Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang

Semua Berita & Artikel

Kumpulan informasi, berita terkini, dan artikel kesehatan Bapelkes Cikarang

Gambar Berita ARTIKEL

Adaptasi Perubahan Psikologis Pada Masa Nifas

30 Apr 2014 � Sinta - Bapelkes Cikarang

Masa nifas adalah masa 2 jam setelah placenta lahir sampai dengan 6 minggu. Jadi perubahan psikologi masa nifas adalah proses perubahan secara psikologi atau jiwa seorang ibu setelah melahirkan. Akan tetapi, proses adaptasi psikologi sudah terjadi selama kehamilan, menjelang proses kelahiran maupun setelah persalinan. Pada periode tersebut, kecemasan seorang wanita dapat bertambah. Pengalaman yang unik dialami oleh ibu setelah persalinan. Masa nifas merupakan masa yang rentan dan terbuka untuk bimbingan dan pembelajaran. Perubahan peran seorang ibu memerlukan adaptasi. Tanggung jawab ibu mulai bertambah.   Masa nifas merupakan masa yang paling kritis dalam kehidupan ibu maupun bayi, diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Dalam memberikan pelayanan pada masa nifas, bidan menggunakan asuhan yang berupa memantau keadaan fisik, psikologis, spiritual, kesejahteraan sosial ibu/keluarga, memberikan pendidikan dan penyuluhan secara terus menerus. Dengan pemantauan dan asuhan yang dilakukan pada ibu dan bayi pada masa nifas diharapkan dapat mencegah atau bahkan menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.   Perubahan psikologis mempunyai peranan yang sangat penting. Pada masa ini, ibu nifas menjadi sangat sensitive, sehingga diperlukan pengertian dari keluarga-keluarga terdekat. Peran bidan sangat penting dalam hal memberi pegarahan pada keluarga tentang kondisi ibu serta pendekatan psikologis yang dilakukan bidan pada ibu nifas agar tidak terjadi perubahan psikologis yang patologis. Setelah proses kelahiran tanggung jawab keluarga bertambah dengan hadirnya bayi yang baru lahir, dorongan serta perhatian anggota keluarga lainnya merupakan dukungan positif bagi ibu. Hal-hal yang dapat membantu ibu dalam beradaptasi pada masa nifas adalah sebagai berikut: Fungsi menjadi orang tua Respon dan dukungan dari keluarga Riwayat dan pengalaman kehamilan serta persalinan Harapan, keinginan dan aspirasi saat hamil dan melahirkan   Fase-fase yang akan dialami oleh ibu pada masa nifas antara lain: Fase taking in Fase taking hold Fase letting go   Fase Taking In   Fase ini merupakan periode ketergantungan, yang berlangsung dari hari pertama sampai hari ke dua setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri, sehingga cenderung pasif terhadap lingkungannya. Ketidaknyamanan yang dialami antara lain rasa mules, nyeri pada luka jahitan, kurang tidur, kelelahan. Hal yang perlu diperhatikan pada fase ini adalah istirahat cukup, komunikasi yang baik dan asupan nutrisi. Gangguan psikologis yang dapat dialami oleh ibu pada fase ini adalah: Kekecewaan pada bayinya Ketidaknyamanan sebagai akibat perubahan fisik yang dialami Rasa bersalah karena belum bisa menyusui bayinya Kritikan suami atau keluarga tentang perawatan bayinya   Fase Taking Hold   Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawab dalam perawatan bayinya. Perasaan ibu lebih sensitif sehingga mudah tersinggung. Hal yang perlu diperhatikan adalah komunikasi yang baik, dukungan dan pemberian penyuluhan/pendidikan kesehatan tentang perawatan diri dan bayinya. Tugas bidan antara lain: mengajarkan cara perawatan bayi, cara menyusui yang benar, cara perawatan luka jahitan, senam nifas, pendidikan kesehatan gizi, istirahat, kebersihan diri dan lain-lain.   Fase Letting Go   Fase ini merupakan fase menerima tanggungjawab akan peran barunya. Fase ini berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai dapat menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Terjadi peningkatan akan perawatan diri dan bayinya. Ibu merasa percaya diri akan peran barunya, lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan dirinya dan bayinya. Dukungan suami dan keluarga dapat membantu merawat bayi. Kebutuhan akan istirahat masih diperlukan ibu untuk menjaga kondisi fisiknya. Hal-hal yang harus dipenuhi selama nifas adalah sebagai berikut: Kebutuhan fisik : Istirahat, asupan gizi, lingkungan bersih Psikologi : Dukungan dari keluarga sangat diperlukan Sosial : Perhatian, rasa kasih sayang, menghibur ibu saat sedih dan menemani saat ibu merasa kesepian Psikososial.     Sumber : http://mahasiswanwu.blogspot.com/2013/05/perubahan-psikologi-masa-nifas.html diakses pada Selasa, 29 April 2014 Pukul 15.33 WIB http://bidanvirgil.blogspot.com/2013/05/perubahan-psikologis-masa-nifas.html diakses pada Selasa, 29 April 2014 Pukul 15.33 WIB

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

10 Kiat Sehat Penuh Energi

30 Apr 2014 � Sadim - Bapelkes Cikarang

Mau tahu kiat sehat agar hidup penuh energy?? Kiat sehat ini jika dipraktekkan insaallah akan meningkatkan derajat kesehatan kita.     Yaitu:1. Meningkatkan daya tahan tubuh (Mengolah pikirin menjadi sealu positif / positif thingking/ husnudzon billah, konsumsi makanan sehat dan halal)     2. Bernafas efektif, lakukansehari 3 x seperti minumam obat (pg, siang sr) lakukan minimal 10 dengan ritual tarik napas: tahan napas: hembuskan napas ; dengan perbandingn 1:4:2 (jika tarik napas 5 hitungan, maka tahan 4 x 5 dan hembuskan 2 x 5 melalui mulut) 3. Sikap duduk dan berdiri selalu sikap tegak dan tinggi dengan mengangkat tulang rusuk dan membusungkan dada, ini untuk kesehatan tulang belakang menghindari serabut saraf ke jepit n menghindari sakit pinggang. Sikap ini akan menampilkanoptimis dan percaya diri. 4. Olah raga 4-6 x perminggu (aerobik, jalan, bereng dsb) minimal 30 menit. 5. Minum air putih minimal 8 gelas sehari (2 liter), dianjurkan kemana-mana hrs bawa air putih sehingga dapat minum air putih lebih dr 8 gelas, fungsinya detoksifikasi, juga akan kulit dan wajah akan semakin cerah. 6. Makan makanan kaya air dan serat ( buah-buahan dan sayuran) selain itu banyak mengandung ko-enzim dan antioksidant yang akan menghambat prekusor tumor dan penyakit lain yang berbahaya. 7. Saat lapar, tapi bukan jadwal makan jangan ngemil tapi makan buah yg manis (pepaya , semanggka) kadar glukosanya tetap tinggi tp tidak akan berlebihan 8. Mengkombinasikan makanan. (saat makan besar ; breakfast, lunch, dinner) mulailah dengan buah , kalo sedang diet ketat minum air putih dulu , makan sayur bersama nasi, ikan dan protein agar terpisah dalam kunyahannya. 9. Hindari mengkonsumsi lemak jenuh ( susu berlemak, mentega, keju, goreng-gorengan dan daging berlemak dan jeroan ) karena sejak dalam usus sdh langsung menuju pembentukan kolesterol dalam bentuk kilomikron tanpa metabolisme panjang. (kolesterol terbuat dari cadangan makanan yg berlebihan, termasuk karbohidrat dan protein) , jadi usahakan makan jgn berlebih, usahakan kalo tidak lapar jangan makan, kalo lapar tapi belum waktunya makan konsumsi cukup buah yg rasanya manis, kalo sdh waktunya makan, ingat kombinasi mengunyah dan urutan yg dimakan) 10. Usahakan pH darah mendekati basa (7,365) untuk menghindari pertumbuhan mikroorganisme dalam darah secara sistemik (virus, bakteri dan jamur) dan hindari karbohidrat berlebih (gula), nikotin, alkohol, cuka, kafein dan obat-obatan kecuali resep dokter. INDIKATOR KESEHATAN :1.Status gizi dengan menghitung Indek Masa Tubuh (IMT) dengan rumus IMT :BB/TB2 (Jika IMT 17<19<25<30 kriteria kurang gizi , kurus, normal, gemuk)2.Tekana darah (sistolik 120<140<160,kriteria normal, prahipertensi, hipertensi. Diastole 80<90<100)3.Kolesterol ( jika 200< 250< 300, kriteria normal, hati2, emergency)4.Gula darah (120 < 200 < 250 , normal, hati2 , DM (kencing manis)   Sumber : Strategi Pengembangan diri dari jen Z.A Hans Biokimia dasar mata kuliah metabolisme Biomedik Dr.Parwati http://ldiiokutimur.wordpress.com/2011/04/25/kiat-sehat-penuh-energi-dan-vitalitas/ diakses pada Selasa 29 April 2014 Pukul 16.10 WIB

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Manfaat Teh Terhadap Kesehatan

30 Apr 2014 � Melania - Bapelkes Cikarang

Banyak sekali manfaat teh untuk kesehatan kita beberapa diantaranya: 1. Menurunkan risiko penyakit kanker Berbagai hasil studi menunjukan konsumsi teh berperan dalam menurunkan risiko penyakit kanker. Senyawa polyphenol dalam teh mampu memberikan perlindungan terhadap zat karsinogenik. EGCg yang terdapat dalam teh hijau merupakan senyawa aktif yang berperan dalam mencegah terjadinya kanker.     Studi epidemiologis di Jepang menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat kanker penduduk yang mendiami daerah produsen utama teh hijau amat sedikit. Suatu studi lainnya di Jepang melaporkan bahwa catechin dapat membunuh Helicobacter pylori , yaitu bakteri pemicu kanker lambung.   Suatu studi di Iowa, Amerika Serikat yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology edisi Juli 1996 terhadap lebih dari 35.000 wanita pascamenopause melaporkan bahwa teh memiliki khasiat melawan kanker. Hasil studi tersebut menyimpulkan mereka yang mengkonsumsi sekurangnya 2 cangkir teh hitam sehari akan berkurang risikonya terkena kanker kandung kemih sebanyak 40%, dan 68% pada penyakit kanker saluran pencernaan bila dibandingkan dengan mereka yang tidak mengkonsumsi teh.   2. Menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular   Penyakit kardiovaskular antara lain terkait dengan kadar lipida darah, tekanan darah, faktor homestatik, oksidatif stress, dan lain-lain. Beberapa studi menunjukkan bahwa teh memiliki khasiat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah dan tekanan darah. Mekanisme pencegahan teh terhadap penyakit kardiovaskular terdapat pada kemampuannya menghambat penyerapan kolesterol dan menghambat penggumpalan sel-sel platelet sehingga mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Polyphenol teh (catechin dan theaflavin) juga merupakan antioksidan kuat yang mampu melindungi oksidasi LDL-kolesterol oleh radikal bebas. Teroksidasinya kolesterol tersebut diduga berperan penting dalam proses atherogenesis yaitu proses awal pembentukan plaque pada dinding arteri. 3. Menurunkan berat badan Studi terbaru yang dilakukan terhadap potensi teh adalah peranannya membantu menurunkan berat badan seperti dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, 1999 . Penelitian tersebut dilakukan oleh Institute of Physiology , University of Fribourg , Switzerland , yang melibatkan 10 orang sebagai sampel. Para peneliti melakukan pengukuran 24 jam energiexpenditure pada subjek yang diberi kafein (50 mg), ekstrak teh hijau (50 mg kafein dan 90 mg EGCg), serta placebo. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemberian ekstrak teh hijau secara bermakna meningkatkan 4% energiexpenditure bila dibandingkan placebo. Dari penelitian tersebut, teh hijau diketahui mempunyai potensi sebagai thermogenesis sehingga mampu meningkatkan pembakaran kalori dan lemak yang berimplikasi terhadap penurunan berat badan. Hasil studi ini menjanjikan potensi penggunaan ekstrak teh hijau dalam program penurunan berat badan, di samping melakukan pembatasan konsumsi kalori (diet). 4. Mencegah osteoporosis Osteoporosis atau pengeroposan tulang merupakan salah satu masalah yang dihadapi wanita pascamenopause manakala telah terhentinya produksi hormon estrogen _ pemicu pertumbuhan tulang. Osteoporosis menyebabkan massa tulang menyusut dan mudah patah. Studi terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh secara teratur dapat mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya osteoporosis. Hasil penelitian tersebut dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2000 dengan melibatkan jumlah sampel wanita berusia 65 hingga 76 tahun sebanyak 1.200 orang di Cambridge, Inggris. Kesimpulan yang diambil adalah wanita yang mengkonsumsi teh ternyata memiliki ukuran kerapatan mineral tulang (Bone Mineral Density/BMD) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak minum teh secara bermakna. Senyawa aktif yang terkandung di dalam teh berperan menyerupai hormon esterogen lemah yang membantu melindungi tulang terhadap proses kerapuhan (osteoporosis). Teh merupakan minuman fungsional yang memiliki potensi dan khasiat tinggi terhadap kesehatan tubuh. Agar memperoleh hasil dan manfaat yang maksimal, diperlukan kebiasaan minum teh secara teratur. Untuk itu, biasakanlah untuk minum teh minimal 4-5 gelas setiap hari. Jumlah tersebut cukup untuk memperoleh manfaat dari senyawa yang terkandung dalam teh.   American Journal of Clinical Nutrition, 1999 American Journal of Clinical Nutrition edisi April 2000 American Journal of Epidemiology edisi Juli 1996

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Melek Informasi Kunci Kemajuan Diri

30 Apr 2014 � Yuni Nurhasanah - Bapelkes Cikarang

Dampak dari perkembangan teknologi informasi adalah setiap orang dapat menerima informasi apapun, dari manapun tanpa batas dan filter. Untuk  itu setiap orang sangat perlu mengevaluasi informasi yang mereka terima supaya bisa memenuhi kebutuhan akan informasi. Agar proses pemenuhan kebutuhan informasi berhasil dengan sukses, maka sangat perlu seseorang memahami tentang literasi informasi.     Literasi informasi sering disebut juga dengan keberaksaraan informasi atau kemelekan informasi. Dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi, literasi infromasi sering dikaitkan dengan kemampuan mengakses dan memanfaatkan secara benar informasi yang tersedia. Pengertian literasi informasi yang sering dikutip adalah pengertian literasi informasi dari American Library Association (ALA) : “information literasi is a set of abilities requiring individuals to recognize when information is needed and have the ability to locate, evaluate, and use effective needed information”. Artinya, literasi informasi diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi informasi yang dibutuhkannya, mengakses dan menemukan informasi, mengevaluasi informasi, dan menggunakan informasi seara efektif dan etis. (dalam Naibaho, 2007: 7-8) Informasi Literasi adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan, menentukan, mengevaluasi serta menggunakan informasi yang didapat secara efektif. Evaluasi merupakan perbandingan kinerja alternative dengan maksud mengetahui berapa baik atau buruk system temu balik informasi dalam mencapi sasarannya. (Sulistyo-Basuki, 2004: 251). Untuk dapat dikatakan bahwa seseorang telah melek informasi (Information Literate) paling tidak harus memiliki kemampuan: -         Mengenal kebutuhan informasi; -         Mengetahui cara menguasai gap informasi; -         Membangun strategi pencarian informasi; -         Menemukan dan mengakses informasi secara efektif; -         Membandingkan dan mengevaluasi informasi; -         Mengorganisasikan, mengaplikasi, dan mengkomunikasikan informasi; -         Mensintesis dan menciptakan informasi Manfaat Literasi Informasi : Membantu mengambil keputusan Menjadi manusia pembelajar di era ekonomi pengetahuan Menciptakan pengetahuan baru   Jenis literasi informasi Literasi informasi terdiri dari berbagai literasi sebagai berikut : A. Literasi  visual Literasi visual adalah kemampuan untuk memahami serta menggunakan citra visual dalam pekerjaan dan kehidupan harian. Literasi visual mencakup integrasi pengalaman visual dengan pengalaman yang diperoleh dari indera lain seperti apa yang didengar, apa yang dibau, apa yang dikecap, apa yang disentuh serta apa yang dirasakan. Kompetensi literasi  visual memungkinkan seseorang untuk memilah serta menafsirkan berbagai tindakan visual, objek dan atau simbol. Dari situ, seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain, membuat pamflet, membuat halaman Web.   B. Literasi  media Literasi media ialah kemampuan seseorang untuk menggunakan berbagai media guna mengakses, analisis serta menghasilkan informasi untuk berbagai keperluan. Dalam kehidupan sehari-hari seseorang akan dipengaruhi oleh media yang ada di sekitar kita berupa televisi, film, radio, musik terekam, surat kabar dan majalah. Dari media itu masih ditambah dengan internet bahkan kini pun melalui telepon seluler dapat diakses. Definisi literasi media menggunakan pendekatan trikotomi yang mencakup 3 bidang yaitu literasi media bermakna memiliki akses ke media, memahamimedia dan menciptakan/mengekspresikan diri sendiri dengan menggunakan media (Buckingham 2005, Livingstone 2005). Akses meliputi menggunakan serta kebiasaan media artinya kemempuan menggunakan fungsi dan kompetensi navigasi (mengubah saluran televisi, menggunakan sambungan Internet): kompetensi mengendalikan media (misalnya menggunakan sistem terpasang interaktif, melakukan transaksi melalui Internet); Pemahamanartinya memiliki kemampuan untuk memahami/menafsirkan serta memperoleh perspektif isi media serta sikap kristis terhadapnya; Menciptakan mencakup berinteraksi dengan media (misalnya berbicara di radio, ikut serta dalam diskusi di internet,) juga menghasilkan isi media. Literasi media mengakui pengaruh harian pada manusia yang berasal dari televisi, film, radio, musik, surat kabar, dan majalah.     C. Literasi teknologi komputer dan komunikasi  lazim disebut literasi komputer (IFLA ALP 2006) Literasi komputer artinya kemampuan bagaimana mengguinakan dan mengoperasikan komputer secara efisien sebagai mesin pemroses informasi (Horton Jr, 2007). Bagian ini merupakan separuh bagian dari literasi teknologi informasi dan komputer, separuh lainnya adalah Literasi media. Bagian ini terdiri dari: literasi perangkat keras dan perangkat lunak. Literasi perangkat keras mengacu kepada operator dasar yang diperlukan untuk menggunakan komputer seperti Personal Komputer,Laptop, Notebook, IPad. Ada pun literasi perangkat lunak mengacu  pada himpunan prosedur dan instruksi tujuan umum yang disyaratkan oleh perangkat keras komputer atau telekomunikasi untuk melaksanakan fungsinya.  Dalam  komputer paling utama adalah perangkat lunak pengoperasian dasar seperti Windows, lembar batang (spreadsheet) untuk data numeric seperti Excel perangkat lunak penyajian preesentasi seperti PowerPoint dan perangkat lunak  penyedia jasa infotmasi untuk menggunakan Internet termasuk penelusuran WWW. Bag D. Literasi  jaringan Merupakan literasi  dalam menggunakan jaringan digital secara efektif, yang banyak berkembang berkat keberadaan Internet.  Bagi pustakawan literasi informasi mensyaratkan perubahan pikir, dari “kepemilikan” ke “akses” artinya informasi milik perpustakaan  namun dapat diakses oleh publik sehingga menimbulkan pertanyaan seberapa jauh konsep kepemilikan itu. Dalam konteks ekonomi informasi, hal itu menunjukkan ciri khas informasi dilihat dari segi ekonomi, misalnya informasi yang telah dijual akan tetap menjadi milik penjual. Hal itu berbeda dengan penjualan benda misalnya makanan, sekali dijual maka makanan itu pindah ke  tangan pembeli (Kingma, 2001).     E. Literasi kultural Literasi kultural artinya pemahaman tentang bagaimana tradisi, kepercayaan, simbol dan ikon, perayaan dan sarana komunikasi sebuah negara, agama, kelompok etnik atau suku berdampak terhadap penciptaan, penyimpanan, penanganan, komunikasi, preservasi serta pengarsipan data, informasi dan pengetahuan dengan menggunakan teknologi. Pemahaman literasi informasi dalam kaitannya dengan literasi kultural adalah bagaimana faktor budaya berdampak terhadap penggunaan teknologi komunikasi dan informasi secara efisien. Dampak itu dapat positif maupun negatif. Penyebaran televisi misalnya berdampak hilangnya permainan anak-anak yang secara tradisional dilakukan waktu  terang bulan. Di segi lain, penyebaran telepon seluler, televisi dan komunikasi nirkabel  terjadi sebagai hasil kemauan pendidik lokal untuk mengakui, menerima dan mengadaptasi teknologi tersebut dalam budaya masing-masing. F. Literasi digital Literasi informasi berbeda dengan literasi digital. Literasi informasi fokus pada pemahaman kebutuhan informasi seseorang, dilakukan dengan kemampuan untuk menemukan dan menilai informasi yang relevan serta menggunakannya secara tepat. Literasi informasi mulai banyak digunakan sejak tahun 1980 an. Istilah literasi digital mulai popular sekitar tahun 2005 (Davis & Shaw, 2011). Literasi digital bermakna kemampuan untuk berhubungan dengan informasi hipertekstual dalam arti bacaan  tak berurut berbantuan komputer (Bawden, 2001). Gilster (2007) kemudian memperluas konsep literasi digital sebagai kemampuan  memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital,  dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya. IFLA ALP Workshop (2006) menyebutkan bagian dari literasi informasi adalah literasi digital, didefinisikan  sebagai  kemampuan memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai format dari sejumlah besar sumber daya tatkala sumber daya tersebut disajikan melalui komputer. Seusia perkembangan Internet, maka pemakai tidak tahu atau tidak mempedulikan darimana asalnya informasi, yang penting ialah dapat mengaksesnya.     Dilihat dari berbagai jenis literasi informasi, kebutuhan akan literasi informasi mendorong orang untuk mengembangkan teknologi  informasi. Teknologi Informasi akan memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir dapat diikuti tanpa batas ruang dan waktu yang dipengaruhi dan tergantung oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. (Wardiana, W,2002). Oleh karenanya literasi informasi merupakan sebuah bekal yang berharga untuk tercapainya pembelajaran seumur hidup mengingat sekarang ini kita sedang memasuki era informasi. Dimana informasi  jadi komoditas yang setiap hari diperebutkan  dalam pentas pertarungan global ini. Siapa yang dapat menguasai informasi dialah yang akan bertahan hidup, kemajuan diri dan kuncinya adalah literasi informasi. Landasan yang kokoh untuk menuju melek informasi (Information Literate) adalah budaya baca masyarakat. Dan budaya baca akan terbentuk manakala minat baca di masyarakat telah tumbuh dan berkembang. Sumber : Basuki, Sulistyo. Literasi Informasi dan Literasi  Digitalhttp://sulistyobasuki.wordpress.com/2013/03/25/literasi-informasi-dan-literasi-digital/#more-136 Basuki, Sulistyo. 2004.  Pengantar Dokumentasi. Bandung: Rekayasa Sains. Literasi Informasi.Universitas Indonesia. http://lontar.ui.ac.id/il/index.jsp Nurholis Wz. 07 Maret 2012. Literasi Informasi.http://nurholiswz.blogspot.com/2012/03/makalah-literasi-informasi.html

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Indentifikasi Bahaya Bahan Kimia

30 Apr 2014 � Ayanih - Bapelkes Cikarang

Rumah beserta perabot yang kita tempati atau gedung didalam kita bekerja belum tentu tidak mengandung bahan kimia, semua sarana dan perabotan yang digunakan sehari-hari  harus diwaspadai adanya bahan kimia berbahaya, atau cara menyimpan bahan-bahan kimia yang tidak sesuai. Untuk itu secara pribadi perlu selalu dilakukan identifkasi awal. Misalnya dengan mengetahui tanda-tanda atau label bahan kimia tersebut. Seperti kekhasan baunya bahan kimia tertentu seperti klorin (Cl2), yang tercium baunya menandakan adanya instalasi yang perlu diperbaiki   Identitifikasi awal untuk mewaspadai bahan kimia berbahaya, bisa dimulai dari data bahan kimia yang diterima, data bahan yang biasa digunakan, mengetahui bahan kimia dimulai dari labelnya antara lain: Nama Bahan kimia Tingkat bahaya Tanda bahaya dan artinya Uraian risiko dan penanggulangannya Tindakan pencegahan misalnya tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran atau tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan Instruksi jika terjadi bahaya atau terpapar Instruksi penyimpanan, pengisian Referensi Nama, alamat,  nomor telepon pabrik pembuatnya dan distributornya Setelah label diperhatikan,  dibaca dan dimengerti semua langkah selanjutnya adalah memahami  dan mengetahui bahan tersebut antara lain: Kondisi fisik bahan kimia itu : apakah bentuk cair, Padat atau gas, dan harus diperhatikan pula dalam kondisi apa suatu bahan tersesebut terbentuk. Karena untuk menempatkan dimana bahan tersebut harus disimpan, didalam suhu yang dingin atau panas, Komposisi bahan Stabilitas bahan,  berubah bentuk, warna, atau bau  jika disimpan di tempat tertentu atau dibiarkan Kebutuhan suhu., semua bahan kimia akan menguap, tetapi penguapannya tergantung pada suhu dan tekanan, umumnya cairan panas akan menguap lebih cepat dari cairan dingin. Tekanan uap cairan dan larutan harus diperhatikan. Perbadingan berat jenis antara uap/gas dengan udara menunjukan apakah uap pada suhu normal dan tekanan normal, lebih padat atau lebih renggang daripada udara, karena uap akan naik atau turun pada seluruh permukaan ruang. Tempat/ Wadah bahan kimia Pada umumnya bahan kimia selalu menggunakan wadah yang terbuat dari bahan kuat,tebal, elastic, tidak  mudah berkarat, Konsentrasi /Kandungan Bahaan Kimia (beracun atau tidak) jika beracun apakah dapat menyebabkan akut atau kronis. Contoh klorin konsentrasi maksimum di udara yang diperbolehkan adalah satu bagian klorin per satu juta bagian udara untuk 8 jam pemaparan, Jalur Pajanan : melalui makanan, pernafasan, atau Absorpsi Kadar toksisitas , apakah bahan tersebut beracun, sangat beracun, sangat reaktif. Nilai Ambang batas (NAB) Karakteristik  bahan Ada klasifikasi bahan kimia yang diberikan oleh National Fire Protection Association (NFPA) yaitu Bahan tersebut apakah menimbulkan bahaya terhadap kesehatan (NFPA Health Hazards), Mudah terbakar (NFPA Flammability Hazards),atau reactivitas (NFPA Reactivity Hazards).   Setiap Klasifikasi bahaya diberikan warna dan angka-angka yang menunjukan tingkat bahaya relative dari angka 4 sampai 0.   Tingkat bahaya terhadap kesehatan  yang dilambangkan dengan warna BIRU, adalah : 4  : Bahan yang dapat menimbulkan kematian pada keterpaan jangka pendek atau yang dapat menimbulkan  luka fatal meskipun ada pertolongan segera. 3  : Bahan yang dapat menimbulkan akibat serius pada keterpaan jangka pendek , meskipun ada pertolongan segera. 2  : Bahan yang pada keterpaan intensif atau terus menerus dapat  menimbulkan luka , kecuali ada perolongan segera. 1  :Bahan yang menyebabkan iritasi atau sedikit luka meskipun tidak ada pertolongan segera. 0  :Bahan yang tidak berbahaya meskipun kena api.   Bahaya Kesehatan dapat berasal dari dua sebab, yaitu: a.Sifat alamiah zat b.Mengeluarkan zat toksik akibat pemanasan atau penguraian   Bahaya Mudah terbakar Klasifikasi ini, yang dilambangkan dengan warna MERAH, adalah ukuran kemudahan terbakarnya suatu zat yang diberi tingkatan sebagai berikut : 4  : Bahan yang segera menguap dalam udara normal dan dapat terbakar dengan cepat. 3  : Bahan cair atau padat yang dapat dinyalakan pada suhu biasa 2  : Bahan yang perlu sedikit dipanaskan dahulu sebelum dapat dibakar 1  : Bahan yang perlu dipanaskan sebelum dapat dibakar. 0 : Bahan yang tak dapat dibakar     Bahaya  mudah terbakar dilambangkan sebagai berikut :           Bahaya Reaktivitas Reaktivitas adalah ukuran derajat kemudahan dalam melepaskan energy dengan sendirinya(terurai atau berpolimerisasi) atau akibat kontak dengan air atau bahan lain. Derajat bahaya tersebut yang dilambangkan dengan warna KUNING. Adalah sebagai berikut: 4  : Bahan yang dengan mudah dapat diledakkan atau meledak pada suhu dan tekanan biasa atau sensitive terhadap pengaruh mekanik atau panas setempat. 3  : Bahan yang mudah meledak, tetapi memerlukan sumber penyebab yang kuat, seperti suhu tinggi atau tumbukan. 2  : Bahan yang tidak stabil pada keadaan normal, tetapi tidak stabil pada suhu tinggi. 1  : Bahan yang stabil pada keadaan normal, tetapi tidak stabil pada suhu tinggi. 0 : Bahan yang stabil dan juga tidak reaktif meskipun kena api atau pada suhu tinggi                                     Simbol bahaya bahan kimia, ada klasifikasi menurut HMIS(Hazardous Material Identifikasi System), dan Ada pula dipergunakan kode risiko (Risk=R)  R 1 s/d R 43, R 14/15 dst,  Kode keselamatan (Safety=S) S 1 s/d S 45, S ½ dst. Contoh penggunaan Kode : Tricholoroacetic acid = R:35  S:24/25/26mengandung arti Penyebab kebakaran yang parah pada kulit, jaga kontak dengan kulit, jaga kontak dengan mata, bila kena mata cuci dengan air dan segera pergi ke dokter.   Sumber:  Gadjah Mada University; Achadi Budi Cahyono; Keselamatan Kerja Bahan Kimia Industri, 2010.

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Mendukung Program ASI EKSKLUSIF Sama Dengan Menyiapkan Generasi Tangguh Sebuah Bangsa

08 Apr 2014 � dr Arum Wiratri - Bapelkes Cikarang

Sebuah Gambaran yang sangat menyentuh, ketika penulis menemui beberapa ibu muda yang bangga dengan pemberian Susu Formula pada bayinya yang baru saja dilahirkan, dan yang membuat terkejut kembali adalah ibu muda itu adalah seorang Ibu Rumah Tangga.  Kekurangtahuan ini adalah karena kurangnya informasi yang didapat para ibu muda ini tentang manfaat ASI untuk perkembangan bayinya ini sehingga dukungan lingkungan sangat diperlukan.   Air Susu Ibu (ASI) adalah emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu yang berguna sebagai makanan yang utama bagi bayi (Roesli,2000). Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang mudah didapat, selalu tersedia, siap diminum tanpa adanya persiapan yang khusus dengan temperatur yang sesuai dengan bayi.   Air Susu Ibu (ASI) memiliki kandungan zat gizi yang lengkap dan sempurna untuk keperluan bayi serta mengandung zat-zat gizi yang lengkap dan sempurna untuk keperluan bayi serta mengandungi zat anti infeksi. Oleh karenanya Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan terbaik dan paling cocok untuk bayi (Perinasia,2004).   Banyak keunggulan Air Susu ibu dibanding susu sapi,antara lain: Air Susu Ibu mengandung zat makanan yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang cukup dengan susunan zat gizi yang sesuai untuk bayi. Air Susu Ibu sedikit sekali berhubungan dengan udara luar, sehingga Air Susu Ibu bersih dan kecil kemungkinan tercemar oleh kuman. Air Susu Ibu selalu segar dan temperatur Air Susu Ibu sesuai dengan temperatur tubuh bayi. Mengandung zat kekebalan (immunoglobulin). Antibodi dalam Air Susu Ibu dapat bertahan di dalam saluran pencernaan karena tahan terhadap asam dan enzim proteolitik saluran pencernaan dan membuat lapisan pada mukosanya sehingga mencegah bakteri patogen dan enterovirus masuk ke mukosa usus. Air Susu Ibu tidak menimbulkan alergi. Kolostrum (susu awal) adalah Air Susu Ibu yang keluar pada hari-hari pertama setelah kelahiran bayi, bewarna kekuning-kuningan, dan lebih kental, karena banyak mengandung vitamin A, protein dan zat kekebalan yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi. Kolostrum juga mengandung vitamin E dan K serta beberapa mineral seperti natrium dan seng (Depkes,2005, Perinasia,2004).   Menyadari begitu banyaknya manfaat yang diperoleh dari pemberian ASI Eksklusif, maka pemerintah sangat mendukung gerakan ini. Tak tanggung-tanggung, bentuk dukungan tersebut dituangkan dalam Peraturan Pemerintah bernomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Secara umum PP yang disahkan Maret lalu itu, menggambarkan secara jelas keberpihakan pemerintah terhadap gerakan pemenuhan ASI Eksklusif. Dalam tujuannya disebutkan bahwa hal ini untuk menjamin hak bayi dan memberikan perlindungan pada ibunya. Sekaligus juga mengajak banyak pihak untuk mendukungnya, seperti keluarga, masyarakat, termasuk Pemerintah Daerah dan Pemerintah. Tuntutan peran serta berbagai pihak sebagaimana disebut di atas, dapat dipahami. Karena, seringkali kegagalan pemberian ASI Eksklusif justru datang dari keluarga. Misalnya, karena adanya kekuatiran si bayi masih kelaparan jika hanya diberi ASI. Di samping keluarga, tempat kerja sangat mungkin juga menjadi pengganggu kelancaran proses pemberian air susu tersebut. Di antaranya disebabkan oleh ketidaktersediaan tempat untuk memerah air susu atau terbatasi waktu kerja. Mengantasipasi faktor-faktor penghalang ini, maka diharapkan ada kesepakatan antara karyawan dengan pemilik perusahaan atau pengusaha. Pengurus tempat kerja diwajibkan memberikan kesempatan kepada ibu yang bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif kepada Bayi atau memerah ASI selama waktu kerja di tempat kerja. Bahkan tempat atau sarana umum pun dihimbau untuk menyediakan fasilitas bagi ibu yang sedang menyusui.   Manfaat Pemberian ASI : 1. ASI sebagai makanan yang bergizi bagi bayi -   Komposisi ASI pada satu ibu akan berbeda dengan komposisi ASI pada ibu  yang lain, karena disesuaikan dengan kebutuhan bayinya sendiri -   Komposisi ASI berbeda-beda dari hari ke hari -   ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, baik kualitas maupun kuantitasnya  2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi -   Bayi dapat membuat zat kekebalan tubuh sehingga mencapai kadar protektif, yaitu saat usia 9 sampai 12 bulan -   ASI dapat menigkatkan kekebalan tubuh bayi yang baru lahir, karena mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi  3. ASI eksklusif dapat meningkatkan kecerdasan -    Periode awal kehamilan s/d bayi berusia 12-18 bulan merupakan periode pertumbuhan otak yang cepat -    Gizi yang diberikan merupakan faktor terpenting dalam proses pertumbuahn otak -    ASI eksklusif dapat menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan anak secara optimal -    Zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan otak bayi, yang terdapat dalam ASI namun sangat sedikit pada susu sapi, yaitu taurin, laktosa dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AA, omega 3, omega 6)  4. ASI eksklusif dapat meningkatkan jalinan kasih sayang antara ibu dan anak Dengan memberikan ASI Eksklusif maka akan mempererat hubungan antara ibu dan anak   Panduan Menyusui untuk Ibu Bekerja Menurut Mexitalia M (2004), ibu yang bekerja dan tetap menyusui anaknya setelah bekerja memiliki beberapa keuntungan, yaitu: meningkatkan produktivitas kerja, menurunkan angka absensi antara lain karena anak sakit, dan menurunkan ketegangan ibu. Untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul saat ibu bekerja, pedoman berikut ini dapat dipakai.  Sebelum melahirkan Komunikasikan rencana untuk menyusui setelah melahirkan dengan atasan atau pemilik perusahaan tentang: Lama cuti melahirkan. Diskusikan saat istirahat makan siang atau waktu lain untuk memeras ASI, tempat yang memadai untuk memeras ASI sekaligus meyimpannya. Kemungkinan untuk bekerja sebagai tenaga penuh, paruh waktu, atau dimungkinkan tetap bekerja di rumah. Pelajarilah aturan tentang menyusui pada ibu bekerja.  Saat cuti melahirkan Pertahankan kelangsungan menyusui dengan menyusui eksklusif selama mungkin. Hindari menggunakan dot atau botol samapai menyusui menjadi mantap, umumnya 3-4 minggu pertama. Mempelajari cara pemberian ASI yang diperas dengan gelas/sendok (lebih dianjurkan) atau dengan botol saat bayi berusia 4 minggu. Pastikan ada tempat penitipan bayi di (dekat/sekitar) tempat bekerja atau ada pengasuh untuk bayi apabila bayi ditinggal di rumah. Melatih cara mengeluarkan ASI dengan diperas atau dipompa. Memilih baju kerja yang memungkinkan memeras ASI dengan nyaman.  Saat kembali bekerja Kurangi kecemasan dan hindari kelelahan bekerja dengan istirahat yang cukup. Pastikan perlengkapan untuk memeras/memompa ASI serta almari es dan kotak pendingin ada di tempat kerja. Bawalah foto bayi Anda ke tempat kerja. Susuilah bayi sesaat sebelum berangkat bekerja dan sesegera mungkin setelah pulang dari tempat kerja. Ingatkan pengasuh bayi untuk tidak memberikan susu dengan botol mendekati ibu pulang dari kerja. Keluarkanlah ASI setidaknya setiap 3 jam untuk menghindari engorgement(pembengkakan/mbangkaki – Jw.). Pakailah baju yang nyaman sehingga mudah untuk menyusui/memeras ASI. Susuilah bayi lebih sering pada malam hari dan pada akhir minggu. Berkonsultasilah segera pada dokter/petugas kesehatan jika timbul masalah.   Salam ASI

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Efek Penggunaan Obat Nyamuk Bakar Terhadap Kesehatan

08 Apr 2014 � Fahmi Arif - Bapelkes Cikarang

Saat ini obat anti serangga/nyamuk beredar di pasaran dengan berbagai jenis dan merek yang beragam. Mulai dari obat nyamuk bakar, elektrik  sampai dengan spray/semprot. Penggunaan obat nyamuk tersebut merupakan salah satu cara yang ditempuh banyak orang untuk mengendalikan dan menghindarkan dampak negatif yang ditimbulkan serangga/nyamuk dari kehidupan manusia.     Penggunaan obat Anti serangga/nyamuk tersebut memang cukup efektif “mengusir” serangga/nyamuk disekitar kita. Tetapi perlu kita perhatikan juga, bahwa penggunakan obat anti serangga/nyamuk dapat menimbulkan beberapa dampak dan bahaya bagi kesehatan manusia, salah satunya dampak dari obat nyamuk jenis bakar.   Obat Nyamuk Bakar merupakan salah satu cara untuk mengusir nyamuk di ruangan. Penggunaan obat nyamuk di negara Indonesia sering digunakaan oleh masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah karena harganya yang terjangkau. Bagi anda yang sering menggunakan obat nyamuk bakar, sudahkah aman dalam penggunaannya? Karena asap yang dihasilkan dari obat nyamuk berisikan polutan yang dapat menjadi masalah kesehatan yang serius. Beberapa zat yang aktif dari obat nyamuk yang salah satunya adalah DDVP (dichlorovynil dimetyl phosfat) yang termasuk racun yang berada di kelas satu dan penggunaannya sudah di larang di dunia. Selain itu propoxur merupakan jenis racun kedua yang terdapat di dalam obat nyamuk dalam penggunaan jangka panjang akan menggannggu sistem reproduksi. Selain itu ada beberapa zat yang lain seperti transflutrin, bioallethrin, d-allethrin, cyphenothrin dan praletrhin. Asap obat nyamuk membahayakan kesehatan anda, apalagi jika ruangan sudah dipenuhi dengan asap. Penelitian menemukan kerusakan paru-paru yang diakibatkan dari satu obat nyamuk sama dengan kerusakan yang diakibatkan dari 100 batang rokok. Adanya kandungan DDVP (dichlorovynil dimetyl phosfat), zat yang berbahaya jika terus-terusan terpapar dalam jangka waktu panjang akan mengakibatkan kerusakan syaraf, pernapasan anda terganggu dan memicu kanker. Selain itu kandungan zat kimia yang terdapat di dalam obat nyamuk mampu membuat aktivitas enzim turun sehingga adanya pengaruh yang buruk terhadap hati dan reproduksi anda. Berikut ini adalah beberapa cara yang tepat untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan obat nyamuk bakar: 1.  Ruangan dengan ventilasi yang cukup Ventilasi merupakan aspek penting di dalam persyaratan suatu rumah sehat, apalagi jika dikaitkan dengan penggunaan obat nyamuk bakar, peranan ventilasi menjadi sangat penting. Segera ubah kebiasaan anda untuk menggunakan obat nyamuk di ruangan tertutup apalagi di dalam ruangan tersebut terdapat anda dan keluarga. Dampak buruk yang akan terjadi adalah gangguan pernapasan seperti sesak napas. Letakan obat nyamuk dearah dengan aliran udara sehingga asapnya tidak mengganggu anda. 2.  Jarak tidak terlalu dekat Penggunaan obat nyamuk memang dimaksudkan untuk mengusir nyamuk akan tetapi jika justru membahayakan kesehatan anda, itu tidak tepat. Letakan dengan jarak obat nyamuk dengan aktivitas anda 1,5 meter. Anda juga dapat menggunakan obat nyamuk pada sore hari sebelum aktivitas anda di malam hari dilakukan, sehingga bisa dikeluarkan dari ruangan anda. 3.  Letakan pada tempat yang tepat Anda dapat meletakan obat nyamuk di bawah tempat tidur sehingga anda tidak terkena langsung dengan asap yang dihasilkan dari obat nyamuk, selain itu jangan meletakan obat nyamuk disamping badan anda, anda bisa meletakan di dekat telapak kaki sehingga mengurangi kemungkinan asap terhirup oleh anda. Simpan di tempat yang lebih rendah dari aktivitas anda (lantai). 4.  Hindarkan dari anak-anak dan Ibu Hamil Bagaimanapun anak-anak dan ibu hamil sangat rentan apalagi dengan asap dari obat nyamuk, dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan pernapasannya. Sebisa mungkin hindari dan kurangi pemakaian obat nyamuk bakar dari anak-anak dan ibu hamil Sumber : Waspada Bahaya Obat Nyamuk Bakar Bagi Kesehatanhttp://bidanku.com/waspada-bahaya-obat-nyamuk-bakar-bagi-kesehatan#ixzz2xbNBKZs8

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

APAKAH SUDAH TEPAT KITA MENGGUNAKAN MASKER PENUTUP WAJAH DAN HIDUNG?

03 Apr 2014 � Dr. Arum Wiratri - Bapelkes Cikarang

Beberapa hari  ini penggunaan masker penutup wajah dan hidung sedang banyak digunakan, baik dikalangan keluarga, kantor dan masyarakat. Di lingkungan keluarga sendiri saat ini masker sangat sering digunakan mengingat tengah hadir bayi ditengah tengah keluarga sehingga kami para orang dewasa menggunakan masker apabila tengah mengalami pilek. Di lingkungan kantor juga saat ini tengah dilakukan pemeliharaan disana sini sehingga menghasilkan banyak debu, jadi hampir 25% pegawai kantor kami tengah menggunakan masker untuk menghalau debu masuk ke pernafasan. Di lingkungan yang lebih besar saat ini penggunaan masker tengah popular dengan adanya bencana alam meletusnya gunung kelud di Kediri Jawa Timur yang memuntahkan abu vulkaniknya.   Baru saja terkesima dengan pertanyaan suami saya tentang penggunaan masker ; “ ini masker makenya gimana ya, yang putihnya diluar atau yang hijaunya yang di luar“. Pertanyaan yang sulit dijawab di pagi hari, saya sendiri sebagai seorang tenaga medis tidak bisa menjawabnya. Akhirnya pagi itu saya biarkan suami menggunakan masker dengan warna hijau diluarnya, karena dalam fikiran saya memang hal ini membingungkan apakah ada bedanya bila digunakan seperti itu?. Dengan kejadian itu maka dibuatlah artikel ini guna kepentingan bersama dan terutama untuk diri saya pribadi.   Yang saat ini kita ketahui bersama  guna masker itu sendiri adalah untuk mencegah masuknya partikel maupun mikroorganisme masuk kedalam saluran pernafasan kita melalui hidung atau mencegah penularan penyakit melalui droplet yang berasal dari hidung dan mulut kita. Jadi masker ini memang memiliki dua fungsi yaitu mencegah penularan penyakit dan menangkal penyakit dari luar, dua hal yang berbeda. Masker yang beredar di masyarakat kita adalah masker sekali pakai yang biasa digunakan di ruang bedah sebagai penghalang cairan dari mulut dan hidung sehingga tidak mengkontaminasi sekelilingnya, tidak menyaring partikel yang sangat kecil seperti virus influenza maka masker ini disebut sebagai masker bedah, dan sebaiknya ini digunakan oleh orang yang sakit.  Masker yang kedua dinamakan masker pernafasan yaitu memang di desain untuk orang yang sakit untuk berinteraksi dengan orang yang sakit, sebagai contohnya adalah masker N 95 yang banyak digunakan di bagian infeksi dan penyakit menular   Bagian dari Masker bedah itu sendiri adalah Di dalam masker ini terdiri dari  tiga lapisan: Lapisan paling dalam yang berwarna putih. Ini adalah lapisan yang paling nyaman karena bersentuhan dengan kulit wajah kita. Lapisan tengan adalah filter statis.  lapisan ini terbuat dari bahan yang disebut spunbond non woven. Fungsinya adalah untuk menghalangi apabila air liur yang mengandung penyakit menyebar seperti batuk atau bersin. Lapisan luar yang merupakan material khusus mencegah masuknya mikropartikel. Ada pendapat bahwa warna pada masker itu memilki arti dalam penggunaannya, disarankan apabila kita yang menggunakannya dalam keadaan sakit sebaiknya menggunakannya dalam posisi warna putih di bagian dalam dan hijau pada bagian luar. Sedangkan apabila kita dalam keadaan sehat sebaiknya menggunakan sebaliknya yaitu yang bagian berwarna hijau dibagian luar dan putih dibagian dalam. Informasi ini sampai saat ini belum ditemukan referensi keilmiahannya. Yang terpenting dalam penggunaan masker adalah cara penggunaannya apakah sudah tepat atau belum, berikut adalah cara penggunaan masker secara baik dan benar : Pertama tama tutup hidung dan mulut dengan masker Ikat tali pertama  diatas telinga Ikat tali pertama dibawah telinga Letakkan jari kita pada bagian kawat dan bentuklah lekukan hidung

Baca Selengkapnya
Gambar Berita ARTIKEL

Pentingnya Menjaga Kebersihan

03 Apr 2014 � Tati Nuryati - Bapelkes Cikarang

Lebih dari separuh jenis penyakit dan kematian pada anak balita disebabkan oleh kuman yang masuk ke dalam mulut melalui makanan, air dan tangan yang kotor. Banyak kuman yang berasal dari kotoran manusia dan binatang. Buruknya kebersihan perorangan dan kesehatan lingkungan termasuk langkanya persediaan air besih, mengakibatkan 88% kematian anak diseluruh dunia karena diare, hampir 90% diantaranya adalah anak balita.   Banyak penyakit, terutama diare, dapat dicegah bila terbiasa menjaga kebersihan diri dan kesehatan lingkungan seperti: buang air besar di jamban, mencuci tangan dengan sabun dan air sesudah buang air besar, membersihkan tinja anak sebelum memberi makan atau menyentuh makanan. Buanglah kotoran binatang jauh dari rumah, halaman, sumur dan tempat anak-anak bermain.   Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air dapat menghindarkan penyakit diare, mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia dan penyakit lainnya, termasuk infeksi mata, utamanya trachoma. Setiap orang di masyarakat perlu bekerja sama untuk membuat dan menggunakan jamban, memelihara sumber air, membuat pembuangan air limbah dan sarana pembuangan sampah. Peran pemerintah penting untuk mendukung kepada masyarakat dengan menyediakan informasi tentang jamban yang murah dapat dimiliki setiap keluarga. Di daerah perkotaan, dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk sistem pembuangan air limbah dan sanitasi yang murah, perbaikan penyediaan air minum dan pengumpulan sampah. 10 Pesan Utama Kebersihan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS). Cara yang paling penting untuk mencegah penyebaran bibit penyakit adalah dengan membuang tinja ke dalam jamban. Oleh karena itu setiap rumah hendaknya mempunyai jamban yang memenuhi syarat kesehatan. Jamban harus sering dibersihkan dan  lubangnya harus selalu ditutup. Di dalam jamban tersedia sabun untuk cuci tangan. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Semua anggota keluarga, termasuk anak-anak, harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesudah buang air besar, sesudah menangani unggasa dan produk unggas, sebelum menyentuh makanan, dan sebelum memberi makan anak. Jendela rumah harus dibuka setiap pagi sehingga pertukaran udara di dalam rumah menjadi baik. Di dalam rumah banyak terdapat zat pencemar dan kuman penyakit. Rumah harus dielengkapi ventilasi yang cukup. Dengan adanya pertukaran udara yang baik, timbulnya penyakit dan penyebaran penyakit dapat dicegah. Gunakan air dari sumber air bersih yang aman dan sehat. Tempat air harus ditutup agar air tetap bersih dan dikuras minimal satu kali seminggu Bahan makanan atau pangan bisa berbahaya jika tidak dicuci dan dimasak dengan baik. Buah dan sayuran harus dicuci sampai bersih sebelum diolah. Makanan yang sudah dimasak harus segera disantap atau dipanaskan kembali sesudah disimpan. Makanan, alat makan dan peralatan memasak harus dalam keadaan bersih, makanan harus disimpan di tempat yang tertutup. Rumah harus mempunyai tempat pembuangan sampah dan pembuangan air limbah yang aman dan sehat untuk pencegahan penyakit Asap dapur di rumah harus dapat keluar dengan baik dan hindari kebiasaan ibu membawa anak ketika memasak di dapur Rumah harus bersih dan sehat serta bebas dari serangga dan binatang penular penyakit, seperti kecoa, nyamuk, dan tikus serta bebas dari tempat perkembang biakannya. Kebersihan perorangan meliputi kebersihan badan, mulut, kuku, rambut, dan pakaian. Sangat penting memperhatikan kebersihan perorangan perempuan saat menstruasi. Ibu dan anak perempuan perlu memakai pembalut yang bersih dan kering saat sedang haid.

Baca Selengkapnya
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37
Jika ada pertanyaan atau aduan klik disini
Halo BC