Indonesia biasanya disebabkan karena kekurangan zat besi sehingga sering disebut anemia zat besi. Anemia dapat menyerang segala kalangan, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil sampai ibu menyusui. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Nasional tahun 2007, di Indonesia prevalensi anemia mencapai 14,8%. Dari 33 provinsi, 20 provinsi memiliki angka prevalensi anemia lebih besar. Prevalensi anemia di perkotaan menurut Riskesdas paling tinggi terjadi pada kelompok wanita yaitu 19,7%, diikuti kelompok laki-laki dewasa 12,1%. Pada anak-anak prevalensinya mencapai 9,8%. WHO Guidelines menyebutkan bila prevalensi anemia dalam suatu populasi lebih dari 15%, hal itu sudah merupakan masalah kesehatan nasional. Jenis anemia pada hasil Riskesdas tersebut sebagian besar adalah anemia mikrositik hipokromik (60,2%). Anemia mikrositik-hipokromik umumnya karena kekurangan zat besi, selain itu karena penyakit kronis tingkat lanjut, atau keracunan timbal. Anemia akibat kekurangan zat besi kemudian dikenal dengan nama anemia gizi besi. Secara umum tingginya prevalensi anemia gizi besi antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi tidak cukup, penyerapan yang tidak adekuat dan peningkatan kebutuhan akan zat besi (Gunatmaningsih 2007). Anemia gizi besi dapat menimbulkan berbagai dampak. Anemia pada balita dan anak dapat menyebabkan kegagalan perkembangan fisik dan kognitif, serta meningkatkan resiko morbiditas. Pada dewasa anemia dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas. Anemia juga berkontribusi terhadap 20% kematian maternal (WHO 2011). Selain itu, anemia menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh dan gangguan penyembuhan luka (Almatsier 2006). Besarnya masalah anemia gizi besi menuntut adanya upaya penangulangan agar masalah tersebut dapat diatasi. Konsultasi gizi dapat menjadi metode yang tepat dalam penanganan penyakit ini. Dengan konsultasi gizi diharapkan terjadinya peningkatan pengetahuan gizi pada sasaran secara efektif, untuk selanjutnya diharapkan tercapainya perubahan perilaku kesehatan. http://mca-indonesia.go.id/wp-content/uploads/2015/02/Masalah-Gizi-di-Indonesia-dan-Posisinya-Secara-Global1.pdf http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/131/jtptunimus-gdl-suponopkgz-6532-3-babii.pdf Pemeriksaan Biokimia Kep, Anemia, Kva Dan Gaky. ppt
ARTIKEL
Gentle Birth “Melahirkan Dengan Nyaman Dan Meminimalisir Rasa Sakit”
Saya adalah wanita yang baru saja melahirkan seorang anak sedikit ingin berbagi mengenai pengalaman melahirkan saya. Selama hamil mendengar kata “Melahirkan” yang terbayang adalah sakit, takut, serem, susah, capek, dagdigdug, panik, dan traumatis. Percaya atau tidak kalau ada yang bilang melahirkan itu nyaman, tenang, senang, dan minim rasa sakit??? Mungkin beberapa orang menjawab tidak mungkin, namun saya percaya bahwa hal itu mungkin setelah saya mengetahui tentang "Gentle Birth" Apa sih Gentle Birth!? Beberapa orang yang saya tanyai mengenai gentle birth menjawab gentle birth itu melahirkan di dalam air seperti yang ada di media sosial atau televisi, padahal hal itu kurang tepat, tidak semua gentle birth itu melahirkan di dalam air. Jadi gentle birth itu bukan metode/cara melahiran tapi gentle birth adalah konsep melahirkan yg alami, nyaman, tenang, senang untuk ibu dan bayinya. Lalu bagaimana caranya agar melahirkan menggunakan konsep gentle birth atau melahirkan dengan nyaman dan meminimalisir rasa sakit? Menurut saya gentle birth adalah konsep mengembalikan fitrah wanita untuk melahirkan, karena memang Allah swt sudah menciptakan tubuh wanita untuk bisa melahirkan. Dan terkadang yang membuat melahirkan menakutkan itu sebenarnya diri kita sendiri yg dibentuk dari pikiran kita. Gentle birth itu bukan berarti kita harus melahiran pervaginam (orang biasa sebutnya normal) tetapi lebih menekankan bagaimana cara nya agar kita berani menghadapi persalinan bagaimanapun metode melahirkan nya dengan sealami mungkin, tanpa intervensi yang tidak perlu, bahkan melahirkan dengan sectio pun dapat menerapkan konsep gentle birth ini. Nah untuk bisa berani menghadapi proses persalinan dan melahirkan kita butuh persiapan yang cukup, bukan hanya persiapan fisik namun juga persiapan mental, karena justru persiapan mental yang paling utama, karena "dimana pikiran tertuju disitu energi mengalir". Pernah denger kan jika nasib kita ditentukan oleh pikiran kita? Sama juga dengan nasib proses persalinan dan melahirkan kita, sebagian besar ditentukan oleh pikiran kita sendiri. Jika kita mampu berpikir positif dan tetap tenang insyaAllah proses melahirkan kita pun nyaman. Jangan biarkan diri kita pasrah oleh tindakan dokter / bidan saja namun kita juga perlu memberdayakan diri sendiri. Berikut sharing mengenai persiapan ibu hamil menuju persalinan nyaman, tenang, dan aman : Yang pertama, hal yang sangat penting sekali untuk disiapkan adalah knowledge, jadi seorang ibu hamil harus bisa memberdayakan diri dengan memperbanyak informasi dan pengetahuan agar tidak menjadi pribadi yang lemah, karena pengetahuan adalah kekuatan. Semakin banyak pengetahuan yang kita ketahui, akan semakin baik dalam pengambilan keputusan, karena kita harus memperjuangkan tubuh dan bayi kita jangan hanya pasrah dengan tindakan dokter/bidan saja ya... Yang kedua, persiapkan fisik kita, sebagai ibu hamil perlu sekali menjaga kesehatan tubuh dengan cara makan makanan bergizi, memperbanyak cairan, dan rutin berolahraga. Olahraga yang direkomendasikan untuk ibu hamil bisa jalan kaki, yoga, dan berenang. Yang ketiga, menjaga Nafas agar tetap stabil, padahal secara alamiah tanpa perlu diajari kita mampu bernapas dengan baik ya, namun nafas adalah hal yang utama yang perlu dijaga, karena dalam kondisi persalinan nanti penting sekalli menjaga agar napas tidak memburu / bocor. Karena jika nafas kita sudah cepat / memburu sudah pasti pikiran kita tidak tenang dan kacau akhirnya menjadi panik. Coba untuk belajar pernapasan perut agar mampu bernapas lebih panjang dan stabil. Yang keempat, ‎kendalikan pikiran kita. Kita harus mampu berpikiran positif, harus relaks, jiwa kita pun harus ikhlas. Praktik hypnobirthing bermanfaat sekali dalam hal ini. Apa itu hypnobirthing?? Intinya kita harus selalu berpikir positif, di afirmasi dan disugesti ke diri kita sendiri bahwa kita yakin kita mampu dengan cara mengulang-ulang terus menerus kata-kata positif tersebut. Kalau saya minta bantuan suami setiap sebelum tidur suami supaya dibisikan kata-kata seperti ini sebelum tidur, "kamu bisa lahiran normal, lahirannya lancar, mudah, nyaman, dedeknya sehat, kamu sehat" "dek posisinya yg bagus ya, kepalanya masuk sini, cari ya jalan keluarnya, dedek bisa" Terus juga sering komunikasi ke janin nya, karena janin sudah dapat mendengarkan dari usia kandungan 20 minggu kehamilan loh. Yang Kelima, hal yang perlu dilakukan yaitu Bergeraklah saat persalinan, jadi intinya saat menunggu pembukaan lengkap jangan biarkan tubuh kita untuk diam tidur dikasur aja, tapi bergeraklah, move your body. Kalau saya saat menunggu pembukaan, dibantu oleh suami untuk aktif bermain gymball/birthingball, berpelukan sambil bergoyang sama suami, melakukan gerakan yoga seperti pelvic rocking, squat, intinya apapun dilakukan asalkan tidak diam ditempat, dan intinya membuka panggul. Sambil terus di afirmasi dan tersenyum bahwa babynya semakin turun. Yang keenam, kita bisa meminta bantuan Doula / pendamping persalinan, sekarang ada loh jasa doula yang dapat menemani dan memdampingi kita dari awal persalinan sampai lahir, doula ini bertugas untuk men-support kita baik fisik maupun mental. Kalau saya memilih suami untuk menjadi doula saya, oleh karena itu saya selalu berbagi pengetahuan kepada suami agar mampu menjadi doula saya. Yang Ketujuh, ‎sekali lagi keberhasilan ditentukan oleh banyak faktor salah satunya cari provider / faskes yang nakes nya pro gentle birth,maksudnya tidak teburu-buru melakukan intervensi yang tidak perlu dan bersedia sabar menanti proses pembukaan hingga lengkap. Yang kedelapan, ini adalah yang ‎terakhir dan menurut saya usaha yang terbaik yaitu ilmu ikhlas, ikhlas dengan ketentuan Allah, ikhlas dengan rencana Allah, ikhlas sama skenario persalinan dan melahirkan kita yang sudah disusun oleh Allah, tapi tetap memohon dan berusaha agar rencana persalinan kita berjalan dengan baik, namun tidak kecewa walaupun proses persalinanya tidak sesuai dengan rencana. Karena proses persalinan dan melahirkan adalah benar-benar rahasia Allah. Nah jika proses persalinan dan melahirkan kita dapat dilalui nyaman, tenang, relaks, bahagia insyaAllah kita cepet pulih dan lebih bahagia. Karena perjuangan kita belum berakhir sampai proses melahirkan saja, justru proses selanjutnya yang membutuhkan fisik dan mental yang lebih besar. Nah kalau melahirkan saja sudah menakutkan dan traumatis bagaimana kita bisa berjuang untuk yang berikutnya. Jadi be positif ya dan happy birthing. Percaya sama tubuh kita, bahwa kita bisa. Salam Segarnis dhiasy
ARTIKEL
Tips Hamil Sehat Ala Garnis
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai proses kehamilan yang baru saja saya alami, saya adalah ibu muda baru yang pada bulan Desember 2017 lalu melahirkan putra pertama saya. Pengalaman saya ini saya bagikan bukan berarti 100% valid ya, ini berdasarkan yang saya rasakan dan alami dari sudut pandang saya saja, namun semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi ibu muda yang akan hamil atau sedang hamil. Selengkapnya klik disini
ARTIKEL
Baby Step Memahami Pengolahan Limbah Cair Domestik (Chapter 1: Air Dan Kehidupan )
Planet bumi dikenal dengan planet air, nama itupun diberikan atau di klaim oleh manusia yang notabene merupakan makhluk yang ada di bumi. Kenapa di sebut planet air karena 1/3 permukaan ini di selimuti oleh air dan sisanya daratan. Planet dengan diameter 12.756,3 km atau 12 x jarak jakarta-surabaya ini mempunyai jumlah air sekitar 264 milyar galon, dimana jumlah tersebut sama dr masa ke masa, dr zaman old sampai dengan zaman now. Air yang ada saat ini mempunyai siklus yang dikenal dengan siklus hidrologi. Selengkapnya klik disini
ARTIKEL
Menggelindingkan SIBULAT Di Bapelkes Cikarang
SIBULAT apaan tuh???!!! Sejenis makhluk apakah? Spesies manakah ?? J J .Pertanyaan singkat dan terkesan gurauan sebagai penanda rasa ingin tahu penulis saat mendapatkan disposisi menjalankan tugas menghadiri Workshop SIBULAT pada pertengahan bulan April 2018 yang diselenggarakan oleh Puslat Kemenkes RI di Kampus Hang Jebat BBPK Jakarta. Pertemuan dihadiri para wakil dari unit utama maupun satker dari UPT Kemenkes RI. Mengawali pertemuan dengan rasa ingin tahu menunjukkan ada aroma antusiasme dari pelaksana tugas ( penulis) J. Selengkapnya klik disini
ARTIKEL
Memulai Diet Ketogenic, Bagaimana Caranya?
Apa Anda pernah gagal menjalankan program diet? Merasa tersiksa akan rasa lapar? Atau Anda mencari solusi atas masalah diabetes, kanker, asam lambung, hormonal, dan berbagai masalah kesehatan lainnya dengan cara alternatif? Program diet pada umumnya hanya membatasi makanan yang membuat Anda merasa kenyang dan merekomendasikan makanan alternatif yang membuat ketergantungan. Jika Anda mau mencoba sebuah alternatif pola hidup yang menjaga tubuh dan tentunya emosi terkendali, gaya ketogenik mungkin jawabannya. Diet ketogenic, atau juga disebut “diet keto“, sebenarnya pola makan lama, tapi kini menjadi sangat populer. “Diet ketogenic awalnya terlihat seperti hanya menghindari gula, tapi kenyataannya pola sesungguhnya adalah konsumsi lemak tinggi dan menghindari berbagai jenis karbohidrat yang memicu glukosa tinggi di dalam darah. Sehingga harapannya kalori harian didapat 70-75% dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat. Pola makan rendah karbo lainnya sepeti paleo, atskin, maupun banyak lagi lainnya sudah bisa Anda rasakan manfaatnya. Dengan membatasi ketat asupan nasi, roti, mie, gula, tepung, dan karbohidrat olahan akan menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga serta menurunkan risiko penyakit jantung. Selengkapnya klik disini