Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang
umum

Transformasi Tata Kelola Kearsipan Digital: Bapelkes Cikarang Gelar Webinar COP JF Arsiparis Berbasis Plataran Sehat

27 October 2026 Humas Bapelkes Cikarang
Transformasi Tata Kelola Kearsipan Digital: Bapelkes Cikarang Gelar Webinar COP JF Arsiparis Berbasis Plataran Sehat
Arsip merupakan rekaman informasi bernilai strategis bagi organisasi yang berfungsi sebagai pusat data, media pengawasan, dasar perumusan kebijakan, serta bukti akuntabilitas sesuai Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Dalam era transformasi digital saat ini, tata kelola kearsipan elektronik yang terstruktur menjadi standar mutlak bagi instansi pemerintah guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Kesehatan. Meskipun Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah mengembangkan instrumen digital seperti SRIKANDI, SIKN, dan JIKN, tantangan berupa belum meratanya keterampilan aparatur masih berpotensi memengaruhi tingkat kematangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Untuk mengatasi kendala tersebut, diselenggarakan Webinar Peningkatan Kompetensi Pengelolaan Arsip Digital di Kementerian Kesehatan melalui forum Community of Practice (COP) Jabatan Fungsional Arsiparis. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, 14 Oktober 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan LMS Plataran Sehat dengan menargetkan 1.000 peserta ASN Kementerian Kesehatan serta pengelola dokumen. Pembelajaran senilai 4 JP ini menghadirkan narasumber ahli dari ANRI yang membedah operasional naskah dinas via SRIKANDI (2 JP) dan strategi integrasi informasi kearsipan nasional melalui SIKN-JIKN (2 JP). Webinar ini berhasil diselesaikan oleh 930 orang Rangkaian acara yang disusun oleh Ketua Penyelenggara, Verawati Lenny, SKM, MKM, MM ini diawali dengan laporan Kepala Bapelkes Cikarang, Budi Perdana, S.Kom., MM, MPH., dan dibuka resmi oleh Kepala Biro Umum, Dedi Mulyadi, SKM, MKes, CRMP. Melalui pembekalan ini, para aparatur diharapkan mampu mengimplementasikan tata kelola arsip elektronik yang tertib dan efisien demi menjaga keamanan data serta meningkatkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan seluruh Indonesia. Salam Sehat…..!
Bagikan Berita Ini: