Logo Kemenkes RI - Bapelkes Cikarang
umum

Penguatan Kapasitas Tenaga Kesehatan: Bapelkes Cikarang Gelar ToT Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut 2026

22 October 2026 Humas Bapelkes Cikarang
Penguatan Kapasitas Tenaga Kesehatan: Bapelkes Cikarang Gelar ToT Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut 2026
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tergolong tinggi yaitu mencapai 56,9%, di mana prevalensi karies gigi pada kelompok usia tertentu bahkan menembus lebih dari 80%. Sayangnya, dari besarnya populasi yang mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut tersebut, tercatat hanya 11,2% yang mencari pengobatan ke tenaga medis. Kondisi ini menegaskan krusialnya upaya intervensi pencegahan serta deteksi dini terhadap karies, penyakit periodontal, hingga kanker mulut di tingkat pelayanan kesehatan primer guna menekan dampak keparahan penyakit dan meningkatkan efisiensi biaya perawatan kesehatan. Menjawab kebutuhan tersebut, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Cikarang menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut bagi Pengelola Program Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas untuk Angkatan 3 dan 4. Pelatihan ini menggunakan metode blended learning dengan total beban 60 Jam Pelajaran (JPL) serta bernilai 8 SKP. Pelaksanaannya terbagi menjadi dua tahapan utama, yakni sesi pembelajaran daring pada tanggal 1–2 Oktober 2026 serta pembelajaran klasikal (tatap muka) pada tanggal 5–11 Oktober 2026 bertempat di hotel Royal Padjadjaran Kota bogor. Pelatihan ini diikuti oleh target 30 orang peserta per angkatan yang berasal dari beragam unsur profesi kesehatan, meliputi dokter gigi, terapis gigi dan mulut, pengelola program kesehatan gigi dan mulut Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, serta Widyaiswara berlatar belakang kesehatan. Selama proses pembelajaran, para peserta membekali diri dengan materi komprehensif yang mencakup kebijakan dan manajemen program, promosi kesehatan sesuai siklus kehidupan, teknik deteksi dini, tatalaksana hasil deteksi, intervensi penggunaan fluoride, pencatatan dan pelaporan, hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan teknik melatih (microteaching). Melalui penyelenggaraan ToT ini, para alumni peserta diharapkan mampu berperan aktif sebagai fasilitator dan pelatih yang kompeten untuk melatih dokter dan terapis gigi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Langkah strategis Bapelkes Cikarang dalam penguatan kapasitas SDM kesehatan ini menjadi wujud nyata komitmen lembaga untuk mendukung integrasi pelayanan kesehatan primer demi meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat di seluruh Indonesia. Salam Sehat !
Bagikan Berita Ini: